Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan

Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan
Amplop Cokelat


__ADS_3

Pagi pagi sekali Nara sudah bangun, bahkan pagi ini dia lebih unggul dari pada sang surya yang baru saja menunjukkan sinar jingganya. Ya, pagi ini cukup cerah, secerah hati Nara yang bisa terbangun dalam keadaan lebih baik. Meski rasa sakit itu tetap ada, tetapi setidak nya pagi ini hatinya sedikit lebih tenang.


Nara sudah membersihkan diri dan juga memoles sedikit wajahnya yang pucat hingga kini kelihatan lebih segar. Dia tidak ingin menunjukkan kelemahan nya disaat saat seperti ini. Reynand sedang berbaik hati, dan Nara harus bisa mengambil hatinya secara perlahan, meski tidak yakin karena keadaan nya yang semakin hari semakin memburuk, tapi setidaknya di detik detik terakhir hidupnya dia bisa menjadi seseorang yang pernah menjadi berarti untuk suaminya itu.


Sepering madeleine telah tersaji diatas meja, juga segelas teh hijau yang masih begitu hangat. Nara sedang memasukkan beberapa butir madeleine kedalam kotak makanan, berniat untuk membawakan Reynand bekal. Dia membuat cukup banyak madeleine pagi ini. Berharap manis madeleine itu bisa sampai dihati Reynand.


Nara langsung membalikkan tubuh saat mendengar suara langkah kaki, dan benar saja Reynand baru datang dan langsung duduk dikursi nya.


"Kamu sudah selesai?" sapa Nara dengan senyum manis nya seperti biasa. Nara beranjak dan duduk dikursi nya, memandang Reynand dengan lekat, meski lelaki itu hanya diam dan tidak ada memandang nya sama sekali, tapi Nara cukup senang karena sudah beberapa pagi ini dia selalu melihat wajah tampan ini. Wajah tampan yang menjadi semangat nya untuk hidup, meski dia juga yang membuat Nara terkadang ingin menyerah.


Mereka makan dalam diam, Reynand tidak ada sama sekali mengeluarkan suara, dia hanya memakan sarapan nya dan terlihat begitu lesu. Nara ingin bertanya, tapi dia tidak cukup berani untuk itu. Nara takut mood lelaki ini akan berantakan lagi jika dia bertanya sesuatu. Apalagi mengenai ayah nya dan ibu Cleo, jangan harap Reynand akan mau berunding jika Nara membahas tentang mereka. Reynand pasti mengira jika dia berniat memfitnah mereka lagi.


Ya, lebih baik Nara mencari tahu sendiri nanti. Mungkin dia akan kesana bersama Arya kali ini.


Nara sedikit terkesiap saat tiba tiba Reynand beranjak dari duduk nya


"Ah, kamu sudah mau berangkat. Tunggu sebentar" ucap Nara yang segera beranjak dan mengambil kotak makanan yang telah dia siapkan


Reynand memandang Nara dengan heran, apalagi saat Nara sesekali memegangi pinggang nya namun tetap tersenyum seperti biasa.


"Ini bekal untuk mu" kata Nara yang memberikan kotak makanan biru muda pada Reynand


Reynand memandang datar kotak itu dan kembali menatap Nara yang masih mematung ditempatnya


"Kamu kira aku anak tk yang harus dibekali setiap hari" kata Reynand begitu ketus. Dia langsung membalikkan badan dan meninggalkan Nara yang menatap sedih kotak makanan nya.


Tidak ingin menyerah, Nara kembali mengejar Reynand keluar rumah.


"Setidak nya untuk cemilan mu dikantor nanti" kata Nara lagi.


