
Tiada hal yang paling indah dan paling melegakan selama beberapa bulan ini selain melihat kembali wajah cantik Anara. Melihat senyum nya, melihat wajah teduhnya, menikmati aroma tubuhnya, dan tentunya bisa merasakan pelukan hangat yang bisa mengobati seluruh rasa sakit yang Reynand alami.
Rasa rindu, cinta dan sakit yang dia rasakan bertubi tubi kini perlahan mulai membuat nya tenang. Memandangi wajah Nara yang selalu ada dalam setiap nafas hidupnya. Melepaskan rindu yang begitu menggigit dan begitu menyiksa batin.
'Anara....
Cinta ini semakin lama semakin kuat. Tapi masih bisakah aku berharap untuk memilikimu lagi???'
Reynand membatin seraya memandangi wajah Nara dengan lekat.
"Kenapa memandangi ku seperti itu?" pertanyaan Nara membuat Reynand sedikit terkesiap. Dia menggeleng pelan dan tersenyum tipis.
"Tidak ada, aku masih merasa ini seperti mimpi" jawab Reynand
Nara tertunduk dan kembali menyendokkan nasi didalam piring yang dia pangku, dan menyuapkan kembali pada Reynand.
"Kenapa kamu tidak mendatangiku lagi?" tanya Nara
Reynand menelan makanan nya yang ada dimulut dan memandang Nara dengan senyum getir nya. Dia menggeleng saat Nara ingin menyuapkan makanan itu lagi.
"Kamu lihat keadaan aku yang seperti ini, bagaimana aku bisa menampakkan diri dihadapan kamu" jawab Reynand begitu getir
"Kamu mudah sekali menyerah" sinis Nara seraya meletakkan piring diatas meja dan memberikan Reynand segelas air putih dan juga obatnya.
Reynand tersenyum tipis dan menerima semuanya dari tangan Nara. Ini adalah malam yang paling dia impikan sejak dulu. Berdua bersama Nara, meski dia tahu rasa kecewa Nara pasti masih begitu besar.
Reynand meminum obatnya dengan cepat, sedangkan Nara masih memandangi wajah tampan yang masih terlihat begitu pucat dan lesu. Tidak ada lagi Reynand yang penuh pesona dengan tatapan tajam nya, tidak ada lagi Reynand dengan sifat angkuh dan wajah dingin nya. Kini hanya tinggal Reynand yang lemah dan penuh dengan kesakitan. Nara bahkan tidak menyangka jika Reynand bisa berubah seperti ini. Apa sesakit itu penderitaan yang dia rasa???
Dulu Nara pernah begitu menginginkan jika Reynand bisa merasakan kesakitan nya, tapi kenapa melihat Reynand yang seperti ini dia tidak bisa? Hatinya sungguh sakit dan begitu mengiba. Tidak dipungkiri jika cinta Nara masih begitu besar sejak dulu hingga ... saat ini.
"Nara...." panggil Reynand.
Nara mengerjapkan matanya sekilas dan memandang Reynand yang kini membalas tatapan nya.
"Belum bisakah kamu memaafkan aku?" tanya Reynand
Nara tersenyum tipis dan menghela nafasnya sejenak.
"Bukankah sejak dulu aku sudah bilang, jika aku sudah memaafkan mu" jawab Nara
"Apa rasa kecewa mu masih begitu besar padaku?" tanya Reynand lagi. Tatapan matanya masih saja sendu dan begitu sedih.
"Ya, bahkan sekarang semakin besar" jawab Nara.
Reynand tertegun dan menunduk getir. Helaan nafas nya terlihat begitu berat.
"Bukan aku menyerah untuk memperjuangkan mu Nara. Aku ingin sekali memperjuangkan mu kembali, mencari cintamu lagi. Tapi tidak ada lagi yang bisa aku banggakan, aku bukan lagi Reynand yang dulu, yang penuh dengan kekuasaan. Tuhan menghukum ku karena kesalahan yang aku perbuat padamu. Aku bahkan tidak tahu bagaimana caranya untuk bangkit. Yang aku tahu, cinta yang pernah kamu beri masih selalu aku simpan, dan cinta itu yang membuat aku semakin tidak akan bisa melupakan semua nya" ungkap Reynand. Matanya kembali berkaca kaca. Kata kata 'seandai nya' masih selalu dia sematkan didalam hati.
