
Reynand mematung diambang pintu kamar Nara. Kamar yang masih sama sekali belum ada berubah sejak dia tinggalkan semalam. Bahkan bekas jejak darah Nara masih ada diatas lantai itu. Bibi Jum sudah tidak pernah lagi datang kerumah, Reynand sudah memberhentikan nya sejak lama. Sehingga rumah ini tampak tidak terawat dan tidak ada lagi sinar kehidupan didalam nya. Padahal baru beberapa hari dia tinggalkan.
Sudah semua sudut rumah dia periksa, tapi jejak kepulangan Nara juga tidak ada. Bahkan pintu masih terkunci dengan rapat sama seperti saat Reynand tinggalkan.
Reynand mematung, fikiran nya sudah benar benar kusut bahkan dia tidak lagi bisa berfikir dengan jernih. Jika tidak pulang kerumah, lalu kemana Nara pergi??? Bersama siapa?? Bukankah keadaan nya begitu buruk, seharusnya dia tidak pergi kemanapun bukan.
Reynand meraup wajah nya dengan kasar. Dia jatuh terduduk dan menyandar didaun pintu dengan wajah dan penampilan yang begitu kusut. Damage tuan Adiputra yang terkenal kejam dan angkuh kini tidak lagi terlihat. Sekarang dia tidak ubahnya seperti seorang lelaki menyedihkan yang sudah tidak lagi memiliki apapun.
"Nara, kamu dimana?" gumam nya seraya menarik rambutnya dengan kuat. Kepala nya terasa ingin pecah sekarang. Kenapa semua datang disaat yang bersamaan seperti ini. Dia tahu dia salah, tapi kenapa rasanya begitu berat hingga membuat otak nya tidak mampu untuk berfikir dengan jernih. Semua bagai benang kusut yang tidak dapat lagi diperbaiki.
"Aaaaarrrrggghhhh!!!!!" teriak Reynand sekuat tenaga nya, bahkan tangan nya langsung meninju pintu hingga suara nya terdengar begitu mengerihkan
Reynand kembali tertunduk dan mencengkram rambutnya dengan kuat. Dia harus apa sekarang, dia buntu dan benar benar buntu. Kenapa semua orang pergi meninggalkan nya sendiri. Kenapa semua orang menjadi begitu jahat padanya. Apa ini karena kesalahan yang telah dia lakukan pada Nara dulunya. Apa ini karma untuknya karena telah menyianyiakan cinta Nara dan selalu menyakiti gadis itu???
"Nara maafkan aku" gumam Reynand terdengar begitu putus asa
Dia terdiam beberapa saat, mencoba memikirkan dimana Nara saat ini dan bersama siapa. Dan beberapa detik kemudian dia terkesiap dan langsung beranjak dari duduk nya
"Arya, pasti dia yang membawa Nara" ucap Reynand yang segera berlalu keluar dari rumah itu. Dia bahkan sedikit berlari menuju mobilnya. Melajukan mobil itu dengan kecepatan yang begitu tinggi. Tidak ada masalah yang lebih berat selain memikirkan dimana Nara sekarang. Perusahaan dan Cleo masih Reynand nomor duakan, tidak tahu kenapa, tapi hatinya benar benar hanya ingin bertemu dengan Nara dan meminta maaf pada gadis itu. Tidak ada rasa bersalah yang lebih besar dari pada rasa bersalah nya pada Nara.
Namun baru setengah jalan, ponselnya kembali berdering nyaring. Reynand meraba saku celana dan mengeluarkan ponsel nya. Tertera nama Zelina disana.
Reynand mendekatkan ponsel itu ketelinganya, dan matanya seketika terbelalak lebar saat mendengar perkataan Zelina dari seberang sana. Dan tanpa berfikir panjang, Reynand segera memutar haluan untuk kembali kerumah utama. Rahang nya mengeras, pandangan matanya menajam bagai sebuah laser yang siap menebas lawan, jantung nya bergemuruh hebat bahkan nafasnya nampak memburu, dan kelihatan sekali jika Reynand tengah menahan amarah nya saat ini. Benar benar hidupnya hancur hanya dalam waktu satu malam.
Tidak sampai setengah jam dia sudah tiba didepan rumah utama. Mobilnya terhenti hanya sampai didepan gerbang saat melihat Zelina dan ibunya yang sudah hampir tidak sadarkan diri menangis dan saling memeluk didepan pagar itu. Reynand segera keluar dari dalam mobil dan memandang tajam beberapa penjaga yang terlihat melemparkan barang barang mereka keluar.
