
Cuaca pagi ini begitu cerah. Sinar matahari sudah mulai menghangatkan seluruh apa yang ada dibawahnya. Setelah sebulan kota itu diguyur oleh hujan dan mendung, namun diawal november kali ini, matahari seolah tidak akan kalah dengan apa yang membuatnya meredup.
Bersinar begitu gagah seolah menunjukkan dia adalah sang surya yang tidak akan terkalahkan, meski terkadang dia kalah dengan takdir yang sudah ditentukan.
Begitu pula dengan Reynand Adiputra, meski dia sudah kalah dan hancur. Tapi dengan dia yang hanya diam itu tidak akan mengembalikan Nara padanya. Rasa penyesalan yang tiada berhenti setiap harinya membuat Reynand semakin ingin menemukan istrinya itu. Meminta ampun dan maaf atas apa yang telah dia perbuat.
Kepergian Nara, benar benar telah membuka hatinya, jika ternyata dia telah jatuh cinta pada gadis itu. Ya, cinta yang selama ini tersamarkan dengan keegoisan dan kebutaan hatinya yang jatuh dalam pesona Cleo. Namun nyatanya, gadis itu lah yang sudah menipunya secara habis habisan.
Bukan hanya menipu, namun juga sudah mengkhianati kepercayaan yang Reynand berikan.
Kenapa dengan bodohnya Reynand tidak pernah melihat cinta tulus Nara, kenapa Reynand tidak pernah merasakan semua yang Nara lakukan adalah karena cintanya dia pada Reynand. Dan dengan kejinya Reynand malah mengabaikan nya dan membalasnya dengan kesakitan setiap saat. Meragukan apa yang telah Nara katakan, dan malah tidak mempercayai ucapan istrinya sendiri.
Menyesal, bahkan dia tidak lagi tahu bagaimana ungkapan penyesalan nya itu sekarang.
Semalam sepulang dari caffe, Reynand langsung mendatangi rumah sakit dikota sebelah tempat dimana biasa dia menemani Cleo menerima darah Nara.
Namun sialnya, semua orang yang telah terlibat dalam kebohongan Cleo sudah menghilang entah kemana. Cleo benar benar licik. Hubungan nya yang kandas ternyata sudah dia rencanakan dengan matang.
Reynand tidak lagi memiliki apa apa, hingga dia tidak bisa menyelidiki kasus itu dan membayar orang orang yang mau bekerja dengan nya. Bahkan dia tidak tahu harus memulai kehidupan nya dari mana sekarang.Semuanya sudah habis dan hancur tak tersisa. Bahkan tabungan yang telah dia siapkan semua sudah dibekukan oleh Guntur. Tidak ada lagi yang bisa dia banggakan dan dia pakai sekarang.
Siang ini, Reynand sudah berada diperusahaan Polie. Perusahaan yang sudah tidak lagi beroperasi sejak kepergian Nara.
Reynand akan mencoba memperbaiki dan mempelajari kembali tentang perusahaan Nara ini. Dia akan membangun perusahaan ini sedikit demi sedikit. Semoga saja dia bisa.
Sudah sejak pagi dia berada disana, membaca semua hal hal yang bisa dia pelajari. Meski hatinya tidak tenang, namun dia harus bisa mengembalikan apa yang Nara perjuangkan sebelum nya.
Kekhawatiran nya hanya pada Nara. Dia benar benar khawatir dengan keadaan Nara sekarang. Apa dia baik baik saja? Apa dia sudah berobat? Apa dia sudah bisa mendapatkan donor ginjal?
Apa Nara akan selamat. Sungguh Reynand ingin sekali bertemu dengan gadis itu.
Rindu, menyesal dan segala rasa benar benar membuat nya terpuruk.
Tiba tiba pintu diketuk dari luar membuat Reynand sedikit terkesiap. Dia yang sedang duduk dikursi kerja Nara langsung menoleh kearah pintu. Siapa yang datang keperusahaan kosong ini?