"Kamu tidak bisa berbuat apapun karena kebodohan kamu sendiri" kata Nara memandang Reynand yang masih tertunduk.
__ADS_1
"Kenapa kamu bertindak bodoh dan memberikan semua nya padaku, aku benar benar kecewa padamu Rey" tambah Nara lagi
Reynand mendongak, memandang mata Nara yang juga berair lagi.
"Aku tidak suka kamu mengorbankan semuanya untuk ku. Kenapa kamu tidak membiarkan aku mati.."
"Nara... tidak" sahut Reynand dengan cepat, dia langsung meraih tangan Nara dan menggenggam nya dengan kuat.
Lagi lagi air mata Nara kembali menetes diwajah cantiknya. Reynand menggeleng pedih dan mengusap air mata itu.
"Aku tidak akan membiarkan kamu mati, aku ingin kamu tetap hidup dan bahagia lagi. Bagaimana pun caranya, aku ingin kamu bahagia dan sehat lagi Nara. Sudah cukup kamu yang menderita karena aku" ucap Reynand dengan mata yang juga mulai berair dan menggenang.
"Biar aku yang menderita, biar aku yang menggantikan kesakitanmu. Aku tidak apa apa, aku terima karena ini kesalahanku. Ini balasan atas dosa dosa ku pada mu" kata Reynand yang juga ikut meneteskan air mata.
Nara menggeleng dan menunduk pedih, air mata semakin deras membanjiri wajah nya.
"Kamu membiarkan aku hidup, tapi kamu tidak tahu jika tidak ada yang bisa membuat ku bahagia meski aku sudah sehat." jawab Nara dengan isak tangis yang tidak dapat dia tahan, tangan nya mulai membalas genggaman tangan Reynand.
"Nara....." lirih Reynand
"Rasa sakit itu masih sama Rey" kata Nara lagi
Tangan mereka saling menggenggam dengan erat, bahkan mereka kembali menangis bersama didalam kamar kecil milik Reynand. Hari semakin larut, meski gerimis tidak lagi turun, namun didalam kamar itu hujan air mata masih tetap saja ada. Seolah bukan lagi langit yang menguarkan kepedihan, melainkan mereka berdua.
"Kamu ingin aku bahagia dengan membiarkan kamu yang terluka... tapi kamu tidak tahu kalau aku akan bahagia jika kamu juga bahagia....." Nara semakin terisak begitu pilu.
Reynand langsung berpindah dari kursi roda dan duduk disamping Nara dengan sekuat tenaga. Dia langsung menarik Nara kedalam pelukan nya, memeluk Nara dengan kuat dan dengan hati yang tidak bisa tergambarkan lagi bagaimana sedihnya.
Nara menangis dalam pelukan Reynand, dia ingin Reynand tahu bagaimana perasaan nya selama ini. Dia memang terlihat baik baik saja, tapi sungguh hatinya tidak seperti itu. Apalagi melihat Reynand yang seperti ini.
"Maafkan aku, aku mohon maafkan aku" pinta Reynand terus menerus. Tidak ada lagi yang bisa dia ucapkan selain perkataan itu.
Nara memeluk tubuh Reynand dengan kuat.
"Kenapa kamu melakukan semua ini Rey, seharus nya cukup aku yang sakit, seharusnya kamu biarkan aku......"
"Tidak Nara tidak" sahut Reynand dengan cepat, dia langsung menangkup wajah Nara dan mengusap air mata diwajah cantik itu dengan tangan yang bergetar. Wajah cantik yang selalu saja dia keluarkan air matanya, wajah cantik yang selalu saja dia sakiti hatinya.
