Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan

Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan
Selamat Tinggal (Cleo)


__ADS_3

Senja itu langit mulai gerimis. Hembusan angin pengantar hujan juga sudah melambai begitu sendu. Awan hitam sejak tadi sudah menutupi kota Jakarta. Pagi tadi cuaca cukup cerah, namun senja ini, semua seakan meredup bersamaan dengan hati dan kehidupan seorang gadis.


Gadis cantik dengan wajah pucat dan lesunya. Berdiri disebuah jembatan dan memandang nanar kebawah sana. Dimana air yang begitu deras mengalir menghempaskan sesuatu yang akan membawanya pergi jauh.


Dress merah nya melambai tertiup angin senja, rambutnya melepek terkena air hujan yang mulai menebal. Tubuh indahnya begitu layu, seiring dengan pandangan matanya yang mulai kosong.


Tidak ada lagi kehidupan dimata cokelat almond itu. Semua sudah meredup dan terhempas begitu saja. Rasa sakit, pedih, kecewa dan penyesalan, semua bercampur menjadi satu, membuat dia hancur dan tidak lagi berdaya. Mentalnya sudah dihancurkan, tubuhnya juga sudah tidak lagi berharga, hatipun sudah tidak lagi dia miliki, dan rumah untuk kembali pun sudah tidak lagi ada. Maka kehidupan seperti apa lagi yang harus dia jalani???


Air mata kembali menetes dimata indah nya.


Mengenangkan segalanya yang telah hancur dan berantakan akibat keegoisan nya sendiri.


Kata seandainya saja hanya lah tinggal angan.


Seandainya saja waktu bisa diulang lagi, mungkin dia tidak ingin mengikuti permintaan ibunya.


Seandainya saja waktu bisa diputar, mungkin dia tidak akan menjadi Cleo yang kejam.


Ya, Cleoreneila Delemonte.


Kehidupan nya sudah hancur, harapan nya sudah musnah, impian nya tidak lagi ada.


Ini adalah karma untuk nya..


Meski menyesal, tapi Cleo terima.


Dia sadar, jika selama ini dia hanya seorang iblis yang sudah menghancurkan hidup seseorang. Dan sekarang giliran hidupnya yang dihancurkan orang lain..


Tes....


Setetes air mata jatuh kembali seiring dengan kepala nya yang menunduk dan memandangi arus sungai dibawah sana.


Mommy selamat tinggal, selamat menjalani karma masing masing, aku menyayangimu mom.


Nara, ampuni aku. Sampai kapan pun, kau adalah teman terbaikku.


Reynand, terimakasih untuk segalanya.


Selamat tinggal semua,


maafkan aku!


Byuuurrrrr


Tubuh lemah itu langsung melompat kebawah sana, melompat dengan membawa sejuta luka yang tidak bisa lagi diobati.


Pergi dengan meninggalkan kenangan manis dan pahitnya.


Cleo pergi...


Dia lebih memilih mati dari pada memperjuangkan hidup yang terlalu menyakitkan.

__ADS_1


Hatinya lelah, imannya lemah.


Dia tidak sanggup hidup dalam bayangan penyesalan dan juga kesakitan.


Hingga akhirnya, dia lebih memilih untuk pergi.


Pergi kealam keabadian yang sesungguhnya.


....


Keesokan harinya...


Semua orang sudah berkumpul diruang pengadilan untuk menindaklanjuti kasus yang menjerat tuan Agas dan juga nyonya Guzel.


Kedua orang itu sudah duduk didepan meja hakim. Semua orang juga sudah berkumpul disana. Nara dan Reynand juga sudah ada bersama Arya dan Guntur. Mereka datang untuk melihat bagaimana hukuman yang akan dijatuhkan pada kedua tua bangka itu. Reynand tidak akan membiarkan mereka dihukum dengan mudah setelah apa yang mereka perbuat.


Mata nyonya Guzel memandang tajam pada Reynand, sepertinya dia benar benar menaruh dendam pada tuan muda Adiputra ini.


Tapi Reynand, dia hanya tersenyum sinis memandang nya. Senyum penuh kemenanangan.


Tuan Agas hanya diam dan tertunduk saja dengan wajah datarnya itu. Entah apa yang sedang difikirkan oleh lelaki tua itu, namun yang jelas jiwa psikopatnya memang tidak bisa ditebak.


