
Hari yang indah untuk sepasang kekasih yang sebentar lagi akan menikah. Pernikahan yang hanya tinggal sebulan lagi membuat Arya dan Zelina sudah tidak sabar untuk memulai hidup mandiri berdua.
Ya sebulan lagi mereka akan menikah. Dan saat ini Arya sedang memenuhi janji nya pada Zelina dulu. Janji untuk memberikan taman bunga tulip pada Zelina sebagai mahar pernikahan mereka.
Tidak tahu kenapa Zelina lebih memilih taman itu dari pada barang ataupun uang. Tapi dia lebih memilih taman bunga seperti ini.
Arya membukakan pintu mobil untuk gadis kecilnya. Mata Zelina ditutup saat ini, karena Arya ingin memberi kejutan padanya.
"Kak... kenapa harus di tutup sih. Kan Ze udah tahu juga kita mau melihat taman bunga itu" ucap Zelina.
Tangan nya berada dalam rangkulan Arya.
"Ya supaya kamu penasaran dong. Kalau gak ditutup gak seru" jawab Arya.
"Aaaa Ze udah gak sabar" seru Zelina benar benar kegirangan.
Arya tertawa dan membawa Zelina berjalan dengan hati hati.
"Sabar sayang, bentar lagi. Hati hati jalan nya. Masih susah ini" ujar Arya yang terus menuntun langkah Zelina.
Jalanan berbatu dan sedikit berliku membuat mereka sedikit kepayahan. Bahkan beberapa kali Zelina hampir terjatuh karena tersandung batu yang dia langkahi.
Mereka berjalan melewati jalanan setapak, karena mobil tidak bisa sampai ditempat.
Taman bunga tulip yang memang baru saja jadi, mungkin juga dalam beberapa hari ini jalan dan daerah sekeliling nya sudah selesai diperbaiki dengan indah hingga tempat itu terlihat lebih sempurna lagi.
"Oke sampai" ucap Arya.
"Kaki Ze sampai sakit kak" protes Zelina
Arya tertawa seraya membuka ikatan penutup mata Zelina. Membuat Zelina mengernyit dan langsung mengusap matanya sebentar.
Dan saat pandangan mata itu mulai jelas, garis bibirnya langsung melengkung dengan indah membentuk senyum yang sangat lebar.
Bahkan pandangan mata Zelina langsung melebar dan mengedar melihat dimana dia sekarang berada .
"Bagaimana?" tanya Arya seraya memandang wajah Zelina yang terperangah takjub.
"Kak Aryo... ini indah banget" seru Zelina. Bahkan tubuhnya memutar memandangi taman bunga tulip yang begitu luas itu.
Taman bunga dengan luas hampir satu hektar, dipenuhi dengan tiga warna bunga. Merah, kuning dan putih yang tertanam begitu rapi seluas mata memandang.
Apalagi saat ini Arya membawa Zelina ketengah taman bunga.
Hingga membuat pemandangan dari tempat mereka berdiri cukup indah.
Sore ini juga hari tidak panas, bahkan terkesan mendung, hingga menambah suasana menjadi lebih mendukung.
"Kak Aryo... ini benar-benar diluar perkiraan Ze kak" seru Zelina begitu girang.
Dia sungguh tidak menyangka taman bunga yang dia impikan akan sebagus dan seindah ini. Pantas saja Arya meminta waktu satu tahun untuk menyiapkan semuanya. Jika hasilnya benar benar indah sekali.
"Ini belum waktunya bunga mekar. Masih lama lagi, tapi aku udah gak sabar buat nunjukin nya ke kamu" ungkap Arya
Zelina langsung menghadap kearah Arya. Dia tersenyum lebar dengan mata yang berkaca kaca. Bahkan sangking senang nya, Zelina langsung memeluk Arya dengan cepat. Memeluk dan bahkan melompat kedalam dekapan Arya.
__ADS_1
Arya bahkan sampai terkesiap menangkap tubuh Zelina.
"Aaah terimakasih kak Yo.. I love you so much" teriak Zelina begitu bahagia.
"Kamu senang??" tanya Arya
"Tentu saja. Aku senang banget. Terimakasih."
ucap Zelina
cup
satu kecupan langsung mendarat di pipi Arya. Membuat lelaki berambut gondrong itu nampak tertawa dan langsung memutar tubuh Zelina dengan gemas.
Zelina tertawa lepas saat Arya memutar tubuhnya.
"Aku cinta kamu Ze!!!" teriak Arya
"Aku juga cinta kak Arya. Cintaaaa bangetttttt" teriak Zelina pula.
Mereka berdua langsung tertawa lepas dan saling memeluk dengan erat.
Kebahagiaan yang di rasakan Zelina juga membuat Arya sangat bahagia.
Gadis muda yang sebentar lagi akan menjadi istrinya. Sebulan lagi, ya hanya sebulan lagi dan semua akan jauh terasa lebih indah.
