Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan

Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan
Pernikahan Bima Dan Gendis


__ADS_3

Siapa yang menyangka jika setiap kejadian yang selalu datang tetap bisa membuat kenangan tersendiri dihati semua orang.


Bahkan meskipun hari telah berlalu, semua masih bisa diingat dengan jelas.


Hari telah berlalu, segala kenangan pahit telah dilupa, bahkan bisa terganti dengan kenangan yang lebih indah yang tidak akan mereka lupakan.


Hari ini, adalah hari pernikahan Bimantara dan Gendis. Ya, setelah kepulangan Nara dan Reynand dua Minggu yang lalu. Bima langsung mengadakan acara pernikahan nya dengan Gendis. Mereka benar benar tidak ingin mengulur waktu.


Dan semua hanya dipersiapkan dalam waktu yang sangat singkat.


Menakjubkan memang.


Pesta pernikahan yang diadakan disalah satu hotel milik keluarga Dopindo. Meski terbilang dadakan, namun semua berjalan dengan baik. Bahkan bisa dibilang ini juga termasuk pernikahan yang mewah. Apalagi tuan Renggono adalah salah seorang pengusaha sukses dinegeri ini. Namanya tentu sudah banyak dikenal di kalangan dunia bisnis. Tentu saja dia tidak akan membiarkan putri semata wayangnya menikah hanya dengan pernikahan yang sederhana.


Hotel mewah yang sudah didekorasi dengan begitu mewah dan elegan ini sudah ramai dipenuhi oleh para pengunjung.


Ijab kabul juga baru saja selesai. Serangkaian upacara adat Jawa juga baru siap dilakukan, bahkan suara gamelan Jawa masih terdengar mendayu dengan indah.


Wajah bahagia sepasang pengantin baru itu nampak begitu berbinar ketika menyambut para tamu yang hadir. Mereka sudah bagai raja dan ratu saat ini, apalagi dengan pakaian adat Jawa yang mereka kenakan. Bima nampak begitu gagah, dan Gendis nampak begitu anggun.


Ya, siang ini berbagai upacara adat yang kental yang mereka jalankan. Barulah malam nanti, acara bebas dan formal.


Tapi tetap saja, tamu yang menjadi ikon pesta itu adalah Nara dan Reynand. Yang memang sudah tiba sejak tadi. Bahkan mereka juga sudah menyaksikan acara ijab kabul Bima tadi.


Nara terlihat sangat cantik dan anggun dengan kebaya modern nya yang begitu elegan, ditambah dengan motiv bahu terbuka, berpasangan dengan Reynand yang nampak gagah siang itu.


Membuat pesta pernikahan Bima semakin membuat semua orang betah berada disana.


Dan bukan hanya pasangan Nara dan Reynand saja, melainkan juga pasangan Naina dan Reyza yang tidak kalah memanjakan mata para tamu undangan. Mereka duduk disebuah meja bundar bersama dengan Arya dan juga Zelina. Pemandangan yang sejak tadi tidak bisa teralihkan oleh setiap mata yang ada didalam tempat pesta itu. Bukan hanya mata para tamu undangan melainkan juga bidikan kamera para pencari berita.


"Akhirnya mereka menikah juga" ungkap Arya seraya memandangi Bima dan Gendis yang masih menyambut tamu dipelaminan mereka.


"Ya, bisa dilihat wajah Bima nampak bahagia" sahut Reynand pula.


Reyza tersenyum mendengar itu.


"Kalian tidak tahu kan ketika dia dipingit eyang putri untuk tidak boleh bertemu dengan Gendis. Dia sudah seperti orang frustasi saja" sahut Reyza.


"Sama, sama seperti dua orang ini" sindir Arya seraya memandang Nara dan Reynand.


Reynand langsung mendengus jengah mendengar itu.


"Kau akan merasakan itu nanti. Bahkan aku tidak akan memperbolehkan kalian bertemu dalam waktu yang lama" sahut Reynand.


"Kakak, tidak boleh balas dendam" ucap Zelina.


Namun Reynand hanya acuh saja. Dia benar benar masih ingat bagaimana saat dia dan Nara di pingit dulu. Dua orang ini adalah orang yang paling menyebalkan untuk dia. Sama sekali tidak boleh memperbolehkan dia untuk menghubungi Nara sedikitpun. Menyebalkan sekali memang.


"Tapi kan kalian hanya sebatas pingitan sebelum menikah saja. Sedangkan Bima dan Gendis masih panjang perjalanan untuk bisa bersatu sampai malam nanti. Apalagi ini cucu eyang satu satunya. Lihat saja tadi upacara adat cukup kental kan" ungkap Naina


Semua orang langsung mengangguk dengan cepat. Bahkan mereka sampai takjub karena acara yang begitu sakral ini bisa dipersiapkan dalam waktu yang cukup singkat.


