Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan

Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan
Sangat Indah


__ADS_3

Siang ini Nara sudah berada dibutik Vale, butik tempat dia memesan gaun pengantin nya. Nara kali ini datang ditemani oleh Zelina dan mama. Hari ini Nara akan melakukan fiiting gaun pengantin. Ternyata hanya dalam waktu sebulan lebih Vale sudah bisa menyelesesaikan gaun pengantin yang Nara inginkan.


"Apa Reynand belum datang kemari?" tanya mama. Sejak tadi dia sudah bertanya tentang anak lelaki nya itu. Padahal mereka belum lama tiba di butik.


"Sedang di jalan ma" jawab Nara.


"Lagian kan yang penting kak Nara ma. Kak Rey cuma ngetes jas nya doang kan" sahut Zelina yang kini duduk sifoa didepan mama nya.


Mereka masih menunggu Vale yang masih diruangan nya.


"Gak gitu dong sayang. Kakak kamu juga penting. Banyak yang harus disesuaikan. Takut jas nya kurang pas sama dia. Waktunya udah tinggal sebulan. Sebentar lagi" sahut mama.


Nara hanya tersenyum saja memandang calon mama mertua nya ini. Dia benar benar begitu semangat dalam mempersiapkan acara pernikahan Nara. Sungguh Nara benar benar beruntung. Meski kedua orang tua nya sudah tidak ada, tapi orang tua Reynand sudah begitu baik padanya.


"Selamat siang nyonya dan nona. Maaf menungggu lama" sapa Vale yang baru tiba diruangan mereka.


"Kamu memang selalu begitu Vale, selalu saja mengabaikan kami. Bukan nya menyambut kedatangan kami dengan baik tapi malah membuat kami menunggu" ucap mama terlihat kesal.


Valu langsung terbahak mendengar itu. Dia merangkul bahu mama dengan gaya kemayu nya.


"Maafkan saya nyonya, maklum sekali pekerjaan saya begitu banyak diatas, saya sampai lupa waktu. Apalagi asisten saya sedang tidak ada ditempat saat ini" jawab Vale.


"Alasan mu saja itu kan" dengus mama.


Zelina dan Nara hanya bisa tertawa melihat kecerewetan mama. Mungkin dia sudah lelah hingga bisa cerewet seperti ini. Karena biasanya mama adalah orang yang paling sabar menunggu. Menunggu kepulangan papa selama empat tahun saja dia sanggup, tapi sekarang untuk menunggu beberapa menit saja dia sudah mulai protes.


"Baiklah, baiklah, saya akan memberi diskon nanti. Ayo sekarang kita keatas." ajak Vale seraya menunjuk kelantai atas.


Mereka semua langsung beranjak untuk kelantai atas dimana gaun Nara berada.


"Saya yakin kalian akan puas dengan hasil saya kali ini. Ini adalah gaun pertama yang saya buat dengan begitu mewah dan elegan. Sangat pas di tubuh nona Nara yang memang ideal" ungkap Vale disela sela perjalanan mereka.


"Apa tidak aneh Vale?" tanya Nara.


Vale langsung menggeleng dengan cepat.


"Tentu saja tidak nona. Selera anda memang berkualitas. Lihatlah nanti, anda akan seperti ratu, bahkan melebihi ratu Diana nanti nya" jawab Vale.


"Kamu berlebihan Vale" ucap Nara.


"Membayangkan nya saja sudah bisa ditebak, jika kakak pasti akan sangat cantik memakai gaun pengantin itu nantinya" sahut Zelina pula.


Nara hanya tertawa kecil dan malu mendengar pujian itu. Belum dicoba saja tapi jantung nya sudah berdetak kencang sekarang. Padahal ini pernikahan yang kedua baginya, tapi kenapa sensasi nya seperti ini? Apa karena pernikahan mereka sebelum nya tidak ada memakai apapun. Ya, Nara ingat, waktu itu saat Reynand menikahi nya, bahkan tidak ada pakaian pengantin ataupun tempat yang bagus. Mereka hanya menikah sirih dirumah kecil itu dan hanya melakukan ijab kabul saja. Tidak ada yang istimewa sama sekali. Semua dilakukan karena terpaksa oleh Reynand. Tapi sekarang, semua terasa sangat berbeda.

__ADS_1


Dan akhirnya, mereka tiba didalam ruangan tempat gaun pengantin Nara berada. Bahkan baru melihat gaun itu saja sudah membuat mata mereka berdecak kagum.


"Wow.... indah sekali" gumam Zelina begitu terpesona memandang gaun Nara yang mengembang sempurna dibagian ekor. Dengan bahu yang terbuka namun dihiasi dengan juntaian seperti bulu bulu halus. Ratusan ribu mutiara swarovski menghiasi gaun itu hingga membuat nya nampak bersinar dengan indah.


"Dan ini akan semakin cantik jika dipakai oleh nona Nara" jawab Vale.


Nara bahkan hanya bisa tersenyum saja memandang gaun yang akan dia pakai nanti diacara pernikahan nya. Benar benar indah sekali.


"Ayo, mau langsung dicoba?" tanya Vale.


