Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan

Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan
Hancur Dan Semakin Terpuruk


__ADS_3

Bukan Reynand Adiputra namanya jika tidak membuat orang terpuruk sampai menangis darah dan menjadi gila. Dia tidak akan puas sebelum orang orang itu merasakan apa yang sudah dia rasakan dulu. Reynand bahkan ingin mereka merasakan hal yang lebih kejam lagi.


Bukankah karma memang ada?? Dan sekarang itu sedang berlangsung. Dan iblis yang membawa karma itu adalah dirinya sendiri.


Tidak akan perduli dia mau bagaimana keadaan mereka sekarang, yang terpenting Reynand puas dan rasa sakit hatinya terbalas.


Dua hari sudah berlalu sejak kejadian memalukan diagensi starlight. Dan Reynand masih membiarkan mereka untuk bernafas terlebih dahulu seraya dia mengurus hal yang lain. Apalagi Cleo yang sempat dirawat dirumah sakit karena dia sempat pingsan dan tidak sadarkan diri. Dan yang lebih mengejutkan yang membuat Reynand senang adalah, ternyata Cleo mengidap kanker serviks stadium akhir. Dan itu pasti diakibatkan karena dia yang sering bergonta ganti pasangan tidur.


Yah, itulah akibatnya jika sudah berbohong dengan penyakitnya sendiri. Sepertinya malaikat baik sedang berpihak pada iblis seperti dia. Tuhan bahkan mengirim kan penyakit mengerihkan itu pada Cleo disaat saat seperti ini. Dan, Reynand akan membumbuinya dengan sedikit drama.


Meski dia hanya diam diperusahaan dan memantau dari kejauhan, tapi dia tetap tahu apa yang terjadi pada nyonya Guzel dan Cleo sekarang. Reynand memang sengaja tidak melibatkan polisi dulu saat diagensi kemarin, karena dia masih ingin membuat mereka menderita dan terpuruk. Masuk penjara, hal yang paling mudah untuk mereka sebenarnya. Tapi Nara, gadis itu tidak mau Reynand melakukan hal yang lebih kejam lagi. Sehingga hari ini, mau tidak mau Reynand harus menyelesaikan semuanya.


..


Siang ini dirumah keluarga Delemonte...


Cleo masih nampak duduk bersandar ditempat tidurnya. Wajahnya benar benar pucat, kantung matanya bahkan menghitam dan terlihat mengerihkan. Dia benar benar sudah seperti mayat hidup sekarang. Bahkan untuk berbicara pun dia sudah tidak ingin lagi. Rasa malu dan trauma dengan serangan di agensi dua hari yang lalu masih benar benar menghantui nya. Ditambah dengan vonis dokter tentang penyakit mengerihkan ini. Semua nya benar benar membuat Cleo begitu tertekan.


Belum lagi dengan wartawan yang setiap hari selalu datang mencarinya, Cleo benar benar sudah tidak mempunyai semangat hidup lagi sekarang.


Dia berfikir jika Reynand akan memberikan nya kejutan yang manis dan indah malam itu, mungkin sebuah lamaran dihadapan publik. Namun kenyataan nya Reynand malah mempermalukan Cleo dengan begitu kejam. Malam yang seharusnya akan menjadi malam yang paling bahagia, malah menjadi malam yang paling mengerihkan bagi Cleo.


Apa ini karma untuk nya???


Apa ini balasan karena dia yang sudah berbuat jahat???


"Nona..."


Tiba tiba panggilan dari pelayan dirumah nya membuat Cleo sedikit terkesiap. Dia menoleh dengan lesu kearah pelayan itu.


"Diluar ada banyak orang berjas. Nyonya besar kelihatan marah dan mengamuk. Seperti nya orang itu meminta kita untuk pergi dari rumah ini nona" ucap pelayan itu dengan suara yang terdengar bergetar takut.


Cleo mengernyit.


Ada apa lagi ini????


Dan tanpa berkata apapun, dia langsung turun dari atas tempat tidur dan berjalan keluar diikuti oleh pelayan rumah nya.


Cleo berjalan dengan sedikit kepayahan karena perut nya yang masih terasa sakit. Benar benar membuat nya kesal setengah mati, disaat saat seperti ini kenapa malah penyakit pun datang. Sialan memang.


Belum sampai didepan pintu, namun suara nyonya Guzel sudah begitu menggema diluar sana. Ibunya itu berteriak teriak bagai orang yang kesetanan.


