
Seminggu kemudian...
Kabar kehamilan Nara benar benar membuat keluarga Adiputra sangat bahagia. Selama hampir satu tahun Nara dan Reynand menikah, satupun dari mereka tidak pernah ada yang bertanya ataupun mengungkit tentang anak dan kehamilan Nara.
Bukan tidak ingin memiliki cucu dan penerus, hanya saja mereka tahu bagaimana kesehatan Nara dan Reynand yang sudah tidak lagi sesehat dulu. Dan bertanya tentang anak pasti hanya akan membuat mereka bersedih.
Namun sekarang, harapan yang terpendam didalam lubuk hati sudah tercapai. Bahkan mereka sangat bahagia karena mengetahui jika ternyata Nara tengah mengandung anak kembar.
Sungguh kebahagiaan yang berlipat-lipat.
Bahkan karena bahagianya, tuan Abas langsung membagikan bonus pada seluruh karyawan diperusahaan nya, baik perusahaan pusat, maupun perusahaan cabang.
Dan mama juga langsung mengadakan syukuran dirumah mereka hari ini.
Ya, syukuran atas kebahagiaan yang telah dititipkan didalam kehidupan mereka.
Mengundang banyak anak yatim untuk mendoakan kebaikan kebaikan untuk Nara dan kehamilannya. Sungguh, mereka semua benar benar excited.
Semua orang orang terdekat sudah berkumpul. Termasuk Bima dan Gendis juga Naina dan Reyza. Bahkan tuan Renggono juga ada disana.
Acara doa bersama yang dilakukan berjalan dengan begitu khidmat. Pembagian makanan dan juga uang untuk anak anak yang hadir dihari itu. Semua berjalan dengan lancar.
Siang hari yang penuh makna dan juga penuh rasa syukur.
Acara telah selesai, dan semua orang yang hadir juga sudah pulang. Kini tinggal orang orang terdekat Nara dan Reynand saja yang ada disana.
Mereka duduk diatas karpet dan berkumpul disana. Saling bercengkrama hangat dan juga berbagi rasa.
Gendis juga sudah hamil besar saat ini. Kehamilan nya sudah menginjak delapan bulan. Dan mereka juga sedang menanti kehadiran calon anak mereka sebulan lagi. Dan kehamilan Gendis inilah yang sempat membuat Nara bersedih dulu. Gendis baru menikah, tapi dia sudah langsung hamil. Namun Nara, dia bahkan belum hamil sampai hampir satu tahun pernikahan. Tapi sekarang, Nara sudah benar benar bahagia, karena dia juga bisa merasakan rasanya hamil dan mengandung.
Sungguh sebuah anugerah yang tak terhingga.
"Tuan muda, tidak bisakah anda berhenti makan itu sebentar" pinta Bima dengan wajah yang meringis masam melihat Reynand. Dia benar benar merasa merinding melihat Reynand yang menikmati mangga muda seperti menikmati buah anggur.
Reynand yang sedang menikmati mangga muda nya hanya mendengus dan menggeleng saja. Kepala nya tersandar di bahu Nara. Tidak perduli dia dengan banyak nya orang yang ada disana.
Kehamilan Nara ini membuat Reynand juga mengalami syndrom kehamilan sympatic, dimana Nara yang mengandung dan Reynand yang merasakan efek nya.
Setiap pagi dia pasti mual dan muntah, bahkan tidak bisa mencium sedikit saja bau aneh dan asing.
Sekarang, Nara dan mangga muda, adalah dua hal yang tidak bisa jauh dari kehidupan Reynand.
"Kak Rey udah kayak orang ngidam banget. Tidak ada hari tanpa mangga muda" ungkap Zelina.
__ADS_1
"Sepertinya dia benar benar mencintai istrinya, sehingga efek kehamilan Nara pindah ke dia" sahut Reyza.
"Saya dulu juga begitu" tambah Reyza lagi.
"Benarkah tuan?" tanya Arya.
Reyza dan Naina langsung mengangguk dengan bersamaan.
"Iya, setiap pagi mual, dan suka makan mangga muda juga. Tapi memang tidak separah tuan Reynand " ungkap Reyza.
"Wah... Berarti hanya tuan Bimantara yang tidak cinta istri" goda Arya. Bima langsung mendengus kesal memandang nya. Bahkan semua yang ada disana langsung tertawa lucu.
