Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan

Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan
Bertanggung Jawablah Rey!


__ADS_3

Seperti biasa Reynand sudah terbangun dari tidurnya yang hanya beberapa saat, itupun tidak lagi terasa nyenyak dan nyaman. Dia hanya mengistirahatkan tubuhnya yang lelah dan bukan untuk mengistirahatkan isi kepala yang sudah seperti untaian benang kusut yang tidak tahu bisa kembali lurus atau tidak.


Reynand sudah rapi dengan kemeja dan celana hitam nya. Wajahnya juga sudah lebih segar meski tetap saja wajah kusut dan lesu itu tidak bisa dia hilangkan. Rumitnya hati tentu mempengaruhi penampilan tuan angkuh ini.


Reynand berjalan keluar kamar, ingin kedapur untuk mengambil segelas air. Tenggorokan nya yang kering sudah terasa pedih sekarang. Bibirnya bahkan mengering dan wajahnya juga pucat karena dia yang jarang minum dan makan. Entahlah, Reynand sudah seperti manekin yang tidak lagi merasakan apapun.


Langkah nya terhenti diambang pintu saat melihat seseorang tengah berdiri membuat sesuatu dimeja kompor. Dia tahu gadis itu adalah Zelina. Tapi.... hatinya lagi lagi kembali tercubit karena yang ada dikepala hanya mengingat tentang Anara.


Anara dengan teh hijau dan madeleine nya yang manis. Kini tidak dia temui lagi. Ya Tuhan, jika saja waktu bisa diputar kembali, semua pasti akan baik baik saja sekarang. Dia masih bisa menikmati senyum Nara dan semua ketulusan nya.


"Kakak....kakak sudah bangun" sapa Zelina tiba tiba. Reynand sedikit terkesiap. Dia menghela nafasnya dan langsung duduk dikursi. Memandang keatas meja makan itu dengan pandangan nanar. Sepiring roti bakar dan teh hangat biasa sudah tersuguhkan disana


"Sarapan dulu" ujar Zelina


"Mama bagaimana?" tanya Reynand seraya menuangkan air putih kedalam gelas dan menenggaknya perlahan


"Mama baik. Kemana kamu tiga hari ini?" tanya mama yang ternyata sudah muncul dari balik pintu


Reynand tersenyum tipis melihat mamanya yang ternyata sudah bisa berjalan dan lebih baik sekarang


"Kerumah teman" jawab Reynand seraya memperhatikan mama nya yang kini duduk didepan nya


"Kerumah Nara?" tebak mama membuat Reynand langsung mematung dan memandang wajah mamanya yang menatap nya dengan lekat


"Mama...." suara Reynand terasa tercekat ditenggorokan nya. Bagaimana mungkin mamanya bisa tahu???


"Kak, maaf. Ketika kakak pergi, Ze berniat untuk membersihkan kamar kakak, kebetulan gak kakak kunci. Tapi disana Ze nemuin barang barang kak Nara. Pakaian, alat make up, dan juga..foto foto dia" ungkap Zelina sedikit ragu. Selama ini Reynand tidak pernah mengizinkan nya untuk masuk kedalam kamar itu. Tapi kemarin, Zelina hanya iseng membuka kamar yang biasanya dikunci oleh Reynand namun hari itu sepertinya Reynand lupa karena terburu buru. Dan dia begitu terkejut saat melihat ternyata itu adalah kamar seorang wanita. Terlihat dari gaya dan pernak pernik yang ada disana. Bahkan ketika Zelina membuka lemari pakaian nya, semua adalah pakaian wanita.


