
Pagi ini hari kembali gerimis, membuat suhu udara menjadi dingin kembali. Padahal beberapa hari yang lalu cuaca sudah jauh lebih hangat dan nyaman.Tapi sepertinya, bulan oktober memang tidak pernah jauh jauh dari awan mendung dan hujan.
Nara memakai jaketnya seraya memandang jam dinding yang sejak tadi menemani kesunyian nya di pagi itu. Hari sudah jam tujuh pagi, namun diluar masih tampak temaram karena gerimis yang turun sejak dini hari tadi. Membuatnya benar benar malas untuk bergerak. Namun dia harus pergi bekerja hari ini. Malam tadi dia pulang cukup larut dari rumah Reynand, mereka banyak menceritakan dan merencakan hal hal yang bersangkutan dengan masalah keluarga Reynand.
Nara tersenyum sendiri saat mengingat bagaimana wajah sedih Reynand ketika dia pamit untuk pulang. Lelaki itu selalu keberatan dan begitu enggan jika Nara pulang kerumah ini. Tapi mau bagaimana lagi, mereka bukan lagi suami istri, meski ada mama dan Zelina disana, tapi Nara tidak mungkin menginap dirumah mereka bukan. Ini Indonesia, bukan Jerman!
Lamunan Nara langsung buyar saat tiba tiba dia mendengar suara pintu yang diketuk. Pasti Arya yang sudah datang menjemputnya.
Nara segera meraih tasnya di atas meja dan segera pergi meninggalkan kamarnya untuk keluar. Namun ketika membuka pintu, dia benar benar terkejut saat melihat siapa yang berdiri tegak didepan pintu. Seorang pria paruh baya dengan setelan jas lengkap.
"Selamat pagi nona Nara" sapa pria itu.
"Tuan asisten" gumam Nara begitu terkejut. Kenapa Guntur ada disini???
"Maaf jika saya mengganggu waktu anda. Tapi saya hanya ingin menyerahkan ini pada anda nona" ucap nya seraya menyerahkan sebuah amplop surat bewarna putih.
Nara memandang surat itu dengan bingung, ada apa mantan asisten Reynand ini memberikan nya surat ini???
"Ini apa?" tanya Nara begitu ragu, bahkan dia masih memandangi amplop surat itu ditangan Guntur yang menggantung.
Guntur tersenyum tipis.
"Saya tahu hanya nona yang dekat dengan tuan Reynand, jadi saya percaya nona bisa membantunya. Ambilah, semua nya tertulis disana. Waktu saya tidak banyak" Guntur langsung menyerahkan amplop surat itu pada Nara. Hingga dengan terpaksa Nara menerima nya, meski dia masih begitu bingung.
"Dan satu lagi. Untuk saat ini tolong beri tahu tuan Reynand untuk membantu anda mengurus perusahaan Polie" ujar Guntur.
"Kenapa?" tanya Nara.
"Saya permisi nona" Guntur langsung membalikkan tubuhnya dan meninggalkan Nara tanpa berkata apapun lagi. Bahkan dia langsung masuk kedalam mobilnya dan berlalu meninggalkan rumah itu.
Nara mematung dengan amplop surat ditangan nya. Apa maksud Guntur? Apa ada sesuatu yang dia ketahui. Tapi jelas saja dia tahu, karena dia adalah asisten setia sejak jaman papa Reynand menjabat dulu hingga saat ini. Tapi tentang Reynand yang membantunya mengurus perusahaan Polie, kenapa dia meminta begitu? Selama ini Nara bisa mengurus nya sendiri.
Tapi....
Tiba tiba Nara mengingat suatu hal
"Cleo" gumam Nara
tin tin!!!
Suara klakson mobil lagi lagi membuat Nara terkejut, bahkan dia sampai terlonjak karena terkejutnya. Nara memandang kedatangan Arya dengan kesal, bahkan dia sampai mengusap dadanya yang menjadi bergemuruh sekarang.
"Pagi pagi sudah melamun, mana gerimis lagi. Gak takut kamu kesambet setan?" tanya Arya seraya sedikit berlari menuju Nara.
__ADS_1
"Kamu setan nya" dengus Nara seraya mengunci pintu rumah nya.
Arya terkekeh pelan dan memandangi amplop putih yang ada ditangan Nara.
"Apa itu?" tanya Arya
"Amplop surat" jawab Nara.
