
Ini tentang rinduku
Tentang rindu yang tak juga berkesudahan
Diantara rintik hujan yang tak juga berhenti, ada yang ingin kusampaikan
Aku masih mengingatmu
Bahkan cintaku masih selalu menyebut namamu
Debar rindu yang begitu mendayu meski hening menenggelamkan bayangmu
Untuk oktober yang kesekian kali
Aku masih menanti kau kembali
Berharap bisa menggenggam cintamu lagi
Tapi...
Apakah aku masih bisa berharap
Setelah semua kenangan terlerai dalam hujan yang seakan tiada berhenti
~ ~~~
Hujan gerimis yang sejak pagi turun dan membasahi tanah yang sempat mengering beberapa jam, kini mulai mereda. Hari sudah mulai senja, namun sinar jingga sama sekali tidak ada bercahaya sedikitpun. Semuanya tertutupi oleh awan mendung yang masih terus ingin mengeluarkan airnya.
Untuk oktober yang kesekian kali, masih sama seperti sebelum nya. Tidak ada yang berubah, bahkan rasa sakit yang dirasa juga semakin lama semakin kuat.
Cinta, rindu dan keterpurukan membuat mata tajam yang biasa nya menjadi daya tarik tersendiri kini nampak begitu sendu dan meredup. Tidak ada lagi binar kehidupan yang tersimpan didalam nya. Semua seolah telah sirna sejak dia memilih untuk melepaskan cinta yang dia genggam.
Ingin berjuang?? Tapi apa yang bisa dia banggakan, bahkan untuk mengurus dirinya sendiri pun dia masih membutuhkan bantuan seseorang. Ingin merebut kembali cinta yang pernah dia miliki, tapi dengan apa? Semua hanya akan menambah beban dan luka saja.
Reynand Adiputra...
Tuan muda angkuh yang terkenal dengan pesona nya yang cukup kuat kini hanyalah seorang lelaki lemah yang tidak berdaya.
Sejak kecelakaan yang terjadi beberapa bulan lalu, kehidupan nya semakin berubah.
Ya, Reynand hanya berdiam diri dirumah bertemankan keterpurukan yang semakin lama semakin membunuh hati dan jiwanya. Tidak ada yang ingin dia lakukan lagi. Dia sudah kehilangan semua nya. Kecelakaan parah itu membuat keadaan Reynand memburuk, dia mengalami cidera dikaki cukup parah hingga membuat dia harus menjalani pengobatan dan terapi agar bisa berjalan kembali. Bukan kelumpuhan sebenar nya, hanya patah tulang dibeberapa bagian kaki nya. Hanya saja karena Reynand yang tidak mempunyai semangat sembuh membuat keadaan nya memburuk dan luka nya yang lama untuk pulih kembali. Jika saja Zelina dan mama nya tidak memaksa untuk melakukan pengobatan dan terapi, mungkin Reynand sudah mati tidak lama setelah kecelakaan itu.
Suara goresan kuas menemani keheningan Reynand didalam kamar nya. Tepat didepan jendela. Matanya memandang nanar kearah lukisan yang sebentar lagi akan selesai. Sebuah lukisan wanita dengan senyum yang begitu indah dan mempesona.
Sesekali Reynand tersenyum tipis memandangi lukisan nya sendiri. Hanya ini yang bisa dia lakukan ditengah tengah kesakitan nya. Melukis yang memang adalah bakat terpendam nya sejak dulu.
Lihatlah, bahkan setelah beberapa bulan berlalu, wajah wanita yang dia cintai masih begitu jelas dia ingat. Tidak ada yang terlupa walau hanya sehelai rambutpun. Matanya yang sendu namun indah dengan manik cokelat mudanya, bibirnya yang tipis dan begitu membuai, serta hidung nya yang mancung dan indah, adalah karya Tuhan yang seumur hidup tidak akan pernah bisa Reynand lupakan.
