
Sebuah mobil hitam metalik melaju dengan kecepatan tinggi menembus jalanan ibukota yang cukup terik disore hari itu. Sinar matahari begitu cerah, namun sinar itu pula yang seakan ingin membakar siapa saja yang berlalu dibawahnya. Entahlah, bulan oktober kemarin hari selalu hujan dan mendung tapi di November ini, semua seakan begitu cepat berubah. Panas, gersang dan usang.
Reynand melajukan mobilnya kesebuah perumahan mewah yang sudah lama sekali tidak dia datangi. Rumah yang pernah menjadi tempat persinggahan nya, dan rumah itulah yang selalu menambah luka dihati Nara. Hari ini Reynand akan menemui Cleo. Dia ingin mencari tahu tentang Nara, bukankah Cleo adalah teman dekat Nara dulunya?? Sudah jelas dia pasti tahu sesuatu tentang Anara. Bukan seperti Reynand yang sudah dua tahun menikah dengan nya, namun sedikitpun dia tidak tahu apa apa tentang istrinya. Benar benar keterlaluan.
Tidak ada apapun yang difikikan Reynand saat ini selain hanya Nara dan Nara. Bagaimana mungkin gadis itu menyerahkan perusahaan semudah itu padanya. Apa karena sebegitu kesal nya dia pada Reynand hingga dengan mudah nya Nara mengalihkan perusahaan atas namanya. Sungguh, Reynand benar benar semakin merasa bersalah dengan wanita itu. Tidak lagi penting perusahaan Adidaksa, yang dia inginkan hanyalah kata maaf dari Anara Polie. Meski dia tahu itu tidak akan bisa menebus semua kesalahan nya. Reynand hanya berfikir jika semua yang dia alami pasti adalah karena kesakitan yang telah dia berikan pada Nara.
Reynand menepikan mobilnya didepan sebuah caffe, baru separuh jalan, namun dia menemukan sebuah pemandangan yang membuat nya sedikit terkejut. Cleo bersama seorang lelaki baru saja turun dari sebuah mobil mewah.
Reynand berjalan mengikuti mereka masuk kedalam caffe bersekat dinding kaca yang dihari itu cukup ramai. Tidak tahu kenapa, namun langkah kakinya seakan ingin mengikuti dan mengintai apa hubungan Cleo dengan lelaki berparas campuran itu.
Yang jelas beberapa perbincangan mereka membuat Reynand merasa tertohok. Dia terduduk tepat dibelakang Cleo yang hanya tersekat oleh kaca hitam tebal sehingga mampu menyamarkan keberadaan nya.
"Jadi bagaimana hubungan kamu dengan tuan Adiputra itu?" tanya lelaki berparas campuran. Sepertinya perpaduan Indonesia Barat, cukup tampan.
Cleo menyeruput minuman nya dan menggeleng pelan. Dia terlihat acuh namun sedikit gelisah. Tidak tahu apa yang sedang difikirkan nya. Namun itu cukup mampu membuat Reynand begitu tidak sabar ingin mengetahui apa yang akan dikatakan Cleo selanjutnya.
"Apa yang ingin kamu ketahui, kamu tahu hubungan kami memang sudah berakhir" jawab Cleo
"Apa karena dia sudah tidak lagi menjabat sebagai presdir di Adidaksa?" tanya lelaki itu. Dan dapat Reynand dengar tawa sinis dari mulut wanita yang pernah mengisi hari harinya
"Apalagi, dia terlalu angkuh. Dan sekarang dia sedang mendapatkan karma nya" jawab Cleo dengan remeh. Reynand langsung memejamkan matanya dengan tangan yang saling mengepal dengan erat. Perkataan itu benar benar menumbuk jantung nya dengan kuat.
"Bukankah dia kekasih mu yang selalu kamu banggakan, bahkan kamu selalu menolak ku karena dia" sinis lelaki itu
"Oh ayolah Brian, meskipun aku menolakmu, tapi waktu ku lebih banyak dengan mu bukan" sahut Cleo. Mata Reynand seketika memicing mendengar nya
"Yah, meskipun begitu aku tidak suka. Kamu hanya menganggapku hanya sebagai pelampiasan saja" ucap nya kesal. Dan lagi lagi tawa Cleo kembali terdengar ditelinga nya
"Bukankah sekarang tidak lagi?" tanya Cleo. Lelaki bernama Brian itu langsung berdecak melihat nya
"Hmh, aku sudah menunggu begitu lama. Dan sekarang sudah cukuplah kamu bersandiwara lagi" sahutnya.
Reynand mengerutkan keningnya, bersandiwara??? Bersandiwara apa??