"Rey...apa selama ini kamu menyembunyikan seorang wanita disini?" tanya mama


Reynand tertunduk, tidak tahu harus berkata apa. Mamanya pasti akan kecewa jika dia mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Kenapa kamu melakukan ini nak. Bukankah kakek sudah selalu mengajarkan kamu tentang mana yang baik dan mana yang tidak baik. Selama ini kamu sudah memiliki Cleo, lalu kenapa kamu menyembunyikan Nara disini? Apa yang sebenarnya kamu lakukan?" tanya mama begitu kecewa. Dia benar benar takut jika Reynand tinggal satu rumah dengan wanita yang bukan istrinya


"Ma....maafkan Reynand" ucap Reynand


"Maaf untuk apa?" tanya mama. Zelina hanya diam dan masih memperhatikan kakak nya. Sebenarnya dia sudah menebak apa yang sebenarnya terjadi. Dia sudah sempat membaca buku diary Nara. Tapi jika dia bilang begitu, pasti Reynand akan marah


"Rey... Rey sudah menikah dengan Nara sejak dua tahun yang lalu" jawab Reynand sambil memejamkan matanya sejenak.


Mama sedikit terhenyak dan membelalakan matanya memandang tidak percaya pada Reynand. Anaknya sudah menikah??? Mama langsung meraba dada nya yang terasa nyeri sekarang. Kenyataan ini cukup mengejutkan nya.


"Mama" Zelina langsung mendekat kearah mama dan mengusap punggung mama yang masih meraba dadanya


"Ma...maafin Reynand. Reynand salah sama mama" Reynand juga mendekat dan berlutut didepan mamanya seraya memandang mama dengan pandangan memelas


"Kenapa kamu tidak memberitahu mama nak?" tanya mama begitu sedih


"Cerita nya panjang, kami hanya menikah siri" jawab Reynand tertunduk


Mama mengusap kepala Reynand dengan lembut. Dia dapat merasakan jika sebenarnya ada sebuah masalah yang cukup berat yang ditanggung oleh Reynand, bukan hanya tentang masalah keluarga mereka


"Lalu dimana istri kamu sekarang? Kenapa kamu tidak pernah memberitahukan ini pada mama?" tanya mama

__ADS_1


Reynand memandang mama nya sejenak, tatapan hancur, kecewa dan kerinduan yang terasa menyakitkan. Reynand kembali tertunduk dan menggeleng pelan


"Nara...Nara sudah pergi ma. Reynand membuat nya terluka, Reynand membuat nya hancur dan akhirnya dia membenci Reynand" jawab Reynand yang langsung menyandarkan kepala nya kepangkuan mama. Seolah dia tidak lagi bisa menahan beban yang begitu berat ini. Rasa bersalah dan rasa penyesalan nya benar benar sudah mendarah daging, hingga rasanya untuk mati pun adalah bayaran yang terlalu mudah untuk nya.


Zelina terpaku, bahkan dia yang hanya seorang gadis polos saja bisa merasakan jika sekarang Reynand sedang terpuruk dan menanggung beban yang cukup berat. Kakaknya yang selalu angkuh dan berkuasa kini terlihat begitu menyedihkan.


"Coba ceritakan pada mama. Apa yang sudah kamu lakukan. Berbagi beban, memang tidak akan mengubah apapun, tapi setidaknya bisa melegakan sedikit hatimu nak" ungkap mama begitu lembut. Meski dia sangat kecewa pada Reynand, tapi sungguh melihat wajah kusut Reynand yang seperti ini, ibu mana yang akan tega??? Sudah cukup Reynand dikecewakan oleh papa nya sendiri, jangan lagi dia tambah dengan rasa kecewa nya.


Reynand mendongak memandang mamanya yang tersenyum dan mengangguk. Usapan lembut tangan lemah itu membuat Reynand benar benar merasa luluh dan semakin tidak berdaya.


Dan akhirnya, Reynand menceritakan semua tentang Nara. Semua nya tanpa terkecuali. Mulai dari permintaan nya pada Nara tentang pendonoran darah itu hingga akhirnya dia menyetujui syarat dari Nara untuk menikahinya. Bahkan Reynand juga menceritakan bagaimana perlakuan nya pada Nara setiap hari nya. Bagaimana dia yang selalu menorehkan luka dihati Nara. Dan bagaimana dia yang membiarkan Nara merasakan kesakitan nya sendirian. Dan juga tentang Reynand yang sudah menghancurkan perusahaan Nara.


Mata mama melebar dengan jantung yang tiba tiba berdebar dengan cepat bahkan wajahnya berubah dingin mendengar cerita Reynand. Bagaimana mungkin anak kebanggaan nya bisa sekejam ini pada istrinya sendiri???


