
Reynand duduk disamping ranjang Nara. Memandangi wajah pucat yang masih terlihat begitu tenang dalam ketidak sadaran nya. Tidak ada yang Reynand lakukan selain hanya diam dan memandangi wajah itu dengan rasa bersalah yang begitu besar.
Sebelas tahun dia mencari Nara, mencari adik kecil yang begitu cantik yang telah berjanji untuk menikahinya. Namun kenyataan nya, remaja cantik itu adalah istrinya sendiri. Istri yang dia benci karena telah memanfaatkan kondisi tersulitnya dulu.
Istri yang tidak pernah dia lihat dan hanya dia sakiti setiap hari.
Nara selalu memberikan nya cinta dan kasih sayang, tapi Reynand malah membalas nya dengan kesakitan. Bahkan dia tidak tahu jika ternyata Nara mengidap penyakit yang begitu mematikan seperti itu. Kanker ginjal stadium tiga.
Reynand tertunduk dengan tangan yang saling menggenggam erat. Hatinya begitu sakit. Kenapa Nara tidak pernah memberi tahukan nya tentang ini. Kenapa Nara selalu terlihat sehat dan baik baik saja. Bahkan dia tetap selalu tersenyum meskipun berkali kali Reynand menyakitinya.
Wajah pucat Nara membuat Reynand semakin tidak bisa membendung perasaan nya. Rasa sakit dan rasa bersalah yang begitu besar membuat Reyand tidak tahu harus melakukan apa. Cinta Nara, perlakuan lembut Nara dan senyum nya, kenapa tidak bisa membuat Reynand mengerti jika semua yang dilakukan nya adalah benar dan tulus.
Dia malah selalu berkata jika dia memang tidak pernah percaya pada perkataan dan cinta istrinya.
Hari sudah begitu larut bahkan sudah menjelang dini hari. Reynand masih duduk disamping ranjang Nara tanpa melakukan apapun. Dia hanya merenung atas apa yang telah terjadi. Sekarang dia sudah menemukan adik kecil nya, tapi dia masih memiliki hubungan dengan Cleo. Lalu apa yang harus dia lakukan????
Entah sudah berapa kali Reynand menarik nafas nya yang terasa berat. Hubungan nya dengan Cleo tidak mungkin diputuskan begitu saja. Mereka sudah menjalani hubungan selama bertahun tahun. Tapi Anara, Reynand juga tidak mungkin menceraikan nya. Tidak, tidak akan. Reynand sudah memiliki rasa pada Nara sejak pertemuan mereka sebelas tahun yang lalu, dan dia juga masih selalu mencari gadis ini sejak dulu. Tidak mungkin Reynand juga menceraikan nya begitu saja.
Akhirnya, dipenghujung oktober malam itu. Reynand berada dipersimpangan yang membuat hatinya dilema. Dilema karena dia belum mengetahui apa yang sebenar nya telah terjadi. Dan jika dia sudah mengetahui semua kenyataan nya, apakah dia masih bisa berdiri dengan tegak dan menentukan pilihan????
...
Keesokan pagi nya, Reynand sudah berada dikantor polisi. Duduk didepan seorang pria berambut gondrong yang memandang nya dengan pandangan datar namun terkesan sinis.
"Apa anda sudah mengetahui semua nya tuan Reynand Adiputra?" tanya Arya. Wajah nya kusut, bahkan dia belum mengganti pakaian nya sejak semalam. Menginap dikantor polisi membuat nya sedikit stress apalagi mengingat keadaan Nara yang belum dia ketahui. Tapi pagi ini, dia malah dijenguk oleh seorang tuan muda dari keluarga Adiputra
"Sejak kapan dia sakit?" tanya Reynand tanpa ingin memandang wajah Arya. Dia hanya memandang nanar meja dihadapan nya
Arya mendengus sinis. Rasa hormat nya sudah hilang sejak Nara menikah dengan lelaki ini. Lelaki yang hanya bisa memberikan rasa sakit pada Anara
"Untuk apa anda bertanya. Bukankah selama ini anda tidak pernah perduli padanya?" tanya Arya
Reynand langsung mendongak dan memandang Arya dengan lekat
"Jawab" kata Reynand terdengar menggeram
Arya mendengus gerah dan menghela nafas nya dengan berat. Lelaki angkuh ini entah kapan akan berubah. Apa dia berfikir dunia ini adalah miliknya hingga dia bisa berbuat sesuka hatinya.
