Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan

Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan
Kerumah Sakit


__ADS_3

Setelah saling membersihkan diri dan menikmati teh buatan ibu Reynand, Nara akhirnya membawa Reynand kerumah sakit tempat dokter Sebastian praktek. Hari ini Nara sengaja membawa Reynand kesana untuk memeriksa apa hal yang perlu mereka lakukan lagi demi untuk kesembuhan Reynand. Karena selama ini Reynand begitu susah untuk diajak pergi kerumah sakit, lagi pula biaya terapi dan obat obatan juga cukup mahal, sehingga dia tidak bisa datang setiap minggu untuk memeriksakan kondisinya.


Reynand terus memandangi Nara yang begitu fokus saat sedang menyetir. Ah, jika saja sejak dulu dia sadar dan tidak seperti iblus, mungkin saat ini mereka sudah hidup bahagia.


"Kenapa suka sekali memandangi ku seperti itu?" tanya Nara tiba tiba.


Reynand tersenyum dan menggeleng pelan.


"Aku hanya rindu" jawab Reynand.


Nara mendengus senyum dan menoleh sekilas kearah Reynand, lalu kembali lagi memandang jalanan didepan nya.


"Sudah setiap hari aku datang, dan kamu selalu saja memandangi ku seperti itu" ucap Nara.


Reynand menghela nafasnya sejenak dan memandang jauh kedepan.


"Aku selalu menyesali apa yang sudah terjadi" jawab Reynand.


"Tidak ada yang perlu disesali lagi Rey. Bukankah semuanya akan terlihat baik jika tidak mengenang apa yang sudah terjadi?" tanya Nara.


"Ya, tapi bagaimana pun aku masih sangat merasa bersalah padamu" ucap Reynand memandang Nara dengan sendu.


Nara tersenyum dan menggeleng.


"Sudah lah, aku sudah melupakan nya" jawab Nara.


"Aku sudah jahat, tapi kamu masih mau berbaik hati seperti ini" kata Reynand lagi.


"Aku ingin kamu sembuh" ujar Nara.


"Aku pasti sembuh, dan jika aku sembuh, apa kamu mau membantuku untuk mencari kebusukan Cleo??" tanya Reynand.


Nara tertegun sejenak, dan memandang kearah Reynand sejenak.


"Kamu sudah menyadarinya?" tanya Nara.


Reynand menghela nafasnya dalam dalam dan mengangguk.


"Sudah sejak lama sebenarnya. Tapi hatiku yang buta tidak pernah merasakan nya" jawab Reynand.


Nara tersenyum tipis dan membelokkan setir mobilnya masuk kedalam pelataran rumah sakit.


"Aku pasti akan membantumu. Sekarang kita periksa dulu" ujar Nara yang sudah memarkirkan mobilnya diparkiran.

__ADS_1


Reynand tersenyum dan mengangguk. Memandangi Nara yang sudah keluar dari dalam mobil dan mengeluarkan kursi rodanya dikursi belakang.


Hati Reynand cukup sedih sebenarnya, rasa bersalah dan tidak enak nya pada Nara semakin besar melihat Nara yang seperti ini. Dia masih begitu baik, bahkan binar cinta yang ada dimatanya masih cukup besar untuk Reynand. Jika saja waktu bisa diputar kembali, tidak akan pernah dia sakiti hati wanita baik ini. Ya Tuhan, Reynand sungguh berdosa, dan wajar jika dia menerima semua kesakitan ini.


Reynand berjanji, dia harus sembuh, dia harus bisa merebut semuanya kembali. Dan tentunya dia akan membahagiakan Nara tanpa rasa sakit lagi.


"Ayo" ajak Nara yang ternyata sudah membuka pintu mobilnya. Reynand bahkan tidak menyadari itu.


Nara membantu Reynand turun dari mobil dengan hati hati. Untung saja hanya satu kaki yang masih sulit untuk digerakkan karena patah dibeberapa bagian, jadi Reynand tetap bisa menopang tubuhnya dengan kaki yang lain.


"Sakit???" tanya Nara saat melihat wajah Reynand dibalik masker itu meringis dan memucat.


"Tidak" jawab Reynand.


Nara mendengus seraya menutup kembali pintu mobilnya.


"Dasar pembohong" gumam Nara.


Reynand yang mendengar itu hanya diam dan tersenyum saja, tidak mungkin kan jika dia bilang ini terlalu sakit. Reynand tetaplah tuan angkuh yang memiliki ego setinggi langit.


Nara mendorong kursi roda Reynand masuk kedalam rumah sakit menuju lantai atas dimana ruangan dokter Sebastian berada. Untung saja Reynand selalu memakai masker jika keluar rumah, jika tidak, mungkin semua orang akan tahu jika lelaki menyedihkan yang duduk dikursi roda ini adalah tuan muda Adiputra.


"Aku jadi menyusahkan mu Nara" ucap Reynand saat mereka sudah masuk kedalam lift.


"Ya, kamu harus membayarnya nanti" jawab Nara


Reynand tersenyum dan mengangguk.


"Emm....Aku ingin kamu membuat sebuah lukisan untuk ku. Lukisan kita berdua" pinta Nara.


"Hanya itu?" tanya Reynand.


Nara langsung mengangguk dengan cepat.


"Ya, aku suka lukisan mu" jawab Nara.


