
Beberapa bulan kemudian....
huek huek huek
Suara kesakitan didalam kamar mandi membuat Nara yang sedang membereskan tempat tidur mereka langsung terkesiap.
Dia langsung berlari kekamar mandi dimana Reynand berada.
brak
Pintu langsung dibuka Nara dengan cepat, dan terlihat Reynand yang sedang memuntahkan isi perutnya didalam wastafel.
"Rey... kenapa?" tanya Nara yang langsung mengusap bahu Reynand dengan lembut. Wajah Reynand terlihat pucat dan lemah. Bahkan sepagi ini dia sudah berkeringat.
"uhh... sepertinya aku masuk angin" jawab Reynand seraya membasuh mulut dan wajahnya.
"Libur dulu bekerja ya. Kamu memang sudah tidak sehat sejak kemarin" ujar Nara seraya membantu mengusap wajah Reynand.
Reynand menggeleng dan langsung memeluk Nara dengan manja.
"Hari ini ada meeting penting. Tidak bisa di undur lagi" jawab Reynand dengan kepala yang sudah terkulai lemah dibahu Nara.
Namun ketika mencium aroma tubuh Nara sakit dikepala nya seketika memudar dan perasaan nya menjadi lebih tenang.
"Tapi kamu sedang tidak enak badan sayang" ucap Nara lagi seraya tangan nya yang mengusap punggung kekar itu.
"Aku akan cepat pulang nanti" jawab Reynand
"Hmm.. baiklah, ayo kita keluar. Sarapan dulu dan minum obatmu. Mama dan papa pasti sudah menunggu" ajak Nara yang langsung melepaskan pelukan Reynand.
Reynand hanya mengangguk pasrah dan mengikuti Nara yang menarik tangan nya untuk keluar.
Rasanya dia benar benar lemas dan pusing, juga mual. Entah ada apa dengan tubuhnya. Bisa bisa nya dia menjadi lemah sekarang. Bagaimana bisa membahagiakan Nara jika begini.
Reynand kembali merebahkan kepala nya didada Nara saat Nara sedang memakai dasi nya. Dia duduk dimeja rias Nara sekarang.
"Kenapa jadi manja sekali?" tanya Nara seraya mengusap wajah Reynand yang masih pucat.
"Tidak tahu, tapi rasanya ingin di dekat kamu terus" jawab Reynand.
Nara tersenyum gemas mendengar nya. Akhir akhir ini Reynand memang kurang sehat, lebih sensitif, dan juga lebih manja. Entah ada apa dengan suami angkuh nya ini. Jika ditanya, jawab nya pasti tidak apa apa.
"Jika kamu pulang cepat nanti, kita kerumah sakit ya" ajak Nara
Reynand mengangguk pelan, dan mengusal kepala nya didada Nara.
"Ayo keluar, hari sudah mau siang" ajak Nara lagi.
"Hah... jika tidak ada meeting itu rasanya aku ingin tidur bersama mu sepanjang hari" gerutu Reynand
"Jika sudah selesai meeting kamu bisa langsung pulang dan istirahat" jawab Nara.
Reynand hanya menghela nafasnya dengan berat dan langsung beranjak dari duduk nya. Berjalan keluar kamar untuk turun dan sarapan diruang makan.
Dan ketika sampai dibawah, ternyata orang tua mereka dan juga Zelina sudah mulai sarapan.
__ADS_1
"Pagi pa, ma, maaf telat" sapa Nara
"Enggak apa apa sayang. Ayo makan. Papa sudah lapar, jadi kamu sarapan duluan" jawab mama.
Nara tersenyum dan mengangguk.
"Kenapa wajah kamu pucat begitu?" tanya tuan Abas pada Reynand yang masih merangkul lengan Nara
"Masuk angin" jawab Reynand.
Nara tersenyum dan langsung menarik kursi untuk mereka duduk. Namun tiba tiba Reynand langsung berseru dan menutup hidung nya.
"Mama... kenapa masak makanan bau itu!" ucap Reynand yang langsung menjauh dari meja makan.
Mama dan semua yang ada disana langsung memandang Reynand dengan bingung. Dan kembali menoleh pada nasi goreng yang ada di meja.
Makanan bau apa yang Reynand maksud.
"Makanan bau apa Rey? Nasi goreng ini yang kamu maksud bau?" tanya mama dengan heran.
"Uuhh perut Rey jadi mual" gerutu Reynand yang langsung berlari kedapur meninggalkan pandangan heran semua orang.
"Ada apa dengan anak itu" gumam tuan Abas.
"Dia memang sedang tidak enak badan pa. Jadi mungkin semua serba salah. Nara lihat dulu" ucap Nara. Dia langsung berlalu menyusul Reynand kedapur, begitu pula dengan mama.