Setiap hari bahkan setiap detik, semua ingatan nya hanya tentang Nara. Wanita yang dia cintai yang kini telah menjadi mantan istri. Bahkan sering kali Reynand berhalusinasi dengan kedatangan Nara. Mungkin sebentar lagi dia akan gila.
Rasa sakit itu masih terasa sampai saat ini, rasa penyesalan itu juga masih begitu besar dia rasakan. Tapi Reynand tidak pernah mengeluh tentang itu. Dia sudah pasrah, dia tahu kesalahan nya sudah cukup besar. Dia hanya berharap, Nara bisa bahagia meski tanpa dia lagi.
Biar dia yang terpuruk disini, biar dia yang sakit sendiri, biar dia yang menunggu ajal dengan memendam rasa penyesalan yang tiada habis ini. Reynand sudah pasrah, meski jauh didalam lubuk hati dia masih menyimpan sebuah harapan untuk bisa menggenggam tangan itu lagi. Dan tentu nya membalaskan rasa sakit pada mereka yang telah menghancurkan kehidupan nya.
"Nara...... apa kabarmu" gumam Reynand seraya memandang sedih lukisan yang baru saja dia selesaikan.
Wanita cantik dengan senyum dibibir merah indahnya.
Suara pintu yang diketuk tidak membuat Reynand memalingkan wajahnya. Dia masih memandangi lukisan itu dengan sendu. Rasa rindu yang begitu menggigit selalu membuatnya tidak berdaya.
"Rey......" panggil mama nya
Namun Reynand hanya diam, dia tahu jika mama nya pasti meminta nya untuk keluar dan makan malam karena hari memang sudah mulai gelap.
__ADS_1
Reynand masih terdiam, apalagi ketika dia tidak mendengar apapun, hanya suara langkah kaki yang mendekat kearahnya. Awalnya Reynand masih acuh, namun tiba tiba dia sedikit mengernyit saat mengenali aroma ini. Aroma tubuh yang masih dia ingat jelas bagaimana harum nya yang selalu mampu membuat dia terbuai.
Reynand menggeleng pelan, tidak mungkin dia ada disini. Apa Reynand sudah gila karena setiap detik hanya wanita itu yang selalu dia fikirkan????
"Kamu masih mengingatku ternyata"
deg
deg
Suara lembut seorang wanita membuat Reynand terpaku. Jantung nya terasa berhenti sejenak namun kembali berdetak dengan denyut yang mampu membuat nya meringis sakit.
Reynand langsung menoleh kebelakang, dan lagi lagi dia mematung ketika seseorang yang paling dia rindui ada dihadapan nya. Reynand terperangah tidak percaya, bahkan mulutnya sampai terbuka karena dia masih tidak menyangka dengan apa yang dilihatnya saat ini.
Apa ini benar ????
Apa ini bukan mimpi???
Apa ini hanya halusinasi nya lagi???
Tidak, tidak mungkin.
Reynand langsung menggeleng kuat dan memegang kepala nya yang terasa berat sekarang. Kenapa dia berhalusinasi lagi. Kenapa bisa begini??? Bukankah setiap malam dia sudah meminum obat penenang nya?
"Rey..." panggil wanita itu, yang tidak lain adalah Nara.
Nara ingin mendekat, namun Reynand segera menggeleng dengan kuat
"Tidak jangan mendekat" seru Reynand dengan wajah yang memerah dan juga air mata yang mulai keluar dari wajahnya.
Nara yang sudah menahan tangis sejak tadi langsung terisak begitu sedih melihat Reynand yang seperti ini, dia sudah seperti orang gila yang begitu takut melihat Nara. Apa yang terjadi? Benarkah perkataan mama nya yang mengatakan jika Reynand sering berhalusinasi tentang Nara??
"Rey... ini aku" Nara kembali mendekat dan ingin meraih tangan Reynand yang sedang menarik rambutnya dengan kuat. Namun Reynand langsung menepis lengan Nara dengan kasar.
