Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan

Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan
Cleo Dan Nara


__ADS_3

Mata Cleo terbuka lebar saat melihat kamar ibunya yang begitu berantakan. Semua barang barang nya berserakan diatas lantai. Bahkan guci dan vas vas bunga juga pecah berhamburan tidak tentu arah. Sedangkan nyonya Guzel sendiri duduk dengan wajah memerah diatas sofa nya.


Cleo mendekati ibunya seraya memandangi kamar yang sudah tidak lagi berbentuk itu. Ada apa dengan ibunya??? Bukankah Cleo sudah memastikan jika mereka akan aman karena Reynand yang sudah menerima dia kembali. Lalu kenapa sekarang ibunya sudah seperti orang gila saja??


"Mom ada apa, kenapa mommy seperti ini???" tanya Cleo begitu ragu. Dia baru saja kembali kerumah setelah dua hari tidak pulang. Acara kompetisi itu harus melewati seleksi yang begitu ketat, namun semua bisa Cleo lalui dengan mudah. Apalagi dia sudah berhasil mencuri perhatian CEO agensi. Namun ketika pulang kerumah, dia malah menemui ibunya yang seperti ini. Rasa lelah dan lemas nya bertambah sekang.


"Mommy" panggil Cleo lagi saat nyonya Guzel hanya diam saja. Wajahnya pucat, bahkan kantung mata menghitam seperti hantu saja. Penampilan nya yang biasa elegan, kini sudah sangat kacau dan berantakan.


"Mommy kenapa seperti ini mom. Ayo jawab, jangan seperti orang gila begini. Bukan kah sudah aku katakan jika semua pasti baik baik saja setelah aku kembali bersama dengan Reynand" kata Cleo yang mulai kesal karena diabaikan.


Nyonya Guzel memandang Cleo dengan tajam.


"Bagaimana mommy tidak seperti orang gila Cleo!! Setiap hari bahkan dari pagi hingga malam, selalu saja ada yang mengirimkan foto dan vidio mu yang sedang tidur bersama Brian dan David. Kamu kira mommy bisa tenang ha!!!" seru nyonya Guzel begitu menggebu


"Foto lagi??" tanya Cleo begitu terkejut


"Ya, bahkan sekarang dia sudah berani mengirimi vidio mesum mu itu. Kurang ajar sekali. Mommy sungguh ingin membunuh orang itu" geram nyonya Guzel.


"Bukannya mommy sudah mengirim orang untuk mencari siapa orang nya?" tanya Cleo yang mulai khawatir dan cemas lagi


"Tidak ada jejak sama sekali, bahkan kurir itu juga berganti ganti setiap harinya" jawab nyonya Guzel.


Cleo langsung mematung ditempat nya.


"Siapa yang sudah berani berbuat seperti ini???" gumma Cleo.


"Apa kamu yakin ini bukan ulah Reynand?" tanya nyonya Guzel.


"Aku tidak yakin ini perbuatan nya mom. Aku tahu Reynand. Jika dia tidak suka, maka dia pasti akan langsung menghancurkan kita. Bukan nya malah meneror kita seperti ini" jawab Cleo


Nyonya Guzel menarik nafas dalam dalam. Sungguh fikiran nya sudah benar benar kalut dan frustasi sekarang. Orang orang yang dia perintahkan untuk menghabisi tuan Abas sama sekali tidak bisa diandalkan. Apalagi Reynand menjaga kekat rumah sakit itu dan juga anak istri tuan Abas. Sungguh, nyonya Guzel benar benar membenci mereka semua.


Tiba tiba Cleo terkesiap saat mengingat seseorang.


"Nara..." gumam nya


Nyonya Guzel langsung memandang Cleo dengan aneh.


"Kamu mencurigainya?" tanya nyonya Guzel.


"Ya, bukankah sejak dulu dia selalu saja ingin mengalahkan ku. Dia adalah duri dalam daging yang sesungguhnya mom. Ini pasti ulahnya, apalagi sekarang dia sudah berjaya lagi" ungkap Cleo yang tiba tiba langsung menggeram mengingat Anara. Mantan sahabatnya yang kini sudah sangat dia benci.


"Aku akan mencari dan membuat perhitungan dengan dia jika ini memang ulahnya" ucap Cleo. Bahkan tanpa berkata apapun dia langsung pergi meninggalkan nyonya Guzel.


....


Sementara diperusahaan Polie...


Nara baru saja selesai rapat bulanan bersama para staff nya. Saat ini dia masih bersantai disofa seraya meluruskan pinggang nya yang terasa pegal. Ya, hanya mempunyai satu ginjal membuat nya cepat lelah sekarang. Dan bahkan Nara masih harus mengkonsumsi obat setiap hari nya demi untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuhnya.