"Sudah seperti orang ngidam saja" gumam Zelina yang kembali memakan sarapan nya. Begitu juga dengan tuan Abas.
Sementara didapur Nara kembali mengusap pundak suami nya dengan lembut, sedangkan mama langsung menyeduh air teh yang dicampur dengan perasan lemon untuk Reynand.
Reynand langsung menerima nya, dan menyesap nya sedikit demi sedikit. Rasa hangat dan segar dari teh lemon itu sedikit bisa membuat perasaan Reynand membaik.
"Ada meeting hari ini ma. Mama juga salah, kenapa masak nasi goreng seafood begitu. Membuat mual saja" ucap Reynand yang kembali meminum teh nya.
"Kenapa salah nasi goreng mama. Seperti tidak biasa saja kamu. Bukan nya itu juga makanan kesukaan kamu" jawab mama
Reynand mendengus dan menyerahkan teh nya pada Nara.
"Tidak suka lagi." sahut Reynand dengan wajah kesal nya.
"Sudah lah, Rey pergi saja" ujar Reynand yang langsung mencium punggung tangan mama nya dan langsung menarik Nara keluar.
"Loh Rey, sarapan dulu nak" seru mama yang langsung mengikuti Reynand dan Nara.
"Tidak mau, tidak enak!" seru Reynand.
"Apa yang tidak enak?" tanya Tuan Abas
"Nasi goreng mama" jawab Reynand.
"Kamu mau kemana, sarapan dulu" ujar tuan Abas lagi.
"Astaga... kenapa kalian memaksa. Rey tidak mau. Papa habiskan saja semua, Rey berangkat dulu" ucap Reynand yang langsung melengos dan pergi dari ruang makan itu.
Nara hanya bisa tersenyum getir memandang wajah heran mama dan papa, juga Zelina. Dia hanya bisa diam dan mengikuti Reynand untuk mengantar nya sampai didepan rumah.
__ADS_1
"Astaga .. ada apa dengan anak itu" gumam tuan Abas
"Lagi kesambet setan manja kayak nya deh pa" sahut Zelina. Membuat mama langsung tertawa mendengar nya.
Entah kenapa dengan Reynand, sejak kemarin dia memang sudah terlihat sensitif sekali. Seperti orang yang mengidam saja.
Sementara didepan rumah, lagi lagi Reynand kembali memeluk Nara dengan manja. Membuat Nara sedikit risih sebenarnya.
"Rey... sudah, malu dilihat Guntur" ujar Nara
Reynand langsung berdecak dan melepaskan pelukannya.
"Kamu benar tidak mau sarapan dulu" tanya Nara lagi.
"Tidak mau, kamu jangan ikut ikut mama sayang. Aku hanya ingin makan buah saja nanti dikantor. Aku pergi ya, kamu jangan nakal dirumah" ucap Reynand seraya mengecup bibir Nara sekilas.
"Iya... Jika sudah selesai meeting langsung pulang. Nanti kita kerumah sakit" ujar Nindi
"Iya" jawab Reynand dengan malas
Nara tersenyum dan meraih tangan Reynand. Mencium nya dengan lembut dan penuh bakti.
"Aku mencintaimu" ucap Reynand seraya mengusap wajah Nara.
"Aku juga cinta kamu sayang" jawab Nara
Reynand langsung tersenyum senang mendengar itu.
"Hah, rasanya aku ingin membawa kamu keperusahaan" gumam Reynand dengan wajah lesu nya.
Nara tersenyum dan menggeleng.
"Nanti meeting kamu terganggu. Besok aku akan menemani kamu disana" jawab Nara
"Janji" pinta Reynand
"Janji" jawab Nara
"Ah baiklah, aku tidak sabar menunggu besok. Aku pergi dulu" ucap Reynand yang langsung mengecup dahi Nara dengan lembut.
"Hati hati" ujar Nara
"Pasti" jawab Reynand. Dia langsung berjalan menuju mobil.
Guntur dengan sigap membukakan pintu mobil untuk Reynand. Namun tiba tiba Reynand mengernyit dan memandang Guntur dengan kesal, seraya dia yang menutup hidung nya dengan cepat.
"Parfum apa yang kau pakai, kenapa tidak enak sekali" gerutu Reynand
Guntur mengernyit bingung dan langsung mencium aroma tubuh nya sendiri.
"Ini parfum yang biasa tuan" jawab Guntur.
"Aaah ganti besok. Aku tidak ingin berada didekat mu jika kau masih memakai parfum itu" ucap Reynand begitu kesal dan langsung masuk kedalam mobil.
Guntur menutup pintu mobil dengan wajah nya yang kebingungan.
__ADS_1
Sedangkan Nara hanya bisa menggeleng aneh dengan sikap Reynand pagi ini.