
Beberapa hari berlalu tanpa terasa. Kehidupan seolah roda yang berputar. Pahit manis, sedih dan bahagia silih berganti datang dan pergi. Berjuta juta siang dan malam sudah terlewati dengan menyisakan kenangan manis dan pahit. Tidak ada kehidupan yang tidak dipenuhi oleh perjuangan. Kebahagiaan tidak bisa dengan mudah diraih begitu saja.
Bulan februari, adalah bulan kasih sayang untuk seluruh orang yang saling mencintai. Tentu bulan ini semua kebahagiaan yang ingin dicapai harus sudah terwujud. Usaha dan keyakinan untuk bisa saling memiliki terus Reynand perjuangkan. Tentu saja dia tidak akan menyianyiakan kesempatan yang telah dia dapatkan. Ditengah tengah usaha nya untuk memperbaiki kembali keluarga yang sempat hancur. Tentu Reynand juga masih tetap memperjuangkan cintanya.
Perusahaan Adidaksa kini sudah mulai kembali berjalan dengan baik semenjak hadirnya Reynand. Tuan muda angkuh yang kembali memegang jabatan nya. Beberapa hari ini Reynand cukup disibukkan dengan pemulihan perusahaan yang sempat goyah. Hampir setahun kepergian nya, Adidaksa benar benar berantakan, untung saja masih ada Guntur yang mengurus nya, jika tidak mungkin Adidaksa sudah hancur tak tersisa.
Guntur juga sudah mulai pulih, namun Reynand masih belum memperbolehkan nya untuk bekerja. Pria paruh baya itu masih harus istirahat dengan cukup sebelum berkutat kembali dengan perusahaan dan tentunya membantu Reynand mengumpulkan bukti kejahatan paman Agas dan juga ibu Cleo.
Tuan Abas, ayah nya, kini masih tetap berada dirumah sakit dikota tempat tinggal kakek nya. Dia masih belum sadar, namun keadaan nya sudah cukup baik. Ibu dan adiknya sekarang tinggal kembali dirumah tua kakek Reynand. Mereka menjaga tuan Abas disana bersama dengan orang orang suruhan Reynand yang tentunya bertambah banyak demi keselamatan mereka.
Meskipun kini Reynand sibuk mengumpulkan bukti kejahatan Cleo dan dua orang tua bangka itu, namun dia masih menyempatkan diri untuk selalu bertemu dengan Nara. Nara yang menjadi semangat nya sekarang. Ditengah lelah dan letih fikiran nya, namun dengan kehadiran Nara, semua terasa jauh lebih indah.
Seperti hari ini, tanpa sepengetahuan Nara, Reynand datang keperusahaan Polie. Sekaligus untuk mengadakan kerja sama untuk membangun perusahaan Polie agar lebih besar dan berjaya lagi. Kebodohan nya di masa lalu tidak akan Reynand ulang lagi.
Semua mata karyawan Nara memandang Reynand dengan penuh kekaguman, karena semakin hari tuan muda angkuh ini semakin terlihat mempesona. Reynand Adiputra telah kembali, dan tentunya pesona nya yang sempat hilang kini sudah muncul kembali.
Reynand sudah sehat, dan sudah bisa berjalan dengan baik. Kaki nya sudah cukup pulih sekarang, hingga dia tidak harus memakai tongkat lagi.
Reynand datang sendirian ke perusahaan itu. Perusahaan yang sudah seperti miliknya sendiri, karena semua karyawan sudah mengenal siapa dia. Meski mereka terkadang bingung, apa tuan muda ini menjalin hubungan dengan bos mereka????
"Wow... tuan muda. Selamat datang, tumben sekali anda datang kemari?" tanya Arya yang baru keluar dari ruangan nya dan kebetulan bertemu dengan Reynand.
"Apa Nara didalam?" tanya Reynand tanpa basa basi.
Arya mendengus dan mengangguk seraya mengikuti langkah kaki Reynand.
"Ya, dia mau kemana lagi selain disana sepanjang waktu. Bukankah anda yang melarang nya untuk bepergian jauh, apalagi meninjau proyek" kata Arya sedikit kesal.
"Lalu apa guna nya kau sebagai asisten jika semua Nara yang mengerjakan" ucap Reynand
"Heh, bilang saja anda cemburu jika dia bertemu dengan tuan Bimantara" sindir Arya. Sungguh hanya Arya dan Bimantara yang selalu bisa menyulut emosi Reynand. Dan hanya mereka berdua juga yang selalu berani mematahkan perkataan nya. Menjengkelkan.