__ADS_1


Tapi Nara sudah sangat bersyukur, jika kini dia sudah tidak lagi merasakan sakit seperti dulu. Dia sudah bisa bernafas dengan tenang. Dia sudah bisa tersenyum tanpa beban. Hatinya juga sudah mulai bersemi kembali dengan cinta yang setiap hari dihujani oleh Reynand.


Ya, jika dulu dia selalu menunggu waktu nya habis, namun kini harapan nya telah berubah. Dia hanya ingin hidup lebih lama dan merasakan kebahagiaan bersama cintanya.


Egois kan???


Terkadang Nara malu pada sang pencipta.


Dulu dia selalu mengeluh dan ingin menyerah.


Dia selalu meminta waktu nya dipercepat agar dia tidak merasakan sakit lagi. Namun sekarang dia malah meminta untuk diberi umur lebih lama. Terkadang kehidupan memang seperti roda yang berputar. Tidak bisa untuk diam ditempat. Semua nya pasti berputar dan silih berganti. Seperti keinginan Nara.


Nara tersenyum saat membuka pesan dari Reynand. Jika tidak bertemu, pasti ada saja pesan yang dikirimi oleh lelaki itu.


'Jangan telat makan siang dan minum obatmu cantik'


Caption yang dikirim oleh Reynand bersama dengan fotonya yang sedang makan siang dan sedang meminum obat juga. Ya, sekarang mereka sama, sama sama bergantung pada obat untuk seumur hidup mereka. Manis sekali bukan.


Tok tok tok


Pintu yang diketuk membuat Nara sedikit terkesiap, dia langsung beranjak duduk dengan tegak seraya meletakkan ponselnya disamping dia duduk.


"Permisi nona, nona Cleo ingin bertemu dengan anda" kata sekretaris Nara.


Nara mengernyit heran mendengar itu, namun dia hanya mengangguk. Dan bahkan sebelum dia mengatakan apapun Cleo langsung masuk menerobos kedalam, membuat sekretaris Nara terkesiap kaget.


"Kamu bisa keluar Nin" ujar Nara pada sekretaris nya.


Nara memandang datar pada Cleo yang nampak begitu tajam memandang nya. Entah mau apa lagi gadis ini menemui nya. Apa tentang Reynand???


"Kamu selalu saja bermain licik Nara" sergah Cleo langsung.


Nara mengernyitkan alisnya sedikit.


"Bermain licik" gumam Nara yang tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Cleo.


"Cih, jangan berlagak bodoh. Kamu mau menghancurkan karir ku dengan semua bukti yang kamu kirim itu bukan. Jangan coba coba bermain dengan ku Nara" ancam Cleo.


Nara memperhatikan wajah Cleo yang sedikit pucat, namun juga menyimpan kebencian dan kemarahan yang begitu besar. Sebenarnya apa yang dimaksud oleh Cleo?


"Aku tidak punya waktu untuk itu Cleo. Lagipula apa yang kamu maksud juga aku tidak tahu" jawab Nara dengan malas. Lelah sekali jika harus berdebat dengan Cleo.


"Kamu belum puas dengan apa yang kamu terima selama ini. Kamu mencoba merebut Reynand, dan aku membuat mu hampir mati bukan. Sekarang jika kamu berani untuk mengusik ku lagi. Maka aku akan benar benar membuatmu mati" kata Cleo begitu geram. Bahkan matanya benar benar memandang Nara dengan begitu tajam.


Nara tertawa kecil seraya berdiri dan memandang Cleo dengan lekat.


"Untuk setiap tetes darah yang terbuang aku memang tidak merelakan nya Cleo. Tuhan pasti akan menggantikan itu nanti. Tapi untuk membalas kelicikan mu itu. Itu bukan gaya ku" kata Nara seraya melipat kedua tangan nya didepan dada, namun dengan gestur tubuh yang cukup menantang. Membuat Cleo benar benar geram.


Cleo berdecih sinis dan maju mendekat kearah Nara.

__ADS_1


"Jangan sok suci kamu. Aku tahu bagaimana kamu Nara. Kamu sudah berhasil menarik perhatian Reynand hingga dia mau membantumu membangun perusahaan ini lagi. Tapi jangan harap kamu bisa memiliki nya lagi" ucap Cleo


"Aku tidak perduli. Dia membantu ku untuk membangun perusahaan Polie juga karena dia hanya bertanggung jawab atas apa yang sudah dia perbuat. Dan kamu, kamu datang dengan menuduh ku berbuat licik. Picik sekali memang otakmu itu" balas Nara tidak kalah tajam.


"Memang kamu licik! Dulu kamu mengancam Reynand untuk menikahimu. Dan sekarang kamu menyebarkan dan mengirimi foto foto pribadiku kerumah. Apa itu jika bukan licik. Kamu berani berani nya meneror kami. Jangan kamu kira aku tidak tahu jika ini adalah ulahmu!" tuding Cleo seraya menunjuk wajah Nara dengan telunjuk nya.


