Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan

Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan
Perjuangan Cinta Reynand


__ADS_3

Bukankah sudah kukatakan padamu, bahwa suatu saat aku akan menjadi rindu yang sangat menyakitkan yang ingin kau rengkuh tapi tak dapat kau ulang.


bukankah kesempatan sudah kutawarkan berkali kali hanya untuk mempertahankan hubungan kita??


Tapi apa??


Egomu, keras kepalamu, dan angkuhmu mengatakan bahwa kehadiranku tidaklah penting bagimu


Tulusku kau sia siakan


cintaku selalu kau abaikan


Aku selalu berdoa jika memang ini salahku, maka biarkan karma yang membalasnya. Tapi jika ini adalah salahmu maka perempuan yang hadir dalam hidupmu setelah aku akan menjadi karma yang paling menyakitkan untukmu


\~\~\~\~\~c


Senja sudah mulai menyingsing. Tiupan angin yang mendayu sudah terasa menyejukkan, membuat uap panas mentari siang telah melebur tergantikan dengan kesejukkan suasana disenja sore itu. Reynand yang masih duduk ditaman belakang rumah tua Eyang putri masih memperhatikan pintu rumah yang sejak pagi tadi tidak ada terbuka lagi. Matanya memandang lemah dan penuh kehancuran, sudah berjam jam dia duduk disini tanpa makan ataupun minum. Namun rasa lapar dan haus sama sekali tidak lagi dia rasakan. Hati dan fikiran nya hanya ingin Nara kembali dan memaafkan nya. Namun rasanya sungguh mustahil, bahkan untuk melihat saja Nara sudah tidak ingin lagi.


Menyerah??? Tentu tidak akan dia lakukan sebelum mendapatkan maaf dari istrinya itu. Dia harus sabar menunggu, karena tidak ada lagi tujuan hidupnya selain ingin mendapatkan maaf dari Nara. Kebencian Nara, kekecewaan Nara dan kesakitan Nara, telah berhasil mengoyak perasaan Reynand, membuka hatinya jika cinta Nara ternyata juga mampu membuat hatinya terhempas.


Sudah beberapa kali dia mencoba untuk masuk kedalam rumah, namun lagi lagi Eyang putri tidak memperbolehkan nya. Dan akhirnya Reynand memilih untuk duduk kembali ditempat ini. Untuk kembali kekota pun dia tidak mungkin. Menemukan Nara adalah hal yang sulit dia dapatkan, dia takut jika dia kembali maka Nara akan pergi lagi.


"Kamu ini keras kepala sekali jadi orang, sudah disuruh pulang, malah tetap menunggu disini" ucap Eyang putri tiba tiba. Reynand yang sedang melamun langsung terkesiap dan memandang Eyang putri yang sudah berdiri dihadapan nya dengan mata yang memicing memandang Reynand. Lelaki ini sungguh keras kepala, padahal Eyang putri sudah berulang kali mengusir nya hari ini


"Nyonya, saya tidak akan pergi. Istri saya masih disini" jawab Reynand yang langsung berdiri dan memandang Eyang putri dengan tatapan memelas nya


Eyang putri menghela nafasnya dengan berat. Dia memperhatikan penampilan Reynand dari ujung rambut hingga ujung kepala lalu menggeleng dengan begitu miris. Penampilan nya sungguh acak acakan, dia tampan tapi tidak lagi mempesona bahkan terlihat menyedihkan sekarang.


"Bagaimana kamu bisa mengambil hati Nara lagi, jika untuk mengurus dirimu sendiri saja kamu tidak bisa" ucap Eyang putri begitu ketus


Reynand langsung memandang dirinya sendiri, ya ini bukan gaya nya. Tapi apa yang bisa dia lakukan jika untuk masuk kedalam rumah saja dia tidak diperbolehkan.


"Aku tidak tahu apa yang sudah kamu perbuat padanya hingga dia mengacuhkan mu seperti ini. Tapi yang jelas kamu pasti sudah mengecewakan nya kan" tuding Eyang putri


Reynand terdiam dan mengangguk pelan


"Kamu memang benar benar ingin meminta maaf darinya???" tanya Eyang putri. Reynand langsung mendongak dan mengangguk dengan cepat


"Benar nyonya" jawab nya


"Jika niatmu memang tulus, maka aku akan membantu mu" ucap Eyang putri. Dan tentu saja mendengar itu Reynand langsung tersenyum senang

__ADS_1


"Benarkah nyonya. Terimakasih, terimakasih banyak" ucap Reynand yang langsung membungkukkan tubuhnya dihadapan Eyang putri


"Tapi jangan senang dulu. Aku belum bicara lagi" sahut nya begitu ketus membuat Reynand langsung terdiam


"Aku hanya mengizinkan mu tinggal disini selama kamu ingin membujuk Nara. Tapi tentunya semua tidak gratis" kata Eyang putri


Reynand terdiam, tidak gratis? Apa itu artinya dia harus membayar? Bahkan sepeser uang pun dia tidak punya sekarang. Mungkin hanya tinggal selembar uang biru yang tersisa disaku celananya.


