Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan

Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan
Kedatangan Bimantara


__ADS_3

Pagi yang indah dibulan maret. Hari yang cukup cerah untuk hati semua orang. Mulai kembali bersemangat mencari kehidupan yang lebih baik. Begitu pula dengan Nara, bahkan dia sudah berada kembali diperusahaan hari ini. Cukup banyak pekerjaan yang sudah menantinya.


Mungkin, dia akan menikmati waktu waktu terakhirnya diperusahaan sebelum menikah dengan Reynand. Ya, tuan muda angkuh itu tidak lagi membiarkan Nara bekerja mengurus perusahaan Polie. Terdengar egois memang, tapi dia hanya ingin Nara berisitirahat dirumah dan bersantai. Reynand tidak ingin Nara kelelahan dan bekerja lagi.


Nara bisa apa selain menurut, mungkin ini yang terbaik. Perusahaan akan dia serahkan pada Arya nantinya. Asisten kesayangan nya itu pasti bisa menjalankan perusahaan dengan baik.


Nara akan dirumah, dan menjalani hari sebagai istri yang baik.


Ah..... membayangkan nya saja sudah membuat Nara bisa tersenyum sendiri.


Meski tidak munafik, jika rasa trauma itu pasti ada, namun melihat ketulusan Reynand dan semua perjuangan nya, membuat Nara bisa menepis rasa takutnya itu. Nara hanya bisa berharap semoga kehidupan rumah tangga mereka bisa berjalan seperti apa yang mereka harapkan. Meski tidak akan mudah dan pasti akan menemui masalah, namun Nara berharap jika mereka berdua bisa melewatinya dengan cinta yang mereka punya.


Tok tok tok


Lamunan Nara langsung buyar saat mendengar pintu yang diketuk. Nara menoleh kearah pintu, dan ternyata sekretaris nya yang masuk, dengan seseorang dibelakang nya.


"Selamat pagi nona, tuan Bimantara ingin menemui anda" ucap sekretaris Nara.


"Iya, masuklah" jawab Nara.


Sekretaris itu langsung mengangguk dan segera keluar, bersamaan dengan Bimantara yang masuk kedalam ruangan Nara.


Dia masuk dan memandang Nara dengan senyum teduh nya seperti biasa. Tidak ada yang berubah, mungkin karena Bimantara sudah merelakan hatinya. Sudah cukup lama mereka tidak bertemu, terakhir kali adalah saat pergi ke vila dibukit sinai.


"Selamat pagi nona Nara, bagaimana kabarmu?" sapa Bimantara


Nara yang sudah beranjak dari kursi nya langsung tersenyum dan mengangguk.


"Seperti yang anda lihat tuan. Ayo silahkan duduk" ajak Nara yang langsung mengajak Bimantara kesofa nya.


"Ada apa? Kenapa tumben sekali datang tiba tiba?" tanya Nara


Bima tersenyum sejenak dan memandang wajah Nara, yang semakin hari semakin terlihat segar dan cantik. Aura nya juga semakin terlihat bercahaya, dan kelihatan nya dia memang sudah mendapatkan kebahagiaan nya sekarang.


"Kapan kalian akan menikah?" tanya Bimantara yang jauh melenceng dari urusan perusahaan.


Nara mendengus senyum mendengar itu.


"Apa kamu jauh jauh kemari hanya untuk bertanya itu?" tanya Nara. Bimantara langsung tertawa dan segera mengangguk.


"Ya, itu salah satu nya" jawab Bimantara


"Aku hanya ingin tahu, tidak ada salahnya kan. Aku akan menyiapkan kado pernikahan mulai dari sekarang" tambah nya lagi.


"Apa perkataan itu untuk menggoda ku?" tanya Nara


Bimantara kembali tertawa dan menggeleng.


"Tidak ...tidak. Aku kemari untuk mengundang kalian, kamu dan Reynand, juga si gondrong untuk kerumah Eyang putri. Dia mengadakan syukuran kecil kecil untuk acara ulang tahun nya" ungkap Bimantara.


"Oh ya, kapan? Aku dan Reynand juga berencana kesana tiga hari lagi. Tapi ternyata undangan nya sudah ada" kata Nara

__ADS_1


"Acara nya dua hari lagi nara. Aku baru sempat datang kemari untuk memberi tahumu" jawab Bima


"Tidak apa apa, kami pasti akan datang. Sudah lama sekali aku tidak kesana. Eyang putri pasti marah" gumam Nara merasa tidak enak. Dia datang menjenguk Eyang putri sebelum dia bertemu Reynand, dan sekarang mungkin sudah hampir dua bulan.


"Tidak apa apa, eyang putri pasti mengerti. Aku saja yang cucunya sudah lama tidak datang kesana" ucap Bimantara seraya tertawa membuat Nara juga ikut tertawa kecil.


"Kamu memang seperti itu. Padahal eyang putri selalu merindukan mu" sahut Nara.


"Yah... kamu tahu lah. Dia selalu cerewet dan meminta ku menikah. Aku bosan" jawab Bimantara dengan helaan nafas yang jengah.


Nara tersenyum dan mengangguk


"Sepertinya mulai sekarang kamu memang sudah harus mencari calon istri" ujar Nara


"Ya, kamu benar. Dan jika ada teman mu, bolehlah menyodorkan nya padaku satu" ucap Bimantara


"Kamu kira seperti investor yang bisa saling sodor" sahut Nara. Bimantara langsung tertawa mendengar itu.