Cleo meringis dan berdiri diambang pintu. Ada beberapa orang berjas dengan tubuh tegap dengan seorang pria yang membawa dokumen ditangan nya.


"Mom... ada apa?" tanya Cleo

__ADS_1


Nyonya Guzel memandang Cleo dengan nafas yang memburu. Kelihatan nya dia benar benar kesal.


"Mereka meminta kita pergi dari rumah ini" jawab nyonya Guzel.


Cleo hanya diam mendengar itu. Sepertinya ini memang awal kehancuran hidupnya. Dia memandang seorang pria yang membawa dokumen itu mendekat kearah nya.


"Tuan David menyita seluruh aset anda nona. Dia meminta ganti rugi atas apa yang sudah terjadi di agensi dan juga nama baik agensi yang tercemar. Berhubung anda juga diberhentikan secara tidak hormat, anda juga dikenakan pinalti karena sudah melanggar perjanjian. Gaji anda selama di agensi tidak cukup untuk mengganti semua kerugian, dan rumah ini akan kami sita untuk menebus semua hutang anda" ungkap pria berjas itu.


Cleo tertunduk dan menggeleng pasrah. David juga ingin membunuhnya ternyata.


"Jika kalian tidak mau, maka nona Cleo bisa menghadapi tuan David dipengadilan. Ancaman kurungan penjara akan anda dapatkan setelah ini" ungkap pria itu lagi


"Tidak masalah, aku bisa menyerahkan rumah ini pada kalian agar putriku tidak dipenjara. Puas kalian kan" teriak nyonya Guzel. Dia benar benar sudah begitu emosi sekarang.


"Ya, memang sudah seharusnya begitu nyonya. Tinggalkan rumah ini tanpa membawa apapun" sahut pria itu.


Nyonya Guzel berdecih sinis dan merangkul Cleo yang nampak lemas. Ya, Cleo sudah tidak tahu lagi harus apa. Sepertinya kematian lebih baik untuknya sekarang. Hidupnya sudah hancur dan berantakan.


"Kita pergi dari sini. Tidak disini pun kita masih bisa hidup. Aset yang lain masih banyak" ujar nyonya Guzel. Namun tiba tiba kedatangan Guntur kesana membuatnya benar benar terkejut.


"Kau..." gumam nyonya Guzel.


Guntur tersenyum sinis dan mengangguk sedikit


"Apa mau mu" sergah nyonya Guzel langsung.


"Tidak ada, saya hanya ingin menyampaikan, jika seluruh aset bisnis kecantikan anda yang ada dikota ini dan di luar negeri semua sudah disita oleh tuan muda Adiputra. Dan anda sudah tidak memiliki apapun lagi" ungkap Guntur.


Nyonya Guzel langsung terbelalak mendengar itu.


"Apa!! Bagaimana bisa???" seru nyonya Guzel tidak percaya


"Tentu saja bisa. Anda lupa siapa tuan muda Adiputra. Lagi pula bukti kejahatan anda yang telah menyekap tuan Abas sudah tebukti dengan jelas. Dan anda juga sudah dinyatakan bersalah karena telah bekerja sama dengan tuan Agas selama bertahun tahun." ungkap Guntur lagi.


Nyonya Guzel menggeleng dengan cepat dan tertawa sinis.


"Tidak ... itu semua tidak benar" teriak nya yang sudah seperti orang gila.


"Kau tidak mempunyai buktinya sialan" teriak nyonya Guzel lagi.


Namun Guntur hanya tersenyum sinis seiring dengan kedatangan mobil polisi yang beriringan memasuki perataran rumah mewah Delemonte.


Semua wartawan yang memang ada disana langsung mengambil gambar dan meliput kejadian ini dengan sigap. Dan sungguh, Cleo sudah tidak bisa lagi berkata apa apa. Apalagi ketika melihat Reynand yang turun dari mobil mewahnya. Berjalan dengan gagah namun terkesan sinis dan menghina.


"Apa ada kendala?" tanya Reynand seraya mendekat kearah mereka

__ADS_1


"Kau memang kurang ajar Reynand. Kau sama seperti kakek mu yang tidak punya hati itu" hardik nyonya Guzel. Nafas nya benar benar bergemuruh bahkan wajahnya memerah menahan amarah, apalagi saat melihat kedatangan Reynand bersama dengan pihak kepolisian.


Reynand terkekeh sinis mendengar itu.