Nara terdiam. Foto apa??? Siapa yang mengirim. Apa otak Cleo sudah bergeser, atau bahkan karena menaruh benci yang berlebihan hingga Cleo menerka jika ini adalah ulah nya???


"Sejahat jahat nya aku, aku tidak pernah mengusik karir mu Nara. Maka sekarang, kamu juga jangan mengusik karir yang sudah dengan susah payah aku bangun ini" kata Cleo begitu dalam.


Nara menghela nafasnya dengan pelan. Yah, memang benar apa yang dikatakan Cleo. Dia jahat, tapi dia tidak pernah mengusik karir Nara. Dia hanya menyakiti Nara dengan perkataan dan kebohongan nya saja. Tapi bukan berarti Nara mau membalas semuanya.


"Sudah bertahun tahun kita mengenal Cleo. Kamu tahu aku seperti apa bukan. Bukan aku mengungkit semua tentang kita. Aku bahkan ingin sekali melupakan nya" kata Nara memandang Cleo dengan lekat.


"Sesakit apapun yang aku rasakan, tidak pernah sedikitpun aku berniat untuk membalasnya. Bahkan kamu tahu itu, kamu orang yang selalu membalas orang orang yang membully ku dulu kan" kata Nara dengan tawa kecilnya.


Cleo berdecih dan langsung memalingkan wajahnya.


"Mereka saja aku tidak bisa membalas, apalagi padamu, orang yang pernah dekat dengan ku dan selalu membantuku dulu. Meski aku kecewa dan benci padamu. Tapi aku masih punya hati untuk tidak membalas apa yang telah kamu lakukan Cleo." ungkap Nara.


Cleo tertegun mendengar itu. Dia bahkan lupa sedekat apa mereka dulu. Sangat dekat, bahkan dia adalah orang yang selalu tidak suka jika Nara hanya diam saat dibully oleh teman teman kuliah mereka. Hingga semua berakhir saat kehadiran Reynand dan permintaan ibunya.


"Aku sudah sehat, perusahaan ku juga sudah kembali. Apa yang harus aku ributkan lagi sekarang. Membalas perlakuan mu??? Tentu tidak akan aku lakukan, hanya membuang buang waktuku saja. Masih banyak yang harus aku kerjakan. Apalagi mencari foto foto yang kamu maksud itu, aku bahkan tidak tahu foto apa. Jadi jangan kamu anggap aku ini licik seperti mu. Jika aku melakukan itu, lalu apa bedanya aku dan kamu" kata Nara lagi.


"Sejak aku tahu kamu membohongiku tentang penyakitmu. Sejak itu pula aku sudah memutuskan segala sesuatu yang berkaitan dengan mu. Aku tidak ingin lagi mengenal mu, atau bahkan mengusik mu!" ucap Nara


Cleo langsung memandang Nara dengan lekat. Dia bahkan tidak tahu lagi harus berkata apa. Jika mengingat itu, Cleo sadar jika ini memang bukan ulah Nara. Lalu siapa yang sudah mengiriminya foto foto dan vidio itu???


"Kamu bisa pergi jika tidak ada lagi yang ingin dibahas" usir Nara


Cleo lagi lagi berdecak sinis.


"Apa kamu kira aku akan luluh dan percaya begitu saja. Tidak akan" ucap Cleo


"Aku juga tidak memintamu untuk percaya" balas Nara.


Hingga tiba tiba pintu yang terbuka membuat mereka berdua terkesiap.


"Nara" panggil Arya. Dia langsung memandang Cleo dengan sinis. Arya baru mendengar dari sekretaris Nara jika Cleo datang, jadi dia langsung keruangan Nara. Arya takut jika gadis licik ini kembali membuat ulah.


"Wow... ada nona model. Apa ada hal penting sehingga anda datang kemari?" tanya Arya.


Cleo hanya melengos dan langsung melangkahkan kakinya untuk pergi dari sana. Namun tiba tiba dia hampir terhuyung saat merasakan perutnya yang tiba tiba menggigit. Bahkan Cleo langsung meremas perutnya dengan kuat karena rasanya benar benar sakit.


Nara terkesiap dan ingin mendekat, namun dia urungkan saat Arya memandang nya dengan tajam dan menggeleng pelan.


"Apa anda ingin melahirkan disini?, mau saya bantu?" tawar Arya dengan senyum sinis nya. Tidak ada sama sekali rasa iba dihatinya melihat Cleo yang kesakitan seperti itu.


Cleo memejamkan matanya sejenak dan menarik nafasnya dalam dalam. Dia memandang Arya dengan kesal dan langsung melengos pergi seraya menahan rasa sakit diperutnya.

__ADS_1


"Cih, dasar sombong sekali. Lihat saja karma akan dimulai sebentar lagi. Aku sumpahi dia sakit beneran" gerutu Arya begitu tega.


"Arya... kamu ini"


__ADS_2