Cleo mengangguk dan kembali mengaduk aduk minuman nya
"Yah, tiga tahun bersandiwra dengan nya cukup membosakan kan. Aku lelah, dan sekarang waktunya sudah cukup. Meskipun tidak sesuai rencana," jawab Cleo
Dan lagi, Reynand kembali mematung. Dada nya seketika bergemuruh menantikan apa yang sebenarnya direncakan oleh Cleo. Apa semua perkataan Nara memang benar? Apa dia akan mendapatkan kenyataan yang lebih menyakitkan lagi sekarang???
"Kamu memang licik, yah tapi aku suka" ucap Brian dan lagi lagi Cleo tersenyum sinis
"Terkadang semua memang harus memerlukan kelicikan. Kamu tahu lah saingan ku adalah Anara Polie, dan jika aku tidak bersandiwara, maka aku akan kehilangan dia" jawab Cleo
"Tapi kamu begitu kejam, padahal Nara adalah teman dekatmu sendiri" sahut Brian
"Itu karena dia yang mengusik ku. Jika dia diam dan tidak ikut campur, maka dia tidak akan menderita, apalagi sampai kehabisan darahnya" jawab Cleo
Dan sungguh demi apapun Reynand benar benar dibuat bingung dengan pernyataan Cleo
"Kamu membuat sandiwara yang begitu besar, bahkan hingga tiga tahun lamanya. Memang rencana besar apa yang kamu buat, sampai sekarang aku tidak pernah tahu. Bahkan ketika tuan Adiputra itu menikahi Nara kamu terlihat ketar ketir. Namun sekarang, malah kamu yang meninggalkan dia" ungkap Brian
__ADS_1
Cleo menghela nafas nya dalam dalam dan memandang Brian dengan lekat
"Apa kamu begitu bodoh tidak bisa mengartikan nya sendiri. Siapa yang mau dengan orang yang sudah tidak punya apa apa lagi" jawab Cleo dengan remeh. Membuat Reynand lagi lagi kembali memejamkan matanya dengan erat. Apa begini tabiat wanita yang dia bela sejak dulu????
Brian tertawa kecil dan menggeleng
"Ya, semua karena harta" dengus Brian. Tangan Reynand semakin mengepal mendengar nya
"Baru kali ini aku mellihat orang selicik kamu, kamu rela menyewa seorang dokter dan beberapa tenaga medis hanya untuk mencari perhatian lelaki itu. Bahkan dengan tega nya kamu membuang buang darah teman mu sendiri"
deg
deg
deg
Apa ini? Apa yang dia dengar ini. Reynand langsung membalikkan tubuhnya dan memandang dua orang itu dengan perasaan tidak menentu. Jantung nya sudah bergemuruh begitu hebat. Sungguh, jangan lagi ada hal yang membuat Reynand semakin merasa bersalah pada Anara
"Itu balasan karena dia sudah merebut milikku. Membunuhnya secara perlahan dan.....
brak
Reynand langsung beranjak dari duduk nya dan menendang meja Cleo dan Brian, membuat kedua orang itu begitu terkejut bahkan hampir terlonjak melihat kedatangan Reynand
"Re...Reynand" wajah Cleo memucat melihat wajah Reynand yang memerah. Penampilan nya yang kusut membuat tampang nya begitu mengerihkan. Dan baru kali ini Cleo melihat ekspresi Reynand yang seperti ini
Reynand langsung menarik lengan Cleo dengan kuat, bahkan dia tidak memperdulikan ringisan diwajah Cleo karena terhantuk meja kaca didepan nya
"Jangan kasar tuan Adiputra" seru Brian yang juga ikut berdiri
"Jawab Cleo" bentak Reynand begitu kuat hingga semua pengunjung caffe itu terkejut dan memandang mereka dengan bingung
"Kamu sudah membohongiku selama ini ha" geram Reynand yang langsung meraup dagu Cleo dengan kasar. Sungguh demi apapun, Reynand benar benar tidak menyangka dengan apa yang dia dengarkan hari ini
"Apa maksudmu, aku tidak membohongi mu" teriak Cleo sekuat tenaga nya
"Lepaskan dia" Brian segera menghempas tangan Reynand dari wajah Cleo dan menarik wanita itu kebelakang tubuhnya. Cleo bergetar takut dan bersembunyi dibalik tubuh Brian. Dia tidak menyangka jika ternyata Reynand mendengar semua pembicaraan mereka. Tapi, sejak kapan Reynand ada disini?
"Jangan ikut campur brengsek"
buk
Reynand langsung memukul rahang Brian dengan kuat hingga membuat pria itu terhempas dan membentur meja disebelah. Cleo dan semua orang yang ada diresto langsung berteriak ketakutan. Apalagi Cleo
"Rey, cukup!!! Kamu yang salah, kenapa kamu yang marah begini, kamu yang sudah mengkhianati ku!!!!" teriak Cleo seraya menolong Brian untuk kembali berdiri.