"Dulu dia adalah gadis yang ceria dan penuh dengan senyuman. Dia jatuh cinta pada seorang lelaki tampan saat masih di bangku SMP" Arya mulai bercerita tanpa memandang wajah Reynand yang masih memandang nya dengan lekat
"Berjanji untuk menunggu lelaki itu, namun takdir membawa nya pergi menjauh. Tapi itu tidak membuat cintanya berubah. Hanya lelaki pemilik gelang perak itu yang disebut dalam setiap malam nya, bahkan tidak ada tempat untuk lelaki lain dihatinya" perkataan Arya membuat Reynand kembali tertunduk. Apa dia telah salah mengira tentang Nara dan Bimantara?
"Hingga semua impian dan harapan nya terwujud saat dia berhasil menemukan lelaki itu. Berteman dengan nya dan akhirnya bisa menikah dengan cinta pertama nya." kata Arya lagi. Kali ini dia memandang tajam Reynand yang masih menunduk
"Anda tahu tuan Adiputra. Kebahagiaan Nara adalah saat menikah dengan anda, saat dia bisa menepati janji nya. Dia sudah terpuruk karena kehilangan ayah dan ibunya, tapi sejak bertemu dengan anda dan bisa menikah dengan anda, tidak ada kebahagiaan lain yang dia harapkan selain kebahagiaan anda sendiri, suami nya" ucap Arya begitu tajam dan terasa begitu menusuk dihati Reynand
"Tapi lihat apa yang anda lakukan, anda membalas cinta nya dengan kesakitan yang luar biasa. Anda bukan saja melukai hatinya, tapi juga mental nya" Arya mulai berbicara dengan hati yang ikut terluka, hingga membuat mata nya berkaca kaca. Selama ini hanya dia yang tahu bagaimana kesakitan Nara dalam mencintai lelaki ini
"Anda menghancurkan harapan nya, anda menghancurkan impian nya bahkan anda dengan tega menghancurkan perusahaan yang dia perjuangkan sejak dulu"
__ADS_1
"Kesakitan yang dia alami tidak mampu ditahan oleh tubuhnya, sebulan yang lalu dia tahu jika tubuhnya juga ikut melemah karena beban dan kesakitan yang selalu dia terima. Bukan hanya hati nya yang terluka, tapi tubuhnya juga ikut terluka. Kanker ginjal stadium tiga, itu bukan penyakit yang mudah tuan, setiap hari dia selalu menahan kesakitan nya, tapi pernahkan anda melihat nya sedikit saja????" tanya Arya dengan suara yang begitu lirih.
Reynand semakin tertunduk dan memejamkan matanya dengan erat. Tangan nya saling mengepal kuat
'Sakit Rey'
'Aku sedang berdarah'
'Hanya sakit pinggang, mungkin aku kurang minum'
Seluruh perkataan Nara langsung terngiang kembali ditelinga nya. Bagaimana dia yang berusaha terus tersenyum dengan wajah pucat yang dia tutupi dengan riasan tebal. Bahkan Reynand selalu mengatainya dengan ******. Sekejam itukah dia????
