Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan

Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan
TAMAT


__ADS_3

Lima tahun kemudian......


Waktu berjalan bagai air yang mengalir, tanpa menghiraukan apapun yang dilalui nya. Sakit, tangis, pengorbanan, cinta, air mata dan kehilangan, semua terasa cepat berlalu dan datang silih berganti. Kehidupan terus berputar meski disetiap jalan yang dilalui pasti meninggalkan jejak jejak kenangan yang tidak mungkin bisa dilupakan.


Lima tahun berlalu, dan semua sudah mulai berubah. Meski disetiap harinya selalu ada kebahagiaan yang datang namun tetap saja jejak kenangan terdahulu tidak akan pernah dilupakan.


Rasa sakit, pengorbanan dan cinta yang besar kini sudah mendapatkan hasil nya. Kehidupan bahagia yang didapatkan oleh seorang Anara.


Dulu... dia sempat ingin menyerah karena sakit dihati dan mental nya yang sudah tidak tertahankan. Dia juga pernah sempat berharap nyawanya di ambil dengan cepat karena begitu tersiksanya dia hidup didunia. Dia juga pernah menangis setiap waktu hanya karena keadaan yang tidak pernah memihak padanya.


Tapi.... rasa sabar yang besar, keikhlasan yang luas dan ketabahan hati yang masih bisa memaafkan, ternyata mampu membawa dia sampai ke titik ini. Titik dimana dia bisa hidup bahagia bersama cintanya. Hidup bahagia bersama keluarga kecilnya. Saling menopang dalam setiap luka dan kerikil kerikil kecil yang datang dalam kehidupan mereka.


Yah.... Tuhan Maha Baik.


Dia memberikan balasan yang cukup hebat, balasan yang akan selalu membuat Nara mengucap syukur setiap harinya.


Terimakasih Tuhan...


Karena kini, dia telah memiliki keluarga yang utuh, keluarga yang bahagia dan saling melengkapi.


Suami yang begitu mencintainya, mertua yang sayang padanya, juga anak anak yang lucu yang bisa melengkapi kebahagiaan nya saat ini.


Nara tersenyum...


Tersenyum memandang Zevanno dan Zevanya yang begitu antusias melihat kue ulang tahun mereka yang terpampang indah dan unik didepan sana.


Ya, hari ini adalah hari ulang tahun si kembar yang ke lima. Tidak terasa bukan. Sungguh, waktu benar benar cepat berlalu.


"Sayang...." suara Reynand mengejutkan lamunan Nara. Dia langsung menoleh kearah Reynand yang datang bersama Bima dan Gendis yang baru tiba disana.


"Oh kalian sudah datang" sapa Nara yang langsung memeluk Gendis sejenak


"Iya nona, Bima baru pulang dari Bandung. Jadi kami sedikit terlambat" jawab Gendis. Dia mengusap perut nya yang sudah mulai membesar sekarang. Karena dia sedang mengandung anak kedua mereka.


"Tidak apa apa, acara juga belum dimulai. Dimana Shaka?" tanya Nara


"Dimana lagi, lihatlah dia sudah berlari mendekati anak gadis kalian itu" sahut Bima seraya menunjuk anak lelaki nya yang sudah berada didekat Zevanya.


Reynand dan Nara langsung tertawa melihat itu. Arshaka Bimantara, anak Bima dan Gendis yang memang sudah sangat dekat dengan anak perempuan mereka. Ya, hanya anak perempuan mereka, sementara dengan Zevanno, mereka tidak pernah akur.


"Ck,kau harus menyiapkan uang mahar yang besar jika ingin berbesan dengan ku" ucap Reynand


Bima tertawa dan mengangguk


"Sepertinya aku memang sudah harus menabung mulai dari sekarang" jawab Bima. Membuat mereka semua langsung tertawa lucu.


"Wah wah wah.... Sepertinya kami datang terlambat" suara seseorang langsung membuat mereka semua menoleh kearah pintu masuk. Dimana Reyza dan Naina yang baru tiba bersama anak lelaki mereka yang sangat tampan.


"Ah selamat datang tuan Reyza, saya kira anda tidak datang" sapa Reynand yang langsung menjabat tangan Reyza dan saling berangkulan dengan hangat.


"Kami pasti datang" jawab Reyza.


"Yah, rugi sekali jika tidak datang mas. Kapan lagi bisa berkumpul seperti ini" sahut Bima. Reyza terkekeh mendengar itu.


Sementara Nara dan Naina saling menyapa dan memeluk dengan hangat.

__ADS_1


"Sudah lama sekali tidak bertemu" ucap Naina


"Baru juga satu bulan" jawab Nara. Dan itu membuat Naina dan Gendis langsung tertawa lucu. Ya, mereka sudah bagai sahabat sekarang. Selalu berkumpul jika ada waktu senggang.


"Hai om, tante" sapa Abimanyu


"Hai boy. Terimakasih sudah datang, kau terlihat semakin tampan" puji Reynand seraya menepuk pundak remaja yang berusia hampir lima belas tahun itu.


"Tentu saja, tapi seperti nya saingan ku sudah ada" sahut Abimanyu seraya memandang Zevanno disana.


Reynand dan yang lain tertawa mendengarnya.


"Sudah, sebaiknya kita berkumpul disana" ajak Reynand pada semua orang.


Mereka langsung mengangguk dan berjalan menuju ke tempat anak anak mereka yang sudah berkumpul disana.


"Kak Abi, akhirnya kakak datang juga" sapa Zevanno


"Sorry telat, ini untuk mu dan ini untuk Zeze" Abi menyerahkan masing masing satu pada dua kembar itu.


