
Hari ini Nara bersama Zelina akan pergi ke butik untuk melakukan fitting baju pengantin Zelina. Mereka pergi bersama mama diantar oleh supir mereka.
Reynand dan Arya akan menyusul nanti. Saat ini mereka masih mengadakan rapat diperusahaan Adidaksa. Melanjutkan rapat semalam yang memang belum selesai.
Cukup rumit sebenarnya karena Reynand yang tidak bisa terlalu lama berada satu ruangan dengan orang asing. Jadi mau tidak mau rapat kembali dilanjutkan siang ini.
Nara duduk disofa sembari menunggu Zelina yang sedang mencoba pakaian pengantin nya. Berdiri terlalu lama membuat kakinya pegal. Jadi dia memutuskan untuk menunggu disini saja. Lagipula giliran dia yang mencoba bajunya juga belum, nanti saja sekalian Reynand yang sudah akan kemari bersama Arya.
"Kamu udah lelah ya nak? Gak sakit perutnya kan?" tanya mama yang duduk disamping Nara.
"Enggak kok ma. Cuma kaki Nara pegal karena kelamaan berdiri" jawab Nara.
Mama tertawa dan mengangguk
"Enggak apa apa. Biasa itu, yang penting gak sakit kan" kata mama lagi
"Enggak ma" jawab Nara
Mata mereka langsung memandang kearah ruang ganti, dimana pintunya sudah terbuka dan Zelina keluar dari sana.
Senyum Nara dan mama langsung mengembang sempurna melihat penampilan Zelina yang benar benar sangat cantik dan anggun dengan gaun pengantin nya.
Meski sederhana tapi kelihatan sangat indah dipakai oleh Zelina.
"Gimana, Ze cantik gak?" tanya Zelina
"Cantik banget kamu Ze. Pilihan kamu memang terbaik" puji Nara yang langsung beranjak dan mendekat kearah Zelina.
Begitu juga dengan mama.
"Cantik banget anak mama, ini pas banget sama kamu sayang" puji mama yang langsung mengitari tubuh Zelina.
Zelina tertawa malu mendengar pujian kakak ipar dan mama nya itu. Apalagi ketika melihat wajah berbinar mereka.
"Memang bibit keluar Adiputra tidak pernah salah nyonya. Lihatlah, jika kemarin nona Nara seperti princess maka sekarang nona Zelina seperti bidadari cantik dari surga" ungkap Vale.
"Benar...cantik sekali Zelina" sahut Nara yang memandang Zelina penuh kekaguman.
"Arya pasti pangling Melihat kamu sayang" ucap mama
Zelina kembali tertawa dan menggeleng, seraya memandangi penampilan nya sendiri didepan cermin.
Gaun pengantin berlengan panjang namun dengan belahan dada dan bahu yang terbuka membuat nya benar benar terasa berbeda.
Bahagia sekali rasanya ketika mencoba pakaian ini. Pakaian yang menjadi impian nya sejak dulu.
"Jika begitu tolong fotoin dong Vale, biar kak Arya lihat" ujar Zelina pada Vale
"Kan enggak lama lagi Arya kemari sayang" ujar mama yang masih asik memandangi setiap lekuk ukiran dan jahitan dipakaian Zelina.
"Lama banget ma, dia kebiasaan, udah disuruh datang cepat, tapi gak juga" gerutu Zelina.
"Maaf ya Ze. Reynand gak bisa nyelesain rapat semalam, jadi hari ini disambung. Jadi mau gak mau Arya juga harus datang kesana dulu" ungkap Nara merasa tidak enak.
"Enggak apa apa kak. Ze cuma rindu, udah lama gak ketemu. Kak Arya sibuk terus akhir akhir ini" ungkap Zelina
"Sebentar lagi kan menikah, kamu udah sama dia setiap hari sayang" sahut mama.
Zelina hanya tersenyum tipis saja menanggapi nya.
Dia kembali memandangi penampilan nya dicermin.
"Ayo sini, biar saya foto, supaya jadi kenang kenangan juga untuk butik" ujar Vale dengan kamera nya.
__ADS_1
"Oke, wah padahal rambut aku belum rapi deh" ucap Zelina seraya merapikan rambutnya. Dia kelihatan begitu semangat, dan itu yang membuat mama dan Nara tertawa lucu melihatnya.
"Sini aku bantu. Belum di make up aja kamu udah cantik. Gimana kalau di make up nanti ya. Aku gak sabar lihat kalian menikah" kata Nara seraya merapikan rambut ikal Zelina yang panjang.
Dan lagi lagi Zelina hanya tersenyum saja menanggapi nya.
"Udah selesai" ucap Nara, dia langsung menjauh dan membiarkan Vale mengambil gambar Zelina.
Mama dan Nara nampak tertawa ketika melihat Zelina berpose bak model model yang ada di televisi. Dia benar benar antusias sekali, meski wajahnya terlihat kesal karena menunggu Arya yang belum datang juga.
"Cantik sekali" ucap Vale
"Aku mau lihat" seru Zelina seraya melambaikan tangannya pada Vale. Membuat Vale langsung mendekat kearah Zelina.
"Wah aku memang cantik" puji Zelina pada dirinya sendiri.
"Iya dong, anak siapa dulu" kata mama.
"Anak mama" ucap Zelina
"Kirimin ke kak Arya dong kak. Biar dia cepat kemari" Ujar Zelina pada Nara.
