
Ledakan kembang api masih terus meledak dengan indah diatas langit malam itu. Dan pasangan yang sedang berbahagia itu masih saja tidak tahu tempat untuk menuntaskan hasrat dan perasaan mereka berdua. Tanpa menyadari jika bukan hanya mereka saja yang ada ditempat itu.
"Iiiiiii kak Arya!!! Ze kan masih mau lihat" Zelina berseru kesal saat Arya malah menutup wajahnya, padahal kan dia sedang menikmati kembang api besar diatas sana.
"Gak boleh lihat adegan mesum begitu Ze, dosa" ujar Arya
Zelina mendengus kesal dan menghempaskan tangan Arya dengan kuat.
"Dosa..... dosa. Udah biasa Ze lihat yang begituan. Kayak kak Arya gak pernah lihat aja" gerutu Zelina.
Arya menggaruk kepala nya yang tidak gatal. Memandang Zelina dengan senyum getirnya.
"Aku memang pernah melihat adegan itu, cuma merasakan nya aja yang belum pernah" ucap Arya degan wajah polos yang terkesan menyebalkan.
Zelina mendengus gerah dan tidak percaya. Matanya kembali memandang keatas langit dengan binar kilauan kembang api yang bercahaya dengan begitu indah.
"Bohong banget. Iya kali udah setua ini belum pernah" gumam Zelina
"Emang belum kok. Dari dulu sampai sekarang, dekat sama perempuan juga cuma sama Nara. Dan sekarang kamu" ungkap Arya.
Zelina sedikit terkesiap mendengar itu. Dia kembali memandang Arya.
"Beneran itu. Asisten kepercayaan kak Nara gak pernah deket sama perempuan???" tanya Zelina.
Arya mendengus senyum memandang wajah tidak percaya Zelina.
"Iya, gak percaya ya. Tanya aja sama Nara. Sejak dulu hidupku gak pernah jauh dari dia" jawab Arya.
"Kalian deket banget ya. Dulu Ze kira kalau kalian itu berhubungan" ungkap Zelina seraya memadang Nara dan Reynand yang kini sudah duduk ditepi danau disebuah kursi panjang. Tepat dibawah lampu taman.
Arya juga memperhatikan mereka berdua.
"Enggak, Nara sudah aku anggap saudaraku sendiri. Kami sama sama sudah tidak mempunyai siapa siapa lagi. Jadi Nara, adalah tanggung jawabku, menjaganya seperti menjaga adikku sendiri" ungkap Arya
"Kakak baik banget" puji Zelina
Arya mendengus senyum dan mengusap kepala Zelina dengan lembut. Dan setelah itu dia bersandar kembali dibadan mobilnya. Memandang kembali Nara dan Reynand yang masih terlihat menikmati waktu mereka. Saling berpegangan tangan dan entah apa yang sedang mereka ceritakan.
"Sekarang, aku sudah tenang. Dia sudah mendapatkan lelaki yang akan menjaganya. Semoga saja tuan angkuh itu tidak menyia nyiakan Nara lagi" harap Arya.
Zelina tersenyum dan menggeleng pelan.
"Gak akan kak. Sejak dulu, kak Nara lah yang dia cari. Bahkan walaupun dia udah berhubungan dengan kak Cleo, tetap gadis smp yang dia temui dikota kakek yang dia cari. Kak Reynand memang pernah bodoh, gak pernah bisa sadar kalau kak Nara ternyata ada didekat dia selama ini. Tapi Ze yakin, kalau sekarang, kak Reynand pasti gak akan pernah nyakitin kak Nara lagi" ungkap Zelina. Dia masih ingat benar bagaimana terpuruk nya Reynand saat dia memutuskan untuk meninggalkan Nara. Bahkan untuk tersenyum dan berbicara saja kakaknya itu sudah tidak mau lagi. Seperti mayat hidup, punya raga namun tidak mempunyai jiwa.
"Aku juga sudah yakin Ze. Maka dari itu, jika mereka menikah. Aku akan tenang, dan bisa mencari kebahagiaan ku sendiri" ujar Arya namun dia malah memandang Zelina dengan lekat.
Zelina tersenyum dan memalingkan wajah nya yang sedikit merona. Memandang keatas langit dimana kembang api terakhir baru saja selesai diledakkan.
__ADS_1
"Ze....." panggil Arya.
"Hmm" gumam Zelina
"Setelah Reynand dan Nara menikah. Bagaimana kalau kita yang menikah" ajak Arya.
Zelina terkesiap mendengar itu. Dia langsung memandang wajah Arya dengan tidak percaya.
"Menikah????" tanya Zelina, dan Arya langsung mengangguk dengan cepat.
Zelina langsung mendengus dan berdecak kesal.
"Enak banget mau ngajakin aku menikah, semudah itu lagi" gerutu Zelina nampak begitu kesal.
Arya mengernyit bingung, memang nya apa yang salah. Dia benar kan mengajak Zelina menikah.
"Emang kamu gak mau ya menikah dengan ku?" tanya Arya. Wajahnya mulai berubah sendu sekarang.
Zelina menarik nafas dalam dalam dan memandang Arya dengan lekat.
