Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan

Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan
Terungkap Fakta Yang Sebenarnya


__ADS_3

Bima memandangi Gendis dari jauh, dari balik jendela dapur belakang. Sebenarnya dia iba melihat Gendis yang menangis seperti itu, tapi mau bagaimana lagi. Dia juga sudah sangat kesal dengan segala kecerewetan nya setiap hari. Dua minggu merawatnya Gendis selalu saja bersikap sesuka hati. Menyuruh nya ini dan itu, sungguh Bima sudah benar benar lelah.


Dia ingin bertanggung jawab, tapi bukan juga menjadi pelayan nya. Bima juga punya harga diri. Dan kali ini dia ingin membuat Gendis mengerti dengan sikapnya selama ini.


Dan tidak lagi menunggu besok, hari ini Bima sudah memutuskan untuk kembali ke Jakarta. Dua minggu tidak keperusahaan membuatnya cukup kerepotan. Meski tidak ada masalah, namun rapat besok siang tidak bisa ditunda. Rapat bersama perusahaan Dopindo untuk meninjau proyek baru mereka.


Bima menghela nafasnya dengan pelan, dan kembali membalikkan tubuhnya meninggalkan Gendis sendiri yang masih menangis sesunggukan sendirian diaula kecil itu.


...


Keesokan harinya...


Diperusahaan Dopindo.


Nara dan Arya sudah tiba disana. Mereka akan kembali mengadakan rapat hari ini. Proyek yang mereka jalani adalah sebuah proyek besar dan tentunya harus memerlukan kerja sama yang baik diantara ketiga perusahaan inti. Karena mereka yang memegang kendali.


Arya sesekali melirik jam dipergelangan tangan nya dan menoleh kearah pintu. Sudah sepuluh menit dia menunggu Bima, namun lelaki itu belum juga datang. Padahal dia berkata jika dia bisa datang hari ini. Tapi entah kenapa sampai sekarang belum muncul juga.


Tuan Renggono juga masih sibuk berbincang dengan petinggi perusahaan lain nya didepan mereka.


"Hei... apa kamu yakin Bima akan datang?" bisik Arya pada Nara.


Nara mengangguk pelan.


"Kita tunggu sebentar lagi" bisik Nara pula.


"Jika dia tidak datang, aku akan memarahinya nanti. Bisa bisanya dia membuat kita menunggu, padahal sudah berjanji hari ini" gerutu Arya.


"Sabar Yo" bisik Nara.


Dia memandang jengah pada Arya. Selalu saja tidak sabar, padahal tuan Renggono saja tidak mempermasalahkan itu.


Hingga tidak lama kemudian, pintu terdengar diketuk, membuat semua orang langsung memandang kearah pintu. Dimana Bima datang bersama asisten nya.


"Selamat siang semua, maaf saya terlambat" sapa Bima


"Tuan Bima, tidak masalah. Yang terpenting anda bisa datang hari ini. Kami sudah menunggu anda sejak dua minggu yang lalu" ujar tuan Renggono.


Bima tersenyum canggung mendengar nya. Ini semua gara gara gadis menyebalkan itu, semua urusan nya menjadi terbengkalai.


"Maafkan saya tuan, tapi saya berjanji akan bertanggung jawab dengan proyek ini meski saya tidak ada ditempat" ungkap Bima. Dia benar benar tidak enak sekarang. Padahal ini adalah kesempatan yang bagus karena bisa bekerja sama dengan perusahaan besar Dopindo. Tapi karena kesialan nya bertemu dengan gadis itu, membuat Bima harus memasang muka tebal nya sekarang.


Arya memandang Bima dengan senyum sinis nya. Kelihatan sekali wajah Bima sangat tertekan. Apa dia sudah menemukan mainan barunya yang bisa membuatnya melupakan kegalauan nya karena Nara.


"Ya, untung saja tuan Adiputra mau membantu kita kali ini. Karena tanpa ada kalian, saya benar benar cukup kerepotan. Masalah diluar perusahaan sedang sedikit membuat konsentrasi saya terganggu" sahut tuan Renggono seraya mempersilahkan Bima dan asisten nya untuk duduk.


Bima hanya mengangguk dan tersenyum saja seraya duduk dikursi nya. Apa tuan Renggono fikir jika dia bisa berkonsentrasi sekarang. Karena entah kenapa dia malah teringat dengan gadis yang dia tinggalkan dirumah eyang putrinya itu. Menyebalkan!


