Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan

Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan
Tentang Gendis


__ADS_3

Beberapa hari berlalu...


Masih dipenghujung maret yang cerah. Secerah hati Reynand siang ini. Dia sedang duduk dan memandangi kotak makanan yang bewarna biru muda. Warna favorit Naranya. Dan yang lebih membuat hatinya senang adalah kotak makanan ini berisi kue madeleine. Kue buatan Nara yang di antarkan Arya pagi tadi keperusahaan nya.


Sudah lama sekali Reynand tidak mencicipi kue ini. Mungkin terakhir kali adalah saat Nara menjadi istrinya. Dan setelah itu baru sekarang lagi Nara membuatnya.


Ah... aroma nya saja sudah membuat Reynand benar benar terbuai. Kue terenak yang pernah dia rasakan. Teringat dulu ketika dia masih menjadi seorang iblis yang kejam, Reynand selalu saja mencaci apa yang Nara sajikan, padahal sebenarnya dia sangat menyukai setiap makanan buatan Nara. Semua nya, tanpa terkecuali. Maka dari itu, Nara adalah tempat dia pulang dari segala rumit nya masalah hidup.


Dulu pahit, sepahit empedu. Namun sekarang sudah manis, semanis madeleine buatan cintanya.


Reynand menikmati kue itu sendirian dimeja nya. Seraya membayangkan wajah cantik Nara yang kini terus selalu menghantui fikiran nya. Rasa tidak sabar untuk segera memilikinya lagi benar benar kuat. Rasa rindu dengan sentuhan dan pelukan Nara, dan juga kenikmatan yang pernah dia rasakan sungguh membuat Reynand benar benar ingin waktu segera cepat berlalu.


Tidak ada yang dia inginkan lagi selain Anara. Gadis cantik yang memang sudah memiliki hatinya sejak beberapa belas tahun yang lalu.


Reynand tersenyum saat membayangkan bagaimana pertemuan nya dengan Nara pertama kali.


Namun tiba tiba, lamunan nya langsung buyar saat pintu diketuk dan langsung terbuka.


Reynand kembali memasang wajah datar dan angkuh nya seperti biasa. Sialan sekali memang. Mengganggu kesenangan nya saja.


Reynand memandang Guntur yang masuk kedalam ruangan nya seraya membawa beberapa dokumen lagi.


"Kenapa kamu selalu masuk tiba tiba" gerutu Reynand.


Guntur mengernyit, heran..


Biasa nya juga seperti itu.


"Maaf tuan, saya datang kemari untuk memberi tahu jika siang ini kita diminta untuk datang keperusahaan Dopindo. Mereka mengadakan pertemuan disana untuk membahas tentang mega proyek yang dijalani perusahaan Polie" ungkap Guntur langsung. Tanpa basa basi lagi.


Reynand mengernyit.


"Kenapa kita harus datang?" tanya Reynand.


"Tuan Bimantara tidak bisa hadir. Jadi jika hanya perusahaan Polie dan perusahaan Dopind yang mengadakan pertemuan kurang pas menurut mereka. Lagipula sejak awal tuan memang sudah ikut campur dalam menangani mega proyek ini. " ungkap Guntur.


Reynand hanya mengangguk saja


"Baiklah, urus saja semua. Si Bima itu memang selalu saja mencari masalah. Tidak dulu tidak sekarang, selalu saja menyusahkan aku" gerutu Reynand seraya membereskan pekerjaan nya.


Guntur hanya menghela nafas pelan. Entah kenapa tuan angkuh ini sekarang lebih cerewet dan selalu suka protes. Padahal dulu dia sangat jarang sekali berbicara.


.....


Dan akhirnya, siang itu juga Reynand bersama Guntur langsung pergi keperusahaan Dopindo. Tidak masalah bagi Reynand untuk mengerjakan proyek ini menggantikan Bimantara, karena dia juga bisa bertemu dengan Nara lebih lama.

__ADS_1


Dan ketika tiba disana ternyata Nara dan Arya sudah tiba lebih dulu. Mereka duduk didalam ruangan rapat yang hanya dihadiri oleh mereka dan asisten mereka saja. Tidak ada yang dibahas terlalu penting hingga tidak perlu memakai staff dan para petinggi perusahaan.


"Selamat datang tuan Adiputra. Senang anda bisa menyempatkan diri untuk datang keperusahaan saya" sapa tuan Renggono.


Reynand tersenyum dan langsung menjabat tangan tuan besar itu.


"Suatu kehormatan bagi saya bisa hadir disini tuan" jawab Reynand.


Dan setelah menyapa sang tuan rumah, kini Reynand beralih pada Nara yang juga berdiri dan menyambutnya.


"Selamat siang nona Nara" sapa Reynand dengan senyum manis nya.


Nara tersenyum dan mengangguk seraya membalas jabatan tangan Reynand.


"Selamat siang tuan" balas Nara.


Arya dan Guntur hanya memandang jengah kedua orang ini. Bisa bisanya terssenyum malu begitu dihadapan tuan Renggono, astaga.


Tuan Renggono hanya tersenyum saja memandang Reynand dan Nara. Karena bukan rahasia publik lagi dengan hubungan mereka. Semua orang sudah mendengar desas desus jika mereka menjalin hubungan dan sebentar lagi akan menikah.