Memang, uang bisa merubah segalanya dalam waktu sekejap.


"Memang ada apa?" tanya Nara yang mulai penasaran, begitu pula dengan yang lain.


"Sebelum mereka bersatu malam nanti, setelah acara pesta ini selesai. Bima dan Gendis akan diarak menuju rumah Bima. Disana juga nanti Gendis disambut oleh eyang putri dan melakukan serangkaian acara penyambutan lagi. Maka dari itu acara hanya sampai jam sembilan saja disini" ungkap Naina.


"Astaga, ribet sekali memang" gumam Arya


"Begitulah eyang. Kami yang hanya cucu dari adiknya saja begitu banyak aturan dulunya. Apalagi Bima yang cucu kandung nya" jawab Naina.


"Huh... untung kita langsung bersatu. Ya sayang" ucap Reynand pada Nara. Membuat Reyza dan Naina langsung tersenyum melihat itu.


"Kalian kan memang sudah pernah bersatu sejak dulu, bukan pengantin baru lagi" sindir Arya.


Reynand langsung memandang kesal pada Arya.


Nara tertawa kecil dan mengusap bahu suaminya.


"Berisik sekali mulut mu itu. Anggap saja begitu, kenapa rupanya" gerutu Reynand.


"Mana bisa begitu. Sudah beda feel nya" sahut Arya dengan wajahnya yang menyebalkan.


"Yo... sudah" tegur Nara dengan jengah


Naina dan Reyza langsung tertawa melihat Reynand dan Arya yang selalu saja berdebat. Sama seperti pada Bima. Lihat saja nanti.

__ADS_1


"Padahal kalian sebentar lagi akan menjadi ipar, tapi selalu saja tidak pernah akur" ucap Reyza


"Memang begitu tuan. Saya sampai pusing melihat mereka" sahut Zelina


Semua orang langsung tertawa, kecuali Reynand.


"Malas sekali sebenarnya mempunyai ipar yang selalu menyebalkan seperti ini" sindir Reynand


"Saya juga malas" sahut Arya tidak mau kalah


"Kalau begitu kenapa kau mendekati adik ku gondrong" geram Reynand.


"Saya cinta" jawab Arya dengan begitu santai nya.


Reyza dan Naina kembali tertawa melihat mereka. Sedangkan Nara dan Zelina hanya bisa menghela nafas jengah dan memijat pelipis mereka yang terasa pusing.


...


Sementara dipelaminan mewah itu...


"Kamu lelah?" tanya Bima pada Gendis yang terlihat sudah bergerak dengan gelisah sejak tadi.


Gendis tersenyum tipis dan menggeleng.


"Hanya terasa pegal saja" jawab Gendis


"Duduklah terlebih dahulu, biar aku yang menyambut mereka" ujar Bima


Namun Gendis langsung menggeleng pelan.


"Tidak, bagaimana mungkin raja berdiri tanpa ratunya" jawab Gendis


Bima langsung mendengus senyum mendengar itu.


"Kamu sudah mulai pandai berkata-kata ya" sahut Bima


"Kamu yang mengajari ku" jawab Gendis


Bima kembali tersenyum dan memandang Gendis dengan lekat. Hari ini Gendis terlihat begitu berbeda dengan riasan dan pakaian adat Jawa ini. Sangat cantik dan begitu anggun meski wajah blasteran nya tidak bisa dihilangkan. Tapi cukup mampu membuat perhatian Bima teralihkan dari semua keindahan yang ada.


Sungguh, dia tidak menyangka jika mereka akan menikah secepat ini.


Bima semakin tersenyum dan menggeleng.


"Istriku sangat cantik hari ini" ucap Bima


blush


Rona merah langsung menghiasi wajah Gendis. Bahkan dia langsung memalingkan wajahnya yang memanas mendengar pujian itu. Apalagi dengan kata istriku.


Ya ampun..


Benar benar membuat jantung nya semakin berdebar.


Ya istri. Sekarang dia sudah menjadi istri dari seorang Bimantara. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya, jika perjalanan cinta nya akan seperti ini.


Dia pernah bermimpi dan merencanakan pernikahan yang besar dengan lelaki yang dia cinta. Tapi semua sirna dan hancur begitu saja dalam sekejap mata.


Tapi kali ini, bahkan tidak ada perencanaan yang matang, semua terjadi dengan begitu cepat. Mulai dari pertemuan mereka yang tidak disengaja, kebersamaan yang terasa begitu singkat, dan juga cinta yang hadir tanpa terduga.


Semua benar benar sulit ditebak.


Tapi sungguh,


Gendis bahagia...


Bahkan rasa takut akan trauma pernikahan yang gagal itu kini sudah sirna dan berganti dengan kebahagiaan yang tidak bisa di ungkap kan.


