
Nara tersenyum manis saat melihat Reynand datang dan membawakan buket bunga mawar yang cukup besar. Sudah tiga hari mereka tidak bertemu, dan baru malam ini Reynand kembali dari luar kota untuk mengurus bisnisnya.
Hari sudah malam, tapi Reynand malah datang masih dengan menggunakan kemeja nya kerjanya. Wajah tampan nya tidak lagi kaku seperti dulu. Sekarang sudah penuh dengan senyuman yang selalu membuat Nara tidak bisa untuk tidak tersenyum.
Buket bunga yang dipegang oleh Reynand terlihat menutup separuh tubuhnya, bahkan dia sampai kesulitan memandang Nara.
"Kenapa besar sekali Rey, kamu menyusahkan dirimu sendiri" ucap Nara seraya membuka pintu lebar lebar agar Reynand bisa masuk kedalam rumah dan membawa buket bunga nya.
"Ini belum sebesar cintaku padamu sayang" jawab Reynand seraya meletakkan buket bunga nya diatas meja. Dan mengambilnya setangkai untuk diberikan pada Nara.
Nara tertawa kecil seraya meraih tangkai bunga mawar itu, mencium nya sekilas dan kembali memandang Reynand yang kini menatap nya penuh cinta.
Yah, Reynand suka sekali membuat nya salah tingkah dengan tatapan itu.
"Kenapa memandang ku seperti itu?" tanya Nara.
"Tidak ada, aku hanya rindu" jawab Reynand yang langsung merebahkan dirinya dipangkuan Nara. Rasa lelah nya seketika langsung hilang saat bertemu dengan Nara.
"Kenapa jadi manja sekali hmm" tanya Nara seraya mengusap wajah tampan Reynand.
"Aku hanya bermanja dengan istriku" ucap Reynand.
"Belum istri" jawab Nara, tangan nya masih terus mengusap kepala Reynand dengan lembut, hingga membuat Reynand merasakan ketenangan yang luar biasa.
"Sebentar lagi, rasanya ingin besok saja menikahi mu" ucap Reynand seraya meraih tangan Nara dan mengecupnya dengan lembut.
Nara kembali tertawa mendengarnya.
"Kamu tidak rindu aku? Sudah tiga hari kita tidak bertemu" tanya Reynand. Tangan nya masih menggenggam tangan Nara yang dia letakkan diatas dadanya.
Nara melirik kebuket bunga sekilas dan kemudian dia langsung menggeleng dengan cepat seraya tersenyum simpul.
Reynand langsung berdecak dan menggigit tangan Nara dengan gemas hingga membuat Nara terkesiap dan tertawa lucu.
"Jahat sekali" ucap Reynand pura pura cemberut.
Nara mengusap wajah Reynand dengan gemas.
"Mau rindu pun aku harus bagaimana hmm. Aku juga harus menahan nya kan, dan menunggu mu pulang untuk menemuiku" jawab Nara.
"Jika kamu bilang kamu rindu, aku pasti pulang lebih cepat" ungkap Reynand.
__ADS_1
"Benarkah?" tanya Nara
Reynand langsung mengangguk dan kembali mencium tangan Nara.
"Aku tidak akan membiarkan kamu tersiksa lagi sayang. Lagi pula ini perjalanan bisnis ku yang terakhir sebelum kita menikah. Setelah itu aku akan stay disini untuk mengurus pernikahan kita" jawab Reynand.
Nara mengangguk dan tersenyum.
"Ya, minggu depan kita sudah harus membuat undangan dan foto preward. Mama dan Zelina benar benar semangat mengurus semua nya. Aku jadi tidak enak" ucap Nara.
Reynand tersenyum dan menggeleng.
"Jangan begitu, mereka sangat bahagia kamu bisa hadir didalam kehidupan mereka. Menjadi menantu pertama dan tentu nya menjadi istri yang paling aku cinta. Mereka juga keluarga kamu sayang" ujar Reynand.
Nara tersenyum dan mengangguk.
"Terimakasih, karena kamu aku bisa merasakan lagi kehangatan itu. Sudah sangat lama sejak ibu meninggal, aku merasa sepi" ungkap Nara.
Reynand langsung beranjak dan duduk dengan tegak.
Dia menarik Nara untuk bersandar didadanya.
"Setelah kita menikah, apa kamu mau tinggal bersama mereka?" tanya Reynand.
