Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan

Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan
Kesombongan Cleo


__ADS_3

Nara memandang Celo dengan pandangan datar. Sesekali dia melirik kearah Reynand yang sudah berwajah dingin itu. Apa Reynand cemburu melihat Cleo menggandeng seorang lelaki? Tidak, itu bukan tatapan cemburu seperti yang sering Nara lihat, itu adalah tatapan penuh kebencian yang sepertinya begitu tertanam dihatinya namun belum bisa dia keluarkan.


Suasana direstauran itu menjadi gerah sekarang, bahkan Nara sudah kehilangan selera makan nya melihat wajah angkuh Cleo dan juga kesombongan nya itu. Terkadang Nara berfikir kenapa dia bisa berteman dengan orang seperti Cleo dulunya, bahkan bisa dibilang jika hanya Cleo teman dekatnya selama ini. Tapi sekarang, Cleo juga yang sudah menjadi musuh dan duri dalam kehidupannya.


"Wow... tuan Adiputra, ternyata anda masih hidup. Tapi setengah hidup ya" ledek lelaki yang bersama Cleo.


"Sepertinya dia cacat Brian, lihat aku memang tidak salah untuk meninggalkan nya bukan. Dan ternyata Nara lah yang memungutnya kembali. Menjijikkan" ucap Cleo begitu merendah.


"Jaga ucapan kalian sialan!!!" bentak Reynand yang tidak bisa lagi menahan emosinya. Dia benar benar geram melihat wanita licik satu ini.


"Wah.. kamu masih bisa marah Rey. Padahal dulu kamu adalah orang yang paling lembut padaku" sahut Cleo


Nara menarik nafasnya dalam dalam dan menggeleng pelan. Dia memandang kearah Arya yang juga memandang benci pada dua manusia ini.


Tangan Reynand mengepal kuat, rasanya dia ingin sekali menghajar kedua iblis ini. Reynand benar benar tidak terima. Namun disaat dia ingin bergerak, Nara langsung menahan tangan nya.


"Jangan buang tenaga mu hanya untuk dia Rey" ujar Nara. Reynand memejamkan matanya sejenak dan menarik nafas dalam dalam.


"Arya, kamu bisa panggilkan satpam diluar, ataupun manajer restauran ini kan" pinta Nara pada Arya.


"Tentu, aku sudah lapar, jangan sampai mereka yang aku makan" dengus Arya seraya beranjak dari duduknya.


Cleo memandang Nara dengan sinis.


"Kamu sudah berani Nara, apa yang bisa kamu banggakan sekarang ha? Apa kamu kira kamu masih bisa hidup tenang?" ancam Cleo


"Aku memang tidak mempunyai sesuatu yang bisa aku banggakan, tapi setidaknya hidupku tidak selalu menyusahkan orang lain" jawab Nara begitu tajam.


"Cih, berbangga lah kamu. Karena sebentar lagi kamu yang akan hancur. Bukankah kalian pasangan yang serasi?" kata Cleo dengan senyum sinis nya.


"Jangan berbangga diri Cleo. Meski aku sudah tidak bisa berbuat apapun, aku tidak akan membiarkan kalian tenang. Kelicikan mu akan aku bongkar setelah ini." ucap Reynand begitu geram.


Cleo tertawa sinis.


"Coba saja jika kamu bisa" ucap nya dengan remeh.


Nara tersenyum tipis dan menghela nafasnya dengan tenang, meladeni semua ucapan Cleo hanya akan membuat mereka emosi saja. Tapi jika tidak diladeni, telinga mereka lah yang semakin panas.


"Ternyata kamu sudah termakan omongan Nara, yah tidak masalah, mau seperti apapun yang kalian lakukan, kalian tidak akan pernah menang. Dari dulu hingga sekarang. Rasa sakit hati memang harus dibayar tuntas, bahkan hingga keakar akar nya" ungkap Cleo.