"Tidak mau" jawab Reynand terdengar kesal


"Aku membuat banyak Rey" ucap Nara masih tidak menyerah. Namun Reynand hanya acuh saja dan terus berjalan menuju mobil nya


"Rey" panggil Nara


"Reynand" seru nya berlari dan mendekati Reynand


"Diam!!!" bentak Reynand tiba tiba


Membuat Nara langsung terlonjak kaget dan mematung ditempatnya


Reynand berbalik arah dan memandang Nara dengan begitu tajam dan terasa menghunus


"Apa kamu tidak punya telinga ha. Aku diam tapi kamu semakin menjadi. Bawa pergi atau aku lempar kewajahmu itu!!!" kata Reynand terlihat begitu marah


Nara langsung menunduk takut dan sedih.


"Maaf" gumam Nara begitu lirih

__ADS_1


"Menjijikkan" maki Reynand. Dia langsung masuk kedalam mobil dan membanting pintu mobil itu dengan kuat, membuat Nara lagi lagi terlonjak kaget.


Nara memandang kepergian mobil Reynand dengan pandangan mata nanar dan begitu sedih. Dia kembali menoleh pada kotak makanan ditangan nya.


Dia fikir Reynand yang diam dan tidak banyak bicara sedang baik mood nya, namun ternyata dia salah. Reynand tetaplah Reynand. Reynand yang kejam dan tidak berperasaan. Reynand yang tidak pernah memiliki hati dan belas kasihan sedikitpun padanya.


Nara mendengus dan tersenyum miris. Dia kembali masuk kedalam rumah. Dia juga harus pergi keperusahaan hari ini. Ada banyak pekerjaan yang sedang menantinya. Pekerjaan yang akan semakin berat dan penuh dengan resiko.


....


Reynand sudah tiba diperusahaan, perusahaan Adidaksa yang sudah berdiri sejak masa masa kakek nya dulu. Perusahaan yang diwarisakan kepada ayahnya dan kini jatuh ketangan nya. Reynand mempunyai tanggung jawab yang besar untuk membuat perusahaan Adidaksa tetap berada diperingkat nomor satu dan tertinggi dibarisan perusahaan perusahaan yang lain nya. Sejak dulu, Adidaksa sudah terkenal dengan kekuatan dan kekuasaan nya yang terkenal hebat dan tidak tertandingi. Berpuluh puluh cabang sudah tersebar diberbagai kota bahkan di Asia tenggara. Dan oleh sebab itu, Reynand yang masih begitu muda sudah memiliki tanggung jawab yang sangat besar.


Dia mampu sebenar nya, sebelum meninggal kakek nya yang merupakan orang yang paling dia percaya didunia ini, sudah mengajarkan pada nya tentang bagaimana mempertahankan perusahaan dan juga menjadi pemimpin yang mempunyai kualitas diri, yang dapat disegani dan ditakuti oleh semua orang. Tapi akhir akhir ini, setelah kakek nya meninggal beberapa tahun yang lalu, dia sedikit goyah.


Apalagi semakin lama dia dan ayahnya selalu tidak berada dijalan yang sama. Mereka sering bertentangan, baik itu masalah pendapat dan hal hal yang lain nya. Bahkan sekarang ayahnya sudah tidak mau lagi membantu nya diperusahaan, dan yang membuat Reynand semakin tidak suka adalah ayahnya terlihat lepas tanggung jawab, tapi masih selalu mau tahu tentang pendapatan setiap bulan nya. Tentu itu yang membuat Reynand kesal, belum lagi pengeluaran yang tidak sinkron. Membuat kepala nya serasa ingin pecah.


Perusahaan akan berpindah tangan dan diwariskan padanya disaat dia sudah menikah atau sepaling tidak disaat usia nya sudah menginjak tiga puluh tahun. Dan sekarang Reynand masih berusia 28 tahun lebih. Dia memang sudah menikah, tapi hanya pernikahan siri dan bukan juga dengan orang yang dia inginkan. Tentu itu membuat nya merasa hanya sebagai alat saja saat ini.