"Yeay... terimakasih kakak tampan" ucap Zevanya


Abimanyu hanya tersenyum dan mengusap kepala Zevanya dengan lembut.


"Jangan di puji puji, kak Abi sudah tua" sahut Shaka terlihat tidak suka. Dan tentu saja itu membuat para orang tua mereka nampak terkekeh lucu. Kelakuan anak anak mereka yang memang ada ada saja. Apalagi hanya anak Nara yang perempuan, dia sudah jadi rebutan sekarang.


Zevanya hanya mendengus acuh. Dia menoleh kesana dan kemari mencari seseorang. Dan kembali menoleh kearah Nara.


"Mommy..... dimana uncle Zeze????" teriak Zevanya pada Nara.


"Sebentar lagi uncle datang sayang" jawab Nara


"Tidak mau dengan opa. Zeze mau sama uncle Aryo. Dia udah janji mau bawa boneka besar untuk Zeze" jawab Zevanya dengan wajah cemberutnya.


Reynand dan Nara hanya menggeleng pasrah. Zevanya memang sangat dekat dengan Arya. Bahkan sangat manja. Tidak bertemu beberapa hari saja dia sudah uring uringan.


Terkadang mereka sangat heran.


Dan lagi, sifat Zevanya memang sangat mirip sekali dengan Zelina. Itu yang membuat rasa rindu mereka sedikit bisa terobati. Meksipun Zelina tidak akan pernah terganti.


"Uncle disini Ze..." ucap seseorang yang baru datang dengan sebuah boneka besar ditangan nya. Bahkan sangat besar hingga hampir menyamai tubuh Arya.


"Uncle!!!!!" Zevanya langsung berlari kearah Arya. Bahkan dia langsung melompat kedalam pelukan Arya yang menangkap tubuhnya dengan cepat.


"Oh ya ampun. Kebiasaan sekali" gerutu Reynand yang ngerih melihat Zevanya yang seperti itu.


"Uncle, kenapa lama sekali" gerutu Zevanya yang masih betah memeluk leher Arya.


Arya tersenyum dan mengecup pipi gembil itu dengan gemas.


"Maaf, uncle mencari boneka ini untuk mu terlebih dulu. Lihat, kamu suka" tanya Arya seraya menunjukkan boneka yang sudah tersandar dikaki Reynand.


"Suka... ini besar sekali. Tapi Zeze lebih suka uncle datang" jawab Zevanya begitu manja.


Arya tersenyum dan kembali mengusap gemas kepala gadis kecil itu.

__ADS_1


"Sepertinya dia begitu manja pada Arya" ucap Reyza


"Ya, jika sudah ada Arya, aku dilupakan nya" jawab Reynand terdengar kesal dan itu membuat Bimantara terkekeh lucu. Reynand memang selalu kalah jika sudah ada Arya.


Arya menggendong Zevanya kedalam gendongan nya dan menoleh pada Reynand yang terlihat cemburu.


"Lihat, ayah kamu cemburu" ucap Arya pada Zevanya.


"Ayah memang seperti itu uncle. Galak sekali" adu Zevanya


"Zeze, daddy tidak akan memberi kamu uang jajan nanti" ancam Reynand.


"Biar saja, Zeze bisa minta uncle. Ya kan uncle" kata Zevanya yang kembali memeluk Arya.


Arya hanya tersenyum dan mengangguk saja.


Dia langsung membawa Zevanya ketempat Zevanno dan juga Arshaka berada.


"Sepertinya dia belum sembuh" gumam Reyza


"Ya, sudah lima tahun berlalu, tapi rasa sakit itu sepertinya membuat dia benar benar berubah" sahut Bima


Mereka semua nampak menghela nafas dengan berat.


"Aku terluka kehilangan adikku, tapi nyatanya dia lebih parah. Bahkan sampai bisa merubah dirinya hingga seperti itu. Aku kira waktu akan bisa menjadi obat untuk dia, Tapi ternyata, tidak bisa" ungkap Reynand.


Sampai saat ini dia memang masih begitu kehilangan, tapi ada Nara dan kedua anak nya yang bisa sedikit mengobati luka hati nya. Begitu pula dengan kedua orang tua nya.


Tapi Arya....


Dia tenggelam dalam luka yang belum bisa terobati.


Hanya saat bersama Zevanya dia bisa tertawa dan tersenyum. Selebihnya, dia menjadi Arya yang dingin dan tidak banyak bicara.


"Jika dia sudah menemukan sosok yang bisa mengobati luka nya, maka dia pasti bisa kembali seperti dulu" ucap Naina


"Apa itu mungkin?" tanya Nara. Dia yang terlihat paling sedih jika melihat Arya yang sekarang.


"Pasti Nara. Kamu tenang saja. Tuhan tidak akan membiarkan dia terluka dan bersedih terus menerus" jawab Naina.


Dia pernah berada di posisi Arya, mencintai dan saling memiliki. Tapi ternyata Tuhan berkehendak lain. Dia dibiarkan terluka hingga akhirnya dipertemukan dengan seseorang yang menjadi pengobat luka hatinya.


Dan Arya.....


Mungkin waktu lima tahun belum bisa membuat luka nya sembuh.


Meski dia sudah rela, tapi tetap saja luka itu masih terbuka begitu lebar.


Rasa sakit,


rasa rindu


dan rasa cinta ...


Masih selalu ada untuk Zelina nya...

__ADS_1


TAMAT


note : bonus visual ada di Instagram ygy @mulyani syahfitri


__ADS_2