
Hari ini Nara bekerja sendirian diperusahaan Polie. Dia cukup sibuk karena Arya izin cuti. Tidak biasanya memang. Tapi yang luar biasa adalah dia izin cuti atas nama Reynand. Nara sungguh tidak habis fikir, entah apa yang sudah dua orang itu sepakati, bisa bisa nya mereka sekarang menjadi dekat meski sering berdebat. Apa karena Reynand yang sudah mengizinkan Arya mendekati Zelina?? Entah lah. Menyebalkan sekali memang.
Nara merenggangkan otot otot nya yang terasa kaku. Dia melirik jam yang ada diponselnya. Ternyata sudah hampir jam makan siang. Dia harus segera bersiap siap untuk bertemu dengan salah satu klien nya disalah satu restaurant mewah yang ada di Jakarta. Ya, hari ini Nara mengadakan pertemuan disebuah resaturan sekaligus untuk makan siang bersama.
Nara pergi bersama sekretarisnya menuju restaurant. Tidak sampai satu jam kemudian mereka sudah tiba di tempat. Nara turun dari mobil dan berjalan masuk dengan begitu anggun dan elegan. Siapapun tahu jika pemilik perusahaan Polie ini memang cukup disegani dan dikagumi oleh banyak orang. Terlepas dari kasus yang pernah membuat heboh dunia maya waktu lalu.
Namun belum sempat masuk kedalam, di lobi restauran dia malah berpasasan dengan Cleo, yang ternyata juga baru saja selesai makan siang disana. Dia nampak berjalan dengan beberapa teman model nya. Gaya nya yang angkuh dan begitu sombong benar benar membuat Nara jengah. Apalagi banyak beberapa orang yang meminta foto dengan nya. Ya ampun, Nara sampai harus memicingkan matanya melihat sinar kesombongan yang begitu menyilaukan itu.
Nara hanya acuh saja seraya terus melanjutkan langkah nya untuk masuk kedalam dan mengabaikan kegaduhan itu. Namun tiba tiba sapaan Cleo kembali menghentikan langkah kakinya.
"Wow.... ada nona Anara" sapa Cleo yang langsung mendekati Nara diikuti oleh teman teman nya yang lain.
Nara hanya diam dan memandang Cleo dengan wajah datar.
"Kamu terlihat cantik dan begitu elegan sekarang. Apa itu karena Reynand" tanya Cleo seraya melipat kedua tangan nya didepan dada. Memandang penampilan Nara dengan begitu sinis.
"Nona model, apa kita sedekat itu hingga anda memperhatikan penampilan saya sampai seperti ini?" tanya Nara dengan senyum anggun nya. Jangan sampai dia menjatuhkan harga dirinya didepan publik hanya karena Cleo.
Cleo berdecih dan menggeleng
"Tidak juga. Aku hanya mengingatkan kamu. Jika mau bagaimana pun penampilan dan kesuksesan kamu sekarang. Reynand Adiputra tetap milikku" ucap Cleo
Nara langsung tertawa kecil mendengar itu.
"Apa kamu sudah menjilat ludahmu sendiri. Bukankah kamu sudah membuang nya disaat dia terpuruk kemarin. Dan sekarang kamu datang lagi disaat dia mulai berjaya" remeh Nara. Namun bukan Cleo namanya jika dia tidak bisa berkata hal yang menyombongkan dirinya.
"Yaa, karena kesusahan bukan milikku. Kamu harus tahu Nara, jika sampai kapanpun, Reynand masih tetap memilihku. Bahkan dia sudah berjanji untuk memberikan kejutan manis untukku didepan semua orang. Kamu harus datang menyaksikan nya seminggu lagi. Di agensi ku." ungkap Cleo.
Nara memandang Cleo dengan bingung. Kejutan manis apa yang dia maksud? Apa Cleo sudah menemui Reynand, dan Reynand yang berbicara seperti itu???
"Jangan bingung seperti itu. Dari dulu sampai sekarang. Aku adalah pemenangnya. Dan kamu, hanya bayangan saja untuk Reynand dikala dia sedang susah" kata Cleo begitu meremeh.