"Kalau iya memang kenapa?" tanya Reynand yang tiba tiba berbalik badan dan memandang Arya dengan tajam.
Arya sampai terlonjak kaget melihatnya.
"Mengejutkan saja" gumam Arya yang hampir saja menabrak Reynand.
"Kenapa kau malah mengikuti ku. Pergi sana. Selalu saja mengganggu kesenangan orang" gerutu Reynand. Pamor tuan muda angkuh nya jika sudah bertemu Arya pasti hilang.
"Kenapa anda mengusir saya. Saya memang mau keruangan Nara, mau mengantarkan berkas ini. Anda yang tidak ada kepentingan bukan" balas Arya.
Reynand mendengus dan langsung merebut dokumen dari tangan Arya.
"Kau yang tidak punya kepentingan sekarang. Pergi sana. Jika kau masih menganggu, aku tidak akan mengizinkan mu bertemu dengan adikku" ancam Reynand.
Sekretaris Nara yang duduk disamping pintu ruangan Nara nampak memandangi mereka dengan heran. Kenapa mereka berdebat disana???
"Tuan... anda benar benar kejam. Anda yang sudah menganggu kesenangan saya sebenarnya. Sudah menjauhkan saya dari Zelina, dan sekarang anda mengancam saya untuk tidak boleh menemuinya. Kejam sekali" protes Arya. Bahkan wajahnya nampak begitu kesal. Bagaimana tidak kesal jika sudah hampir seminggu dia tidak ada bertemu dengan Zelina.
__ADS_1
"Maka dari itu, kau jangan mengganggu ku sekarang. Aku hanya punya waktu hari ini, besok aku sudah cukup sibuk. Jika kau tidak menggangguku, maka aku akan meminta pada Nara waktu cuti untukmu selama sehari untuk menemui Zelina disana" tawar Reynand.
"Wah benarkah?" tanya Arya yang langsung kegirangan.
"Ya, maka dari itu, pergi kau sana. Dan jangan biarkan siapapun menganggu kami. Apapun alasan nya" ucap Reynand.
"Oh baiklah, saya pastikan anda aman hari ini." jawab Arya dengan cepat. Hatinya sudah berbunga bunga mendengar tawaran Reynand.
Reynand hanya mendengus dan langsung pergi meninggalkan Arya yang nampak kegirangan. Dia langsung masuk kedalam ruangan Nara dan mengabaikan pandangan kagum sekretaris Nara yang sesekali melirik nya setelah menyapanya dengan sopan.
Saat pintu terbuka, Reynand langsung mendapati Nara yang sedang fokus pada pekerjaan nya. Wajah serius nya begitu menggemaskan. Dia nampak begitu anggun dan elegan jika sedang bekerja. Ah... rasa lelah dan rindu Reynand langsung menguap ketika melihat Nara.
Nara menoleh kearah pintu dan sedikit terkesiap melihat Reynand yang datang.
"Selamat siang nona, saya membawakan tugas baru untuk anda" ucap Reynand dengan senyum manis nya seraya berjalan mendekat kearah Nara.
"Kamu kemari?" tanya Nara.
"Hmm.... aku sudah merindukan mu. Dua hari tidak bertemu boleh juga" jawab Reynand seraya meletakkan dokumen yang dia bawa diatas meja Nara.
Nara tertawa kecil dan menggeleng pelan.
"Jangan terlalu lelah, kamu harus menjaga kesehatan mu" ujar Reynand seraya mengusap kepala Nara dengan lembut.
"Tadi lelah, tapi sekarang sudah tidak" jawab Nara seraya beranjak dari kursi nya dan membawa Reynand untuk duduk disofa.
"Kamu terlalu percaya diri tuan" ucap Nara yang langsung menghempaskan tubuhnya disofa, disusul dengan Reynand yang juga duduk disamping nya.
"Yah, karena aku juga merasakan itu. Aku begitu lelah, tapi ketika melihat mu, rasa lelahku sudah hilang. Mungkin jika mendapatkan vitamin darimu, tubuhku pasti bisa semangat kembali" ungkap Reynand.
"Vitamin apa?" tanya Nara memandang Reynand dengan bingung.
