Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan

Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan
Pulang Kerumah Lama


__ADS_3

Beberapa hari berlalu....


Malam ini cukup cerah, banyak bintang yang menghiasi langit di malam itu. Secerah hati Nara yang saat ini merasa senang karena sedang berada dirumah lama nya.


Ya, malam ini dia meminta Reynand untuk menginap dirumah kecil mereka dulu. Entah kenapa Nara ingin menginap disana dan mengambil barang barang yang belum sempat dia ambil.


Saat menjadi istri Reynand, tidak ada satupun barang yang Nara bawa kerumah utama. Bahkan untuk pakaian saja hanya beberapa helai. Selebihnya dia mendapatkan barang barang baru. Reynand ternyata sudah menyiapkan semua nya untuk Nara. Semuanya tanpa terkecuali.


Dan saat ini, Nara sangat bahagia karena dia bisa pulang kembali. Meski rumah ini penuh dengan kenangan menyakitkan, tapi entah kenapa Nara tidak bisa untuk melupakan semua nya. Dirumah ini suka dan duka yang dia lewati, dan dirumah ini adalah rumah yang menjadi awal pertemuan nya dengan Reynand. Awal semua masalah dan lika liku hidup yang dia jalani.


Reynand menolak awalnya, karena dia yang benar benar tidak ingin lagi mendatangi rumah penuh luka ini. Tapi karena Nara memaksa, akhirnya Reynand mau tidak mau hanya bisa pasrah.


Nara membuka pintu rumah itu dengan semangat, dan saat dia masuk kedalam, ternyata semua masih terjaga dan bersih. Karena memang dia sudah meminta orang untuk merawat rumah ini.


Nara menoleh pada Reynand yang hanya diam saja saat tiba dirumah ini.


"Kenapa kamu diam saja?" tanya Nara memandang Reynand dengan bingung seraya tangan nya yang membuka lebar pintu rumah itu.


Reynand menghela nafasnya sejenak dan menggeleng pelan.


"Aku tidak suka ada dirumah ini Nara" ucap Reynand.


Nara tersenyum dan menarik tangan Reynand untuk masuk kedalam rumah.


"Ini rumah pertama kita, kenapa kamu tidak suka" tanya Nara seraya membawa Reynand untuk masuk kedalam kamar lama nya.


"Setiap kerumah ini aku selalu mengingat tentang perlakuan kejam ku padamu" ungkap Reynand. Dia masih belum bisa melupakan kejadian itu. Dan memang tidak akan pernah bisa.


Nara tersenyum dan memandang wajah Reynand yang terlihat sendu. Dia mengusap wajah tampan itu sekilas.


"Kamu bilang jika kamu ingin mengubah kenangan buruk itu menjadi kenangan manis. Tapi kenapa kamu tidak suka aku ajak kerumah ini" ucap Nara


Reynand meraih pinggang Nara dan mengecup sekilas bibir istrinya itu.


"Setidak nya jangan kerumah ini sayang. Aku benar benar tidak enak" jawab Reynand dengan wajah yang terlihat memelas.


Nara tertawa melihat wajah Reynand yang seperti itu.


"Sudahlah jangan fikirkan apapun. Aku ingin menunjukkan sesuatu padamu" ujar Nara.


"Apa?" tanya Reynand.

__ADS_1


Nara tersenyum dan langsung melepaskan rangkulan Reynand. Dia membuka pintu kamar nya dan menarik Reynand untuk masuk kembali kedalam kamar itu.


Reynand mengernyit saat Nara membawa nya kesebuah meja yang diatas nya terdapat sebuah lukisan yang tertutup kain.


"Lukisan?" gumam Reynand.


Nara langsung mengangguk dengan cepat.


"Hmmm... lihatlah" ujar Nara seraya tangan nya yang langsung menarik kain yang menutupi lukisan itu.


Mata Reynand langsung terbuka lebar, bahkan bukan hanya matanya saja, melainkan juga mulutnya. Dia terperangah tidak percaya melihat lukisan yang ada dihadapan nya saat ini.


"Sayang.... inikan lukisan yang aku buat. Kenapa ada bersama kamu?" tanya Reynand memandang tidak percaya pada Nara.