"Iya, baiklah nona. Padahal nanti Arya juga lihat" jawab Nara dengan senyum simpulnya. Membuat Zelina kembali tertawa.
"Takut tidak sempat" Jawab Zelina.
Nara hanya menggeleng dan langsung mengirimkan foto Zelina yang didapat dari Vale ke ponsel Arya yang memang mereka masih berada diperusahaan sekarang.
Bahkan mama sudah menggerutu kesal pada Arya dan Reynand yang malah akan datang terlambat. Menyebalkan sekali.
..
Sementara diperusahaan Adidaksa...
Mereka baru saja selesai meeting. Wajah Arya benar benar kusut dan sangat kesal sekarang.
"Sabar kenapa, kepala ku pusing ini" sahut Reynand seraya memakai masker nya dengan terburu buru.
Rapat cukup lama baru selesai dan itupun masih terus berlanjut dan diteruskan oleh Guntur. Karena Reynand sudah harus menemani Arya ke butik.
Arya langsung membukakan pintu mobil untuk Reynand dan setelah itu dia juga berlari untuk masuk kedalam mobil.
Tanpa menunggu apapun lagi Arya dengan sigap langsung melajukan mobilnya menuju butik Vale.
Dia sudah tidak sabar ingin melihat Zelina memakai baju pengantin itu. Meskipun dia sudah sangat terlambat sekarang.
"Pelan pelan saja Yo. Kau mau tidak jadi menikah" ucap Reynand saat Arya melajukan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi.
"Mereka sudah menunggu tuan" jawab Arya.
"Mereka masih bisa menunggu, aku tidak mau melihat adik ku menangis karena kau kenapa kenapa" sahut Reynand lagi
Arya menghela nafas dan langsung memelankan laju mobilnya.
"Ck, perkataan anda membuat saya jadi was was. Kita juga terlambat karena anda" gerutu Arya.
"Aku juga tidak mau seperti ini. Sudah lah jangan cerewet " jawab Reynand.
Arya mendengus kesal dan kembali fokus pada jalanan didepan nya.
Namun tiba tiba ponsel nya bergetar, sebuah pesan masuk dari seseorang.
Dan Arya langsung memeriksanya. Seraya matanya yang masih fokus pada jalanan didepan nya.
__ADS_1
Dan saat membuka pesan itu, bibirnya langsung tersenyum dengan lebar
"Cantik sekali" gumam Arya
"Apa yang cantik" tanya Reynand
"Calon istri saya" jawab Arya seraya menyerahkan ponsel itu pada Reynand.
Reynand juga ikut mendengus senyum saat melihat foto Zelina disana, memang sangat cantik.
Namun tiba tiba..
"Yo... awas!!!" teriak Reynand saat ada seseorang yang menyebrang jalan didepan mereka.
Arya terkesiap dan...
ciiiiiit
"Auh...." Reynand langsung meringis saat kepala nya terhantuk dashboard mobil, begitu pula dengan Arya yang kening nya langsung merah karena terhantuk setir kemudi. Bahkan ponsel Arya langsung terjatuh kebawah kaki Reynand karena benturan ini.
"Dasar bodoh" umpat Reynand
"Sial, untung saja tidak tertabrak" maki Arya pula.
Dia langsung mengusap dadanya yang bergemuruh hebat. Tubuhnya bahkan langsung lemas sekarang. Untung saja tidak tertabrak orang tua itu. Jika tidak, mungkin dia memang akan batal menikah beberapa Minggu lagi.
Arya langsung menjangkau ponselnya, dan masih menampakkan gambar Zelina yang begitu cantik disana.
Dan entah kenapa, melihat gambar ini yang awalnya dia begitu senang, tapi sekarang kenapa perasaan nya menjadi tidak enak seperti ini.
"Sudah ayo, kau tidak apa apa kan?" tanya Reynand seraya memandang Arya yang nampak terdiam dengan pandangan nanar nya.
Arya menggeleng pelan dan langsung melajukan mobilnya kembali.
Didalam perjalanan mereka hanya diam, dan Arya lebih fokus pada jalanan didepan nya. Hingga tidak lama kemudian mereka sudah tiba didepan butik Vale.
Tapi...
Ada yang aneh..
Kenapa didepan butik itu ramai sekali orang orang yang berlarian dan berkerumun???
Dan entah kenapa tiba tiba jantung Arya seperti tidak terkendali melihat keramaian itu.
"Ada apa disana?" gumam Reynand.
Dan karena tidak bisa masuk, jadi Arya memarkirkan mobilnya dipinggir jalan tidak jauh dari kerumunan orang orang itu.
Dia dan Reynand langsung turun dari mobil dan mendekati kerumunan itu yang memang berada tepat didepan pagar butik
"Sepertinya gadis itu dari butik tadi"
deg
perkataan orang orang ini kembali membuat Arya tertegun dengan jantung yang semakin bergemuruh.
"Hei.. kau mau kemana. Kita masuk saja" seru Reynand pada Arya yang malah masuk kedalam kerumunan itu. Membuat Reynand juga mengikuti Arya dengan tangan yang menutup hidung nya rapat rapat.
Orang orang ini bau sekali.
Mata Reynand langsung melebar saat melihat Nara yang terduduk dan menangis tersedu sedu ditengah kerumunan orang orang itu.
Sedangkan mama...
__ADS_1
Mama nampak memangku seseorang dengan darah yang begitu banyak???
"Zelina!!!!" teriakan Arya membuat Reynand terkesiap dengan jantung yang hampir lepas dari tempatnya.