Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan

Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan
Gerimis Di Penghujung Oktober


__ADS_3

Seminggu berlalu tanpa terasa. Sejak pagi hingga sore ini hujan tiada berhenti, meski tidak terlalu deras namun cukup membuat jalanan basah dan udara yang cukup dingin. Sepertinya hujan yang turun memang untuk mengakhiri penghujung oktober bulan ini. Ya, ini adalah oktober terakhir ditahun ini. Tidak terasa semua nya bergulir begitu saja. Pahit manis yang dilalui selalu bertepatan dengan bulan ini. Entahlah, mungkin oktober adalah bulan kenangan untuk Nara dan Reynand.


Mereka bertemu dibulan ini, berpisah dibulan oktober pula dan kembali dipertemukan dan berdamai dibulan ini lagi. Cerita cinta yang cukup lucu, sudah seperti kisah didalam sebuah novel.


Saat ini waktu sudah menunjukkan jam pulang untuk seluruh karyawan diperusahaan Polie. Nara dan Reynand juga sedang berberes untuk pulang kerumah. Menunggu hujan turun, tapi sepertinya ini akan awet sampai malam hari nanti.


Reynand memperhatikan Nara yang sedang membereskan meja kerja nya, sedangkan dia duduk disofa seraya meluruskan kakinya yang terasa pegal.


Hal yang paling dia sukai sekarang adalah memperhatikan setiap hal yang dilakukan oleh Nara. Apalagi ketika melihat wajah merona nya yang malu dan gugup ketika terus dipandang seperti ini.


Nara yang cantik, indah dan tidak tergantikan.


Andai saja Reynand tidak sakit seperti ini, andai saja dia masih memiliki kekuasaan seperti dulu. Reynand pasti sudah melamar Nara kembali. Tapi... jika mengingat keadaan nya yang sekarang, Reynand jadi tahu diri untuk menahan hatinya yang ingin memiliki Nara lagi.


Reynand bertekad untuk sembuh dan merebut kembali apa yang menjadi hak nya. Dia sungguh ingin membahagiakan Nara. Sudah cukup dia menikahi Nara tanpa apapun waktu itu. Tanpa kata, tanpa cincin dan tanpa pesta. Tidak ada hal manis yang pernah Reynand berikan.


Dan jika dia bisa kembali bangkit, janji didalam hatinya adalah melamar Nara dengan cara yang sempurna. Menikahinya dengan sebuah pesta mewah yang bisa untuk mereka kenang seumur hidup. Ya, Reynand sangat ingin membahagiakan wanita baik ini.


"Sudah aku bilang jangan suka memandangi ku seperti itu. Aku bukan sebuah objek yang harus selalu dipandang" ucapan Nara membuat Reynand langsung mengerjapkan matanya sekilas. Dia langsung tersenyum saat Nara mendekat kearahnya.


"Tidak ada keindahan lain yang enak untuk dilihat" jawab Reynand seraya meraih tongkatnya dan beranjak berdiri perlahan.


"Sudah lah, ayo kita pulang" Nara segera membantu Reynand untuk berdiri dengan tegak.


"Arya belum kembali kesini?" tanya Reynand seraya mulai berjalan keluar.


"Belum, dia bilang agak malam mungkin baru tiba dirumah. Disana juga hujan" jawab Nara seraya membuka pintu ruangan nya.


"Apa semua baik baik saja?" tanya Reynand.


"Sampai saat ini belum ada kendala. Lagipula ini masih tahap awal, masih pembentukan struktur bangunan dan mencari para pekerja" jawab Nara.


"Yah, semoga semua berjalan dengan lancar. " ucap Reynand.


Nara hanya mengangguk dan tersenyum saja. Mereka berjalan beriringan menuju lantai bawah untuk pulang. Sekarang Reynand sudah mahir menggunakan tongkat nya, dia tidak lagi kesusahan seperti kemarin. Kaki Reynand juga sudah jauh lebih baik dan tidak begitu terasa ngilu lagi untuk digerakkan, mungkin karena sudah terbiasa. Minggu semalam Reynand dan Nara juga sudah melakukan terapi lagi. Dan yang mengejutkan adalah kaki Reynand pulih dengan cepat. Dokter Sebastian bahkan sampai takjub melihat nya.