Nara hanya memandang datar kedua tersangka yang sudah menghancurkan kehidupan Reynand. Dia hanya iba melihat mereka berdua. Seharusnya mereka bisa hidup tenang dihari tua mereka masing masing, namun kenyataan nya, mereka harus menjalani hari yang berat seperti ini. Dan sayang nya, semua itu adalah karena rasa sakit hati dan juga dendam.


Miris sekali..


Kenapa setiap orang harus mempunyai perasan itu?? Tidak bisakah mereka merelakan semua yang sudah terjadi. Lihatlah, rasa dendam dan sakit hati yang selalu dipendam bertahun tahun, hanya akan membuat mereka menjadi terpuruk seperti ini. Mereka bukan hanya melukai hati mereka sendiri, melainkan juga hati orang yang tidak bersalah.


Nara sungguh tidak bisa berkata apapun lagi. Dia hidup didalam kehidupan orang orang yang menaruh dendam dan sudah mendarah daging.


Nyonya Guzel nampak marah dan berteriak menggebu. Dia terlihat sekali tidak terima dengan semuanya.


"Tidak... aku tidak bersalah. Kalian tidak mempunyai buktinya!!!" teriak nya dengan begitu lantang.


"Kami punya buktinya nyonya." jawab pengacara Reynand.


Dan benar saja, pintu ruang pengadilan terbuka dan tampak ibu Reynand yang masuk dengan mendorong kursi roda tuan Abas.


Mata nyonya Guzel nampak melebar sempurna melihat itu. Kenapa bisa secepat ini tuan Abas sadar???


Reynand kembali tersenyum melihat kedua orang tuanya yang sudah tiba disana. Ya, tuan Abas sudah sadar, dan keadaan nya juga sudah pulih. Dia sadar sejak beberapa hari yang lalu, dan beruntung nya keadaan nya bisa pulih dengan cepat.


Hari ini, semuanya memang sudah harus berakhir!


"Tuan Abas, anda adalah saksi kunci dari segala masalah yang ada. Dan saya minta anda untuk menjelaskan semua nya disini" ungkap sang hakim.


Tuan Abas mengangguk pelan. Dia memandang nyonya Guzel yang nampak begitu tidak terima. Juga tuan Agas, saudara kembarnya yang hanya memandang nya dengan pandangan datar. Namun hanya tuan Abas yang tahu jika pandangan itu adalah pandangan benci yang tidak berkesudahan.


"Empat tahun lalu setelah kecelakaan yang menimpa ayahku. Tepat setelah sehari kejadian itu, saat aku pulang dari perusahaan, ada orang orang yang menculikku. Aku dibawa kesebuah vila didaerah puncak, Vila Revano. Vila itu adalah vila milik keluarga Delemonte. Dan yang menculikku adalah orang orang suruhan Guzel" ungkap tuan Abas


"Tidak!!!! tidak, dia berbohong!!!" teriak nyonya Guzel, namun segera ditenangkan oleh seorang algojo

__ADS_1


"Mereka menyekapku divila itu, dan menggantikan posisi ku dengan saudara kembarku sendiri, Agas." lanjut tuan Abas lagi.


Semua orang yang ada didalam ruangan itu hanya diam dan semakin ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.


"Agas telah melarikan diri dari penjara. Memanipulasi keadaan jika dia juga ikut tewas dalam tragedi itu. Dan kasus tragedi dipenjara itu juga sebenarnya adalah ulah orang orang suruhan Guzel untuk bisa mengelabui polisi agar Agas bisa lepas" perkataan tuan Abas tentu membuat semua orang begitu terkejut. Ternyata nyonya Guzel sudah menyiapkan rencana itu dengan begitu matang.


"Tidak, jangan percaya!!" teriak nyonya Guzel lagi


"Mereka sudah merencanakan memakai identitasku untuk menguasai seluruh aset Adidaksa dan kekayaan yang tersimpan. Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi yang aku tahu mereka sudah menghancurkan keluarga ku. Membuat istri dan anak anakku terusir dari rumah kami sendiri"


"Mereka tidak bisa membunuhku, karena tanpa tanda tangan ku, mereka tidak bisa mencairkan apapun disana. Karena seluruh aset Adidaksa masih atas namaku, bukan Reynand"


"Hingga suatu hari, mereka kelimpungan karena merasa jejak mereka yang menyembunyikan ku mulai dicurigai. Mereka memindahkan ku kerumah tua, sekitar hampir dua tahun aku disana. Dan terakhir, aku dipindahkan dan disekap dirumah tua milik Agas. Aku sempat disiksa disana, hanya karena mereka yang ingin mengetahui dimana letak harta yang disembunyikan ayahku untuk Reynand. Hingga akhirnya, Reynand bisa menemukan ku disana" ungkap tuan Abas.