"Tuan Adiputra" sapa Mahendra yang langsung masuk kedalam ruangan itu. Ditangan nya lagi lagi membawa sebuah tas besar yang entah apa isinya
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Reynand dengan suara berat dan datar. Dia memandangi Mahendra yang duduk didepan nya dan mengeluarkan sebuah map bersampul kuning dan cukup tebal. Namun ketika melihat tulisan di map itu dia merasa ada sesuatu yang menghantam jantung nya dengan kuat.
'surat pengajuan perceraian'
"A...apa ini?" tanya Reynand dengan suara yang bahkan terasa tercekat dikerongkongan nya
Mahendra memandangi Reynand dengan begitu serius. Dia bahkan tidak menyangka dengan apa yang baru diketahui nya sekarang. Jika ternyata tuan Adiputra ini adalah suami dari Anara Polie. Hal yang tidak pernah disangka sangka.
"Nona Anara mengajukan surat ini pada anda. Dia ingin bercerai dengan anda" jawab Mahendra seraya menyodorkan map kuning itu pada Reynand
Bagai sebuah kilatan petir yang menyambarnya ditengah hari ini. Jantung Reynand bagai dihempas dengan sebuah tombak berduri mendengar nya. Dia menggeleng pelan, bahkan nyaris tidak dapat lagi bersuara. Wajahnya memucat bahkan dia langsung terkulai lemas diatas kursi.
Nara meminta cerai
Nara ingin berpisah dengan nya???
Nara benar benar ingin pergi dari nya???
Tidak, Reynand tidak akan bisa menerima ini. Dia rela kehilangan semua yang dia punya asal jangan Nara yang pergi. Jangan dia tidak akan sanggup. Dia memang sudah begitu kejam, namun karena itulah dia ingin memperbaiki semua nya. Dia tahu jika kata maaf memang tidak akan bisa menebus kesalahan nya, tapi apakah tidak ada kesempatan untuk memperbaikinya? Apa tidak ada kesempatan untuk membuat Nara bahagia. Dan tidak kah ada kesempatan untuk menemani Nara berjuang melawan sakit nya. Semua yang dirasakan Nara adalah karena nya, tidak bisakah dia memperbaiki itu????
"Anda tinggal menandatangi surat ini tuan, dan setelah itu anda dan nona Nara akan resmi bercerai" kata Mahendra lagi saat melihat Reynand hanya terdiam dengan wajah terkejutnya. Mahendra menatap iba pada Reynand, tidak tahu apa masalah yang terjadi. Tapi kenapa pernikahan mereka yang sudah berjalan dua tahun ini tidak diketahui publik sama sekali. Reynand hanya diisukan dekat dengan anak seorang mantan model, Cleo. Sedangkan bersama Nara, dia tidak pernah diisukan sedikitpun dengan gadis itu
Reynand menggeleng dengan cepat. Dia kembali duduk dengan tegak dan memandang Mahendra dengan pandangan begitu mengiba, dan ini adalah kali pertama nya Reynand memohon pada seseorang
"Aku tidak akan mau menandatangi surat itu. Aku tidak ingin berpisah dengan nya. Bukankah kami hanya menikah siri, jadi jika aku tidak mengucapkan talak langsung padanya maka semua tidak akan berguna?" tanya Reynand
"Tapi tuan, walaupun kalian menikah siri, perjanjian pernikahan kalian tercatat dalam sebuah surat. Hitam diatas putih dengan materai yang cukup kuat. Jadi hanya dengan tanda tangan anda saja, maka semua bisa selesai" jawab Mahendra. Namun Reynand tetap saja menggeleng
"Tidak, tolong beri tahu aku dimana Nara. Aku mohon, biar aku yang bertanya langsung padanya. Dia tidak bisa berbuat begini padaku." sergah Reynand begitu menggebu. Mahendra terlihat bingung sekarang. Dia sudah berjanji untuk tidak memberi tahu Reynand dimana Nara berada.