Senja yang indah untuk Arya dan Zelina. Dipertemukan dengan ketidaksengajaan dan juga takdir lewat perantara Nara dan Reynand.
Awal pertemuan yang kurang baik namun bisa berakhir seperti ini.
Seseorang yang ada disaat saat terpuruk nya dahulu.
Bunga tulip merah yang melambangkan cinta dan kasih sayang yang mendalam, tulip putih melambangkan Kesucian dan kemurnian cinta, sedangkan tulip orange melambangkan suatu keberuntungan yang besar. Dan Arya, sangat berharap jika kehidupan nya yang selama ini sepi dan sunyi, bisa mencapai kebahagiaan saat bersama dengan Zelina kelak.
Seperti simbol dari warna bunga yang dia tanam disini.
Senja itu Arya membawa Zelina berkeliling taman bunga nya. Taman bunga yang menjadi mahar cintanya.
"Kak ... ini cantik banget. Dari mana kakak dapat bibit nya. Bukan dari indo kan" tanya Zelina seraya tangan nya yang mengusap bunga bunga tulip merah dihadapan nya.
Arya menggeleng dan tersenyum.
"Ini dari Jepang, aku minta Nara dan kakak kamu yang beli" jawab Arya.
Zelina langsung menoleh pada Arya
"Jadi yang kakak minta waktu kak Nara mau pergi bulan madu waktu itu bibit bunga?" tanya Zelina tidak percaya.
Arya tertawa dan mengangguk
"Iya lah, memang apa lagi. Disana bibit unggul banyak. Jenisnya juga cantik. Lihat kan" ujar Arya.
Zelina langsung terbahak mendengar nya.
"Pantesan aja bisa secantik ini." sahut Zelina
__ADS_1
"Aku akan ngasih apa yang kamu minta Ze. Apalagi untuk kamu, aku pasti berusaha kasih kamu yang terbaik" ungkap Arya
"Aaaah manis banget, terimakasih" Zelina langsung merangkul lengan Arya dengan manja.
"Terimakasih nya nanti aja deh kalau udah nikah" ucap Arya
"Kenapa harus nunggu nikah" tanya Zelina dengan bingung.
"Ya pokoknya nanti aja. Sekarang belum boleh" sahut Arya.
Zelina terdiam bingung.
"Udah lah, yuk kita jalan kesana" ajak Arya yang langsung menarik lengan Zelina kearah Utara taman bunga itu.
Ada jalanan setapak yang berbatu dan cukup epik sengaja dibuat. Zelina suka sekali berada ditempat ini.
"Kakak desain taman bunga ini sendiri?" tanya Zelina. Mereka berjalan seraya bergandengan tangan
"Enggak, dibantu sama yang mengurus juga" jawab Arya.
Zelina mengangguk dan kembali memandang sekitar sana.
"Itu mau bangun apa, kayak kincir angin" gumam Zelina.
"Iya, biar sama seperti yang ada diluar negeri" jawab Arya
"Wow keren banget, kak Arya emang the best. Hari hari bakalan kemari terus nih aku" ucap Zelina seraya memandangi kincir angin yang masih separuh jadi. Tapi sudah terlihat bentuknya.
"Ya, setelah menikah ini akan jadi milik kamu. Kamu bisa menambah monumen lain untuk menambah kesan cantik nya" ujar Arya
Zelina langsung mengangguk dengan cepat.
"Kalau udah cantik bisa jadi tempat wisata dan kamu bisa punya pemasukan dari sini" ucap Arya.
"Wah mata duitan" sahut Zelina dengan tawa gelinya. Membuat Arya juga ikut tertawa karena itu.
"Ze memang berniat begitu kak. Ze ingin semua orang bisa merasakan keindahan bunga tulip ini. Bunga yang akan selalu dikenang dihati semua orang" ungkap Zelina.
Dan entah kenapa ungkapan Zelina itu membuat hati Arya sedikit terusik.
"Ze sangat berharap, bunga tulip ini akan selalu ada disini sampai kapan pun, walaupun Ze udah gak ada nanti" kata Zelina lagi.
"Kok kamu ngomongnya begitu sih" tanya Arya merasa tidak suka.
Namun Zelina malah tertawa mendengar itu.
"Jangan begitu wajahnya" ucap Zelina seraya merangkul tangan Arya dengan manja.
"Ze pengen taman ini tetap ada sampai kakek nenek nanti. Masak iya, cuma satu kali panen doang. Kan gak lucu, Ze maunya dia ada sampai kapanpun, supaya bisa untuk kenang kenangan, kalau taman ini, adalah Mahar dari lelaki yang paling Ze cinta" ungkap Zelina dengan begitu berbinar memandang Arya.
Arya langsung mendengus senyum mendengar itu. Dia mengecup pucuk kepala Zelina dengan lembut.
"Aku pasti akan jaga taman bunga ini sampai kapanpun. Dia akan tetap ada sebagai bukti cinta aku untuk kamu" ucap Arya.
"Janji" pinta Zelina
__ADS_1
"Janji sayang" jawab Arya.