Dan setelah mengatakan itu, dia malah langsung pergi meninggalkan Nara. Nara memandang nya dengan aneh. Percaya diri sekali dia. Jangan saja dia menangis darah dengan kejutan manis yang Reynand janjikan itu. Nara bahkan takut untuk membayangkan nya.
"Nona, apa anda mengenal nona Cleo?" tanya sekretaris Nara.
Nara tersenyum dan mengangguk.
"Siapapun pasti kenal dia. Model cantik yang sedang naik daun bukan, dan juga mantan kekasih tuan Reynand" jawab Nara seraya melangkahkan kaki nya masuk kedalam restauran itu.
Sekretaris Nara hanya bisa mengangguk saja, ya, siapapun tahu jika Cleo memanglah kekasih Reynand. Tapi kenapa Cleo bisa berbicara seperti itu? Apa nona nya dan Cleo sedang memperebutkan tuan Adiputra itu??? Entahlah. Itu hanya pandangan sekretaris Nara dan juga orang orang yang menonton perdebatan mereka tadi.
Akhirnya, setelah berusaha untuk mengembalikan mood nya yang sempat rusak oleh Cleo. Nara akhirnya bisa menyelesaikan pertemuan nya dengan klien nya siang itu. Hampir dua jam Nara mengadakan meeting sekaligus makan siang. Setelah mencapai kesepakatan bersama, akhirnya mereka membubarkan diri masing masing.
Nara dan sekretaris nya keluar belakangan, karena masih ingin bersantai terlebih dahulu. Namun saat sudah berada dilobi, Nara dikejutkan oleh seseorang yang sudah berdiri dengan gagah disamping mobil mewahnya.
"Reynand" gumam Nara.
__ADS_1
Bahkan bukan hanya Nara saja yang terkejut, melainkan sekretaris Nara dan juga orang orang yang ada disana.
"Aku sudah menunggu kamu sejak tadi" ucap Reynand seraya tersenyum saat Nara mendekatinya.
"Benarkah, aku kira kamu menunggu Cleo" jawab Nara.
Reynand langsung tertawa mendengar itu. Dia langsung membukakan pintu mobil untuk Nara.
"Ayo silahkan masuk nona" ujar Reynand dengan sedikit memainkan alisnya.
Nara tersenyum dan menggeleng pelan. Namun sebelum masuk dia langsung menoleh pada sekretaris nya yang lagi lagi terpesona melihat senyum tuan muda itu.
"Kembalilah lebih dulu, aku akan bersama tuan Reynand saja" ucap Nara
"Baik nona" jawab sekretaris Nara seraya membungkukkan sedikit tubuhnya.
Setelah itu Nara langsung masuk kedalam mobil dan disusul oleh Reynand. Mereka pergi meninggalkan pandangan mata bingung orang orang yang ada disana. Pasalnya semua orang masih tahu jika Reynand dekat dengan Cleo, tapi kenapa sekarang sudah dengan pemilik perusahaan Polie? Bahkan mereka terlihat begitu manis saat berdua.
"Kamu tidak bekerja Rey?" tanya Nara seraya memandang Reynand yang fokus pada kemudinya.
"Sudah tadi, lagipula Guntur sudah masuk. Jadi aku bisa sedikit bersantai hari ini. Dan membawamu berkeliling" jawab Reynand.
Nara mendengus dan menggeleng
"Kamu bersantai aku yang kerepotan, kamu menyuruh Arya pergi dan membiarkan aku bekerja sendiri" gerutu Nara. Reynand langsung menoleh pada Nara dan tertawa kecil.
"Orang orang tante Guzel???" tanya Nara. Dan Reynand langsung mengangguk.
"Ya, dia tidak akan diam saja setelah paman Agas tertangkap. Dia juga pasti kelimpungan sekarang. Sayangnya paman Agas tidak ingin berbicara apapun mengenai tante Guzel. Jadi jalan satu satunya adalah dengan menunggu papa sadar" jawab Reynand.
Nara terdiam sejenak dan menghela nafasnya dengan pelan.
"Aku takut terjadi sesuatu dengan tuan Abas. Apa Arya bisa diandalkan. Dia tidak pernah berkutat dengan kasus yang menakutkan seperti ini sebelumnya" ucap Nara tidak yakin.