"Cintanya begitu besar untuk anda. Semangat nya hanya ada pada anda. Tapi dengan tega nya anda selalu menjatuhkan nya berkali kali. Bahkan anda juga membuat nya terpuruk disisa detik waktu terakhirnya. Anda menghancurkan perusahaan nya, anda mengahancurkan harapan hidup terakhirnya tuan. Anda benar benar kejam bahkan lebih kejam dari pada iblis sekalipun" hujat Arya
Dia mengusap kasar air matanya
"Dan yang membuat saya tidak bisa berkata apa apa adalah, kenapa sampai saat ini Nara masih mencintai anda. Padahal karena anda dia tidak bisa menjalani pengobatan nya" geram Arya lagi. Jika tidak mengingat siapa Reynand, sudah ingin sekali dia menghajar lelaki ini
Reynand mendongak memandang Arya
"Anda tahu bagaimana serius nya penyakit itu, tentu membutuhkan dana yang besar, apalagi darah Nara yang memang langka. Apa anda berfikir dia tidak membutuhkan biaya? Sedangkan semua sudah anda hancurkan. Dan jika dia mati, saya pastikan jika anda adalah orang yang paling menyesal didunia ini" geram Arya lagi
Reynand langsung beranjak dan memandang lekat Arya yang juga membalas tatapan mata tajam itu.
"Karma pasti berlaku. Dan anda tinggal menunggu itu" serang Arya lagi
Sementara Reynand langsung pergi bersama Guntur untuk kembali keperusahaan nya. Dia harus mengurus semua nya dan mengembalikan apa yang sudah dia hancurkan seperti sedia kala. Perkataan Arya benar benar mengusik hatinya. Dan dia tidak bisa berdiam diri seperti ini. Dia tahu dia sudah salah, bahkan sangat bersalah. Dia kejam dan begitu keji membalas cinta Nara. Dan kali ini dia harus memperbaiki semua nya.
"Ganti semua kerugian dikota B dan juga diperusahaan Polie" ucap Reynand saat mereka sudah tiba diperusahaan. Tangan Reynand begitu sibuk mengotak atik komputer nya
"Tapi tuan, itu tidak sedikit. Kita harus meminta persetujuan tuan besar terlebih dahulu" kata Guntur terlihat keberatan. Apa Reynand sudah gila. Dia yang menginginkan kehancuran perusahaan Polie, namun sekarang dia juga yang ingin mengembalikan semua nya
"Aku yang akan bertanggung jawab. Lakukan saja" sahut Reynand
"Tuan, kita sudah mengeluarkan dana yang tidak sedikit akibat mengganti kerugian perusahaan Dopindo, dan jika menggunakan dana perusahaan lagi, saya khawatir tuan besar akan murka dan mendepak anda dari sini" ujar Guntur
Reynand terdiam, dia langsung menoleh pada Guntur dengan tatapan mata yang menajam
"Aku tidak perduli, aku sudah lelah menghadapi sikap nya yang otoriter. Dia hanya menganggapku sebagai alatnya. Dan jika dia tidak terima, maka aku akan keluar dengan senang hati dari perusahaan ini" dengus Reynand yang kembali mengotak ngatik komputer nya
Guntur menarik nafas nya dalam dalam. Bagaimana mungkin Reynand berfikir seperti itu. Beberapa waktu lalu tuan Abas sudah begitu murka karena Reynand yang telah mengubah kunci brankas perusahaan dan sekarang dia pasti akan murka karena Reynand yang memakai dana perusahaan yang sangat besar hanya untuk kepentingan nya sendiri.
