
Sore yang masih gerimis itu membuat suasana benar benar mencekam. Nara sudah panik dan begitu takut. Dia memandang kesekitar nya, namun sama sekali tidak ada orang yang lewat dijalan itu, hanya beberapa mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi dan itupun sama sekali tidak ada yang berniat untuk berhenti dan membantu mereka.
Nara bingung harus berbuat apa, tidak mungkin dia pergi meninggalkan Reynand sendirian, apalagi saat ini dia melihat jika Reynand tampak sedang berdebat dengan para pria bertubuh besar itu.
Tidak ada cara lain, hanya polisi lah harapan Nara saat ini. Dengan tangan yang bergetar dia langsung meraih ponsel nya yang ada didalam tas dan menghubungi nomor panggilan darurat. Sungguh Nara benar benar cemas hingga saat berbicara dan menyebutkan alamat suara nya bahkan terdengar bergetar.
Nara langsung terkesiap saat melihat orang orang itu mulai ingin menyakiti Reynand. Mereka sepertinya ingin membawa Reynand pergi. Sebenarnya siapa mereka? Dan ada hubungan apa Reynand dengan orang orang itu?
"Ya Tuhan Rey" Nara langsung keluar dari dalam mobil saat Reynand memberontak dan mencoba melawan ke empat orang itu.
"Reynand!!!" teriak Nara melihat Reynand yang jatuh terhempas keatas rerumputan karena ditendang oleh salah seorang dari mereka. Nara langsung berlari dan mendapati Reynand.
"Jangan stop!!!" teriak Nara seraya memegangi bahu Reynand yang kini nampak meringis dan memegangi perutnya.
"Nara.. kenapa kamu kemari, cepat pergi dari sini" usir Reynand. Namun Nara menggeleng dengan cepat.
"Tidak, gimana bisa aku pergi sementara kamu disini sendirian." jawab Nara terdengar keras kepala.
"Ikut kami atau anda mati disini tuan muda" ucap salah seorang dari mereka.
"Tidak akan" jawab Reynand seraya mencoba berdiri dan dibantu oleh Nara.
"Bilang pada tuan kalian, jika dia ingin bertemu denganku, maka temui aku langsung" seru Reynand terlihat begitu kesal. Nara yang memegangi lengan Reynand nampak bingung dengan perkataan mereka. Tuan siapa yang Reynand maksud? Apa ayahnya?
"Anda memang mencari masalah" geram orang itu. Dia maju mendekat kearah Reynand namun Reynand dengan sigap menarik Nara kebelakang tubuhnya. Pria berwajah sangar itu langsung tersenyum sinis melihat Reynand yang terlihat melindungi Nara ditengah keadaan nya yang juga tidak memungkinkan.
"Jika anda tidak ingin ikut, maka gadis ini adalah ganti nya" ancam orang itu. Mata Reynand langsung melebar saat pria itu berusaha untuk menarik Nara, namun dengan sekuat tenaga Reynand menghempaskan tongkat nya kewajah pria itu hingga dia langsung mundur menjauh dengan pelipis yang berdarah.
Namun sialnya, ketiga teman nya yang lain nampak marah dan langsung maju untuk menghajar Reynand dan membawa nya pergi.
Nara benar benar panik, apalagi saat dia ditarik dan dipisahkan dari Reynand.
"Jangan sentuh dia sialan" teriak Reynand begitu marah. Dia mencoba untuk melepaskan cengkraman dua orang yang menyeretnya nya menjauh, namun karena kakinya yang belum bertenaga, Reynand menjadi kesulitan untuk melawan. Ayahnya memang benar benar keterlaluan, untuk apa lagi tuan Abas ingin membawa Reynand menemuinya, tapi Reynand tahu, jika ini pasti ada sangkut paut nya dengan perusahaan dan tentunya bukan hal yang baik. Jika melihat bagaimana orang orang ini memperlakukan dia, sudah dapat dia pastikan jika mau disini ataupun disana Reynand pasti akan celaka.
"Rey!!!" teriak Nara yang ketakutan saat seorang pria besar itu menarik nya menjauh menuju kesemak belukar. Dia sudah menangis ketakutan sekarang.
__ADS_1
"Nara!!! Lepaskan brengsek" umpat Reynand lagi
NamunĀ ditengah tengah kepanikan mereka, tiba tiba beberapa mobil polisi berdatangan membuat keempat orang itu terlihat kelabakan, mereka ingin menarik Reynand masuk kedalam mobil, namun suara tembakan yang menggema keatas membuat mereka langsung berlari masuk kedalam mobil.
Reynand langsung terhempas keatas jalanan saat tubuhnya didorong paksa, wajahnya meringis kesakitan karena kakinya yang tertekuk paksa.
"Sialan" geram nya seraya membenarkan kakinya perlahan. Sementara para polisi itu langsung mengejar orang orang yang sudah melarikan diri.
"Rey" panggil Nara yang langsung berlari mendapati Reynand.
"Nara, kamu tidak apa apa kan?" tanya Reynand memeriksa seluruh tubuh Nara.
Nara menggeleng dengan cepat, dan dia langsung membantu Reynand untuk berdiri. Salah seorang polisi datang mendekat kearah mereka seraya membawakan tongkat Reynand yang terhempas jauh.