"Kenapa tidak disini saja?" tanya Nara
Reynand terlihat menghela nafasnya dengan berat seraya memandang rumah itu sekilas.
"Disini terlalu banyak kenangan pahit yang aku rasakan sayang. Kekejaman ku pada mu dulu, dan juga keterpurukan saat paman Agas yang mengusir kami. Semua nya bersatu dirumah ini. Aku sungguh tidak ingin lagi mengingat nya" ungkap Rey.
"Rey, semuanya sudah berlalu. Untuk apa dikenang lagi" ujar Nara
Reynand menggeleng pelan dengan helaan nafas yang cukup berat.
"Tidak ingin dikenang. Tapi aku selalu terkenang. Jadi aku akan membawa kamu keluar dari rumah ini. Dan jika kamu tidak ingin tinggal dirumah utama, aku tetap akan mencari kan rumah yang lain untukmu" kata Reynand seraya memandang Nara dengan lekat.
Nara tersenyum dan mengusap dada Reynand dengan lembut.
"Aku akan ikut kemana pun kamu pergi" jawab Nara.
Reynand langsung tersenyum senang mendengar itu.
__ADS_1
"Jika begitu, untuk tahun pertama kita tinggal dirumah utama dulu ya. Papa dan mama masih ingin kita berkumpul. Lagi pula ketika aku bekerja kamu juga tidak ada yang menemani nanti. Mau kan?" tanya Reynand.
"Aku mau, jangan khawatir. Lagi pula salah mu yang tidak membiarkan aku tetap bekerja" sahut Nara.
Reynand langsung menarik hidung Nara dengan gemas.
"Uang ku tidak akan pernah habis sayang. Dan aku tidak akan membiarkan istriku bekerja lagi, apapun alasan nya" jawab Reynand, yang lagi lagi terdengar begitu angkuh.
Dan jika sudah begini Nara hanya bisa menghela nafas jengah. Reynand Adiputra, memang pas jika dia diberi julukan sebagai tuan angkuh. Karena keangkuhan nya itu memang sudah mendarah daging.
Dan akhirnya, malam itu mereka menikmati malam berdua. Bercerita dan saling berbagi pengalaman selama tiga hari tidak bertemu. Reynand tidak berani menyentuh Nara berlebihan, apalagi untuk memulai, dia benar benar takut khilaf, apalagi hanya berdua dirumah. Bayang bayang menyebalkan itu sudah memenuhi kepalanya. Apalagi kenikmatan yang pernah dia rasakan. Astaga, benar benar menyiksa dirinya.
"Oh iya, aku dengar jika pertemuan diperusahaan Dopindo kemarin ada keributan?" tanya Reynand seraya menikmati teh yang baru saja dibuat oleh Nara
"David datang mencari putri tuan Renggono" jawab Nara
"David?" gumam Reynand
Nara langsung mengangguk.
"CEO agensi starlight. Ternyata dia calon menantu tuan Renggono" ucap Nara
Reynand terkesiap mendengar itu.
"Benarkah?" tanya Reynand tidak percaya.
"Ya, aku juga baru tahu" jawab Nara.
"Astaga, dunia benar benar sempit. Dan kenapa pula putri tuan Renggono bisa berhubungan dengan bajingan tengil seperti itu" gumam Reynand tidak habis fikir.
"Entah lah. Tapi beruntung nya mereka tidak jadi" ucap Nara.
Reynand langsung mengangguk dan terbahak mendengar nya.
"Padahal mereka sudah menjalin hubungan yang cukup lama. Sekitar dua tahun lebih kalau tidak salah" ungkap Nara.
"Dan selama itu putri tuan Renggono dibohongi. Padahal David adalah seorang casanova yang suka bermain dengan model modelnya" sahut Reynand.
"Dan yang lebih mengejutkan ternyata putri tuan Renggono adalah gadis yang ditabrak oleh Bima" ucap Nara. Dan lagi, Reynand kembali terkejut.
"Gadis yang dirumah eyang putri?" tanya Reynand.
__ADS_1
Dan Nara langsung mengangguk.
Reynand langsung mendengus senyum mendengar itu. Dunia memang benar benar sempit. Tapi ya semoga saja ini menjadi kabar baik untuk semua nya. Bukankah mereka cocok jika bersatu? Sama sama memiliki nasib yang sama.