Senyum Nara semakin lebar.


"Dia tahu siapa pemiliknya Rey" jawab Nara.


Reynand menggeleng tidak percaya melihat ini. Dia langsung menarik Nara kedalam pelukan nya, mencium gemas pucuk kepala Nara dan kembali memandang lukisan dihadapan mereka.


Lukisan dua orang dibawah pohon kemuning.


Miris sekali...


Dan yang lebih tidak disangka adalah, ternyata lukisan ini jatuh ketangan Nara.


"Sungguh aku tidak menyangka jika lukisan ini ada bersama kamu sayang. Ini adalah lukisan pertama ku" jawab Reynand yang kembali memandang lukisan itu. Matanya bahkan berair memandangi lukisan nya sendiri. Lukisan penuh kenangan pahit.


Nara tersenyum dan merebahkan kepala nya di dada Reynand. Matanya juga memandang lukisan itu dengan binar yang indah. Tidak ada hal yang terlupa sedikit pun jika sudah melihat lukisan ini.


Perjalanan cinta mereka yang begitu jauh dan penuh lika liku.


"Aku menemukan lukisan ini disebuah pameran kecil dipusat perbelanjaan. Dan ketika pertama kali melihatnya saja aku merasa jika ini adalah tentang kisah kita. Padahal saat itu aku belum tahu jika kamu yang melukisnya" ungkap Nara.


Reynand tertawa kecil dan kembali mengecup pucuk kepala Nara.


"Saat saat yang paling hancur dalam hidupku. Tapi disaat itu, aku hanya selalu mengingat tentang kamu" sahut Reynand.


Reynand menghadap kearah Nara dan menangkup wajah Nara dengan lembut. Memandang nya dengan penuh cinta dan kekaguman.


"Untuk yang kesekian kali nya, terimakasih sayang. Terimakasih masih mau memberi ku kesempatan kedua" ucap Reynand

__ADS_1


Nara tersenyum dan meraih tangan Reynand, mengecup nya dengan lembut dan penuh bakti.


"Kita berjuang bersama sama untuk selalu bahagia ya" ujar Nara


Reynand mengangguk dengan pelan.


"Aku bersyukur bertemu dengan kamu. Jika Tuhan mengizinkan, aku ingin selalu membahagiakan kamu sampai nafasku terhenti. Menggantikan setiap detik waktu yang pernah aku sia siakan dulunya. Aku benar benar tidak ingin apapun lagi, selain kamu sayang" ucap Reynand dengan begitu mesra.


Nara mendengus senyum dan langsung memeluk Reynand.


"Aku juga hanya ingin kamu Rey. Tidak ada yang lain. Rasanya sudah cukup malu untuk meminta hal lain pada Tuhan disaat dia sudah begitu baik mengembalikan mu padaku" jawab Nara.


"Nara.... Tuhan begitu baik padamu, dan dia ingin kamu bahagia" sahut Reynand.


Nara mengangguk dan semakin mengeratkan pelukan nya.


"Nara..." panggil Reynand lagi. Rasanya mereka masih betah saling berpelukan seperti ini.


"Hmmm.." gumam Nara


"Aku sudah menyiapkan tiket bulan madu kita ke Jepang" jawab Reynand.


Nara langsung melepaskan pelukan nya dan memandang Reynand tidak percaya.


"Benarkah, secepat itu?" tanya Nara


Reynand tersenyum dan mengangguk.


"Bima sudah mulai sehat, David juga sudah dipenjara sekarang. Dan tidak ada lagi alasan untuk kita menikmati waktu bukan" jawab Reynand.


"Kamu masih ingat perkataan ku yang ingin ke Jepang?" tanya Nara dengan senyum lebar nya.


"Tentu saja, semua nya aku masih ingat. Dua hari lagi kita pergi, kebetulan disana sedang musim semi" ujar Reynand.


"Aaaahhh terimakasih Rey" Nara kembali memeluk Reynand. Dia benar benar bahagia mendengar ini.


"Aku mencintai kamu sayang" ucap Reynand.


"Aku juga mencintai kamu" balas Nara.


....

__ADS_1


__ADS_2