"Aku yakin kamu tidak punya uang" terka Eyang putri membuat Reynand langsung terkesiap dan kembali tertunduk. Memang dia tidak memiliki apa apa lagi sekarang. Semua uang yang dia miliki sudah dia berikan pada Zelina untuk kebutuhan mereka dirumah. Sedangkan tabungan dan aset yang lain nya sudah dibekukan oleh Guntur karena dia yang memiliki akses terhadap semua aset Reynand.


Eyang putri berdecih sinis dan melipat kedua tangan nya didepan dada. Dia memandang Reynand dengan remeh meski hatinya sedikit mengiba. Tapi untuk membuktikan kesungguhan Reynand maka dia harus bisa tega dengan lelaki ini.


"Kamu tidak memiliki apapun, tapi kamu dengan berani nya mendatangi Nara. Apa kamu tidak tahu jika dia memerlukan biaya yang cukup besar untuk pengobatan nya?. Apa kamu akan membiarkan itu? Atau malah hanya akan membiarkan nya mati perlahan. Apa kata maaf saja sudah cukup untukmu?? dan jika kamu sudah mendapatkan itu apa kamu akan pergi meninggalkan dia lagi" tanya Eyang putri tanpa henti memandang Reynand yang masih tertunduk


Reynand menelan salivanya dengan berat dan menggeleng dengan pelan. Perkataan Eyang putri seakan kembali menusuk jantung nya. Dia sangat ingin Nara sembuh, dia sangat ingin melihat Nara sehat lagi dan tersenyum dengan indah kembali. Tapi saat ini sungguh dia tidak bisa memikirkan apapun tentang itu. Isi kepala nya seakan terasa buntu. Rasa penyesalan dan semua masalah yang dia hadapi benar benar membuat nya tidak bisa berfikir dengan jernih.


"Nyonya, saya memang suami yang jahat dan bodoh. Tapi sungguh demi apapun saya ingin Nara kembali sehat seperti dulu" ungkap Reynand


Eyang putri mengernyit sekilas


"Lalu??" tanya nya menggantung


"Izinkan saya berada disini untuk dua atau tiga hari, dan jika sampai dihari itu Nara masih juga belum bisa menerima saya. Maka saya akan kembali kekota" jawab Reynand


"Tidak nyonya, perjuangan saya tidak akan berhenti sampai kapanpun. Meski Nara tidak mau memaafkan saya, saya pasrah. Saya kembali untuk mencari pengobatan untuk Nara dan juga donor ginjal untuknya" jawab Reynand begitu yakin, meski dia tahu ini sulit karena darah Nara yang begitu langka. Namun apapun pasti akan dia lakukan nanti. Entah dengan cara apa, tapi yang jelas dia akan mencoba mengusahakan nya. Perusahaan Polie juga membutuhkan dia, dan Reynand tidak bisa hanya diam ditempat seperti ini. Dia harus membuktikan pada Nara jika dia memang tulus ingin memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi dan menjadi suami yang bertanggung jawab.


"Kamu tahu darah istrimu langka" tanya Eyang putri dan Reynand langsung mengangguk


"Bagaimana jika Nara tidak ingin kembali dengan mu?" tanya Eyang putri lagi. Dan kali ini Reynand kembali menghela nafas nya dengan berat


"Saya terima, tapi saya akan tetap berjuang untuk mendapatkan cintanya kembali" jawab Reynand


Dan kini Eyang putri yang menghela nafasnya dan mengangguk pasrah. Reynand memiliki keyakinan yang teguh. Dia dapat melihat beban yang ditanggung lelaki ini memang tidak sedikit, dan lagi rasa penyesalan nya pada Nara juga tidak bisa dijabarkan. Tidak tahu apa yang sudah dia lakukan, namun yang jelas Eyang putri akan memberikan nya kesempatan.


"Baiklah, kamu boleh tinggal disini dan melihat Nara melakukan pengobatan dariku. Tapi kamu tidak tinggal didalam rumah, melainkan disaung kecil itu" Eyang putri langsung menunjuk sebuah saung kecil yang berdinding papan tidak jauh dari tempat mereka. Tepat disamping........ kandang sapi??????????


Mata Reynand sedikit membola melihat itu, yang benar saja dia ditempatkan disana. Apa wanita tua ini tidak salah??