Reynand tersenyum penuh arti dan mendekatkan wajahnya ketelinga Nara.
"Sedikit ciuman mungkin" bisik Reynand.
Nara langsung menjauh dan memandang Reynand dengan kesal, namun wajahnya merona merah membuat Reynand langsung tertawa gemas.
"Jangan marah.... aku bercanda" ucap Reynand yang langsung mencubit gemas hidung Nara.
Nara mendengus dan menggeleng gerah.
"Dasar mesum" gerutu Nara
"Aku kan rindu" jawab Reynand yang langsung merebahkan kepala nya dipangkuan Nara. Nara sedikit terkesiap, namun Reynand yang memandang nya dengan lekat membuat Nara mematung.
"Biarkan seperti ini" pinta Reynand seraya meraih tangan Nara, mencium nya dan kembali mendekap tangan itu kedadanya.
"Jika ada yang masuk bagaimana" tanya Nara sedikit ragu.
__ADS_1
"Tidak akan ada yang berani masuk" jawab Reynand.
"Arya" ucap Nara
"Dia tidak akan mengganggu kita hari ini. Tenang saja" jawab Reynand dengan tawa kecilnya.
"Kamu pasti sudah mengancam nya kan" ucap Nara seraya tangan kirinya mengusap kepala Reynand dengan lembut. Ah... Reynand begitu merasakan kenyamanan yang tiada dua.
"Dia sudah tidak mempan dengan ancaman ku Nara" jawab Reynand seraya memejamkan matanya.
"Lalu kenapa dia tidak akan datang?" tanya Nara lagi.
"Hanya dengan membawa nama Zelina, dia pasti menurut sekarang" kata Reynand seraya mendengus senyum. Begitu pula dengan Nara yang langsung tertawa kecil.
"Sepertinya dia memang menyukai adik mu Rey" ucap Nara.
"Aku rasa begitu. Kamu tidak tahu saja dia begitu berani saat menolongku masuk kedalam vila kakek, dan bagaimana cara dia melepaskan diri bersama Zelina waktu itu" ungkap Reynand yang masih menikmati usapan lembut dari tangan Nara.
"Ya, dia bahkan berani melukai dirinya sendiri. Padahal dia adalah orang yang paling penakut" balas Nara.
"Apapun pasti akan dilakukan demi orang yang cinta Nara. Meski itu harus dengan mengorbankan diri sendiri" ucap Reynand.
Nara tersenyum dan semakin mengusap kepala Reynand. Memandangi wajah tampan yang semakin kesini semakin mempesona. Apalagi sekarang Nara sudah mendapatkan senyuman nya, cintanya dan pengorbanan nya. Ya, semua nya jadi terasa lebih indah.
Nara mengusap wajah tampan itu dengan lembut, tanpa sadar tangan nya malah mengukir seluruh wajah Reynand. Alisnya yang tebal dan tegas, hidung nya yang mancung, matanya yang tajam dan juga..... bibirnya yang....
Ah, Nara langsung terkesiap saat tangan Reynand tiba tiba menangkap tangannya, dan malah mengecupnya kembali.
"Rey...." panggil Nara.
"Terimakasih sudah memberiku kesempatan ini Nara" ucap Reynand seraya memandang Nara dengan lekat.
Nara tersenyum dan mengangguk
"Aku janji, akan membalas semua kejahatan Cleo untukmu" kata Reynand lagi.
"Aku tidak apa apa Rey, karma pasti ada untuk nya nanti. Tuhan tidak tidur bukan" ucap Nara.
Namun Reynand langsung menggeleng
"Tidak, karma itu terjadi karena ada perantara nya. Dan aku yang akan menjadi perantara nya nanti. Dia akan mendapatkan hal yang lebih menyakitkan dari apa yang pernah dia berikan pada kita" ucap Reynand dengan begitu dalam.
"Apa yang akan kamu lakukan?" tanya Nara
"Tentu menghancurkan nya secara perlahan. Bukankah sekarang dia sedang berada diatas awan" jawab Reynand. Namun dengan senyum yang nampak menyeringai tajam dan penuh dengan kebencian.
Nara sampai takut melihatnya, dan tidak bisa dia bayangkan apa yang akan dilakukan oleh Reynand.
Dan ya, semua memang sudah mulai dijalan kan oleh Reynad. Misi nya sudah dimulai sejak malam ini!
__ADS_1