"Aku tidak ingin kamu merasakan nya sendiri. Apapun yang sudah aku lakukan itu tidak sebanding dengan perjuangan kamu selama ini. Rasa sakit yang aku rasakan tidak sesakit perbuatan ku Nara"
"Maafkan kebodohan ku yang tidak pernah melihat cintamu, aku menutup hati untuk orang lain dan menunggu cinta masa kecilku, tapi dengan bodohnya aku yang tidak menyadari jika perempuan yang aku cari adalah kamu. Maafkan aku, tolong jangan menangis karena aku lagi" pinta Reynand yang masih terus memandangi wajah Nara
"Kamu mencari ku, tapi kamu menjalin hubungan dengan Cleo" gumam Nara tertunduk pedih
Reynand tersenyum dan menarik dagu Nara untuk menghadap kearah nya.
"Nanti akan aku ceritakan semuanya, semuanya tentang aku dan Cleo" kata Reynand
"Nara...." Reynand kembali mengusap wajah Nara dengan lembut
__ADS_1
"Sejak dulu, aku mencintai gadis remaja cantik yang aku temui dibawah pohon kemuning itu. Tapi aku kehilangan jejak nya, namun sejak mengenalmu sebagai Anara, tanpa aku sadari semakin lama hidup dengan mu, kamu seakan mampu menggantikan posisi nya, kamu bisa merebut hatiku, hanya saja aku yang begitu bodoh tidak bisa melihat itu karena hati dan mataku yang sudah buta" ungkap Reynand
Nara memandang nya dengan lekat.
"Aku tahu aku memang brengsek, tapi aku mohon, maafkan aku. Aku benar benar tidak sekuat dirimu Nara. Rasanya sakit sekali, aku sudah kehilangan semuanya, tapi yang paling menyakitkan adalah ketika aku kehilangan dirimu" ucapan Reynand membuat mata Nara kembali berair.
"Maafkan aku" pinta Reynand kembali.
Nara meraih tangan Reynand yang ada diwajah nya dan menggenggam nya dengan lembut.
"Aku sudah memaafkan mu, tapi jika kamu memang serius dalam ucapan mu. Maka lakukan sesuatu lagi untuk ku" pinta Nara pula.
Reynand langsung mengangguk tanpa ragu.
"Apapun akan aku lakukan untuk membalas rasa sakitmu Nara" jawab Reynand.
"Kembali lah sehat, kembali lah seperti Reynand yang selalu memiliki ambisi, kembali lah menjadi Reynand yang kuat dan penuh semangat lagi. Aku tahu masih banyak yang masih ingin kamu lakukan bukan" ujar Nara.
"Nara..." Reynand tersenyum dengan pedih mendengar permintaan Nara yang bukan menyakiti namun memberinya energi.
"Kamu bisa melakukan nya untuk ku Rey?" tanya Nara.
"Aku bisa melakukan nya, tapi jika kamu tetap pergi, aku tidak yakin" gumam Reynand tertunduk sedih. Walau bagaimana pun kekuatan dan semangat nya hanya ada pada Nara.
Reynand tertegun saat merasakan genggaman tangan Nara semakin menguat ditangan nya.
"Apa jika aku ada didekatmu kamu bisa bangkit kembali?" tanya Nara
Reynand mendongak, memandang Nara tidak percaya. Bahkan untuk meminta Nara kembali dia sudah sangat tidak berdaya.
"Nara..." Reynand langsung memeluk Nara dengan kuat dan menciumi pucuk kepala nya.
"Aku berjanji, aku berjanji untuk kembali bangkit. Aku akan menjadi seperti Reynand yang kamu mau. AKu berjanji Nara" kata Reynand begitu menggebu
Nara tersenyum dan membalas pelukan Reynand.
Apa yang salah dengan memaafkan?
Jika dia pergi hatinya yang tersiksa.
Mungkin dengan belajar memaafkan dan menerima Reynand kembali, semua bisa membaik.
Sejak dulu hingga sekarang, hatinya tidak bisa berpaling.
Sesakit apapun yang pernah dia rasakan, namun Reynand tetaplah tempat dia kembali.
Bodoh???
Mungkin sebagian orang akan berkata jika dia adalah wanita yang paling bodoh didunia.
__ADS_1
Tapi percayalah, jika tidak ada kata tersakiti, lalu untuk apa kata maaf diciptakan??
Tuhan telah mengajari, jika semua kesalahan, tetap bisa diperbaiki dengan kesempatan.