"Ya aku tahu, tapi surat apa? Siapa yang memberimu surat sepagi ini? Bima atau tuan angkuh itu?" tanya Arya. Kini mereka langsung berlari masuk kedalam mobil menghindari tetesan gerimis yang semakin menebal.
Nara langsung masuk kedalam mobil dan sedikit menyibakkan rambutnya.
"Hei, kamu tidak menjawab pertanyaan ku. Surat cinta dari siapa itu?" tanya Arya lagi, seraya dia yang mulai melajukan mobilnya meninggalkan pelataran rumah Nara.
"Dari Guntur, asisten Reynand" jawab Nara
"Apa???" Arya langsung berteriak terkejut mendengar itu. Bahkan dia sedikit mengerem mendadak laju mobilnya membuat Nara hampir membentur dashboard mobil didepan.
"Aryo!!! kenapa sih?" tanya Nara benar benar kesal. Sudah dua kali pagi ini jantung nya olahraga karena Arya.
"Yang benar saja Guntur mengirimi kamu surat. Apa dia juga menyukai mu. Sementang sudah menjadi janda, semua orang langsung mendekat. Dari yang muda bahkan kini yang tua" ucap Arya terdengar begitu menyebalkan.
Nara langsung menampar bahu Arya dengan gemas hingga membuat lelaki berambut gondrong itu langsung meringis dan memandang Nara dengan wajah tanpa dosanya.
"Ini bukan surat cinta, kamu kira ini jaman Siti Nurbaya saling berkirim surat" gerutu Nara lagi. Ingin sekali dia jambak rambut Arya ini. Perkataan nya selalu saja menyebalkan.
"Aku kan cuma bertanya, salahku dimana. Lagi pula untuk apa dia mengirimu surat dipagi hari yang gerimis ini?? Supaya romantis begitu?" tanya Arya kembali. Nara menghela nafasnya dan berdecak kesal. Fikiran nya yang sedang memikirkan kenapa Guntur datang pagi ini menjadi ambyar gara gara Arya.
"Mana aku tahu. Lebih baik kamu mengantarkan aku kerumah Reynand sekarang" ujar Nara
"Wah mana bisa begitu. Malam tadi kalian sudah puas berdua duaan. Dan pagi ini waktunya kamu dengan tuan Bimantara" jawab Arya pula.
Nara langsung menyelis memandang tajam Arya. Sudah seperti apa saja dia dibuat lelaki ini.
"Hei, kondisikan pandangan mu itu. Maksudku pagi ini kita ada meeting bersama dia" ucap Arya lagi. Dia tertawa lucu melihat wajah kesal Nara. Masih pagi tapi sudah banyak sekali memikirkan sesuatu, apa Nara tidak takut jika wajahnya akan cepat tua?
"Apa tidak bisa ditunda?" tanya Nara.
Arya segera menggeleng.
"Mana bisa, ini rapat pertama kita dengan perusahaan Dopindo juga. Kamu lupa?" ujar Arya
Nara menghela nafasnya dengan pelan. Ya, dia baru ingat jika pagi ini dia memang harus mengadakan meeting bersama pihak Dopindo dan juga Bimantara mengenai masalah proyek yang pernah terbengkalai dulunya. Sepertinya memang masalah surat ini harus dia tunda sampai siang nanti. Padahal dia sudah cukup penasaran dengan apa isi surat ini.
__ADS_1
Nara memandangi surat ditangan nya dengan fikiran yang semakin tidak menentu dan penasaran. Sepertinya masalah yang dialami keluarga Reynand memang bukan masalah yang sepele. Mendengar cerita Reynand dan mama nya malam tadi Nara bisa menyimpulkan jika semua pasti ulah Cleo dan ibu nya. Apalagi Nara tahu jika ibu Cleo adalah mantan kekasih papa Reynand. Apa mungkin yang dilihat nya kemarin adalah mereka yang sedang berselingkuh??? Entah lah.
"Sepertinya itu memang surat cinta. Tidak ada hal lain yang lebih menarik dari surat itu sejak tadi" oceh Arya lagi.
"Berisik" dengus Nara.