"Baiklah, kita mulai saja rapat siang ini ya" ujar tuan Renggono.


Dan semua orang yang ada disana langsung mengangguk, karena mereka memang sudah cukup lama menunggu.


Bima menoleh pada Nara sejenak, memberikan senyum nya pada Nara yang sudah lama tidak dia lihat. Dan sialnya semakin kesini, Nara malah semakin terlihat cantik dan anggun.


Dan akhirnya, siang itu mereka memulai rapat dengan cukup serius. Membahas tentang proyek yang sedang mereka jalani. Sesekali pertukaran pendapat dan juga selisih paham terdengar disana. Hingga rapat akhirnya berjalan sesuai keinginan dan hasil yang cukup memuaskan.


Rapat berakhir setelah dua jam lebih mereka berada didalam sana. Dan sekretaris tuan Renggono akhirnya membubarkan rapat itu.

__ADS_1


Semua orang terlihat lelah, tapi cukup puas.


Hingga kini hanya tinggal menyisakan Tuan Renggono, dan juga Nara bersama Bima, juga asisten mereka masing masing.


"Jika begitu, kami pamit undur diri dulu tuan" pamit Nara


"Ya, terimakasih untuk waktu kalian" jawab tuan Renggono seraya menjabat tangan Nara.


Namun saat tiba giliran Bima yang ingin berpamitan, tiba tiba sekretaris tuan Renggono masuk kedalam ruangan itu kembali dengan sedikit tergesa.


"Tuan.. maaf"


"Ada apa?" tanya tuan Renggono langsung, karena sekretarisnya ini memang baru saja keluar dari ruangan itu.


"Tuan David ingin bertemu dengan anda?" jawab sekretaris itu.


"David?" gumam tuan Renggono. Dia kelihatan terkejut dan itu membuat Bima dan Nara saling pandang bingung.


"Ya, dia tidak ingin pergi sebelum bertemu tuan. Pihak keamanan sudah berusaha untuk mengusirnya, tapi dia juga tidak mau pergi" jawab sekretaris itu lagi.


Tuan Renggono menghela nafas jengah dan mengangguk.


"Aku akan menemui nya" jawab tuan Renggono.


Sekretaris itu langsung mengangguk dan segera pergi meninggalkan mereka. Sedangkan tuan Renggono langsung menoleh pada Bima dan Nara.


"Maaf jika nanti kalian akan melihat sedikit keributan. Ayo sekalian saya antar kalian ke lobi" ujar tuan Renggono.


"Kami mengerti tuan" jawab mereka seraya mengikuti langkah kaki tuan Renggono dan asisten nya.


Arya menghela nafas pelan. Apa nya yang mengerti. Kenapa mereka malah berkata seperti itu. Padahal masalah nya saja tidak tahu, tapi sudah sok sekali bilang mengerti. Memang aneh.


Arya mengernyit memandang lelaki itu, apalagi ketika semakin dekat, wajah lelaki itu semakin jelas terlihat.


"Bukankah itu tuan David, CEO agensi starlight?" gumam Arya.


"Kau mengenalnya?" tanya Bima. Dan Arya langsung mengangguk. Dia ingat, jika lelaki ini adalah lelaki yang pernah terlibat skandal dengan Cleo dulu.


Mereka berdiri mematung dan membiarkan tuan Renggono mendekati lelaki itu. Dan entah kenapa, mereka semakin ingin tahu kenapa lelaki ini malah datang dan membuat kerusuhan disini.


"Sudahlah, kita pergi saja" ajak Nara yang tidak ingin melihat kerusuhan ini.


"Sebentar lagi, aku penasaran ada apa dengan lelaki ini" ucap Arya.


"Kamu selalu saja ingin ikut campur urusan orang" sahut Nara


"Hais, bukan ikut campur, tapi hanya ingin tahu" jawab Arya


Bima langsung mendengus mendengar itu.


"Sama saja gondrong. Sudahlah ayo. Tidak baik" ajak Bima pula.


Namun tiba tiba, langkah kaki nya malah terhenti saat laki laki itu menyerukan nama seseorang.


"Tuan... saya mohon, izinkan saya bertemu dengan Gendis!"


deg

__ADS_1


Bima langsung menoleh kearah lelaki yang berpenampilan sangat kusut itu. Gendis???? Bukan kah nama itu adalah ......