"Saya tidak tahu tuan" jawab Mahendra
"Kau berbohong. Ayolah aku mohon. Aku ingin sekali bertemu dengan nya. Sudah hampir dua minggu ini aku mencari keberadaan nya, tapi aku tidak tahu lagi dimana dia berada" ungkap Reynand terdengar begitu pedih
Mahendra menunduk sejenak dan menghela nafasnya
__ADS_1
"Jika anda benar suami nya, seharus nya anda tahu dimana dia tuan" kata Mahendra begitu pelan
Reynand menggeleng dan terduduk dengan lemas kembali. Dia memang suami Nara, tapi itu hanya ada dalam sebuah tulisan. Nyatanya, dia hanya seorang iblis yang selalu menyakiti Nara setiap harinya. Bagaimana mungkin dia tahu keadaan Nara, tentang siapa keluarga Nara saja dia tidak pernah tahu. Bahkan hal kecil seperti ketulusan Nara saja Reynand tidak pernah menyadarinya.
"Aku suami yang buruk, aku tidak tahu apapun tentang istriku" gumam Reynand begitu lirih
"Tolong aku. Tolong beritahu aku dimana keberadaan nya. Kamu pasti tahu kan. Aku mohon" wajah Reynand begitu memelas membuat Mahendra semakin bingung. Untuk kali pertama nya dia melihat tuan Adiputra yang angkuh dan sombong ini begitu memohon kepada seorang pengacara sepertinya.
"Maaf tuan...saya tidak bisa. Saya akan datang lagi besok pagi untuk mengambil surat itu" ucap Mahendra. Dia meraih tasnya dan mulai beranjak dari kursi, namun saat ingin melangkah Reynand langsung menghadang nya
"Aku mohon, tolong beri tahu aku dimana keberadaan Anara" pinta Reynand dengan tangan yang mencengkram kuat lengan Mahendra
"Tuan...saya tidak..." perkataan Mahendra langsung terhenti saat melihat Reynand berlutut dihadapan nya. Dia benar benar terkejut melihat tindakan Reynand yang seperti itu. Seorang tuan Adiputra berlutut hanya demi seorang gadis malang yang sudah tidak lagi memiliki apapun????
"Tuan..." panggil Mahendra yang masih terperangah
"Aku mohon, aku hanya ingin tahu dimana istriku berada. Hanya kamu yang bisa membantu ku. Tolong beritahu aku dimana dia" pinta Reynand. Wajahnya benar benar memelas dan sungguh Mahendra tidak tega melihat itu. Wajah yang biasanya angkuh dan dingin kini penuh dengan kehancuran dan penyesalan. Dia sudah kehilangan perusahaan nya dan sekarang dia kehilangan istrinya. Lalu apa lagi yang belum membuatnya hancur
"Tuan, tapi saya sudah berjanji pada nona Anara untuk merahasiakan keberadaan nya" ungkap Mahendra begitu bingung
Reynand mendongak, wajahnya memerah, dan dapat Mahendra lihat pandangan itu begitu memohon dan penuh dengan kehancuran, bahkan tidak ada lagi kesan sempurna dan angkuh diwajah tegas itu. Yang ada hanya wajah penuh kemalangan
"Aku mohon, tolong aku. Tolong....." pinta Reynand lagi
Mahendra menarik nafas nya dalam dalam. Tidak bisa dibiarkan, jika begini terus, entah apa lagi yang akan dilakukan oleh tuan Adiputra ini. Dia tidak akan segan segan lagi untuk menjatuhkan harga dirinya. Siapapun tahu, jika Reynand adalah orang yang keras kepala, apapun pasti akan dilakukan nya.
"Tuan...berdirilah" pinta Mahendra. Dia menarik bahu Reynand namun Reynand tetap kukuh berlutut dihadapan nya
"Aku tidak akan bangun sebelum kamu beritahu aku dimana Nara" jawab Reynand
"Baiklah, saya akan memberitahu dimana nona Nara saat ini" jawab Mahendra
Reynand langsung mendongak dan memandang dengan binar harapan pada pria paruh baya itu. Dia segera berdiri dan meraih lengan Mahendra
"Terimakasih, terimakasih banyak" ucap Reynand begitu bahagia, akhirnya dia akan bisa bertemu dengan Nara kembali setelah sekian lama. Dia akan memperbaiki semua nya. Semua kesalahan dan dosanya pada Nara.
__ADS_1
Tapi apakah semudah itu???
Apa Nara akan dengan mudah memaafkan kesalahannya????