"Rey...Rey sudah menghancurkan dia dan juga perusahaan nya ma" ungkap Reynand untuk yang terkahir kali


Dan


plak


Reflek, tamparan langsung mendarat diwajah Reynand yang tampak mematung dan langsung menunduk dengan air mata yang sudah mengalir kembali diwajah tampan itu


Zelina bahkan sampai terperangah melihat itu, bukan hanya karena cerita Reynand yang menurut nya sangat kejam, melainkan juga mama nya yang tidak pernah bersikap kasar pada mereka tapi sekarang dia terlihat begitu marah.


"Reynand... kamu seorang laki laki tapi kamu begitu tega memperlakukan istri kamu sendiri seperti itu. Bahkan dia sedang sakit dan kamu malah menambah sakit nya. Kamu punya hati atau tidak nak" bentak mama terdengar begitu marah


Reynand menangis dengan wajah yang tertunduk.


"Wajar.... wajar saja jika Nara pergi, jika suami yang dia cintai membuatnya terluka setiap hari" mama terlihat begitu emosi sekarang. Jika tadi dia masih bisa menahan kecewa nya, tapi sekarang dia tidak bisa menahan amarahnya. Anak lelaki nya bisa memperlakukan seorang wanita dengan begitu kejam. Tidak mungkin dia tidak marah


"Kamu marah setiap kali papa memperlakukan mama tidak adil, atau bahkan membentak mama sedikit saja. Tapi lihat apa yang kamu perbuat pada istri kamu sendiri."


"Reynand..... mama tidak menyangka jika kamu bisa mempunyai hati sekejam ini nak. Mama benar benar malu bertemu dengan Nara. Hanya melihat nya sekali tapi mama tahu jika dia adalah gadis yang baik. Tapi kamu, kamu malah tega melukai dia bahkan masih menjalin hubungan dengan Cleo. Dan lihat, sekarang Cleo yang mengkhianati kamu kan" serang mama terus menerus


Sungguh demi apapun, semua orang pasti akan menyalahkan Reynand, karena memang kesalahan nya sudah benar benar fatal


"Reynand menyesal ma, Reynand menyesal. Reynand tidak apa kehilangan semua nya. Tapi Reynand tidak bisa kehilangan Nara" kata Reynand dengan wajah yang begitu hancur


Bahkan Zelina sudah ikut menangis sekarang


"Apa kakak tidak tahu jika kak Nara adalah perempuan yang kakak cari selama ini?" tanya Zelina


Reynand menggeleng dan kembali tertunduk. Bahunya masih bergetar menahan tangis penyesalan


"Karena itu aku benar benar menyesal. Tenryata dia adalah gadis itu" ungkap Reynand


"Rey...siapapun dia, meskipun dia bukan gadis yang kamu cari selama ini. Tapi sikapmu juga tidak boleh keterlaluan nak. Dia istri kamu. Sangat berdosa jika kamu memperlakukan nya dengan tidak adil, hanya karena alasan dia yang memaksa kamu. Jika kamu tidak suka kamu bisa menceraikan nya, bukan menahan nya dan menyiksa nya. Sekarang dia sudah pergi, dan kamu baru menangis" ujar mama. Dia benar benar tidak menyangka Reynand menyimpan cerita ini hingga dua tahun lamanya. Pantas saja dia sudah jarang pulang kerumah


"Reynand... Reynand harus apa ma. Reynand bingung. Reynand benar benar menyesal. Reynand ingin kembali bersama dia" ungkap Reynand


Mama terlihat menarik nafas nya dalam dalam. Dia kembali mengusap wajah Reynand. Wajah Reynand memerah bekas tamparan nya tadi ditambah dengan airmata yang terus mengalir. Mama tidak tega sebenarnya, tapi dia juga tidak terima mengetahui hal ini.