"Sebenarnya aku sudah membuat lukisan kita berdua, lukisan saat kita bertemu pertama kali. Tapi sayang Zelina sudah menjualnya karena butuh uang untuk terapi ku kemarin" gumam Reynand terdengar sedih. Namun Nara malah menahan senyum nya. Jadi begitu, kenapa lukisan itu ada disebuah pameran, ternyata adalah ulah Zelina. Pintar juga gadis kecil itu mencari uang. Untung saja Nara yang membelinya lebih dulu, jika sudah dibeli orang lain, maka tidak ada lagi yang bisa dia lihat.


"Tidak apa apa, Zelina pasti bingung melihat keadaan kamu yang seperti ini" ungkap Nara.


Reynand mengangguk dan menghela nafasnya dalam dalam.


"Ya, dia jadi kehilangan masa mudanya demi untuk bekerja menghidupi ku dan mama. Padahal seharusnya ini adalah tanggung jawabku" ucap Reynand merasa begitu bersalah.

__ADS_1


Nara mengusap bahu Reynand dengan lembut.


"Maka kamu harus sembuh, kamu tidak bisa terus terpuruk dan membuat semua orang bersedih" ujar Nara.


Reynand tersenyum tipis dan mengangguk, dia mengusap tangan Nara yang masih ada dibahunya.


"Terimakasih Nara, terimakasih untuk semua nya" ucap Reynand memandang Nara dengan lekat.


Nara hanya tersenyum dan mengangguk. Tidak tahu harus berkata apa, tapi jauh didalam hatinya, Nara selalu ingin melihat Reynand bangkit kembali dan mengungkapkan masalah yang terjadi dikeluarga nya.


Saat pintu lift terbuka, Nara langsung mendorong kembali kursi roda Reynand. Mereka langsung masuk kedalam ruangan dokter Sebastian setelah mengetuk pintu terlebih dahulu.


Dokter Sebastian terlihat tersenyum melihat kedatangan Nara dan Reynand. Sudah dia duga jika mereka pasti memiliki hubungan yang cukup dekat. Rasa bersalah karena telah mengingkari janji, tidak lagi terasa saat melihat Reynand datang bersama Nara. Bahkan raut wajah tuan muda Adiputra ini sudah jauh lebih baik dari pada sebelum nya saat mereka bertemu.


"Selamat sore tuan Reynand dan nona Nara. Senang melihat kalian datang bersama seperti ini" ucap dokter Sebastian.


"Selamat sore dokter" jawab Nara.


Sementara Reynand hanya diam dan mengangguk pelan saja.


"Baiklah, apa yang ingin anda ketahui nona. Seminggu yang lalu tuan Reynand juga sudah memeriksakan keadaan nya disini" tanya dokter Sebastian.


"Bagaimana hasilnya, apa ada hal khusus yang harus dilakukan lagi??" tanya Nara langsung.


Dokter Sebastian beranjak dan mulai memeriksa kembali kaki Reynand yang masih berbalut perban dan gips. Merabanya sebentar dan menggerakkan nya perlahan membuat Reynand tampak meringis menahan silu.


"Seminggu yang lalu saat saya periksa, sudah mulai membaik. Hanya saja karena sudah cukup lama tidak digerakkan beberapa saraf kakinya kaku, jadi tuan Reynand masih kesulitan untuk berjalan." ungkap dokter Sebastian yang kembali duduk dihadapan Nara


"Tulang yang sempat patah dan remuk sudah mulai pulih, hanya tinggal pengobatan dan juga vitamin yang tidak boleh berhenti dikonsumsi. Kecelakaan itu cukup berat, hingga mengakibatkan kerusakan parah pada kaki tuan Reynand, tapi beruntungnya masih bisa diselamatkan dan tidak mengakibatkan kelumpuhan" ungkap dokter Danar lagi.


"Apa dengan mengkonsumsi obat dan vitamin saja sudah bisa pulih lagi?" tanya Nara


Dokter Sebastian mengangguk dan tersenyum. Dia bahkan dapat melihat kelegaan diwajah Nara. Apa mereka sepasang kekasih???


"Ya, jika meminum nya teratur maka sebulan lagi, tuan Reynand sudah bisa jalan tanpa menggunakan alat bantu. Tapi untuk saat ini, sebaiknya dirumah juga dilatih sedikit demi sedikit agar otot kaki dan saraf nya tidak terganggu selama masa pemulihan" ujar dokter Sebastian


"Baiklah dokter, terimakasih banyak" ucap Nara


"Tapi tetap seminggu kedepan nona harus membawa tuan Reynand kemari lagi agar saya bisa memeriksakan keadaan nya" pinta dokter dokter Sebastian.


"Kenapa harus kemari lagi, anda bilang sudah mulai membaik?" tanya Reynand mulai protes.


Nara langsung menyelis kearah nya, membuat Reynand langsung terdiam dan tertunduk. Sedangkan dokter Sebastian nampak mengulum senyum. Sudah dia duga, jika mereka pasti mempunyai hubungan yang istimewa. Terbukti dari sikap tuan angkuh ini yang begitu tunduk.

__ADS_1


"Jika ingin pulih seperti sedia kala, maka pemeriksaan harus tetap dilakukan tuan. Takut terjadi infeksi ataupun pembentukan tulang yang bengkok. Ini saja kaki tuan sudah mengalami perubahan bentuk karena tidak ditangani dengan baik" ujar dokter Sebastian


"Baiklah dokter, seminggu lagi saya pasti akan membawa nya kesini" sahut Nara dengan cepat seraya tersenyum memandang dokter Sebastian, sedangkan Reynand hanya mampu menghela nafasnya dengan pasrah. Nara begitu bersemangat untuk kesembuhan nya.


__ADS_2