"Kamu benar, harus dibayar hingga keakar akarnya. Maka tunggulah itu terjadi. Klicikan mu untuk menjeratku dan membuat kehidupanku hancur akan aku bongkar." ancam Reynand. Namun Cleo malah tertawa sinis dan memandangi Reynand dengan remeh, begitu pula dengan Brian, lelaki yang dibawa Cleo.


"Terserah, kamu tidak lebih pintar dari aku. Hanya dengan kata manis yang aku keluarkan sudah membuat mu terobsesi. Dan sekarang, nikmatilah penderitaan kalian, dan sebentar lagi giliran kamu Nara" ucap Cleo.


Reynand kembali menggeram, namun Nara segera mengusap lengan nya.

__ADS_1


"Pergilah Cleo, atau kamu yang akan malu sekarang" usir Nara.


Cleo melirik kearah pintu masuk dimana Arya sudah membawa seorang security disana. Cleo langsung mendengus dan memandang benci pada Nara dan Reynand. Meski Reynand sudah bukan siapa siapa dia lagi, tapi tidak akan dia biarkan mereka berdua hidup bahagia.


"Ayo baby, kita pergi" ajak Brian, sepertinya dia tidak ingin jika dipermalukan dan diseret dari dalam sini.


Cleo berdecih memandang tajam Nara dan Reynand.


"Kalian tidak akan pernah tenang setelah ini" ancam Cleo, dan setelah itu dia langsung pergi bersama Brian. Berpapasan dengan Arya dan juga security itu.


"Kenapa kalian sudah pergi, belum juga diusir" ledek Arya dengan wajah menyebalkan nya.


"Sialan kau" geram Brian.


"Mas, tolong ya antar mereka berdua, jangan biarkan masuk lagi. Lihat, wajahnya saja sudah seperti pengganggu begitu" ucap Arya pada security itu.


Cleo dan Brian langsung melengos dan segera pergi dari sana, apalagi melihat pandangan mata para pengunjung resaturant yang mengarah pada mereka. Membuat mereka berdua benar benar kesal setengah mati.


Arya langsung tertawa memandangi kepergian Cleo dan Brian dan diikuti oleh security yang dipanggilnya. Dan setelah itu dia kembali lagi kemeja dimana pelayan baru saja datang membawa pesanan mereka.


"Ahh, mengganggu selera makan saja." gerutu Arya seraya duduk dikursi. Namun saat akan meraih piring nya, dia memandang kearah Nara dan Reynand yang masih diam saja dengan wajah datar mereka.


"Kalian kenapa? Orang nya sudah pergi, jangan membuat selera makan ku berkurang dengan wajah kalian yang dingin dan datar itu" ujar Arya.


"Nara, sepertinya aku baru mengingat sesuatu" ucap Reynand tiba tiba, membuat Nara langsung menoleh kearahnya.


"Lelaki tadi, lelaki berperawakan campuran itu adalah orang yang membawaku bersama Cleo dulu" ungkap Reynand.


Nara mengernyit dan memandang Reynand dengan bingung.


"Kamu yakin?" tanya Nara, dan Reynand langsung mengangguk.


Sedangkan Arya yang diabaikan hanya mendengus dan langsung melahap sendiri makanan nya. Dia tidak ingin ikut campur apa yang dikatakan oleh kedua orang ini, karena dia memang tidak mengerti apa masalah yang mereka hadapi. Dia hanya berfikir jika ini hanyalah masalah hati saja.


"Aku masih ingat bagaimana perawakan nya, tato yang ada dileher nya sama dengan yang pernah aku lihat. Meski samar dan tidak jelas, tapi aku tahu jika dia adalah lelaki itu" ucap Reynand lagi.


"Lalu apa yang akan kamu lakukan dengan mereka?" tanya Nara yang cukup penasaran sekarang.


"Tentu saja membongkar nya, aku tidak terima jika mereka....."


"Heh, cemburu ternyata" ucapan Arya langsung menghentikan perkataan Reynand.