"Tidak begitu juga konsep nya Arya. Bukan berarti tidak merasakan ngidam itu berarti tidak sayang istri. Hanya saja ikatan batin nya memang cukup kuat" ungkap Naina
"Huh... sama saja. Nona Gendis, sepertinya anda perlu memeriksa perasaan tuan Bima lagi" bisik Arya, namun masih terdengar ditelinga semua orang.
Gendis langsung tertawa masam mendengar itu.
"Hei... kau ini sepertinya ingin menghasut hubungan kami ya" sungut Bima. Sepertinya dia terlihat kesal sekarang.
Reynand tertawa dan kembali menikmati mangga nya.
"Bukan begitu, saya kan cuma menyarankan saja" jawab Arya
"Setidaknya aku tidak menyusahkan istriku yang sedang hamil. Setiap hari harus dipusingkan dengan mengurus suami yang tidak bisa apa apa" sindir Bima pada Reynand.
"Hanya mual tapi kabar kegilaan anda diperusahaan sudah sampai kemana mana" jawab Bima
"Kenapa memangnya?" tanya Reyza.
"Tuan Reynand meminta seluruh karyawan nya untuk mengganti parfum mereka seperti parfum milik nona Nara" ungkap Arya
Reyza langsung terkekeh geli mendengar itu.
"Dan itu pasti membuat semua karyawan lebih memilih dipecat dari pada bekerja" sahut Reyza masih dengan tawa gelinya.
"Tentu saja, parfum Nara bahkan lebih mahal dari pada gaji tiga bulan mereka" jawab Arya
Reynand hanya melengos kesal.
"Guntur bahkan sudah hampir gila sekarang" tambah Arya lagi.
"Yah, mungkin kepala nya sudah botak sempurna sekarang karena sikap aneh tuan nya" ledek Bima pula.
__ADS_1
"Sayang... lihat mereka semua menggoda ku. Membuat perut ku semakin mual saja" adu Reynand pada Nara. Bahkan dia langsung memeluk perut Nara dan merebahkan kepala nya dibelakang istrinya.
Semua orang yang ada disana kembali tertawa melihat kelakuan nya.
"Mereka hanya bercanda Rey" ucap Nara seraya mengusap lengan Reynand dengan lembut.
Semenjak mengetahui Nara hamil, sikap Reynand benar benar manja. Dia lebih sensitif dan juga penyedih. Sangat berbeda jauh dengan sikap aslinya yang angkuh dan dingin. Sekarang sungguh berbeda, bahkan Nara sampai tidak mengerti melihat Reynand sampai seperti ini.
"Nara.. sepertinya kamu memang mengurus bayi besar sekarang" goda Naina
Nara tertawa dan mengangguk
"Iya sangat manja, terkadang aku juga heran" jawab Nara
"Tapi setidaknya bisa saling berbagi nona. Nona jadi tidak perlu merasakan rasanya morning sickness setiap pagi" sahut Gendis pula
"Kamu ingin aku seperti itu juga sayang?" tanya Bima
"Tidak juga, aku lebih senang seperti ini. Aku sadar diri, jika aku tidak bisa sesabar nona Nara" jawab Gendis.
Mereka kembali terbahak mendengar itu
"Memang hanya kak Nara yang sabar menghadapi kak Rey, lihat saja itu. Tidak malu lengket terus" ejek Zelina
"Berisik kalian. Setidak nya aku tidak membiarkan Naraku merasakan apa yang aku rasa" dengus Reynand yang langsung merebahkan kepala nya di pangkuan Nara.
"Tapi anda membiarkan Nara anda pusing tuan" sahut Arya
Reynand langsung memandang Nara yang tersenyum menatapnya.
"Kamu pusing melihatku yang seperti ini?" tanya Reynand. Nada suaranya terdengar sendu. Dan itu membuat semua orang langsung mengulum bibir menahan tawa. Sungguh pesona tuang angkuh yang selama ini Reynand pegang sudah hilang entah kemana.
"Tidak sayang, aku tidak apa apa." jawab Nara seraya mengusap wajah Reynand
"Kamu berbohong" tanya Reynand
"Tidak" jawab Nara
"Jelas berbohong, jika mengatakan iya pasti tuan marah" sahut Arya
"Lihatlah, kamu memang berbohong" gumam Reynand yang langsung memeluk Nara dan menyembunyikan wajah sedihnya.
"Aryoooo" Nara memandang Arya dengan kesal.
__ADS_1
Sementara Bima dan Reyza langsung terkekeh geli melihat Reynand yang begitu sensitif.
Gendis bahkan sampai mengusap perutnya dan membatin dalam hati, semoga anak nya tidak meniru Reynand.