Kini mama memandang Zelina yang masih berdiri dibelakang Reynand

__ADS_1


"Pergi kekamar, tolong ambilkan berkas berkas mama didalam koper" pinta mama pada Zelina. Zelina langsung mengangguk dan segera berlalu dari tempat itu


"Rey.... apa yang kamu perbuat sudah keterlaluan nak. Sesalah apapun wanita, kamu tidak berhak menyakitinya. Apalagi menghancurkan nya" ujar mama


Reynand mengangguk dan kembali tertunduk seolah tidak ada lagi kekuatan untuk menegakkan kepala nya


"Jangan paksa Nara untuk kembali padamu" ujar mama dan kali ini Reynand nampak terkesiap dan memandang mama nya dengan bingung dan tidak terima


"Sakit yang tertoreh dihati seorang wanita tidak sama dengan sakit yang ada difisiknya. Jika kamu memang menyesal, maka kamu perbaiki apa yang sudah kamu hancurkan. Itu lebih baik dari pada kamu terus mengganggu waktunya dalam menenangkan diri" ungkap mama


"Kamu harus bertanggung jawab Rey" pinta mama begitu serius


"Rey... pasti bertanggung jawab ma. Rey kembali untuk membangun perusahaan Nara lagi. Hanya saja....." perkataan Reynand langsung terhenti, karena dia tidak mungkin berkata dia sedang bingung mencari modal dimana bukan


Dan tiba tiba mereka langsung menoleh pada Zelina yang sudah datang lagi dengan beberapa berkas ditangan nya


"Berdirilah" pinta mama pada Reynand


Reynand langsung berdiri dan mengusap kasar wajah nya. Dia memandang bingung mama yang terlihat membuka buka berkas itu, dan kemudian malah menyerahkan padanya


"Ini ambil" ujar mama


Reynand mengernyit dan memandang berkas itu dengan ragu


"Itu adalah surat surat tanah dan surat vila yang ada dibandung. Itu warisan dari orang tua mama. Kamu bisa menjual nya untuk modal membangun kembali perusahaan Nara" ungkap mama


Mata Reynand melebar, dan dia langsung menggeleng dengan cepat seraya menyerahkan kembali berkas itu kepangkuan mama nya


"Tidak ma, jangan. Ini harta mama yang tersisa, jika mama menggunakan itu, bagaimana dengan pengobatan mama nanti" sanggah Reynand tidak terima


"Mama lebih baik mati tanpa penyesalan nak. Dari pada mama hidup tapi melihat kamu yang hanya seperti ini. Kesana kemari seperti orang bodoh" ungkap mama yang kembali menyerahkan berkas itu pada Reynand yang mematung mendengar kalimat itu. Mama seperti nya memang benar benar marah, bahkan seumur hidup baru kali ini mamanya yang dia tahu selalu bersikap lemah lembut bisa berkata hal yang begitu menyakitkan


"Mama malu dengan perlakuan kamu. Jika kamu memang menyayangi mama dan menyesali perbuatan kamu. Maka bertanggung jawablah. Gunakan harta terakhir kita untuk memperbaiki semuanya" ujar mama


"Mama...." gumam Reynand begitu lirih. Dan sekarang dia benar benar merasa bertambah bersalah


"Kamu harus menjadi lelaki yang bertanggung jawab Rey"


"Kamu bisa bukan" tanya mama lagi


Rey langsung mengangguk dan kembali berlutut memeluk kaki mamanya


"Rey berjanji ma , Rey berjanji. Terimakasih dan maafkan Reynand yang sudah membuat mama kecewa" ungkap Reynand begitu dalam


Mama tersenyum tipis dengan mata yang berkaca kaca


"Sekarang mama cuma punya kalian, hanya kalian. Jadi mama mohon, jadilah anak anak yang baik dan jangan menjadi seperti papa" pinta mama yang tampak menangis sekarang.


Reynand mendongak, memandang sedih mama nya. Zelina juga ikut berlutut dihadapan mama nya disamping Reynand


"Rey janji akan menjadi lebih baik untuk mama" ucap Reynand


"Ze juga janji akan jadi anak yang baik ma" sahut Zelina pula

__ADS_1


Mereka langsung memeluk mama bersamaan. Ya, kehidupan mereka sudah tidak lagi seperti dulu. Jika tidak saling menguatkan, bagaimana jadinya????


__ADS_2