Ya, Gendis bahagia. Apalagi ketika melihat semua orang yang ikut berbahagia dalam acara mereka. Membuat kebahagiaan Gendis semakin bertambah lengkap.


"Sayang" panggilan Bima membuat Gendis langsung menoleh kearahnya.


"Terimakasih sudah mau menjadi istriku" ucap Bima


Gendis langsung tersenyum mendengar itu.


"Terimakasih juga sudah mau menjadi suami ku" jawab Gendis.

__ADS_1


Bima langsung tertawa dan mengangguk.


"Dan terimakasih juga karena sudah menciptakan pernikahan yang indah ini. Ini diluar ekspektasi ku" ucap Gendis lagi.


"Ini juga karena bantuan ayah" jawab Bima. Gendis tersenyum dan mengangguk dengan helaan nafas yang cukup tenang


"Kamu bahagia?" tanya Bima, masih terus memandangi wajah cantik itu.


"Tentu saja, bahkan tidak bisa diungkapkan bagaimana rasa nya" jawab Gendis.


"Aku akan selalu membuat kamu bahagia" kata Bima lagi.


"Aku menunggu nya" balas Gendis


Bima tersenyum lembut dan mengangguk.


Ah... jika saja tidak sedang didepan orang ramai, rasanya Bima sudah ingin sekali mencium bibir ranum itu.


"Kalian bisa melanjutkan tatapan itu nanti malam"


Ucapan seseorang langsung membuat Gendis dan Bima sedikit terkesiap. Ternyata Reynand dan Nara sudah ada didekat mereka.


"Jika bisa sekarang, kenapa harus nanti malam" jawab Bima


Reynand mendengus dan langsung mendekatkan tubuhnya pada Bima.


"Jika nanti malam kau akan lebih puas, bisa langsung dimakan" bisik Reynand.


Bima langsung tersenyum lebar mendengar itu. Membuat Nara dan Gendis memandang mereka dengan aneh.


"Anda sudah berpengalaman tuan" kata Bima dengan senyum menggodanya.


"Tentu saja. Aku memang sudah berpengalaman dalam hal apapun" jawab Reynand


Bima langsung mendengus senyum mendengar nya.


"Selamat atas pernikahan kalian. Aku lega sekarang. Akhirnya kau tidak lagi sendiri" ucap Reynand seraya menjabat tangan Bima.


"Terimakasih tuan, saya tahu anda bukan lega karena memikirkan kesendirian saya. Tapi karena anda selalu merasa terancam bukan" balas Bima


Reynand langsung mengeratkan jabatan tangan mereka hingga membuat Bima meringis kesakitan.


"Coba ulangi lagi" ancam Reynand dengan senyum sadis nya.


"Ck... Rey sudah. Astaga... kalian ini"


Kembali, Nara langsung dibuat pusing lagi dengan mereka berdua.


Gendis langsung tertawa melihat Bima dan Reynand yang tidak pernah akur.


"Sudah seperti anjing dan kucing saja" ucap Gendis dengan tawa kecil nya.


"Selalu membuat pusing" sahut Nara.


"Jika tidak begitu tidak ramai nona" jawab Gendis


"Suami kamu yang selalu mencari masalah Nara. Astaga, aku bahkan belum memulai malam pertama ku, tapi tangan ku sudah hampir patah dibuat nya" gerutu Bima


"Itu karena kau yang selalu menjengkelkan" sahut Reyand.


"Sudahlah, Gendis selamat atas pernikahan kalian ya. Semoga kebahagiaan selalu menyertai rumah tangga kalian" ucap Nara seraya memeluk Gendis dan saling menempelkan pipi masing masing.


"Terimakasih nona, semoga nona juga begitu" jawab Gendis.


"Tapi meskipun kau menjengkelkan, aku tetap berbaik hati padamu. Ini kado pernikahan untuk kalian" ucap Reynand seraya melemparkan sebuah kunci mobil ada Bima.


"Wow... benarkah ini tuan" kata Bima dengan mata yang terbuka lebar. Kunci sebuah mobil sport keluaran terbaru.


"Tentu saja. Aku mana mungkin memberi mu hadiah murahan" jawab Reynand dengan angkuh nya.


Bima dan Nara langsung berdecak mendengar itu. Namun sedetik kemudian Bima langsung mengangguk dan tersenyum senang.


Lumayan mobil baru. Dengan harga yang fantastis pula...


"Yah, meskipun kesombongan anda sampai menembus langit ke tujuh. Tapi terimakasih untuk ini" ucap Bima yang langsung merangkul bahu Reynand sekilas.


"Hmm.... " gumam Reynand yang juga membalas rangkulan Bima.

__ADS_1


Nara dan Gendis saling pandang lucu melihat mereka. Menggemaskan sekali.


__ADS_2