Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan

Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan
Menunggu Hari Esok


__ADS_3

Jika Bima sedang menguatkan hati Gendis, maka berbeda lagi dengan Reynand. Tuang angkuh ini terlihat begitu uring uringan karena sudah seminggu tidak bertemu dengan kekasih hatinya. Wajahnya tertekuk dengan kesal seraya memandang keluar jendela kamar, dimana hujan masih mengguyur malam itu.


Benar benar menjengkelkan, ketika hati rindu tapi tidak dapat bertemu. Menunggu waktu satu jam sudah seperti menunggu waktu satu minggu.


Detik jam yang berdenting dikamar nya terasa begitu lama untuk Reynand. Dia berharap hari akan cepat berganti besok. Dimana besok dia akan memiliki Nara kembali. Dan penantian cintanya akan segera berakhir.


Rasanya sudah benar benar tidak sabar lagi.


"Sudah lah nak, kenapa kamu belum tidur juga hmm? Hari sudah cukup larut sekarang" ucap mama yang masuk kedalam kamar Reynand. Kamar Reynand terbuka hingga dia penasaran ada apa dengan anak lelaki semata wayang nya ini.


Reynand menghela nafasnya dengan berat.


"Rey tidak bisa tidur ma" jawab Reynand.


"Kenapa?" tanya mama yang kini sedang memandangi jas dan kemeja pengantin yang akan dipakai Reynand besok.


"Rasa nya waktu begitu lama berganti" jawab Reynand.


Mama langsung tertawa mendengar itu.


"Maka dari itu kamu tidur dulu, jangan ditunggu, jam tidak akan cepat berputar jika kamu terus melihat nya" ujar mama.


Reynand melengos mendengar itu.


"Bagaimana mau tidur, Zelina keterlaluan. Rey sama sekali tidak boleh menghubungi Nara" gerutu Reynand lagi. Dia sudah seperti anak anak gara gara memendam rindu ini.


"Mungkin mereka sedang sibuk nak. Nara harus mempersiapkan dirinya untuk besok. Tidur lah sekarang, kamu tidak mau kan wajah kamu kusut saat bersanding bersama Nara besok. Dia cantik, tapi kamu yang kusut" ujar mama.


"Iyaa..." jawab Reynand dengan pasrah.


Mama mengusap bahu Reynand dengan lembut.


"Besok kamu dan dia akan bersatu, jangan lagi ulangi kesalahan yang sama ya" ucap mama begitu penuh harap.


Reynand langsung menoleh pada mama nya dan tersenyum dengan yakin.


"Tentu saja, Rey janji. Ini yang terkahir. Rey tidak akan menyia nyiakan kesempatan yang sudah diberikan oleh Nara" jawab Reynand.


"Mama sangat berharap kalian bisa bahagia sampai tua nak. Jadilah suami yang penyayang dan bertanggung jawab. Kamu harus bisa membahagiakan istri kamu, agar kehidupan kalian juga akan selalu dilimpahkan kebahagiaan" ujar mama lagi.


Reynand langsung mengangguk dan mengusap lengan mama nya dengan lembut.


"Tentu ma. doa dan restu mama sangat membantu pernikahan Rey nantinya" ucap Reynand.


"Tentu nak. Mama sangat ingin melihat anak anak mama bahagia" kata mama lagi.


Reynand tersenyum dan mengangguk.

__ADS_1


Ya, dia sudah berjanji untuk tidak akan mengecewakan Nara lagi, apalagi untuk menyakitinya. Tidak akan pernah. Nara hidup nya, Nara kebahagiaan nya, dan bagaimana mungkin Reynand akan menyakitinya setelah seluruh cinta dan kasih sayang telah diberikan oleh Nara selama ini. Selama dua belas tahun lama nya. Tentu saja kesempatan kedua yang Nara berikan ini tidak akan pernah di sia siakan oleh Reynand.


...


Sementara dirumah Nara, beberapa waktu sebelum nya......


Nara baru saja selesai memakai lulur pengantin bahkan kini seluruh tubuhnya masih dipenuhi oleh lulur. Dirumah nya ramai orang orang yang membantu nya merawat diri untuk persiapan besok. Malam ini Nara sengaja ingin tidur dirumah saja, dia malas tidur dihotel tempat acara resepsi nya akan digelar. Mungkin besok pagi dia baru akan kesana.


Saat ini dia sedang berbaring dikamar seraya menikmati pijat relaksasi dari salah satu karyawan spa yang memang didatangkan oleh mama kerumah Nara. Calon mertua nya itu benar benar mempersiapkan semua nya dengan baik.


Zelina tertawa cekikikan sendiri memandangi ponsel nya, membuat Nara dan dua orang yang ada didalam sana nampak memandang nya dengan bingung.