"Mau tidak, kalau tidak mau kamu bisa tidur disini" dengus Eyang putri. Dan mau tidak mau Reynand langsung mengangguk setuju


"Disana juga sudah lengkap ada tempat tidur dan kamar mandi. Terkadang penjaga ku yang menginap disana" ungkap Eyang putri seraya berjalan menuju saung itu diikuti oleh Reynand

__ADS_1


"Apa nyonya adalah keluarga Nara. Dan pengobatan apa yang nyonya maksud tadi?" tanya Reynand memandang Eyang putri yang berjalan mendahului nya


"Tidak, aku juga tidak mengenal Nara" jawab Eyang putri. Reynand yang mendengar itu langsung terkesiap dan menghentikan langkah nya


"Tidak mengenalnya. Lalu kenapa Nara bisa ada disini?" tanya Reynand dengan bingung


"Cucuku yang membawa dia kemari. Dan meminta untuk menampung Nara sementara waktu. Dan aku juga tidak menyangka jika Nara ternyata menderita penyakit mengerihkan itu. Bahkan sudah parah" ungkap Eyang putri. Reynand terdiam dan kembali mengikuti langkah kaki Eyang putri. Siapa yang membawa Nara kemari?? Apa Arya??? Tapi ....


"Aku hanya mengobatinya dengan cara tradisional dan itu hanya bisa menghambat penyebaran sel kanker nya saja. Dan kamu pasti tahu jika cara terbaik adalah mengangkat kedua ginjalnya yang sudah rusak" Eyang putri langsung menoleh kearah Reynand saat mereka sudah tiba didepan saung


"Terimakasih banyak sudah mau menolong Nara nyonya. Saya pasti akan memikirkan cara untuk membawanya kerumah sakit dan mendapatkan donor ginjal" ucap Reynand. Dan Eyang putri langsung mengangguk setuju


"Ya, itu memang tanggung jawabmu karena kamu suaminya. Tapi jika kamu tidak sanggup maka jangan salahkan orang lain jika bisa merebut hati Nara" sahut Eyang putri begitu ambigu


"Orang lain?" gumam Reynand


"Sudah lah, kamu bisa membersihkan dirimu. Aku harus membuat kan ramuan untuk Nara. Jika kamu ingin melihatnya, sesudah maghrib nanti dia ada diaula itu. Biasa nya dia akan mengalami muntah dan juga kesakitan. Kamu bisa membantunya." ujar Eyang putri seraya membalikkan tubuhnya ingin meninggalkan Reynand


"Ah iya satu lagi" tiba tiba Eyang putri membalikkan tubuhnya dan kembali memandang Reynand yang masih mematung ditempatnya


"Jika kamu mau makan maka kamu harus kerja. Tidak ada yang gratis disini. Arya saja membantu ku mengurus ternak dan tanaman ku. Jadi kamu juga harus begitu" ujar Eyang putri. Dan seketika Reynand langsung menoleh kearah kandang sapi yang ada disana


"Nah...benar itu adalah tugas mu nanti. Membersihkan kandang sapi" ucap Eyang putri yang langsung pergi meninggalkan Reynand


Reynand mematung ditempatnya. Kepala nya menjadi pusing sekarang. Dia...harus membersihkan kandang sapi???? Kotoran kotoran itu??? Ya Tuhan, seperti nya dosa Reynand memang sudah cukup banyak hingga kesulitan yang dia dapatkan bukan hanya membebani hatinya melainkan juga mentalnya.


.....


Setelah membersihkan diri dan mengganti pakaian nya. Reynand langsung menuju aula yang disebutkan oleh Eyang putri tadi. Tubuhnya sudah jauh lebih baik, untung saja dia masih mengingat membawa pakaian ganti didalam mobilnya. Jika tidak, maka dia tidak tahu harus memakai apa.


Dari kejauhan dia sudah dapat melihat Nara bersama Eyang putri disana. Ada Arya yang memegangi kursi roda Nara dan juga pelayan pribadi Eyang putri. Nara tampak meminum sesuatu dari sebuah cawan emas berukuran kecil, namun tidak tahu apa rasanya karena Nara terlihat begitu menderita.


Dan lagi lagi, jantung Reynand langsung berdenyut sakit melihat penderitaan Nara yang begitu memprihatinkan. Hatinya menjadi lemah. Bahkan langkah nya terasa lunglai untuk mencapai kedalam tempat itu


Arya yang melihat kedatangan Reynand langsung memandang nya tidak suka. Dia berfikir kenapa suami bejat Nara ini masih ada disini dan belum pergi, padahal sudah berulang kali diusir oleh Nara. Arya ingin mendekat kearah Reynand yang sudah tiba dipintu samping, namun Eyang putri tampak menghalanginya


"Biarkan saja" bisik Eyang putri


Arya menghela nafasnya dan memalingkan wajahnya dari Reynand. Tuan Adiputra yang sekarang sudah kehilangan kesombongan nya.


Reynand berjalan mendekat kearah Nara. Nara begitu terkejut melihat kedatangan Reynand. Namun saat dia ingin mengatakan sesuatu, tiba tiba perut nya bergejolak hebat dan memuntahkan sesuatu dari dalam sana

__ADS_1


"Nara......" Reynand yang terlihat panik langsung berlari mendekat kearah Nara, namun dia langsung mematung saat bukan hanya dia yang reflek mendekat kearah istrinya, melainkan juga seseorang yang baru datang dari dalam rumah. Mata Reynand melebar dengan jantung yang semakin tidak beraturan..


"Bimantara........


__ADS_2