Reynand langsung berdecak kesal memandang Arya, suka sekali ikut campur.


"Yo... diam" ujar Nara.

__ADS_1


Arya hanya mengendikkan bahu dan kembali menyantap makanan nya.


"Aku akan mencari tahu tentang hotel itu setelah kita berhasil meyakinkan perusahaan Dopindo empat hari lagi" ungkap Reynand.


"Kamu ingin menuntut mereka?" tanya Nara. Reynand langsung mengangguk dengan cepat.


"Tentu saja, bukan hanya itu. Tapi....."perkataan Reynand tiba tiba terhenti, membuat Nara memandang nya dengan bingung. Begitu pula dengan Arya yang langsung melirik Reynand dengan mulut penuhnya.


"Nara..." Reynand beralih dan menghadap kearah Nara. Memandang nya dengan sendu dan penuh rasa bersalah. Entah kapan perasaan itu akan hilang dari hatinya.


"Sebenarnya Cleo..."


"Aku tahu" sahut Nara yang langsung memutuskan perkataan Reynand.


"Aku tahu jika Cleo sebenarnya tidak sakit bukan?" ucap Nara.


uhuk


uhuk


Bukan Reynand yang tersedak, melainkan Arya.


"Cleo tidak sakit??? Jadi selama ini kamu" sergah Arya dengan pandangan tidak percaya nya. Dia bahkan memandang Reynand dengan tajam.


"Aku juga tidak tahu, aku baru tahu setelah hubungan kami berakhir. Sungguh Nara, aku tidak sekeji itu untuk membuang darahmu" ucap Reynand langsung.


Nara menghela nafasnya perlahan. Dia tahu Reynand tidak berbohong, Nara juga sebenarnya tidak percaya jika Cleo setega ini. Namun dari apa yang dia lihat dan pernah dia dengar, Nara bisa menyimpulkan sendiri jika selama ini Cleo memang telah membohongi mereka semua dengan sakit nya. Ya, gadis itu memang benar benar licik.


"Nara... maafkan aku. Aku benar benar bodoh telah percaya dengan semua perkataan nya" ucap Reynand seraya memegang tangan Nara dengan erat.


"Memang bodoh" sahut Arya yang begitu tidak suka mendengar kenyataan itu. Namun Reynand masih tidak memperdulikan nya.


"Aku berjanji akan membalas setiap tetes darah yang kamu keluarkan. Aku sudah mencari tahu dimana dokter yang selalu menangani tentang sakit Cleo, namun keberadaan nya tidak lagi diketahui, tapi aku akan tetap berusaha untuk mengungkap semua kebohongan nya" ungkap Reynand begitu yakin.


Nara mengangguk pelan dan tersenyum tipis. Apa lagi yang mau dikata, semua memang sudah terjadi. Disesalkan juga tidak ada guna nya. Masa masa itu memang begitu sakit dan miris, tapi bukankah sekarang dia sudah berdamai dengan takdir. Maka apapun yang dia dengar, dia tetap harus menerimanya bukan?


"Aku percaya padamu. Yang terpenting sekarang, kamu sembuhkan dulu kakimu. Setelah itu baru kamu bisa bertindak untuk menuntut mereka semua" ucap Nara


Reynand langsung tersenyum dan mengangguk dengan cepat.


"Aku janji aku akan sembuh dan membalas mereka. Maafkan aku Nara, maafkan aku" kata Reynand lagi.


"Sudahlah, Nara tidak akan kenyang mendengar perkataan maaf anda terus menerus tuan. Lebih baik berbuat dari pada mengucapkan kata maaf dan janji manis. Hidup tidak semudah itu" sahut Arya


Nara langsung tersenyum mendengar itu, sedangkan Reynand hanya mengangguk pasrah dengan helaan nafas yang berat. Arya selalu saja mematahkan perkataan nya dengan kalimat yang terasa menyakitkan, tapi sialnya semua yang dia katakan adalah benar.

__ADS_1


__ADS_2