"Apa yang kalian lakukan ha?????" teriak Reynand begitu meggelegar. Dia benar benar murka melihat ini semua. Apa apaan ini, kenapa mereka sudah seperti sampah didepan rumah nya sendiri
"Kakak" lirih Zelina dengan tangisan nya. Tangan nya masih memeluk mamanya yang sudah lemas tidak berdaya.
Melihat adik dan mamanya yang seperti itu membuat darah Reynand begitu mendidih. Dia langsung berlari dan menghajar penjaga yang ada disana. Namun dengan beraninya penjaga itu malah melawan Reynand. Tidak tahu siapa, karena beberapa orang berbadan besar ini bukan penjaga yang biasa menjaga rumah utama.
__ADS_1
"Beraninya kalian" bentak Reynand yang terus berusaha memukul dan menghajar orang orang itu, namun percuma, karena dia sendirilah yang akhirnya tumbang dengan beberapa luka diwajah dan tubuhnya.
"Kakak!!!, tolong jangan apa apakan kakakku!!!!" teriakan Zelina begitu pilu dan begitu bergetar. Dia takut dan sangat takut. Apalagi melihat Reynand yang sudah berdarah dan terluka.
"Siapa yang menyuruh kalian ha. Ini rumah ku" teriak Reynand seraya beranjak dari atas tanah dan memegangi wajahnya yang remuk
"Ini perintah tuan Abas. Kalian tidak lagi diizinkan berada disini. Semua aset keluarga Adiputra sudah dialihkan atas nama tuan Abas" jawab salah seorang dari mereka seraya melemparkan sebuah berkas kearah Reynand yang langsung menangkap nya. Hanya sebuah berkas fotokopi, namun itu benar benar membuat nya tidak habis fikir
"Kurang ajar" geram nya begitu kalut
Dia ingin masuk kedalam namun kembali tubuhnya ditendang oleh orang orang itu membuat nya langsung terhempas kembali
"Kakak sudah" pinta Zelina yang tidak lagi berdaya
"Dimana dia, dimana si brengsek itu." seru Reynand yang masih tidak terima
"Heyyy!!!!" teriak Reynand lagi. Dia menggedor dan menendang kuat pintu gerbang yang ditutup oleh orang orang itu. Reynand benar benar kalap, dia terus menendang dengan kuat gerbang itu dan berusaha untuk membuka nya. Rsanya dia benar benar ingin membunuh ayahnya sekarang. Bisa bisa nya dia memperlakukan mereka seperti sampah begini
"Kakak, sudah....." pinta Zelina yang masih menangis memangku mama nya yang tidak lagi sadarkan diri
Reynand mengusap wajah nya dengan kasar. Menarik nafasnya dalam dalam dan mencoba mengurai emosinya. Dia berjalan tertatih mendekat kearah adik dan mama nya. Memandangi mereka berdua yang tampak sangat menyedihkan. Jika ini karma untuknya, tapi kenapa mama dan adiknya juga harus terlibat???
Sungguh Reynand benar benar putus asa sekarang
"Kak kita harus bawa mama kerumah sakit" ujar Zelina
Reynand mengangguk pelan. Nafasnya masih memburu. Dia segera mengangkat tubuh mama nya dan membawanya kedalam mobil disusul oleh Zelina. Akhirnya, hari itu Reynand tidak lagi jadi untuk mencari keberadaan Nara. Dia mengantarkan mamanya kerumah sakit untuk memeriksakan keadaan nya.
...
Dirumah sakit, Reynand duduk terdiam dengan wajah dan penampilan nya yang kusut, bahkan sudah penuh luka lebam. Dia memandangi mama nya yang terbaring tidak sadarkan diri. Sementara Zelina juga duduk disamping ranjang mamanya dengan wajah yang begitu sedih.
__ADS_1
"Kak" panggil Zelina
Reynand langsung menoleh kearahnya
"Kenapa papa bisa setega ini pada kita, memang salah kita apa?" tanya Zelina dengan mata yang kembali berkaca kaca
Reynand menghela nafasnya dengan berat. Jika ditanya salah, bahkan Reynand tidak tahu harus menjawab apa. Selama ini seingat nya dia tidak pernah berbuat salah apapun dikeluarga mereka. Kesalahan terbesar nya hanya pada Nara. Bukan pada tuan Abas, papanya.