Namun Reynand malah tersenyum dan mengangguk yakin.
"Aku yakin Arya bisa untuk melindungi Zelina dan mama, juga papa. Lagipula orang orang ku sudah banyak disana. Mereka juga sudah bekerja sama dengan pihak kepolisian. Arya hanya menjadi penanggung jawab saja. Jika dia ingin mendekati adikku bukankah dia harus menunjukkan keseriusan nya" kata Reynand pula.
"Kamu memang kakak yang posesif" ucap Nara.
Reynand langsung tertawa mendengar itu.
"Tentu saja. Sama seperti Arya. Dia juga begitu posesif padamu. Jika tidak mengingat hubungan kalian yang sudah seperti saudara, mungkin aku juga sudah cemburu padanya" kata Reynand.
Dan kali ini Nara yang tertawa.
"Kamu memang cemburuan tidak menentu" gumam Nara
__ADS_1
"Itulah aku" balas Reynand tanpa malu.
Mereka tertawa bersama seraya menikmati jalanan siang itu. Tidak terlalu panas namun cukup membuat gerah. Hingga tiba tiba saat melewati sebuah lampu merah, mereka melihat sebuah papan iklan dengan foto Cleo yang terpampang besar disana.
Dan Nara baru ingat perkataan Cleo tadi.
"Rey" panggil Nara
Reynand yang sedang memandang kaca spion nya langsung menoleh pada Nara.
"Kenapa?" tanya Reynand
"Apa kamu tidak terbuai dengan pesona Cleo yang begitu indah itu?" tanya Nara seraya memandang gambar Cleo didepan mereka.
Reynand mendengus senyum dan menggeleng
"Pertanyaan kamu memang aneh Nara" ucap Reynand seraya mulai melajukan mobilnya.
"Aneh dari mana, aku kan bertanya." jawab Nara seraya tertawa, meski dalam hati dia sedikit cemburu. Apalagi mengingat kisah mereka dulu.
"Jika dia indah, mungkin aku sudah terpesona sejak dulu" jawab Reynand.
"Yah mungkin saja. Tadi aku juga bertemu dengan nya" adu Nara
"Lalu?" tanya Reynand yang kurang tertarik untuk membahas itu.
"Dia berkata jika kamu akan memberikannya kejutan yang manis nanti" kata Nara.
Reynand tersenyum sinis mendengar itu.
"Tentu saja, kejutan manis yang tidak akan pernah dia lupakan untuk seumur hidupnya" jawab Reynand dengan senyum yang menyeringai.
"Aku sungguh tidak ingin melihat" gumam Nara.
"Apa kamu takut cemburu?" tanya Reynand seraya memandang sekilas pada Nara
"Tidak, hanya saja aku tidak ingin melihatnya menangis darah" jawab Nara.
Dan sungguh Reynand tidak bisa untuk tidak tertawa. Ternyata Nara sudah bisa menebak apa yang akan dilakukan nya. Dan Cleo saja yang bodoh, begitu cepat untuk percaya.
...
Sementara dirumah keluarga Delemonte...
Nyonya Guzel nampak mengamuk dan memandangi vidio yang baru saja dikirimi oleh orang yang tidak dikenal. Lagi lagi vidio Cleo dan juga dua orang itu. Entah siapa pengirim vidio ini, benar benar membuat nyonya Guzel benar benar geram. Pasal nya sudah beberapa hari ini orang orang itu selalu mengirimi foto dan vidio Cleo. Tentu saja sebagai ibu dia benar benar tidak rela jika sampai foto foto putrinya itu tersebar dimedia. Reputasi nya dan juga Cleo bisa hancur berantakan dalam sekejap.
Fikiran nya sudah tidak tenang dengan tuan Agas yang tertangkap, dan sekarang teror foto dan vidio ini. Benar benar membuat nyonya Guzel pusing dan frustasi. Lama lama dia bisa menjadi gila karena ini.
__ADS_1
"Sialan,,, siapa yang sudah mengirimi ini!!!" teriaknya begitu menggelegar hingga memenuhi setiap sudut rumah.