"Kak Aryaaa..." panggil Zelina dengan nada yang sedikit ditekan.
"Selama ini kita memang dekat, bahkan sangat dekat. Tapi nikah itu juga butuh cinta kak. Emang nya kakak cinta sama Ze????" tanya Zelina dengan cepat.
"Kamu yang gak cinta sama aku ya???" tanya Arya kembali
"Ditanya malah nanya balik" gerutu Zelina.
Arya tersenyum dan menarik bahu Zelina untuk menghadap kearahnya.
"Kenapa kamu nanya lagi, setelah semua yang aku lakukan untuk kamu. Apa kamu gak bisa mengartikan arti perasaan ku Ze??" tanya Arya begitu serius. Dan wajah seriusnya ini membuat Zelina menjadi salah tingkah.
Dia memandang Arya yang memandang matanya dengan begitu dalam.
"Kak...." lirih Zelina dengan jantung yang tiba tiba bergemuruh hebat.
"Aku itu cinta sama kamu Ze. Sejak dulu, sejak pertemuan pertama kita. Aku udah jatuh hati sama gadis menyebalkan yang gak tahu situasi. Yang menghadang mobilku ditengah hujan hanya karena dia ingin kerumah sakit" ungkap Arya.
Jantung Zelina semakin berdebar mendengar itu. Bahkan tanpa sadar wajahnya sudah memanas dan memerah sekarang. Arya masih ingat itu???
"Gadis menyebalkan yang tanpa sadar udah buat aku ngerasain perasaan yang gak pernah aku rasain sama siapapun" ucap Arya lagi.
"Gadis yang buat seorang penakut seperti ku menjadi berani hanya karena takut kehilangan" tambah nya dengan begitu serius.
"Gadis yang paling ingin aku lihat senyum nya setiap hari" ungkap Arya lagi seraya mengusap wajah Zelina.
Sungguh Zelina benar benar tidak bisa berkata apapun lagi sekarang.
__ADS_1
"Dan cinta seperti apa lagi yang kamu maksud itu Ze????" tanya Arya
Zelina mengerjapkan matanya sekilas. Namun dia langsung tersenyum dan memeluk Arya dengan erat. Senang sekali rasanya mendengar ungkapan itu. Ungkapan dari laki laki yang sudah bisa menghibur hatinya disaat terpuruk, lelaki yang selalu ada disaat dia membutuhkan sesuatu. Dan lelaki setelah kakak dan ayahnya yang selalu mengkhawatirkan dirinya.
"Maaf kak... Ze tahu itu. Ze cuma ingin dengar dari mulut kakak langsung" ucap Zelina dalam pelukan Arya.
Arya yang sempat mematung karena pelukan mendadak ini langsung mendengus senyum dan membalas pelukan Zelina.
"Jadi bagaimana dengan kamu sendiri?" tanya Arya pula
"Ze mau menikah dengan kakak. Tapi Ze juga pengen lamaran romantis seperti mereka" pinta Zelina. Kepala nya mendongak dan memandang Arya dengan manja.
Arya tertawa dan langsung mengangguk dengan cepat.
"Siaapp... setelah mereka menikah, maka giliran kamu yang akan aku bahagiain" jawab Arya
"Janji" pinta Zelina
"Janji dong" jawab Arya.
Ah...... dia benar benar bahagia malam ini. Bukan hanya bahagia melihat Nara yang bahagia, melainkan hatinya sendiri juga bahagia dengan keputusan Zelina. Gadis kecil yang sudah berhasil mencuri hatinya.
....
"Sepertinya dia juga tidak mau mengalah dengan kita" gumam Reynand seraya menyelimuti tubuh Nara dengan jas nya.
Nara mendengus senyum dan mengangguk.
"Kamu tidak akan melarang mereka bukan?" tanya Nara.
Mereka kembali memandang kearah danau hijau setelah tadi sempat melihat Arya dan Zelina yang saling berpelukan didekat mobil. Sepertinya dua orang itu juga sama, sama sama tidak menyadari jika ada orang lain yang memperhatikan mereka.
"Arya lelaki yang baik dan bertanggung jawab. Meski dia menyebalkan, namun aku masih bisa mempertimbangkan untuk menjadikan nya sebagai adik ipar" jawab Reynand
Nara tertawa dan langsung merebahkan kembali kepala nya dibahu Reynand. Sedangkan Reynand merangkul pinggang Nara dengan lembut. Mencium pucuk kepala Nara dengan penuh perasaan.
"Arya memang lelaki yang baik. Untuk ku saja dia bisa bertanggung jawab, apalagi untuk gadis yang dia cintai" ujar Nara
"Aku tahu. Dan aku juga semakin bahagia, jika malam ini bukan aku saja yang bahagia, melainkan mereka juga" ucap Reynand.
"Ya, semoga kita selalu bahagia sampai nanti" harap Nara seraya memeluk dan mencium buket bunganya
"Aamiin" jawab Reynand
Malam itu mereka kembali menikmati waktu sampai larut malam. Menikmati waktu dipinggir danau hijau yang menjadi saksi perjalanan cinta mereka akan dimulai dari sini lagi.
....
__ADS_1