"Semua mereka lakukan dengan kejam. Aku tidak apa mereka siksa. Tapi aku sungguh tidak rela jika istri dan anakku juga terkena imbasnya" kata tuan Abas lagi.


Reynand memejamkan matanya dengan tangan yang terkepal. Dia sungguh merasa telah berdosa telah membiarkan ayahnya tersiksa selama empat tahun lama nya. Dan dia malah sempat mengira jika ayahnya adalah bajingan yang keji yang membuang mereka setelah berkhianat dengan mantan kekasihnya.


Sementara ibu Reynand nampak menangis terharu, karena dia benar benar tidak menyangka dengan ungkapan isi hati suami nya ini. Suami yang dia kira hanya mencintai mantan kekasihnya saja.


"Itu memang pantas kalian dapatkan. Kalian sudah menghancurkan kehidupan ku. Kalian menghancurkan semua impian ku. Dan kalian memang harus mendapatkan hal yang setimpal juga!!!" seru nyonya Guzel begitu menggebu dan penuh dendam.


Reynand ingin menyahut perkataan itu, namun Nara segera menarik lengan nya dan menggeleng pelan.


"Diam" bisik Nara.


Reynand langsung menarik nafasnya dalam dalam dan memandang nyonya Guzel dengan geram.


"Kalian tidak bisa bahagia diatas penderitan ku Abas!!! Aku tidak terima!!!" teriak nyonya Guzel kembali.


"Mereka memang selalu bahagia diatas penderitaan orang" ucap tuan Agas yang sedari tadi hanya diam.


Tuan Abas memandang saudaranya.


"Pintu hatimu sudah tertutup hanya karena kau yang tidak pernah menerima apapun yang aku lakukan Agas. Meskipun ayah membedakan kita, apa aku pernah berbuat curang padamu. Aku tetap menyayangimu, karena kau saudaraku, tapi sedikitpun kau tidak pernah melihatnya. Kau hanya selalu tenggelam dalam sifat benci mu pada ayah" jawab tuan Abas


"Aku sudah membagi apa yang aku punya, aku memberikan apa yang kau mau. Apa kau tidak pernah merasakan jika itu bentuk kasih sayang ku?" tanya tuan Abas lagi.


Suasana dipengadilan itu nampak tegang dan juga haru dengan perdebatan kedua saudara kembar itu. Ditambah dengan tangisan pilu nyonya Guzel.


"Tapi kau tidak menolak saat ayah memintamu untuk menikahi Sonia" sahut tuan Agas.


Tuan Abas tersenyum miris mendengar itu.


"Karena ayah tahu, Sonia tidak akan hidup bahagia bersama mu. Kau lupa bagaimana penyakitmu itu. Kau hanya akan menyiksa nya." jawab tuan Abas


Tuan Agas langsung memandang tuan Abas dengan tajam. Dia ingin bangkit dan mendekat pada tuan Abas, namun para algojo langsung memegang tangan nya dan mendudukkan kembali dia dikursi.


Hakim kembali bersuara.


"Semua sudah jelas dan tuan Agas juga nyonya Guzel sudah terbukti bersalah" ungkap hakim itu. Dia menyebutkan tentang pasal pasal yang menyangkut kejahatan mereka berdua. Hingga hukuman pun langsung dijatuhkan hari itu juga.

__ADS_1


Tuan Agas, dipenjara untuk seumur hidupnya, sedangkan nyonya Guzel, akan dihukum mati! Ketukan palu langsung membuat nyonya Guzel berteriak histeris. Dia benar benar tidak terima dengan keputusan ini. Dia benar benar tidak terima. Untuk yang kesekian kalinya, keluarga Adiputra kembali menghancurkan kehidupan nya. Bahkan bukan hanya kehidupan nya. Melainkan juga kehidupan putrinya. Ya, nyonya Guzel, bahkan belum tahu apa yang sudah terjadi pada putrinya. Bahkan semua orang yang ada didalam sana juga belum tahu.


Dan jika mereka tahu, apa mereka akan bersedih??????


__ADS_2