Hingga tidak lama kemudian mereka sudah tiba diperusahaan Polie. Seperti biasa Nara disambut baik oleh seluruh karyawan nya. Sikap Nara yang ramah dan hangat membuat mereka betah bekerja disana. Meski sudah banyak orang orang baru yang bekerja diperusahaan ini. Karena karyawan Nara yang lama yang sempat mendemonya dulu sudah tidak lagi diizinkan oleh Reynand untuk masuk kembali. Reynand hanya mempekerjakan karyawan yang memiliki dedikasi tinggi pada Nara, dan selebihnya dia banyak merekrut karyawan baru. Begitu pula dengan Arya, sejak perusahaan dia pegang setelah kepergian Reynand, dia juga lebih banyak menerima karyawan baru dari pada karyawan lama mereka.
Nara masuk kedalam ruangan nya dan mulai bekerja kembali. Surat dari Guntur dia simpan rapi didalam tas. Meski sangat penasaran dengan isinya, namun Nara masih mencoba menahan. Lagi pula pekerjaan cukup banyak dan dia juga harus mempersiapkan bahan untuk meeting yang diadakan satu jam lagi diperusahaan nya ini.
....
Tiga jam kemudian....
Rapat yang diadakan oleh Nara dan petinggi perusahaan yang lain baru saja selesai. Bahkan pihak Dopindo juga sudah meninggalkan ruangan itu. Dan kini hanya tinggal Nara dan juga Bimantara didalam ruangan itu. Arya masih keluar untuk mengantarkan pihak Dopindo.
Bima menghela nafasnya sejenak dan memandang Nara yang masih terdiam. Mereka berdua sama sama terlihat masih saling memikirkan sesuatu mengenai hasil rapat tadi.
"Menurutmu kenapa perusahaan Adidaksa ingin ikut campur masalah proyek ini. Apa tuan Abas tidak suka kita memulai kembali mega proyek itu?" tanya Bimantara.
Nara masih terdiam, dia juga bingung kenapa tuan Abas bisa ikut campur. Padahal ini tidak ada lagi urusan nya dengan perusahaan mereka?
"Perusahaan Dopindo saja masih ragu untuk melanjutkan kerja sama ini atau tidak. Karena bagaimana pun perusahaan Adidaksa masih menjadi perusahaan terbaik dan nomor satu. Jika mereka tidak suka, maka kita tidak bisa melakukan apapun Nara" ungkap Bimantara.
"Kamu benar. Padahal ini tidak ada menyinggung mereka. Bahkan sejak dulu Reynand bahkan tidak tertarik dengan mega proyek ini. Lalu kenapa tuan Abas melakukan ultimatum dan mengancam?" gumam Nara pula.
"Perusahaan Adidaksa setelah tidak adanya Reynand , kini mulai menunjukkan penurunan yang sgnifikan. Dan itu membuat perusahaan Dopindo ingin merebut gelar perusahaan terbaik tahun ini. Tapi untuk melawan nya juga masih belum bisa. Pengaruh Reynand sebenarnya cukup besar. Dia cukup lihai memainkan nilai saham, terbukti dengan perusahaan mu yang bisa dia bangun kembali tidak sampai dalam waktu dua bulan" ungkap Bimantara.
Nara langsung mengangguk setuju mendengar itu.
"Perusahaan kita sama Nara, masih perusahaan yang terbilang kecil meski sudah diakui pasar saham. Tapi sama sekali kita tidak bisa melawan perusahaan besar seperti perusahaan Adikdaksa dan juga Dopindo. Sebenarnya jika kita bergabung dengan perusahaan Dopindo, mega proyek itu pasti tetap bisa berjalan dengan baik. Hanya saja perusahaan Dopindo yang terlihat ragu sekarang" ujar Bimantara lagi.
"Apalagi dengan perusahaan ku yang baru kembali berdiri. Mana mungkin dia percaya begitu saja. Dia ingin mengajukan kerja sama ini saja sudah menjadi hal yang menakjubkan" balas Nara.
"Kita pasti punya cara untuk meyakinkan perusahaan Dopindo" ujar Bimantara.
Nara terdiam, tiba tiba dia jadi teringat akan perkataan Guntur pagi tadi. Bukankah dia mengusulkan jika Reynand harus membantu Nara diperusahaan???
Apa itu berarti Guntur tahu jika ini akan terjadi??
Dan dia juga tahu jika hanya Reynand yang bisa menundukkan perusahaan Adikdaksa melalui perusahaan Polie???
Begitu kah???
__ADS_1
Nara langsung tersenyum tipis. Sepertinya ini adalah jalan untuk Reynand bisa merebut kembali hak nya.