Semua orang tahu jika seorang Reynand Adiputra adalah raja bisnis yang memiliki kekuasaan dan pemikiran yang cukup bisa diperhitungkan, sehingga perusahaan Adidaksa semakin lama semakin maju dan melesat pesat. Reynand sama dengan pendirinya yang terdahulu, tuan Bagasyaksa, kakek Reynand yang bisa membuat nama perusahaan melambung tinggi diatas awan.


Tapi tidak semua orang tahu, betapa sulitnya dia bertahan dan menanggung beban yang harus berdiri dibawah pijakan ayahnya yang terus mendoktrin dirinya dengan kuat. Melemahkan mentalnya dengan berbagai cara yang licik dan pelik. Dan itulah yang membuat Reynand akhir akhir ini selalu merasa berada disituasi yang rumit.


Reynand duduk dikursi kebesaran nya dengan tatapan mata begitu serius. Kaca mata baca melekat sempurna diwajah tampan nya. Dia sedang memeriksa laporan bulan ini, namun seseorang tiba tiba masuk tanpa izin darinya.


"Rey" panggil seorang wanita


"Kenapa kamu tidak datang semalam. Aku menunggumu satu malaman" kata Cleo


Reynand hanya tersenyum tipis dan kembali memandang layar komputer nya


"Banyak sekali pekerjaan yang harus aku selesaikan" jawab Reynand tanpa ingin memandang wajah kesal Cleo. Dia melepaskan rangkulan nya dan berpindah duduk didepan meja Reynand.


Cleo memandang Reynand dengan lekat. Akhir akhir ini Reynand sudah jarang mengunjunginya. Dan Reynand juga seperti terlihat menghindarinya. Cleo sangat tidak suka seperti ini. Dia takut Reynand sudah tidak mencintainya lagi


"Kamu berubah" ucap Cleo terdengar lirih. Tangan Reynand yang tadinya fokus pada keyboard komputernya langsung terhenti


"Kamu sudah tidak memperdulikan aku lagi" gumam Clo dengan wajah yang tertunduk sedih


Reynand langsung menoleh pada Cleo, dan memandang nya dengan datar


"Apa kamu sudah tidak mencintaiku lagi Rey?" tanya Cleo dengan mata yang berkaca kaca


Reynand menghela nafasnya sejenak dan melepaskan kaca matanya


"Kenapa kamu berfikiran seperti itu?" tanya Reynand


"Aku hanya takut. Aku takut kamu meninggalkan aku" kata Cleo. Air mata mulai menetes diwajah cantiknya. Dan air mata itulah yang selalu membuat Reynand tidak tega


"Aku mencintai kamu, tapi kamu dengan teganya menikah dengan orang lain. Kamu mengkhianati cinta ku, meski aku tahu kamu melakukan nya karena terpaksa, tapi aku takut cintamu juga dia rebut. Aku takut" Cleo langsung terisak dan menangkup wajahnya

__ADS_1


Reynand terdiam memandang Cleo, dia tahu dia salah. Dia yang telah mengkhianati cinta mereka. Tapi jika tidak ada Nara, maka dulu dia juga akan kehilangan Cleo. Dan ketika sedang bertengkar hanya perkataan itulah yang menjadi senjata Cleo, dia tahu Reynand tidak akan berkutik jika dia berkata seperti itu.


"Cleo, dia tidak akan merebut apapun dariku" kata Reynand, dia mulai bernajak dan mendekati Cleo. Berdiri dihadapan Cleo dan menarik dia kedalam pelukan nya


"Jika begitu kenapa kamu tidak juga menceraikan nya. Kamu sudah berjanji ingin menikahiku" kata Clara lagi. Dia mendongak dan memandang wajah datar Reynand. Dan lagi, setiap kali membahas perceraian pasti wajah Reynand terlihat berubah, ada rasa tidak suka diraut wajah tampan itu. Cleo tahu Reynand, dia sudah mengenal setiap ekspresi yang ditunjukkan oleh lelaki itu.


