Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan

Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan
Cerita Disore Hari


__ADS_3

Nara sudah berada dirumah keluarga Reynand. Dirumah mewah itu sudah berkumpul beberapa orang yang akan berpartisipasi dalam acara pernikahan nya dua bulan lagi.


Nara cukup bersyukur, karena mama Reynand benar benar antusias dalam mempersiapkan semua tentang pernikahan dia dan Reynand.


Pernikahan mewah yang tentunya akan menjadi impian dari seluruh wanita yang ada didunia ini.


Saat ini Nara sedang melihat lihat sebuah majalah yang berisi tentang gambar gambar dekorasi mewah yang Nara sukai.


Mereka semua duduk diruang tamu dan berkumpul disana.


Mata Nara terus bergulir mengamati satu persatu dekorasi yang semua nya terlihat indah dan begitu glamor.


"Kamu suka yang mana nak?" tanya mama


"Nara bingung ma" jawab Nara dengan senyum canggung nya. Membuat sang owner nampak tersenyum.


"Semua terlihat cantik dan mewah" ucap Nara.


"Iya, ini adalah dekorasi terbaik yang mama pilih. Semua nya sesuai dengan karakter kalian berdua" ungkap mama.


"Kak mau out door atau indoor?" tanya Zelina pula. Dia sedang melihat majalah pernak pernik yang akan menjadi cindera mata nantinya.


"Indoor aja. Reynand juga mau nya didalam hotel." jawab Nara.


"Iya, lebih baik didalam hotel. Soalnya kan tamu yang diundang juga enggak sedikit" sahut mama.


"Jika begitu, yang ini seperti nya cocok nona. Sangat pas dengan tema yang kalian pilih. Elegan, mewah, tapi cukup nyaman karena masih dihias dengan bunga bunga segar" ungkap owner itu. Seraya menunjuk sebuah gambar.


Nara memandang gambar itu. Garis bibirnya tertarik hingga membentuk sebuah senyum yang indah.


"Cantik Ra" ucap mama


Zelina langsung mendekat dan ikut memandang nya.


"Iya kak, pas ini sama kalian yang suka kesempurnaan " kata Zelina pula


"Reynand gimana ma, takut kurang pas sama dia" ucap Nara seraya memandang mama


"Reynand kan semua terserah kamu sayang. Dia pasti suka" jawab mama.


"Kak Reynand mah apa kata kak Nara sekarang. Dia kan pengen semua kak Nara yang nentuin. Sesuai dengan keinginan kakak. Jadi gak perlu takut takut" ujar Zelina


Mama tersenyum dan mengangguk


"Semua sesuai keinginan kamu nak" sahut mama pula.


Nara benar benar terharu. Dia merasa seperti menemukan keluarga baru bersama mereka. Ketidak adaan orang tua membuat Nara sangat sedih, apalagi menjelang pernikahan nya ini. Meski ini untuk yang kedua kali, tapi tetap saja dia merasa sedih.


"Kalau begitu, Nara mau yang ini aja ya ma" ucap Nara.


"Iya, ini memang sangat cantik" jawab mama.


Keputusan yang mereka ambil hari itu semua adalah keinginan dari Nara. Semua nya, mulai dari tempat, dekorasi, bahkan pernak pernik cindera mata. Semua sesuai keinginan Nara.


Hanya catering saja mama yang mengurus nya. Nara tidak mengerti tentang itu.


Mama dan Zelina sangat antusias mempersiapkan segalanya. Bahkan mereka sangat bersemangat hari itu.


Lama waktu yang dibutuhkan untuk memilih dan menentukan segala nya. Dan uang, bisa membuat segalanya menjadi mudah.


Ditengah tengah kesibukan mengurus perusahaan, Nara tidak perlu lagi repot-repot kesana kemari. Semua bisa dipanggil kerumah untuk mendiskusikan apa yang dia mau.


Ya, semudah itu...


Hingga tidak terasa waktu mereka berdiskusi sudah hampir berjam jam. Dan sekarang hari sudah sore. Para owner juga sudah pulang semua.


Kini hanya tinggal mereka bertiga yang ada diruang tamu rumah mewah itu.


Tuan Abas pergi keperusahaan untuk mengurus sesuatu. Keadaan nya sudah pulih, meski dia masih kesusahan untuk berjalan. Tapi hari ini dia memang ingin melihat perusahaan yang sudah bertahun tahun tidak dia datangi.


"Nanti kalau Ze yang nikah, Ze pengen yang outdoor ya ma" ungkap Zelina yang berbaring di atas sofa.


"Iya... sesuai keinginan kamu. Memang nya sudah mau menikah. Umur kamu masih muda sayang" ujar mama.


"Dari pada lama lama. Gak ada juga yang Ze tunggu ma. Kerja gak boleh, kuliah udah gak lagi. Mendingan jadi istri kan" jawab Zelina.

__ADS_1


"Jadi istri itu juga gak gampang Lo. Kamu akan dipusingkan sama kebutuhan sehari hari. Kamu harus pintar mengatur keuangan, kamu juga harus pintar melayani suami. Udah siap?" tanya mama.