"Aku cucunya, jelas aku menuruni sikap kejam nya. Salah kalian sendiri yang sudah berani mempermainkan keluarga ku. Anda berani menyekap ayahku selama bertahun tahun, membuat ibu dan adikku menderita. Dan sekarang anda bilang jika saya tidak punya hati. Hah, apa anda waras nyonya??? Siapa yang lebih kejam disini. Beruntung aku tidak menyekapmu ditempat yang menjijikkan" jawab Reynand dengan pandangan mata yang begitu tajam


"Itu memang pantas dia dapatkan" seru nyonya Guzel


"Dan ini juga pantas anda dapatkan bukan" balas Reynand pula


Nyonya Guzel ingin menyerang Reynand, namun pihak kepolisian langsung menangkap nya dan membawa nya pergi.


"Tidak !!! Jangan lepaskan aku. Aku tidak bersalah!!!" teriak nyonya Guzel berusaha memberontak. Namun para polisi itu langsung membawa nya masuk kedalam mobil polisi. Meninggalkan Cleo yang memandang ibunya dengan pandangan begitu pilu.


Dan semua kejadian itu selalu tidak luput dari kamera wartawan.


"Kamu tega membuat ku seperti ini Rey" gumam Cleo yang sudah jatuh terduduk diatas lantai.


Alis Reynand tergerak memandang Cleo. Hanya alisnya, bukan hatinya. Dia kembali tersenyum sinis dan memandang jijik pada gadis ini. Yang kelihatan sudah begitu menyedihkan. Yah, ini yang Reynand mau. Melihat Cleo terpuruk dan menangis darah.


"Aku sudah pernah memberimu cinta. Tapi kau menyia nyiakan nya. Maka terimalah akibatnya" ucap Reynand begitu kejam.


Cleo tertunduk dengan air mata yang keluar membasahi wajah nya. Dia tidak tahu menangis untuk apa. Untuk nasib buruk nya ini??? Atau menangis karena menyesal? entah lah. Bahkan rasanya Cleo sudah benar benar ingin mati saja sekarang. Apalagi mereka yang lagi lagi menjadi bahan tontonan publik. Sungguh Cleo sudah tidak lagi mempunyai muka.


"Sekarang kau baru merasakan apa yang dirasakan oleh Nara bukan. Sakit, tapi kau semakin disakiti." ungkap Reynand.


Cleo hanya diam dan menangis tertunduk. Sakit sekali rasanya..


" Tapi kau tenang saja. Aku masih membiarkan mu bebas Cleo. Kau masih bisa kemanapun kau mau. Tapi tanpa membawa apapun" desis Reynand dengan begitu tega.


"Nikmati sisa waktumu, dan besok kau harus menghadiri sidang ibumu dipengadilan. Lihat hukuman apa yang pantas ibumu itu dapatkan. Penjara seumur hidup, atau....hukuman mati." bisik Reynand lagi.


Dia tersenyum sinis melihat Cleo yang menangis menyedihkan, dan setelah mengatakan itu dia langsung pergi meninggalkan rumah itu bersama Guntur. Meninggalkan Cleo yang sudah benar benar tidak berdaya dan terpuruk hingga kejurang yang paling dalam.


Setelah kepergian Reynand, orang orang suruhan David langsung menyeret Cleo keluar dari rumah nya. Dan menghempaskan Cleo keluar pagar rumah itu dengan begitu kejam.


Cleo menangis dan berteriak dengan kencang. Wajah dan penampilan nya benar benar menyedihkan. Bahkan dia dibuang begitu saja dari rumah nya sendiri. Ibunya dipenjara dan dia terlunta lunta dengan penyakit mematikan ini.


Kilatan kamera mengambil gambar Cleo, orang orang itu bukannya menolong malah semakin membuat mental Cleo semakin hancur.


"Pergi kalian semua!!! pergi!!!!" teriak Cleo begitu kuat.


Dia bahkan menangis dan menjerit dengan histeris seperti orang gila yang sudah tidak lagi mengingat apapun. Rasanya dia benar benar menyesal, dia menyesal telah mengikuti keinginan dan ambisi ibunya selama ini. Dia membuang sahabat yang begitu baik, dia menyianyiakan orang yang pernah memberikan nya cinta. Dan sekarang dia harus menerima karmanya. Bahkan jika darah bisa keluar, mungkin Cleo sudah menangis darah mengenangkan nasib nya yang begitu memilukan saat ini.


Dunia benar benar kejam....

__ADS_1


__ADS_2