"Ada apa sih Ze?" tanya Nara


"Kak Reynand pasti marah banget ini" ucap Zelina


"Marah kenapa, kamu pasti jahilin kakak kamu lagi kan" sahut Nara


Zelina menggeleng dan ikut berbaring disebelah Nara pijat.


"Dia mau minta vidio call, tapi gak aku kasih. Udah sampai puluhan kali dia nelpon" jawab Zelina dengan tawa lucunya.


Nara menghela nafas pelan mendengar itu.


"Lagian kenapa enggak biarin aja dia nelfon sebentar. Mungkin dia sedang tidak bisa tidur" kata Nara.


"Biarin aja, lagian besok udah ketemu. Biar rindu kakak sama dia semakin menumpuk." jawab Zelina.


Nara kembali menghela nafas nya dengan jengah. Adik iparnya ini terkadang memang menyebalkan. Bahkan ponsel Nara saja sudah ada ditangan Zelina sekarang, karena tidak boleh nya dia menghubungi Reynand sama sekali. Mungkin sudah tiga hari ini mereka tidak ada berhubungan sedikitpun.


Sungguh Nara benar benar sudah merindukan tuan angkuh itu.


Tiba tiba ponsel Zelina langsung berdering, dan tertera nama Arya disana. Senyum langsung mengembang diwajah cantik Zelina.


"Ah... ayang nelfon. Dia pasti udah didepan. Ze keluar dulu ya kak. Bye" pamit Zelina yang langsung melompat dari atas tempat tidur dan Nara dan berlari keluar.


"Astaga anak itu" gumam Nara benar benar jengah. Bisa bisanya dia bersenang senang, sementara Nara tidak boleh berhubungan dengan kakak nya sama sekali.


Dua orang yang sedang memijat tubuh Nara langsung menahan tawa mereka ketika melihat wajah kesal Nara.


...


"Kak Aryoo.... lama banget dateng nya" ucap Zelina saat sudah membuka pintu dan melihat Arya yang sudah berdiri diambang pintu.


"Aku beli ini dulu buat kamu" kata Arya seraya menyerahkan sebuah kantung berisi kotak makanan pada Zelina.


"Waaah martabak keju" seru Zelina begitu girang.

__ADS_1


Mereka memilih untuk duduk diteras rumah seraya memandangi gerimis yang mengguyur malam itu.


"Tahu banget apa yang aku mau" ungkap Zelina


"Tahu dong" jawab Arya seraya memperhatikan Zelina dan melirik kearah dalam rumah.


"Nara mana?" tanya Arya


"Lagi didalem, pijat sama luluran" jawab Zelina yang mulai mencoba martabak nya.


"Dia gak sedih kan?" tanya Arya


Zelina langsung memandang Arya dengan bingung.


"Sedih kenapa? Karena rindu kak Rey?" tanya Zelina lagi. Namun Arya langsung menggeleng.


"Bukan itu" jawab Arya


"Jadi??"


"Aku takut dia sedih karena ingat orang tuanya" jawab Arya. Membuat Zelina yang sedang mengunyah langsung terhenti sejenak.


Zelina memandang Arya dengan sendu


"Beberapa kali Ze lihat kak Nara memang sering termenung, tapi saat Ze tanyak, dia cuma bilang kalau lagi rindu sama kak Rey" ungkap Zelina.


Arya menghela nafasnya dengan berat.


"Dia udah gak punya siapa siapa lagi selain aku. Ayah dan ibunya sama sama anak tunggal, jadi dia gak punya sanak saudara dekat. Sedangkan ayah tirinya sekarang dipenjara. Sudah jelas Nara pasti sedih karena dia merasa sendirian disaat mau menikah seperti ini" ungkap Arya pula.


"Kan udah ada Ze" lirih Zelina.


Arya tersenyum memandang Zelina.


"Iya, tapi tetap aja berbeda sayang. Nanti kalau kita menikah kamu pasti bisa merasakan nya" sahut Arya.


"Jadi gimana dong supaya buat kak Nara gak sedih?" tanya Zelina.


"Kamu cukup temani dia aja ya, jangan biarin dia sendirian. Dia memang selalu terlihat kuat, padahal asli nya dia itu cengeng banget" ungkap Arya.


Zelina mendengus senyum dan mengangguk.


"Ze gak akan biarin kak Nara sendirian kok. Dia kan kakak Ze juga" jawab Zelina.


Arya langsung tertawa mendengar itu.


Semua nya sudah tidak sabar untuk menunggu hari esok. Hari dimana Nara dan Reynand akan menikah dan menjemput kebahagiaan mereka yang sudah dinanti selama ini.

__ADS_1


__ADS_2