Nara hanya tersenyum dan mendengarkan mereka saja.


Yah, ini juga bisa menjadi petuah untuk dia nantinya. Meski Nara sudah merasakan bagaimana pahitnya berumah tangga selama dua tahun lalu.


Trauma...


Dia memang sedikit takut sebenarnya. Karena dulu, tidak ada hal manis yang bisa dikenang. Tapi jika hanya berfokus untuk mengingat itu. Bagaimana dia bisa bahagia?


"Memang nya nikah itu gimana. Bukan nya cuma harus hidup berdua sama suami. Makan berdua, semua nya berdua" jawab Zelina


Mama dan Nara langsung tertawa kecil mendengar nya.


Gadis yang masih berusia dua puluh satu tahun ini benar benar sudah ingin menikah, tapi dia tidak tahu jika menikah itu banyak rintangan nya.


"Gak gitu nak. Kamu memang setiap hari berdua bareng suami. Semua yang kamu kerjakan pasti harus melibatkan suami. Tapi kamu juga harus bisa melayani suami dengan baik. Jangan berharap hanya ingin dimanjakan saja" jawab mama.


"Melayani gimana maksud mama? apa mengambilkan makan seperti yang sering mama lakukan sama papa?" tanya Zelina, seraya dia yang berbaring dan menopang dagunya menghadap mama.


"Itu salah satunya. Kamu harus bisa menyediakan semua kebutuhan nya, dari pakaian, makanan, hingga usaha untuk membuat suami senang." jawab mama.


"Gampang kok. Ze pasti bisa" ucap Zelina dengan cepat.


"Walaupun lagi marah?" tanya mama


"Ya kalau marah, gak mau dong" sahut Zelina


Nara kembali tertawa mendengar nya.


"Itulah yang harus kamu perhatikan sayang. Rumah tangga itu gak selalu manis. Banyak pahitnya juga. Terkadang kita yang kesal sama suami, tapi terkadang suami yang kesal sama kita. Jadi harus bisa sama sama saling mengerti dan ada yang mengalah" ungkap mama lagi.


Zelina mengangguk dan menoleh pada Nara.


"Kayak kak Nara dulu ya, selalu ngalah sama kak Rey yang kerasa kepala" ucap Zelina.


Nara tersenyum dan mengangguk.


"Cinta sangat diperlukan dalam kehidupan berumah tangga Ze." ujar Nara


Namun Nara kembali menggeleng


"Tergantung bagaimana kita menjalani nya. Cinta datang ketika disambut, dan pergi ketika diabaikan. Rumah tangga memang bukan selalu tentang cinta, tapi ketika tidak ada cinta, semua terasa sulit" jawab Nara.


"Yang terpenting, niat hati dan komitmen yang harus dijaga. Menikah bukan hanya mencari kebahagiaan, tapi juga untuk mencari ketenangan dan mencari usaha untuk mempertahankan hubungan sampai akhir hayat " sahut mama.


Zelina tersenyum dan mengangguk.


"Rumah tangga gak selalu indah Ze. Kamu harus bisa belajar dari kak Nara mu, dia selalu mengalah ketika kakak kamu egois, dia selalu mencari cinta dari kakak kamu ketika hatinya tertutup. Dan lihat, semua tidak mudah dilalui kak Nara kan. Tapi sekarang, kamu bisa lihat hasilnya. Kakak kamu yang sudah tidak bisa jauh dari kak Nara sedikitpun" ungkap mama


Zelina langsung tertawa mendengar itu, dan Nara hanya tersenyum saja seraya menundukan pandangan nya. Jika mengingat bagaimana dua tahun dia bertahan, Nara bahkan tidak menyangka jika dia bisa berada di fase ini.


Fase dimana Reynand datang dan memberikan nya cinta setiap hari.


Jika dulu, jangan kan cinta, sebuah senyum saja, tidak bisa Nara dapatkan.


Miris sekali memang..


"Ze pasti bisa seperti kak Nara dan mama. Menjadi wanita yang kuat yang selalu mencari cinta suami" ujar Zelina


"Kamu pasti bisa. Niat yang tulus, pasti akan dimudahkan oleh yang Kuasa" jawab mama.


Mereka mengobrol hingga lupa waktu. Cerita tentang kehidupan mama dan papa ketika pertama kali bertemu. Dan ternyata, semua memang tidak mudah. Kisah nya sedikit mirip dengan kisah Nara dan Reynand. Hanya saja, papa tidak pernah berlaku kasar ketika sudah berumah tangga.


Ya, Nara benar benar bahagia, bisa berkumpul dan memiliki keluarga yang hangat seperti ini.


...


Saat ini, hari sudah mulai sore.


Nara sudah berada didapur mewah keluarga Adiputra. Dia berniat untuk memasak makan malam untuk mereka nanti.


Mama belum memperbolehkan Nara pulang. Jadi dari pada tidak ada kerjaan lagi, Nara lebih memilih untuk memasak.


Sudah lama sekali dia tidak berkutat didapur dan membuat makanan. Jadi sore ini, dia memutuskan untuk memasak.

