Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan

Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan
Bertemu David


__ADS_3

Gendis mematung memandang David yang ada didepan nya. Mantan kekasih Gendis itu terlihat kusut dengan mata tajam yang memandang Bima tidak suka. Entah kenapa David bisa tahu jika Gendis ada disini. Tapi tidak heran memang, orang orang David cukup banyak, dan sudah dapat Gendis pastikan jika David cepat atau lambat pasti akan menemui nya.


Bima masih diam dan memperhatikan David dengan pandangan datar nya. Dia tidak akan ikut campur urusan mereka, tapi jika David ingin membuat hal yang tidak baik pada Gendis, maka Bima akan turun tangan. Dia tidak mau disalahkan oleh tuan Renggono nantinya.


David, adalah daftar hitam yang sudah dicap oleh tuan besar itu.


"Diandra, aku sudah mencarimu kemana pun. Kenapa kamu tega padaku Dii.." ucap David dengan suara berat nya.


Gendis tersenyum sinis melihat David. 'Diandra' ya, hanya David yang memanggil dia dengan nama itu.


"Kita sudah berakhir. Untuk apa lagi kamu mencariku" sergah Gendis.


"Kamu tidak bisa memutuskan hubungan kita begitu saja Dii, apa kamu tidak ingat seharusnya kita sudah menikah saat ini, dan kamu malah pergi begitu saja" seru David terlihat begitu kesal.


Namun Gendis lebih kesal lagi. Dia memandang benci pada David, David yang berbuat kesalahan, tapi malah Gendis yang disalahkan. Kurang ajar memang.


"Apa kamu sudah gila David. Kamu lupa siapa yang menghancurkan hubungan ini. Kamu lupa. Aku tidak akan mau menikah dengan pengkhianat seperti mu" seru Gendis begitu menggebu.


Bima langsung memandang kesekeliling nya, dia benar benar khawatir pertengkaran ini akan ditonton oleh banyak orang.


Tapi.... tunggu dulu.


Kenapa sepi????


"Aku khilaf Diandra, aku tersiksa saat jauh dari kamu. Apa kamu tidak mengerti itu.? Aku rela menunggu kamu bertahun tahun, aku rela untuk tidak menyentuhmu sebelum kita menikah, itu karena aku mencintaimu." ucap David.


Gendis mendengus gerah mendengar itu. Kata kata cinta yang terdengar menjijikkan.


"Tapi bukan berarti kamu berbuat begitu dengan orang lain David" sahut Gendis terdengar begitu perih. Bima langsung menoleh pada Gendis. Dia ingin menangis lagi? Karena lelaki ini? Menjijikkan sekali.


"Mereka hanya pelampiasan ku Dii. Ayolah, aku mohon untuk kembali lagi. Aku benar benar tidak bisa berpisah dari kamu" pinta David.


Gendis menggeleng.


"Tidak ada alasan untuk sebuah pengkhianatan David. Aku sudah menyerah, dan aku tidak ingin lagi bersama mu. Pergilah, dan jangan ganggu aku lagi" usir Gendis.


Namun David segera menggeleng


"Tidak, aku tidak mau berpisah dengan mu. Aku masih ingin kita menikah, aku tidak bisa tanpa kamu Diandra!" seru David. Dia ingin menarik tangan Gendis, namun Gendis langsung menghindar.

__ADS_1


"Kita pergi Bim" ajak Gendis. Namun David kembali meraih lengan Gendis dan menarik nya.


"Lepas David" seru Gendis


"Tidak akan, aku sudah mencari mu selama dua bulan ini, dan aku tidak ingin berpisah dari kamu" sahut David begitu menggebu. Dia benar benar tidak rela untuk berpisah dengan Gendis. Selama ini dia sudah bersabar untuk menahan hasrat nya untuk tidak merusak Gendis, dan sekarang Gendis malah membatalkan pernikahan mereka. Tentu David tidak terima.


"Lepaskan tangan mu itu tuan" kali ini Bima yang langsung menghempaskan tangan David dan menarik Gendis kebelakang tubuhnya.


"Jangan ikut campur kau" bentak David dengan pandangan mata yang menyalang tajam. Namun Bima hanya mendengus sinis memandang David.


"Lelaki sejati tidak akan mau mengkhianati wanita yang dicintai. Dan cinta seperti apa yang anda maksud itu ha, jika anda masih suka bermain sana sini" ucap Bima


David semakin bertambah menggeram memandang Bima.