"Kalian memang pasangan yang serasi. Perusahaan Adiputra dan perusahaan Polie pasti akan semakin berjaya jika kalian sudah menikah nanti" ungkap tuan Renggono seraya duduk dikursi utama diikuti oleh Nara dan Reynand.


Reynand tersenyum dan menggeleng pelan.


Nara tersenyum mendengar itu. Begitu pula dengan tuan Renggono.


"Kalian benar. Yah... melihat kalian, aku jadi rindu dengan putriku" ungkap tuan Renggono. Wajahnya berubah menjadi sendu sekarang.


"Bukankah putri anda akan menikah juga tuan?" tanya Reynand.


Namun pertanyaan itu semakin membuat tuan Renggono semakin sedih. Nara dan Reynand langsung saling pandang bingung.


"Sebenarnya iya, dua bulan lagi aku akan menggelar pesta pernikahan yang besar untuk putriku dengan kekasih nya. Tapi sepertinya pernikahan itu batal" jawab tuan Renggono.


"Batal" gumam Reynand dan Nara bersamaan.


Tuan Renggono mengangguk pelan.


"Kenapa????" tanya Arya yang tidak bisa mengerem rasa penasaran nya. Membuat Nara dan Reynand langsung memandang tajam kearah nya.


Arya langsung tersenyum getir dan menggaruk pelipisnya. Dia kan cuma bertanya saja.


"Ikatan cinta mereka tidak kuat. Putriku yang malang malah dikhianati, padahal mereka sudah cukup lama menjalin hubungan" ungkap tuan Renggono. Sepertinya dia memang sangat terpukul dengan kejadian ini.


Nara dan Reynand langsung tertegun mendengar itu.

__ADS_1


"Maka dari itu, aku benar benar menyesali kejadian ini. Aku kurang memperhatikan putriku. Selama ini aku selalu membebaskan nya dalam mengambil suatu keputusan. Tapi ternyata, dia malah salah memilh" ungkap tuan Renggono seraya tertawa getir.


"Tuan, itu bukan salah memilih. Hanya saja mereka yang memang tidak berjodoh" sahut Reynand.


"Mungkin saja, putri anda akan dipertemukan dengan orang yang lebih baik lagi nantinya" sahut Nara pula.


Tuan Renggono mengangguk dan tersenyum tipis.


"Yah, semoga saja. Aku hanya mempunyai satu anak. Dan aku sangat berharap dia bisa mendapatkan suami yang baik dan bertanggung jawab" harap tuan Renggono.


"Pasti tuan. Lagi pula bukankah putri anda juga masih muda" ujar Reynand.


"Ya, masih sangat muda. Bahkan dia baru saja lulus S2 nya" jawab tuan Renggono.


"Putri anda masih ada diluar negeri tuan?" kali ini Arya yang bertanya.


Tuan Renggono menggeleng.


"Dia sudah di Indonesia sejak dua minggu yang lalu" jawab tuan Renggono.


....


Dirumah eyang putri...


Gendis duduk termenung didalam kamar nya. Memandangi keluar jendela dimana kebun tanaman obat eyang putri terlihat dari sana. Hembusan angin yang masuk dari jendela dan menerpa wajahnya cukup mampu membuat Gendis merasa segar dan tidak terlalu jenuh.


Meski tetap saja, jika sendirian seperti ini, lagi lagi dia sangat ingin menangis.


Niat hati kembali ke Indonesia untuk memberi kejutan pada calon suaminya, tapi malah dia yang terkejut. Saat didepan matanya sendiri, dia melihat calon suami nya sedang bercumbu didalam apartemen.


Hati siapa yang tidak hancur, ketika pernikahan sudah dekat didepan mata, tapi kekasih nya malah tega berkhianat.


David, pemilik agensi starlight. Sudah tiga tahun mereka menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih. Tapi ternyata David malah tega mengkhianati cinta Gendis hanya karena alasan mereka yang jarang bertemu dan berhubungan jarak jauh.


Gendis sekolah di luar negeri untuk mengejar S2 nya, sedangkan David ada di Indonesia. Tentu jarak yang jauh membuat mereka sangat jarang bertemu. Dan karena alasan itulah yang dipakai David untuk berkilah tentang pengkhianatan yang dia lakukan.


Gendis benar benar membencinya. Sudah sering dia mendengar kabar jika David memang menjalin hubungan dengan model model diagensi nya. Tapi Gendis masih menahan hati dan mencoba percaya. Tapi ketika dia kembali dua minggu yang lalu tanpa kabar, disitulah Gendis tahu segala nya. Jika David ternyata memang telah mempermainkan cinta mereka.


Rencana pernikahan dibatalkan langsung, meski David memohon maaf dan menangis, tapi Gendis sudah terlanjur kecewa. Maka dari itu dia pergi kepinggiran kota ini untuk menenangkan diri agar tidak diganggu oleh David. Dan untung saja ayah nya mau mengizinkan nya.


Meski saat sudah tiba disini, Gendis malah mendapatkan kesialan yang lain!


...


*guys.... kalian mau aku lanjut cerita Gendis dan Bima disini? Atau di tempat baru??? Koment ya!

__ADS_1


__ADS_2