"Aku tidak tahu dimana dia. Bukankah dia sudah membatalkan pernikahan ini. Jangan cari dia lagi" sahut tuan Renggono.


"Tidak tuan, saya tidak mau pernikahan ini dibatalkan. Saya benar benar mencintai Gendis. Tuan tolong, beri tahu saya dimana dia" pinta David begitu memohon.


"Cinta katamu. Menjijikkan sekali mulutmu itu. Kau sudah berani mengkhianati putriku. Dan sekarang kau bilang cinta. Apa kau mau aku menghancurkan agensi mu itu ha. Sudah cukup kesabaran ku selama ini, kau sudah melukai putriku dan mencoreng nama baik ku David" bentak tuan Renggono.


Semua orang yang ada disana langsung terkejut mendengar suara tuan Renggono. Bahkan Nara sampai memejamkan matanya dan beralih dibalik punggung Bima.


"Tuan, saya menyesal. Saya khilaf, tolong maafkan saya" pinta David, bahkan wajahnya memerah dan semakin kusut ketika memohon pada tuan Renggono yang juga nampak marah.


Berarti David adalah calon suami putrinya?? Dan karena dia berkhianat maka pernikahan ini dibatalkan?


"Seret dia pergi" ujar tuan Renggono pada para bodyguardnya.


"Tidak tuan, biarkan saya bertemu Gendis. Saya mohon!!!" teriak David lagi seraya terus memberontak dari para bodyguard yang menyeretnya keluar.


Tuan Renggono langsung terduduk disofa yang ada disana. Untung saja asisten nya sudah membubarkan para karyawan yang menonton mereka, hingga dilobi ini hanya menyisakan para petugas keamanan bersama Nara, Bima dan Arya yang masih berdiri mematung.


Arya menoleh pada Bima yang masih tertegun.


"Cih, katanya tadi tidak baik berada disini lama lama, tapi dia sendiri yang malah menonton dengan sangat seru" gumam Arya.


Nara langsung menampar bahu Arya dengan kesal. Suka sekali memang cari marah orang.


Nara menoleh pada tuan Renggono, tuan besar itu kelihatan pucat dan nafasnya yang tersengal. Asisten nya sedang mengamankan orang orang yang ada disana.


Nara langsung mendekat kearah tuan Renggono.


"Tuan anda baik baik saja?" tanya Nara seraya memberanikan diri untuk mengusap pundak tuan Renggono. Arya dan Bima langsung mendekat kearah nya.


"Jika bukan karena permintaan putriku, mungkin sudah ku buat dia hancur berantakan" geram tuan Renggono.


"Apa dia mantan kekasih putri anda itu tuan?" tanya Arya, dia berbicara sedikit berbisik, membuat Nara dan Bima memandang nya dengan bingung, Supaya apa coba.


"Ya, dia adalah lelaki itu. Maaf jika kalian harus melihat kejadian tidak mengenakkan ini" jawab tuan Renggono.


"Jika itu benar dia, sudah seharusnya anda memang membatalkan pernikahan ini tuan" ujar Arya. Mereka semua langsung menoleh kearah Arya. Nara dan Bima tidak mengenal David, mereka hanya tahu sekilas saja karena David yang memang terkenal sebagai pemilik model model cantik dinegara ini.


Hanya Arya yang tahu sedikit cerita tentang David karena dia pernah bersama Reynand yang dulu mengusut kasusnya.


"Anda mengenal nya?" tanya tuan Renggono. Tangan nya masih mengusap dada nya yang terasa nyeri.


"Tuan David adalah seorang casanova yang sering bermain dengan para modelnya tuan. Jika tuan tidak percaya, saya masih mempunyai buktinya" jawab Arya.


Nara dan Bima terperangah tidak percaya.


"Lihatlah, putriku memang begitu malang mendapatkan kekasih seperti dia" gumam tuan Renggono begitu geram.


"Memang dimana putri anda sekang tuan?" tanya Bima.


Entah kenapa perasaan nya menjadi tidak enak sekarang.


"Dia pamit keperkebunan kami didaerah teluk, diperkebunan hutan akasia, dia ingin menenangkan dirinya disana"


deg

__ADS_1


deg


Gendis.... Bima yakin jika gadis itu pasti anak tuan Renggono. Astaga... dunia benar benar sempit!


__ADS_2