Nara begitu hancur melihat ini, dia menangis terisak dan langsung berlutut dihadapan Reynand. Menarik tangan Reynand dengan kuat hingga lelaki itu langsung memandang wajah Nara dengan jelas.
Tangis Reynand membuat Nara tidak berdaya, Nara langsung menarik Reynand kedalam pelukan nya. Tidak, dia sungguh tidak sanggup melihat Reynand yang seperti ini.
"Ini aku Rey, ini aku Nara..." isak Nara yang memeluk tubuh Reynand dengan erat.
Reynand terisak begitu pilu dan membalas pelukan Nara tak kalah erat.
"Tolong jangan siksa aku Nara, aku tidak sekuat dirimu. Aku tidak kuat" ungkap Reynand begitu pedih, tubuhnya bergetar hebat menahan gejolak emosi didalam hatinya.
"Sakit sekali Nara... sakit.... Aku benar benar tidak sanggup" gumam Reynand lagi yang masih menangis dalam pelukan Nara.
Sungguh demi apapun, sesakit apapun yang pernah Nara terima, tapi melihat Reynand yang seperti ini kenapa hatinya tidak bisa. Rasa cinta nya yang telah dia bunuh ternyata masih tumbuh begitu dalam, hingga tidak ada alasan dia untuk bisa membenci Reynand.
"Apa tidak cukup semuanya Nara, apa tidak cukup semua yang aku terima. Kenapa kamu selalu datang dan menyiksa batinku."
"Aku tahu aku salah, aku bersalah, tapi aku tidak akan sanggup jika kamu selalu membayangiku seperti ini. Aku tidak sanggup Nara...." ucapan Reynand sungguh membuat Nara semakin terisak pedih. Apa Reynand berfikir dia hanya berhalusinasi lagi??? Sesakit itukah dia?? Semenderita itukah dia???
Nara melepaskan pelukan nya dari Reynand
"Tidak, biarkan dulu, jangan pergi dulu, aku mohon, aku masih rindu, aku rindu" kata Reynand begitu kacau seraya menarik tubuh Nara dengan kuat, namun Nara juga langsung mendorong tubuh Reynand dengan kuat pula hingga lelaki itu langsung tersandar dikursi rodanya.
Wajahnya benar benar frustasi, hancur dan begitu menyedihkan.
"Apa kamu mau pergi lagi" tanya Reynand dengan pandangan mata yang meredup. Dia ingin meraih tangan Nara, namun Nara langsung menepis nya dengan kuat dan memandang Reynand dengan tajam.
"Kamu masih marah Nara" ucap Reynand begitu sedih. Namun sedetik kemudian Reynand langsung tersenyum dan menggeleng, bahkan dia tertawa kecil seraya mengusap matanya dengan kuat. Berharap bayangan Nara bisa hilang dan tidak terus mengganggu fikiran nya.
"Rey, lihat aku!!" seru Nara begitu kuat namun Reynand menggeleng dan masih mengusap wajah nya
__ADS_1
"Reynand!!" teriak Nara lagi
Namun Reynand semakin kacau, dia bahkan menoleh kesana kemari mencari sesuatu. Dan saat melihat itu Reynand ingin beralih bahkan dia langsung memanjangkan tangan nya untuk meraih botol obat penenang yang selama ini dia minum.
"Pergi... pergi" gumam Reynand yang masih berusaha menjangkau obatnya.
Nara semakin sakit melihat ini.
"Reynand" panggil Nara lagi seraya meraih lengan Reynand, namun Reynand menepis nya dengan kuat hingga Nara jatuh terduduk diatas lantai.
Reynand bahkan langsung berdiri untuk meraih obat itu, namun kaki nya yang tersangkut kursi roda membuat nya juga ikut terjatuh dan begitu pula obat yang berhasil dia raih ikut berhamburan diatas lantai.