Mereka berjalan beriringan menuju lobi gedung. Nara dengan ramah dan hangat membalas setiap sapaan para karyawan nya. Sedangkan Reynand, si tuan angkuh ini hanya diam dengan wajah datar nya. Jangan harap para karyawan itu bisa menikmati senyum nya, apalagi berharap untuk dipandang. Sejak dulu, sejak dia berkuasa, semua orang sudah tahu jika seorang Reynand Adiputra adalah lelaki yang terkenal angkuh dan dingin. Maka itu juga masih berlaku hingga sekarang.


Bahkan tidak jarang dia menjadi bahan cerita para karyawan Nara. Banyak mengagumi karena pesona dan wibawanya, namun tidak jarang ada juga yang takut melihat Reynand. Karena sejak dia membantu Nara memegang perusahaan Polie, sistem kerja mereka lebih ketat dan tentunya tidak lagi sesantai dulu.


Reynand menghempaskan tubuhnya didalam mobil, tepat disamping kursi kemudi. Sedangkan Nara juga duduk disamping nya, dia mulai melajukan mobilnya untuk mengantar Reynand pulang. Hari ini Arya pergi kekota Bandung untuk melihat perkembangan proyek baru mereka. Dia pergi bersama Bimantara kesana, Reynand tidak memperbolehkan Nara yang pergi, karena sungguh dia tidak akan rela jika lelaki menyebalkan itu mencari kesempatan untuk mendekati Nara lagi. Nara adalah miliknya, dan sampai kapanpun akan begitu.


"Nara.." panggil Reynand seraya memandang Nara yang masih fokus pada kemudinya.

__ADS_1


"Hmm" gumam Nara


"Kenapa tidak mencari supir saja, kamu tidak perlu repot seperti ini jika Arya tidak ada. Atau aku bisa naik taksi saja tadi" ucap Reynand.


Nara memandang sekilas pada Reynand dan kembali fokus kedepan.


"Jadi kamu tidak mau aku antar?" tanya Nara


Reynand langsung kelabakan mendengar itu.


"Tidak, tidak. Bukan begitu. Aku hanya tidak ingin kamu lelah, hari juga gerimis seperti ini" jawab Reynand. Namun Nara hanya tersenyum saja dan menggeleng pelan.


"Tidak apa apa, aku suka menikmati sore setelah hujan seperti ini, jalanan tidak berdebu dan udara juga cukup segar" jawab Nara


Reynand memandang Nara dengan lekat.


"Kamu memang penikmat hujan. Padahal terkadang hujan bisa membuat tubuh yang sedang sakit semakin tersiksa" ungkap Reynand.


Nara langsung tersenyum mendengar nya.


"Ya memang. Tapi jika dipandang dari sisi lain, bukankah hujan adalah anugerah dari Tuhan. Aku suka hujan, karena hujan adalah sesuatu yang selalu membuat aku merindu" ungkap Nara


"Merindukan siapa?" tanya Reynand yang masih memandangi Nara dengan lekat. Seolah jalanan didepan nya tidak bisa mengalihkan matanya dari wajah cantik itu, yang semakin dilihat semakin membuai.


"Kenangan apa?" tanya Reynand lagi.


Nara langsung menoleh pada Reynand, membuat Reynand langsung tertawa kecil, apalagi wajah Nara yang terlihat cemberut.


"Baiklah jangan marah, aku tahu kenangan apa yang kamu maksud. Aku juga merindukan semua itu. Bahkan terkadang tidak tahu lagi apa yang aku rindui ketika melihat hujan" sahut Reynand langsung.


Nara mendengus senyum dan kembali memandang kedepan dengan serius.


"Karena terlalu banyak kenangan yang kamu ciptakan bersama lebih dari satu orang" ucap Nara.


Namun Reynand malah menggeleng dengan pelan dan memandan jalan didepan yang masih dipenuhi dengan rintik hujan yang merenyai.


"Hanya ada dua orang yang paling aku kenang selama aku hidup" ungkap Reynand.


"Yang pertama kakek, dan yang kedua adalah....kamu" ucap Reynand seraya memandang Nara dengan lekat. Nara membalas tatapan itu sekilas dan kembali memandang kedepan.