"Kalian tidak apa apa tuan, nona?" tanya polisi itu. Sepertinya dia adalah kepala kepolisian, terlihat dari pangkat yang dia kenakan.
"Tidak apa apa pak, terimakasih" jawab Nara. Sebenarnya dia begitu bingung, kenapa para polisi ini bisa secepat ini datang nya, padahal jarak kantor polisi kedaerah ini cukup jauh.
"Mereka akan kami urus tuan, sebaiknya kalian kembali kerumah dan berisitirahat" ucap kepala polisi itu.
"Tidak nona, masalah ini sudah ada yang mengurus, ini adalah sesuatu yang direncanakan, dan kami akan membantu kalian untuk menangkap dalang nya" ungkap polisi itu.
"Siapa yang mengurus pak?" tanya Reynand pula.
"Tuan Guntur" jawab kepala polisi itu.
Reynand terdiam, lagi lagi Guntur yang membantunya. Tangan kanan Adidaksa itu pasti tahu banyak hal yang tidak Reynand ketahui, tapi kenapa sampai saat ini dia tidak pernah mendatangi Reynand dan memberi tahu apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa dia malah hanya memberi dua alamat itu saja? Dan sekarang, bahkan dia sudah tahu jika ada yang berniat untuk mencelakai Reynand. Sungguh Reynand benar benar bingung dan semakin penasaran sekarang.
"Jika begitu kami permisi dulu nona, tuan" pamit kepala polisi itu.
"Baik pak, terimakasih banyak" jawab Nara disaat Reynand hanya diam dalam lamunan nya.
Setelah kepala kepolisian itu pergi, Nara dan Reynand kembali kedalam mobil. Mereka sama sama terdiam dengan fikiran masing masing. Jika Reynand masih bertanya tanya tentang apa sebenarnya yang terjadi, maka Nara masih sedikit syok dengan kejadian ini. Bahkan dia mengemudikan mobil nya dengan kecepatan rendah, tangan dan kaki nya masih begitu bergetar. Sungguh, ini adalah pengamalan yang paling mengerihkan. Bagaimana jika polisi tidak segera datang tadi? Mungkin dia sudah mati atau Reynand yang mati. Astaga, benar benar mengerihkan. Penghujung oktober kali ini kenapa harus ditutup dengan kejadian buruk seperti ini?
Tapi... tunggu dulu. Seharusnya jangan itu yang dia fikirkan, melainkan tentang apa sebab orang orang itu yang datang dan ingin membawa Reynand. Bukankah itu berarti nyawa Reynand sedang terancam? Atau ada maksud tertentu mereka ingin membawa Reynand.
__ADS_1
"Nara"
"Rey"
Mereka saling pandang dan saling memanggil bersamaan, membuat mereka langsung tertawa canggung. Bisa bisanya.
"Kamu duluan" ujar Reynand
"Siapa orang orang itu sebenarnya?" tanya Nara langsung, dia memandang sekilas pada Reynand dan kembali fokus kejalanan.
"Mereka orang orang suruhan tuan Abas" jawab Reynand. Nara langsung menoleh dan memandang Reynand dengan bingung.
"Orang orang Adidaksa, suruhan papa kamu?" tanya Nara kembali. Namun Reynand malah menggeleng dan itu membuat Nara menjadi bingung.
"Mereka bukan orang orang Adidaksa, tapi sepertinya bodyguard pribadi tuan Abas. Aku juga tidak tahu kenapa mereka ingin membawaku, tapi aku berfikir, jika aku ikut mereka, pasti ada sesuatu hal yang akan dilakukan oleh tua bangka itu, dan yang jelas itu tidak akan menguntungkan, apalagi dengan kondisi ku yang seperti ini" ungkap Reynand.
"Kenapa tuan Abas bisa setega itu pada anak sendiri" gumam Nara. Reynand tersenyum getir dan menghela nafas dengan berat.
"Entahlah,aku juga terkadang bingung. Tapi bukan itu lagi yang harus difikirkan, sejak dia mengusir ku dan mama, aku sudah tidak lagi menganggapnya sebagai orang tua ku" ucap Reynand.
Nara langsung memandang Reynand dengan iba. Masalah keluarga mereka yang begitu pelik.
"Tapi tadi kepala kepolisian itu berkata jika Guntur yang membantu kita dan mengurus masalah ini. Berarti dia memang tahu sesuatu tentang rencana itu kan?" tanya Nara.
Reynand langsung mengangguk setuju.
"Ya, entah apa yang membuat dia tidak ingin berbagi masalah padaku. Tapi sepertinya, dia hanya ingin aku menyelidiki tentang dua alamat yang dia berikan kemarin" jawab Reynand.
"Bagaimana jika kita cari tahu saja besok Rey" ajak Nara
"Aku juga berfikir seperti itu. Kita mulai dari komplek perumahan asing itu" ujar Reynand.
Nara langsung mengangguk setuju.
Semua harus segera diselesaikan, jika menunggu kaki nya sembuh, maka kejadian yang tidak terduga pasti akan terjadi lagi. Dan Reynand tidak ingin membiarkan itu terjadi. Semua masalah ini sepertinya semakin rumit saja. Bahkan karena mengurus perusahaan, dia sampai belum bisa membongkar kebusukan Cleo. Reynand benar benar pusing sekarang. Apalagi masalah ini sepertinya memang bersangkutan satu sama lain.
__ADS_1