Tangan Reynand bergetar memunguti obat obat itu. Sedangkan Nara langsung menggeleng dan segera beranjak mendekat kearah Reynand. Nara langsung menepis kuat tangan Reynand saat lelaki itu ingin memasukan butiran obat itu kedalam mulutnya, hingga membuat obat yang ada ditangan Reynand kembali terhempas.
"Jangan gila Reynand!!!" teriak Nara begitu sakit melihat ini
"Pergi!!" teriak Reynand pula
plak
Satu tamparan begitu kuat langsung mendarat diwajah Reynand, membuat lelaki itu langsung mematung ditempat nya memandang Nara tidak percaya.
Nafas Nara tersengal, memandang Reynand dengan begitu tajam namun dengan air mata yang terus mengalir diwajah nya yang memerah.
"Ini aku Rey!!! Ini aku!!! Apa kamu tidak bisa merasakan nya ha!!! Apa kamu sudah lupa bagaimana aku, hingga kamu menganggapku hanya bayang bayang saja???" teriak Nara begitu menggebu. Reynand menggeleng tidak percaya
plak
Satu tamparan kembali Nara berikan agar lelaki ini tahu jika dia benar benar ada sekarang.
"Sadar Rey ... Sadar!!!"
"Apa begitu yang kamu bilang jika kamu mencitaiku ha???" teriak Nara lagi, dia menangis terisak melihat Reynand yang kembali menangis dengan pilu namun bibirnya yang tersenyum
"Nara.... kamu benar Nara..." gumam Reynand dengan air mata yang semakin tidak bisa berhenti. Dia langsung merangkak dan mendekat kearah Nara berada. Menangkup wajah Nara dengan tangan yang begitu bergetar.
Apa ini benar ???
Ini Naranya???
"Kamu Nara, kamu Naraku" tanya Reynand benar benar tidak bisa dibendung bagaimana bahagia nya.
"Ini aku Rey, ini aku Nara..." kata Nara juga yang semakin terisak begitu pilu
"Nara... kamu datang" Reynand langsung menarik Nara kedalam pelukan nya dan memeluk nya begitu kuat dan penuh rindu.
Reynand menangis begitu kuat seraya menciumi seluruh wajah Nara, dia rindu dia benar benar rindu.
Reynand tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan nya saat ini, dia masih memeluk Nara, meluahkan segala perasaan yang terpendam selama ini.
Menangis menumpahkan segala beban yang dia pendam sejak pergi dari Nara. Dia tidak menyangka Nara datang dan menemui nya.
Nara juga tidak bisa untuk mengabaikan perasaan nya jika dia memang merindukan lelaki ini. Dan dia tahu sekarang, meski dia kecewa dan sakit mengingat perlakuan Reynand dulu. Tapi cinta nya ternyata lebih besar dari itu semua.
..
Mama dan Zelina yang ternyata melihat mereka juga ikut menangis melihat bagaimana hancur nya kedua orang itu. bahkan Zelina begitu sedih melihat kakak nya, namun lama kelamaan dia juga senang melihat Reynand yang akhirnya bisa bertemu dan melepaskan rindunya pada Nara. Setelah selama ini Reynand begitu terpuruk dengan keadaan dan perasaan nya.
Arya yang juga melihat Nara dan Reynand menangis bersama diatas lantai kamar itu juga ikut terharu dan meneteskan airmata.
Tidak bisa dipungkiri, jika cinta Nara memang begitu kuat untuk mantan suaminya itu. Hingga bagaimana pun godaan yang datang dari luar tidak akan mampu membuat nya goyah.
Dan untuk tuan angkuh, sepertinya Arya sudah mulai memaafkan segala kejahatan mu dulu, karena bagaimanapun berkat pengorbanan dan usahamu, Nara bisa sembuh dan sehat kembali sekarang.
__ADS_1
Cinta memang rumit.