"Ya, cobalah nak" ujar mama.


Nara langsung mengangguk dan meletakkan tas nya diatas sofa. Dan kemudian dia langsung mendekati Vale untuk mencoba gaun nya. Dibantu dengan dua karyawan Vale disana.


Reynand belum tiba, entah kemana lelaki itu. Padahal sejak tadi katanya dia sudah berada dijalan.


Dan tidak lama kemudian dengan segala keribetan memakai gaun itu. Akhirnya Nara sudah bisa melihat dirinya yang nampak cantik didepan sebuah cermin yang begitu besar.


"Waahhh kak Nara kau cantik sekali"puji Zelina saat melihat Nara yang sedang berdiri memandangi dirinya.


"Benar benar cantik Nara" puji mama pula.


Nara langsung tersenyum simpul mendengar itu.


"Apa cocok?" tanya Nara seraya memperhatikan lagi dirinya.


"Benar nona. Bahkan anda belum berhias saja sudah seperti ini. Apa lagi ditambah dengan riasan diwajah dan rambut anda. Wow... saya sudah tidak sabar melihat nya" sahut Vale.


"Kak Reynand pasti terkejut melihat ini nanti" ucap Zelina


"Coba berbalik kemari" pinta mama.


Vale dan karyawan nya langsung membantu Nara untuk berbalik dan merapikan gaun nya. Gaun ini sangat mengembang dan lebar. Berat dan juga pasti nya sangat mewah, sehingga mereka harus hati hati untuk saat ini.


Dan saat Nara berbalik dia langsung tersenyum saat melihat Reynand yang ternyata sudah berada disana. Reynand baru saja tiba dan langsung kelantai atas diantar oleh asisten Vale yang juga baru tiba. Dan Reynand langsung mematung memandang Nara yang sangat cantik dengan gaun pengantin nya.


"Bagaimana Rey, cantik sekali kan" tanya mama pada Reynand.


Namun Reynand masih terdiam dengan pandangan terpana nya melihat Nara.


Vale dan Zelina langsung terbahak melihat wajah tuan angkuh ini.


"Hei kak... kenapa malah bengong" Zelina langsung menyenggol bahu Reynand dengan cepat, hingga membuat Reynand terkesiap dan menggelengkan kepala nya sekilas.

__ADS_1


"Terpesonaaaa......" ledek Zelina.


"Cantik tidak" tanya mama lagi.


Sedangkan Nara sudah tertawa melihat wajah Reynand yang seperti itu.


"Sangat cantik dan ....... indah sekali" puji Reynand dengan mata yang berbinar dan penuh cinta.


....


Bima memandang Gendis yang sedang membuat apple pie nya. Meskipun kakinya masih sakit, tapi dia terlihat bersemangat sekali. Sejak tadi mereka hanya berdua didapur eyang putri. Semua pelayan eyang putri tidak diizinkan Gendis untuk membantu, dia ingin membuat ini sendiri dan tanpa ingin dilihat oleh mereka.


Tapi Bima...


Dia malah tetap menemani Gendis sejak tadi. Bukan tanpa alasan, Bima takut Gendis terjatuh atau kesulitan untuk melakukan sesuatu dengan hanya menggunakan tongkat nya.


"Apa masih lama?" tanya Bima


"Kamu sudah tidak sabar?" tanya Gendis pula seraya membereskan alat alat masak nya.


Dia terlihat manja, tapi terkadang terlihat rajin dan dewasa. Bima bahkan bingung mengartikan sikap Gendis seperti apa.


"Aroma apple pie mu sudah membuat perut ku lapar" jawab Bima.


Gendis langsung mendengus senyum mendengar itu.


"Sepertinya ini sudah matang. Apa kamu bisa membantu ku mengangkat nya dari oven?" tanya Gendis.


"Tentu, serahkan padaku" jawab Bima yang langsung beranjak dari duduk nya.


Bima langsung mengambil kain untuk mengangkat apple pie itu dari dalam oven. Dan saat kue itu dikeluarkan, aroma hangat dan harum langsung menguar dan menusuk hidung mereka.


"Uuuhhh harum sekali. Dari aroma nya seharusnya ini enak" ucap Bima.


"Ini pasti enak. Letakkan disini" ujar Gendis seraya menunjuk wadah didahapan nya.


Bima langsung meletakkan wadah kue itu dihadapan Gendis. Sedangkan Gedis meraih piring untuk memindahkan nya. Dia terlihat begitu cekatan dan seperti sudah terbiasa. Bima cukup salut sebenarnya.


Dan entah karena sudah tidak sabar atau apa, Bima langsung mencomot kue itu dengan tangan nya, hingga tiba tiba....


"Auh panas" teriak nya seraya mengibas ngibas kan tangan nya yang kepanasan.


Bukannya iba, Gendis malah langsung terbahak melihat Bima.

__ADS_1


"Dasar Bima bodoh. Ini masih panas" seru Gendis dengan tawa gelinya.


Bima langsung mendengus kesal seraya meniup jarinya, namun entah kenapa matanya malah terpana dengan tawa Gendis yang begitu......... indah???


__ADS_2