Hingga tiba tiba...


"Wow.... ada tuan Bimantara rupanya" ucap Arya tiba tiba.


Nara dan Bimantara langsung menoleh kearahnya, dan ternyata dia datang bersama Zelina. Memang kebiasaan sekali jika datang pasti tidak ingin mengetuk pintu.


Nara langsung tersenyum dan menyambut Zelina yang langsung duduk disamping nya. Sedangkan Arya duduk disofa single.


"Anda tidak takut jika tuan muda itu datang dan membelah anda menjadi dua bagian" goda Arya pada Bimantara.


Bimantara langsung mendengus sinis mendengar itu.


"Kejam sekali seperti nya tuan" sahut Zelina.


"Memang begitu nona muda, aku sudah pernah kena sekali. Dan tidak akan lagi berani. Bisa bisa aku menjadi miskin dan menjomblo seumur hidup" jawab Bima


Mereka semua langsung tertawa mendengar ungkapan hati Bima. Setakut itu dia dengan Reynand sekarang. Ya, bagaimana tidak, Reynand sudah kembali menjadi seorang penguasa, menjadi tuan muda Adiputra yang akan membuat perusahaan Adidaksa kembali berjaya dan berada diperingkat teratas dunia bisnis dikota ini. Tentu saja siapa yang berani melawan nya.


"Aku kemari hanya mengajak kalian untuk kerumah Eyang putri. Kau juga harus datang nanti ndrong" ujar Bima pada Arya


"Tentu saja, aku sudah merindukan omelannya" jawab Arya


"Ya, kau bisa mengajak nona muda ini juga. Siapa tahu sepulang dari sana kalian bisa cepat menikah menyusul Nara dan tuan Adiputra" kata Bima


"Waaahhh.... saya takut membuat anda iri tuan" goda Arya memandang Bima dengan wajahnya yang menyebalkan.


"Hah... aku tidak akan iri padamu. Aku hanya iri pada tuan muda itu" jawab Bima


"Sudahlah .... kalian ini selalu saja berdebat hal yang tidak penting" gerutu Nara


Arya langsung tertawa sedangkan Bima hanya tersenyum saja.


"Jika begitu aku pamit dulu, aku hanya ingin mengatakan itu." kata Bimantara

__ADS_1


"Iya, kami pasti akan datang nanti" jawab Nara


Bimantara tersenyum, dia langsung beranjak dari duduk nya dan segera diikuti oleh Arya.


"Hati hati tuan, jangan sampai salah pulang ya." ujar Arya


"Aku tidak akan pulang kerumah mu, apalagi kerumah Nara" sahut Bimantara yang sudah berada diambang pintu.


Arya langsung terbahak mendengar itu.


"Suka sekali memang menggoda orang" gerutu Zelina


"Ya, kamu memang harus sabar melihat nya seperti itu terus menerus" jawab Nara.


"Hei.... jika tidak begitu dunia ini akan terasa hambar jika tidak ada aku" jawab Arya yang kembali duduk ditempatnya.


Nara hanya berdecak kesal saja mendengar nya.


"Kak Nara... apa kita bisa pergi sekarang?" tanya Zelina.


Nara terkesiap, dan dia langsung memandang Zelina dengan bingung.


"Pasti lupa kan?" kata Zelina yang tertawa memandang wajah bingung Nara.


"Ya ampun Ze.... sungguh aku tidak ingat. Aku kira masih beberapa hari lagi" jawab Nara dengan senyum getir nya.


"Belum tua, tapi sudah pikun" sindir Arya


"Ini karena kamu yang tidak mau membantu pekerjaan ku" sahut Nara seraya beranjak dari duduk nya menuju meja kerjanya.


"Kenapa aku?" tanya Arya seraya menunjuk dirinya sendiri.


"Hari ini aku mau libur dan bersenang senang bersama Zelina. Tugas mu memeriksa semua berkas itu" ujar Nara.


"Hei... kamu mau membuat rambut ku keriting?" dengus Arya


Zelina langsung terbahak mendengar itu.


"Gak apa apa kak, nanti biar Ze rebonding" jawab Zelina


Dan kini Nara yang tertawa


"Sekarang kamu sudah punya tukan salon sendiri Yo. Jadi diam disini dan biarkan aku pergi. Daa" ucap Nara seraya meraih tangan Zelina dan melambaikan tangan nya pada Arya.


"Daaa kak Yo" pamit Zelina pula seraya mengedipkan sebelah matanya pada Arya.


"Yayaya.... aku mengalah demi kalian. Berhati hati lah" seru Arya


"Siap" sahut Zelina


Arya hanya mendengus senyum dan menggeleng melihat kepergian dua wanita yang cukup penting dalam hidupnya itu.

__ADS_1


Hari ini Nara akan pergi kebutik untuk memesan pakaian pengantin nya. Pernikahan yang akan diselenggarakan dua bulan lagi. Dan tentu, ini akan menjadi pernikahan besar besaran yang akan dibuat oleh tuan muda Adiputra itu sebagai bentuk cintanya untuk Nara.


Arya benar benar bahagia, jika melihat Nara bahagia. Dan setelah Nara dan Reynand menikah, maka dia yang akan melamar Zelina dan menjemput kebahagiaan nya sendiri.


__ADS_2