Reynand beranjak dan mendekat kearah Zelina. Dia menoleh pada mamanya yang masih belum juga sadar. Dokter memvonis jika mamanya terkena serangan jantung, hingga membuat keadaan nya lemah begini
Reynand mengusap kepala Zelina sebentar. Hal yang tidak pernah dia lakukan selama ini, membuat Zelina memandang nya dengan sendu
"Aku akan pergi sebentar. Kamu jaga mama disini" pinta Reynand yang langsung berlalu meninggalkan Zelina yang bahkan belum sempat mengucapkan sepatah katapun pada lelaki itu. Tapi Zelina tahu jika Reynand pasti begitu tertekan saat ini. Wajahnya yang kusut dan datar sudah dapat dilihat jika kakaknya itu pasti menanggung beban yang tidak sedikit.
...
Reynand mengemudikan mobilnya menuju perusahaan Adidaksa kembali. Dia harus memberi perhitungan pada pria paruh baya itu. Tidak perduli bagaimana omongan karyawan nya nanti, dia hanya ingin menghajar batang hidung orang tua yang dia panggil dengan sebuatan papa itu.
Namun ketika baru turun dari dalam mobil, lagi lagi orang orang berbadan besar segera menghalangi langkah nya. Tapi meskipun begitu, Reynand tidak akan diam dan mundur. Sebelum dia menemui ayahnya, dia tidak akan pulang.
"Minggir" bentak Reynand
"Anda dilarang masuk tuan" kata salah seorang dari mereka
"Minggir aku bilang, aku harus menemui pria itu. Awas" teriak Reynand lagi. Bahkan dia benar benar tidak memperdulikan banyak nya mata yang memperhatikan nya dengan heran namun terkesan sinis. Entah apa yang sudah dikatakan oleh pria tua itu pada seluruh karyawan nya, tapi saat ini pandangan mata itu berubah seperti harimau yang ingin memangsa mangsa nya. Tidak ada lagi pandangan hormat dan tunduk mereka, yang kini Reynand lihat adalah pandangan benci dan kesal dari mereka
"Jika anda melawan, kami tidak akan segan segan" pria berbadaan besar itu tampak memberi peringatan pada Reynand, namun Reynand seolah tidak perduli. Dia bahkan langsung menghajar salah seorang dari mereka, dan tentu saja itu membuat beberapa orang bodyguard tuan Abas itu murka dan balik menyerang Reynand. Mereka sudah diizinkan untuk melakukan apapun pada tuan muda ini, jadi mereka tidak akan segan lagi.
"Brengsek" maki Reynand saat dia lagi lagi terhempas jatuh. Tidak ingin menyerah, Reynand terus berusaha menyerang mereka dengan sekuat tenaga nya. Namun nihil, satu lawan delapan orang bodyguard berbadan besar jelas saja Reynand kalah. Sudah beberapa kali Reynand jatuh dan terpelanting, bahkan tubuh dan wajah nya sudah penuh luka. Namun sepertinya dia tidak lagi memperdulikan itu, dia hanya ingin masuk kedalam dan bertemu dengan ayahnya. Dia ingin bertanya kenapa ayahnya yang dulu sangat menyayangi dia dan keluarga nya sekarang begitu tega membuat nya seperti sampah yang tidak lagi berguna.
Reynand langsung terhempas kuat ketanah dengan darah yang langsung kelur dari mulutnya. Nafas nya terasa terhenti sejenak karena dadanya yang ditendang kuat oleh mereka, membuat Reynand tidak lagi dapat menggerakkan tubuhnya. Matanya mulai meredup, namun disisa kesadaran nya dia sempat menoleh kedalam perusahaan dimana semua orang memandang nya dengan iba. Semua orang yang pernah dia hidupi dengan layak, namun sekarang hanya menganggapnya sebagai seseorang yang tidak lagi berguna. Sesedih itukah dia???? Sehancurkan inikah kehidupan nya sekarang.
__ADS_1
"Nara........"gumam Reynand disisa kesadaran terakhirnya, dan setelah itu dia langsung terkulai lemah dan tidak lagi mengingat apapun. Semua nya gelap, segelap hidupnya saat ini.
Nara, lihatlah. Reynand sudah merasakan kesakitan hidup, bahkan lebih parah daripada apa yang pernah dia perbuat padamu.