"Diandra, ikut dengan ku sekarang. Aku mohon Di, aku tidak ingin berpisah dengan mu. Aku mengaku salah. Tolong beri aku kesempatan sekali lagi" pinta David pada Gendis yang kini sudah berada dibelakang tubuh Bima.


"Aku tidak mau. Pergilah, kita sudah berakhir. Aku tidak ingin lagi bersama mu" jawab Gendis.


"Diandra, aku tidak terima ini" seru David. Dia ingin meraih Gendis lagi, namun Bima segera menghalangi nya.


"Jangan ikut campur kataku, siapa kau berani berani nya menghalangi ku" David begitu kesal melihat Bima. Bahkan melihat kedekatan dia dengan Gendis saja sudah membuat dada David terasa terbakar.


David langsung melebarkan matanya mendengar itu, dan bukan hanya David saja, melainkan Bima juga.


"Ap...apa maksudmu Diandra, tidak mungkin, kamu jangan berbohong" seru David tidak terima.


"Aku tidak berbohong, dia memang kekasihku. Apa kamu fikir aku semenyedihkan itu ha, dia bahkan jauh lebih baik darimu" jawab Gendis begitu menggebu.


Namun David malah tersenyum sinis, apalagi melihat wajah terkejut Bima.


"Kamu tidak bisa membohongi ku, kamu masih mencintaiku Di" seru David lagi.


Bima berdehem, sepertinya dia memang harus turun tangan sekarang.


"Kami memang sepasang kekasih. Dan sekarang saya harap anda jangan lagi mendekati kekasih saya" kata Bima pada David. Gendis langsung tersenyum tipis mendengar itu.


"Aku tidak percaya, kemari Diandra, ikut dengan ku" David kembali mencoba menarik lengan Gendis, namun Bima segera menghempaskan tangan David dengan kuat.


"Jangan sentuh dia tuan" sergah Bima. Lama lama dia mulai geram dengan manusia ini.

__ADS_1


"Dia milikku" bentak David.


"Dia kekasih ku" balas Bima tidak mau kalah.


"Jangan besandiwara didepan ku kalian" kata David lagi, dia semakin panas sekarang.


"Bersandiwara apa yang anda maksud ha?? Apa bersandiwara yang seperti ini???" tanya Bima, yang langsung menyergah tengkuk Gendis dan ******* bibir gadis itu penuh nafsu.


David langsung melebarkan matanya melihat itu. Bahkan Gendis memandang Bima tidak percaya, saat dia berani berani nya mencium Gendis seperti ini. Tapi jika Gendis memberontak, David pasti akan tahu jika mereka hanya bersandiwara, dan akhirnya, dia memang harus pasrah dan membiarkan Bima menikmati bibirnya.


"Kau..." geram David dengan nafas yang begitu menggebu.


Bima langsung melepaskan Gendis dan mengusap bibirnya dengan lembut. Dia kemudian memandang David dengan pandangan meremeh.


"Apa anda puas dan sudah percaya sekarang?" tanya Bima dengan senyum sinisnya. Sementara tangan David sudah mengepal dan ingin mengahajar Bima.


"Anda mau marah? Coba saja kalau anda berani. Tuan Renggono sudah merestui hubungan kami. Dan sebentar lagi kami akan menikah" ungkap Bima.


Dan kali ini bukan hanya David yang terperangah tidak percaya, tapi juga Gendis. Kenapa Bima malah mendalami peran nya seperti ini???


"Kau, kau harus mendapatkan perhitungan dariku" geram David.


Namun Bima malah tersenyum sinis.


"Coba saja jika anda berani. Apa anda kira saya tidak mempunyai catatan cataan buruk yang anda simpan dengan rapi itu ha?" ucap Bima begitu sinis.


David terdiam, dia tidak akan percaya ini.


Tapi Bima memajukan langkah nya mendekati David,


"Apalagi bukti bukti foto syur anda dengan mantan model yang bunuh diri itu" gumam Bima dengan pandangan sinis nya.


Mata David langsung terbelalak mendengar itu. Begitu pula dengan Gendis.


"Jadi jangan coba coba menganggu Gendis lagi, jika anda masih berani, saya pastikan, bukan tuan Renggono yang akan menghancurkan anda. Tapi saya sendiri" ucap Bima begitu tajam. Dan setelah mengatakan itu, dia langsung menarik tangan Gendis pergi meninggalkan David.


David mematung dengan tangan yang mengepal erat memandang kepergian Bima yang membawa Gendis.


Apa mereka fikir David akan takut!

__ADS_1


Tidak!


__ADS_2