Tiba tiba pintu terbuka, menampakkan Cleo yang datang dengan wajah datar dan terlihat kesal. Reynand hanya acuh dan terus menyelesaikan pekerjaan nya. Guntur yang melihat Cleo datang langsung keluar. Wanita ini selalu saja masuk seenak nya, bahkan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
Cleo mendekat kearah Reynand. Berdiri disamping lelaki itu dan memandang Reynand dengan lekat
"Dimana kamu membawa Nara?" tanya Cleo tiba tiba
Reynand langsung menoleh kearah nya dengan pandangan heran
__ADS_1
"Apa maksud kamu?" tanya Reynand
Cleo mendengus sinis dan melipat kedua tangan nya memandang Reynand. Semalam dia melihat disebuah acara tv yang memang menampilkan tentang berita harian global dimana perusahaan Nara yang memang menjadi sumber berita utama nya. Perusahaan yang bangkrut karena terlibat kasus penyelewengan dana yang cukup besar. Cleo begitu senang mendengar nya, namun yang menjadi sumber kekesalan hatinya adalah ada berita yang beredar memberitakan jika tuan Adiputra membawa Anara Polie kerumah sakit karena wanita itu tiba tiba pingsan ditengah hujan. Tentu Cleo tidak terima. Dia segera mencari Reynand, namun tidak dia temukan dimanapun. Dan baru pagi inilah Cleo bisa bertemu Reynand diperusahaan. Sejak semalam juga ponsel Reynand tidak bisa dihubungi. Tentu Cleo tidak akan membiarkan Reynand menolong gadis itu. Meskipun dia tidak tahu jika yang membuat kerusuhan adalah Reynand sendiri.
"Dirumah sakit mana kamu membawa Anara?" tanya Cleo
Reynand hanya diam dan kembali keperkerjaan nya. Tidakkah Cleo tahu jika hatinya sedang tidak tenang saat ini
"Rey jawab aku. Akhir akhir ini kamu tidak pernah menemui ku. Kamu juga tidak bisa dihubungi. Dan sekarang kamu malah melibatkan dirimu pada wanita itu" seru Cleo begitu kesal
"Bisakah kamu tidak membahas itu sekarang?" tanya Reynand memandang wajah Cleo. Tatapan nya dingin dan datar
Cleo memandang pedih wajah tampan itu. Wajah Reynand sedikit kusut, seperti memendam beban. Tapi yang membuat nya sedih adalah kenapa tidak ada lagi tatapan cinta dan teduh Reynand untuk nya. Bahkan sekarang dia sudah berani mengusir dan berbicara yang menyebalkan seperti ini. Padahal dulu Reynand selalu bersikap baik dan lembut padanya. Apa ini karena Anara???
"Kenapa??? apa kamu sudah tidak ingin bersama ku lagi?? Apa kamu sudah jatuh cinta pada istri ****** mu itu ha???" teriak Cleo
"Cleo!!!!" bentak Reynand pula
Cleo terkesiap dan kembali memandang Reynand yang tampak memandang tajam padanya
"Aku bilang pergi, kamu selalu membuat emosiku naik. Tidak bisakah untuk tidak menambah masalahku" kata Reynand dengan nafas yang terlihat menggebu
Cleo mendengus senyum sinis dan menggeleng pelan
"Kamu memang berubah. Kamu pengkhianat Rey!! Kamu bilang kamu ingin menceraikan nya dan menikahi ku. Tapi lihat sekarang. Kamu malah bersikap kasar padaku. Kamu memang keterlaluan!!!" seru Cleo tidak kalah kesal
"Keluar Cleo" usir Reynand yang masih berusaha menahan emosinya
"Aku tidak akan keluar sebelum kamu memberitahuku dimana dia" sahut Cleo
"Untuk apa kamu mencari nya ha?" tanya Reynand
"Untuk apa??? Tentu saja untuk menyuruh nya pergi dari hidup kamu" teriak Cleo
Brakk
Cleo langsung terlonjak kaget saat Reynand tiba tiba menggebrak meja nya dengan kuat bahkan beberapa barang barang langsung terpelanting karena nya
"Jangan buat aku marah Cleo. Pergi sekarang, atau aku..."
"Atau apa ha.... apa!!!" teriak Cleo menantang Reynand. Tidak pernah nya mereka bertengkar hingga seperti ini, dan ini adalah kali pertama nya dalam hubungan mereka, mereka saling serang dan berteriak. Biasanya Reynand akan selalu mengalah, tapi kali ini dia benar benar tidak lagi bisa menahan emosi nya
"Atau aku akan mengakhiri hubungan kita" kata Reynad dengan tajam
deg
deg
deg
__ADS_1