__ADS_1


"Mama takut kamu kelelahan nak" ucap mama yang sedang membuat desert dimeja nya.


"Enggak ma. Udah lama gak masak, Nara pengen masak. Dari pada gak ada kerjaan" jawab Nara.


"Kamu mau masak apa?" tanya mama


"Mau buat sup iga, ikan asam pedas, udang goreng tepung, sama sayur salad dan pelengkap yang lain kalau sempat" jawab Nara seraya tertawa kecil. Dia masih membersihkan ikan dan udang nya saat ini.


"Makanan kesukaan Reynand. Kamu sudah tahu ternyata" ucap mama.


"Beneran ma?" tanya Nara seraya menoleh pada mama.


Mama mengangguk dengan cepat.


"Dulu sewaktu kecil dia suka banget makan udang goreng tepung, ditambah saus tomat, sudah remaja waktu kuliah, kesukaan nya ikan asam pedas. Dan sekarang, setelah dewasa dia malah suka SOP iga. Dan kamu membuat semua nya" puji mama begitu kagum.


Nara langsung tertawa dan menggeleng.


"Nara gak tahu ma, tapi dulu, setiap Nara masak ini, Rey pasti suka. Jadi malam ini mau dibuat semua" jawab Nara.


"Reynand juga suka Madeleine, itu kue favorit nya" sahut mama


Nara mengangguk seraya tangan nya yang terus bekerja.


"Iya, Nara juga sering buat itu untuk sarapan dia dulu" jawab Nara.


"Kamu memang istri idaman. Pintar, pekerja keras, bisa menyenangkan suami, ditambah bisa masak pula" puji mama


"Mama terlalu memuji. Nara tidak sehebat itu ma" jawab Nara, namun wajahnya langsung merona mendapatkan pujian itu.


Mama tertawa kecil dan menghela nafasnya sejenak.


"Mama senang, kamu masih mau menerima Reynand kembali nak. Dia anak yang keras kepala sejak dulu. Apalagi setelah kejadian yang membuat dia trauma. Sikapnya menjadi dingin dan tidak ramah lagi" ungkap mama


"Tapi sekarang kan sudah berkurang ma" sahut Nara


"Ya, dan semua nya karena kamu" jawab mama


Nara tersenyum dan kembali membersihkan udang nya. Namun tiba tiba, dia teringat sesuatu.


"Ma..." panggil Nara


"Iya" jawab mama


"Bagaimana jika Nara tidak bisa memberikan keturunan untuk keluarga ini nantinya?" tanya Nara. Hatinya tiba tiba sedih jika mengingat itu.


"Kenapa kamu berkata seperti itu sayang?" tanya mama.


"Ginjal Nara hanya ada satu. Itu juga harus dijaga dengan baik. Dan otomatis kesehatan Nara juga sudah tidak sesehat dulu. Dua tahun hidup bersama Reynand saja Nara tidak hamil hamil. Apalagi sekarang" ungkap Nara.


Dia terlihat menghela nafas nya dengan berat.


Malam tersenyum dan langsung beranjak dari duduk nya untuk mendekat kearah Nara.


Mengusap bahu Nara dengan lembut.


"Ada kamu dihidup Reynand itu sudah menjadi anugerah tersendiri untuk kami. Anak bukan tujuan utama dalam pernikahan nak. Jangan berfikir yang macam macam" ujar mama


"Nara hanya takut ma. Nara takut Reynand dan juga papa dan mama kecewa" ucap Nara. Bahkan matanya berkaca kaca sekarang.


"Masih ada banyak cara untuk mendapatkan anak. Jaman sudah canggih sekarang. Dan jika kamu memang tidak bisa memberi. Tidak apa apa. Mama dan papa tidak pernah menuntut itu. Ada kamu dikehidupan kami, sudah membuat kami bahagia, apalagi Reynand" jawab mama


"Lagi pula belum tentu kamu tidak bisa hamil. Banyak diluar sana yang seperti kamu, hanya memiliki satu ginjal. Tapi dia bisa hamil. Kamu juga jangan putus asa dulu. Kalian bahkan belum menikah, tapi kamu sudah sedih seperti ini" ujar mama seraya mengusap wajah Nara.


Nara tertawa kecil dan mengangguk


"Nara hanya risau ma. Nara hanya punya kalian. Jika Nara tidak bisa membahagiakan kalian, rasanya perjuangan Reynand agar Nara bisa hidup akan sia sia saja" ucap Nara.


Mama langsung menarik Nara kedalam pelukan nya. Mengusap lembut bahu Nara


"Jangan berkata seperti itu. Reynand ingin kamu hidup, karena dia ingin hidup bersama mu lebih lama, dia ingin menikmati senyum kamu setiap hari. Jadi, kamu jangan berfikir yang tidak tidak. Teruslah hidup dan tersenyum, itu sudah cukup untuk kami nak" jawab mama


"Mama....." lirih Nara


Betapa harunya dia mendengar ungkapan dari mama..

__ADS_1


__ADS_2