"Kenapa kamu diam?" tanya Clara lagi


"Jika pendonor darahmu sudah ada, maka aku akan menceraikan nya" jawab Reynand


"Bukankah sudah aku bilang, dia sudah ada. Bahkan mama juga sudah mengatakan itu padamu" ucap Cleo lagi. Namun Reynand kembali terdiam dan menarik nafas nya dalam dalam, dia melepaskan pelukannya dan ingin kembali kekursinya. Namun Cleo langsung menarik lengan Reynand


"Apa kamu memang sudah mencintai dia Rey?" tanya Cleo dengan begitu dalam


"Tidak" jawab Reynand cepat


"Kamu berbohong" tuding Clara


"Tidak bisakah untuk tidak membahas ini. Pekerjaan ku banyak Cleo" kata Reynand mulai emosi. Dia memandang kesal pada Cleo yang langsung melepaskan tangan Reynand


"Kamu memang sudah berubah. Aku tahu aku gadis penyakitan, dan memang seharus nya aku sadar diri untuk tidak mengharapkan menikah denganmu sedari dulu" ungkap Cleo yang kembali membuat Reynand memandang kearahnya


Cleo berdiri dan memandang Reynand dengan wajah yang seakan akan begitu bersedih


"Melihat kamu yang seperti ini, aku semakin yakin jika kamu memang sudah mencintainya, dan bahkan mungkin kamu juga memang sengaja untuk menikahi nya dulu kan" tuding Cleo lagi


"Apa apaan kamu berbicara seperti itu. Kamu tahu aku terpaksa menikahinya dulu" sahut Reynand tidak terima


"Tapi kenapa kamu tidak mau menceraikan dia Reynand" seru Cleo tidak ingin kalah. Dia begitu membenci Nara, tapi Reynand malah tidak ingin menceraikannya. Dan memang, apa yang telah direncanakan nya selama ini sepertinya memang telah salah.


"Perlu waktu Cleo, bisakah kamu bersabar" bentak Reynand membuat Cleo terlonjak kaget bahkan dia langsung memundurkan langkah nya.


Cleo memandang Reynand tidak percaya, bisa bisa nya lelaki ini membentak nya. Hal yang tidak pernah dia lakukan selama ini. Reynand yang dia kenal lembut dan sayang padanya kini telah berani membentak nya?


Reynand langsung mengusap kasar wajah nya dan memandang Cleo yang tampak menahan tangis.


"Pulang lah, aku sedang banyak masalah. Kamu harus istirahat" kata Reynand yang kembali duduk dikursi nya


"Kamu memang sudah berubah Rey. Tapi kamu harus ingat kata kata ku ini. Anara bukan gadis baik yang seperti orang orang kenal. Seharusnya kamu tahu itu, tapi sepertinya kamu sudah masuk kedalam permainan nya sekarang" ungkap Cleo dengan menahan rasa sesak didada nya karena sikap Reynand hari ini


Cleo mengeluarkan sesuatu dari dalam tas nya


"Kamu harus lihat ini, kamu lihat istri yang kamu pertahankan itu seperti apa. Hari ini kamu tega membentakku hanya karena dia, dan semoga saja kamu tidak menyesal setelah itu" ucap Cleo seraya melemparkan sebuah amplop cokelat kehadapan Reynand yang memandang nya dengan heran, dan kembali memandang Cleo yang langsung keluar dari ruangan nya.


Reynand sebenar nya tidak tega dan merasa bersalah karena membentak nya. Tapi tidak tahu kenapa, hatinya selalu bergejolak jika sudah membahas tentang perceraian.


Reynand kembali memandang amplop cokelat itu. Dia meraih nya dan membukanya perlahan. Entah apa yang ingin ditunjukkan oleh Cleo. Tapi matanya seketika langsung melebar sempurna ketika melihat ternyata amplop cokelat itu berisi beberapa foto yang membuat hati Reynand terasa terbakar dan memanas..


"Anara Polie....beraninya kau......

__ADS_1


__ADS_2