Nafas Reynand bergemuruh memandang tajam pada Cleo yang membantu Brian. Dia tidak lagi memandang wajah orang orang yang melihat mereka dengan ngerih. Bahkan ada beberapa yang merekam kejadian itu, seorang mantan presdir Adidaksa mengamuk disebuah cafe saat melihat kekasihnya bersama lelaki lain. Berita yang akan trending hari ini.
"Katakan, apa yang kamu bilang tadi. Apa maksud mu yang ingin membunuhnya secara perlahan" tanya Reynand lagi
Tatapan mata yang begitu tajam itu membuat Cleo benar benar ketakutan. Dulu Reynand selalu memandang nya dengan teduh, tapi sekarang, dia seperti melihat monster didiri Reynand.
__ADS_1
"Cleo, jangan bilang jika selama ini kamu menipuku" tanya Reynand begitu lirih. Bahkan matanya yang memerah kini berkaca kaca
"Jawab Cleo" teriak Reynand. Dia ingin menarik Cleo lagi namun Brian langsung menghalangi nya
"Kalau iya memang kenapa ha?" seru Cleo pula. Tentu dia tidak ingin disalahkan, apalagi melihat tatapan tatapan semua orang yang ada disana
"Dia berusaha untuk merebutmu, dia berusaha untuk mengambilmu, lantas apa kamu kira aku akan diam saja?" seru Cleo begitu menggebu
"Aku tidak akan tinggal diam apalagi untuk pengkhianat seperti dia. Semua darah yang dia keluarkan adalah bayaran atas apa yang dia lakukan" ungkap Cleo dengan begitu tega
Reynand langsung tersandar dimeja dengan begitu lemas. Dia menggeleng dengan wajah frustasi
"Kamu tidak tahu bagaimana kejamnya aku memperlakukan dia selama ini, dan kamu malah tega menipuku Cleo" gumam Reynand dengan pandangan tertunduk. Setetes air matanya kembali terjatuh, air mata penyesalan yang tidak bisa dia tebus, dan setiap saat rasanya penyesalan nya semakin bertambah. Apalagi sekarang dengan kenyataan yang baru diterima nya
"Memang itu yang aku inginkan" jawab Cleo dengan sinis
Reynand mendongak, memandang tajam dan benci pada Cleo, wanita yang dia bela dengan kebodohan nya. Kenapa dia tidak pernah tahu jika Cleo berbohong, kenapa dia tidak pernah menyadari tentang keadaan Cleo. Kenapa Cleo bisa bersandiwara serapi itu hingga membuat Reynand percaya dan bahkan menyiksa Nara dengan begitu kejam. Padahal Nara lah yang sesungguhnya sedang sakit. Tapi kenyataan nya, malah selalu Nara yang dia sakiti dan dia kuras darahnya dengan begitu keji.
"Cleo, selama ini aku selalu berbuat baik padamu. Semua keinginan mu selalu aku turuti. Semuanya Cleo, semua. Harta dan cintaku. Tapi beginikah balasan mu?" tanya Reynand begitu pedih. Bukan pedih karena pengkhianatan Cleo, tapi pedih karena kenapa dia tidak bisa menyadari semua kebohongan Cleo hingga dia tidak bisa melihat cinta Nara.
"Aku sudah mendapatkan apa yang aku mau. Dan semua itu butuh pengorbanan" sahut Cleo. Dia segera menarik lengan Brian untuk pergi. Namun Reynand langsung menghalangi nya. Menarik lengan Cleo dengan kuat hingga membuat gadis itu lagi lagi meringis sakit
"Lepas Rey" teriak Cleo
"Aku tidak akan melepaskanmu, kamu harus membayar apa yang sudah kamu lakukan" geram Reynand,
"Katakan dimana Nara sekarang" seru Reynand, bahkan dia tidak menghiraukan Brian yang berusaha menarik lengan Cleo
"Aku tidak tahu" seru Cleo yang masih kesakitan
"Katakan!!!!" teriak Reynand begitu kuat
"Mungkin saja dia sudah mati." Cleo langsung menghempaskan tangan Reynand
Rahang Reynand semakin mengeras, tangan nya terangkat ingin memukul Cleo membuat semua orang berteriak histeris, namun Brian segera menangkap tangan nya
"Jangan coba coba menyentuhnya tuan Adiputra. Kamu sudah sudah tidak lagi berharga, dan jika aku melaporkan mu maka kamu akan berakhir dipenjara" ancam Brian
"Aku tidak perduli" balas Reynand
"Tuan Reynand, sudah cukup saya mohon" tiba tiba seorang lelaki muda datang, manager caffe yang baru tiba setelah diberi tahu oleh karyawan nya
Reynand mendengus, dan masih memandang tajam pada Cleo dan Brian
"Maaf tuan, kami permisi" Brian langsung menarik lengan Cleo pergi meninggalkan Reynand yang kembali jatuh terduduk dikursi
Dan lagi...
Penyesalan nya semakin bertambah parah...
Nara...
__ADS_1
Apakah kata maaf masih berlaku dengan semua kekejaman ini????