"Kenapa aku?" tanya Nara


"Tidak tahu, tapi memang begitu lah kenyataan nya. Kakek adalah orang yang paling dekat dengan ku sejak aku kecil bahkan hingga aku dewasa, bahkan dia yang membuat ku kembali bangkit disaat aku merasakan trauma waktu itu. Sedangkan kamu adalah orang yang membuat ku semangat kembali ditengah keterpurukan ku saat ini" ungkap Reynand.

__ADS_1


Nara tertegun dan dia masih terdiam mendengar perkataan Reynand. Ya beberapa waktu lalu dia sudah mendengar alasan dari Reynand kenapa dia bisa trauma dan takut dengan darah. Dan jawaban dari Reynand benar benar membuat Nara terkejut dan tidak bisa membayagkan nya. Ternyata ayah Reynand memiliki kembaran yang seorang psikopat.


"Sejak kepergian kakek, aku tidak lagi memiliki semangat apapun, tapi sejak kedatangan mu semua berubah" ucap Reynand lagi.


"Kamu pasti begitu kehilangan tuan besar" kata Nara


Reynand tersenyum dan mengangguk.


"Yah, tentu saja. Apalagi setelah kepergian nya keluarga ku menjadi hancur" jawab Reynand.


"Semua pasti bisa terselesaikan dengan baik Rey" ucap Nara


Reynand kembali tersenyum dan memandang Nara.


"Aku sangat berterimakasih padamu Nara. Kamu masih mau menolongku untuk yang kesekian kali meski aku per......"


Perkataan Reynand langsung terpotong saat Nara langsung memotong nya.


"Jangan lagi membahas yang sudah berlalu Rey, aku membantumu karena aku masih ...." perkataan Nara langsung terhenti saat tiba tiba dia merasa jika dia hampir kelepasan berbicara.


"Masih apa?" tanya Reynand dengan senyum bahagia nya


"Masih ingin membantu" jawab Nara dengan cepat, tangan nya menggenggam kemudi dengan kuat dan mencoba menetralkan detak jantung yang kembali bergemuruh. Kenapa dia menjadi seperti anak ABG sekarang. Astaga. Memalukan, padahal umurnya sudah tidak lagi muda, tapi jika merasa gugup dan canggung seperti ini jantung nya pasti bergemuruh hebat dan wajahnya juga ikut memanas.


Reynand mendengus senyum dan mengangguk, wajah merona Nara yang hampir kelepasan berbicara membuat nya tidak bisa untuk berhenti tersenyum.


"Baiklah, maafkan aku" jawab Reynand akhirnya.


Sore hari yang selalu indah, meski gerimis yang tiada berhenti namun tidak membuat hati mereka basah, melainkan suasana ini semakin membuat mereka bertambah senang dan damai. Hal yang seharusnya sudah mereka lakukan sejak dulu, namun karena gengsi dan ego yang sempat menguasai membuat cerita mereka semakin panjang dan berliku.


Namun tiba tiba disaat jalanan mulai lengang, Nara langsung mengerem mendadak laju mobilnya. Mata nya memicing saat melihat sebuah mobil menghadang jalan mereka. Untung saja Nara tidak melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, jika tidak, maka dapat dipastikan dia sudah menabrak orang orang itu.


"Siapa itu?" tanya Nara begitu bingung. Empat orang berjaket hitam dengan wajah dan tubuh yang sangar keluar dari mobil itu, bahkan mereka berjalan mendekat kemobil Nara dan Reynand.


"Nara, apapun yang terjadi jangan keluar dari dalam mobil" ucap Reynand. Dia memandang tajam kearah orang orang itu. Dan sepertinya dia mengenal siapa mereka.


Orang orang tuan Abas yang pernah menghajar nya dulu.


"Rey, kamu mau kemana" tanya Nara mulai panik saat melihat Reynand malah turun dari dalam mobil.


"Mereka pasti mencariku, pergilah minta bantuan" ujar Reynand. Dia langsung turun dari mobil dan menutup pintu mobil itu meninggalkan Nara yang panik dan takut.


Reynand tahu jika orang ini pasti mencari nya. Jangan sampai Nara terkena imbasnya.

__ADS_1


Entah apa yang mereka inginkan, namun yang jelas ini pasti bukan hal yang baik!


__ADS_2