Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan

Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan
Diary Usang


__ADS_3

Suasana didalam kamar begitu gelap, hanya lampu tidur yang menyala membuat kamar itu terasa sepi dan senyap. Desiran angin malam melambai lambai diluar, namun dingin nya mampu masuk melalui celah celah ventilasi udara. Hari sudah begitu larut, bahkan sudah dini hari. Membuat suasana semakin terasa begitu sunyi.


Sepasang mata mulai terbuka dengan sayu dan pelan. Pandangan mata yang biasa nya tajam dan angkuh penuh dengan kesombongan dan kekuasaan, kini terlihat begitu kosong dan penuh dengan kehancuran. Sinar matanya meredup, pandangan nya juga begitu nanar memandang langit langit kamar yang terlihat suram.


Reynand Adiputra, pria tampan dengan keangkuhan nya kini sudah hancur dan tidak lagi memiliki apapun. Semua kekuasaan dan kesombongan nya sudah terhempas jauh dan membuat dia jatuh sejatuh jatuhnya. Rasanya dia benar benar putus asa. Semua jerih payah nya selama ini menghilang begitu saja, direbut dengan paksa oleh seseorang yang dia panggil dengan sebutan papa.


Dan bukan hanya itu saja, kini tempat nya berpulang sudah tidak ada lagi. Rumah nya juga sudah pergi dan menghilang entah kemana. Apa dosanya benar benar besar hingga dia harus menanggung semua ini dengan begitu cepat????


Seminggu sudah kepergian Nara. Dan selama seminggu itu pula Reynand sudah mencari nya kemana mana. Bahkan kepada Bimantara juga sudah dia temui. Namun apa yang dia dapatkan, hasil nya nihil. Tidak ada sama sekali jejak Nara dimanapun.


Selama seminggu ini Reynand juga sudah mencari bukti bukti tentang aset kekayaan dan warisan dari kakek nya. Namun semua juga menemui jalan buntu. Apalagi dia yang tidak lagi bisa masuk kedalam perusahaan Adidaksa ataupun rumah utama. Semuanya menjadi begitu sulit. Tidak ada apapun yang bisa dia jadikan sebagai tempat berpijak. Atau entah karena fikiran Reynand yang sudah kacau bahkan hampir gila memikirkan ini semua.


Sekarang Reynand sudah membawa mama dan adiknya tinggal dirumah kecil nya. Rumah yang menjadi tempat nya hidup bersama Nara. Semua aset dan harta yang dia miliki sudah berhasil direbut oleh tuan Abas. Bahkan kartu kredit dan juga tabungan nya juga sudah tidak bisa dia cairkan. Guntur, lelaki tua yang menjadi tangan kanan nya selama ini benar benar membantu ayahnya untuk merebut dan menghancurkan dirinya. Entah apa salah nya pada mereka, sehingga mereka begitu tega membuat Reynand menjadi seperti ini.


Bahkan untuk membawa ibunya kerumah sakit, Reynand tidak lagi mampu. Menyedihkan memang.


Reynand beranjak dari atas tempat tidur, tempat tidur Nara yang dia kuasai selama seminggu ini. Tempat tidur yang hanya dia datangi ketika hanya menginginkan Nara untuk memenuhi hasrat nya. Sejahat itu dia dulu, dan sekarang, waktunya dia yang menderita.


Reynand duduk disisi tempat tidur. Seminggu ini, tidur nya tidak lagi nyenyak, bahkan dia tidak bisa tertidur dengan baik. Masalah yang datang bertubi tubi membuat nya tidak bisa berfikir dengan jernih. Tapi malam ini, tiba tiba dia mengingat sesuatu. Dia mengingat saat Nara pernah berkata jika Cleo menyembunyikan sebuah rencana untuk menghancurkan nya. Apa itu benar???? Bahkan seminggu ini juga dia tidak lagi tahu tentang kabar gadis itu.


Reynand beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju meja rias Nara. Duduk dihadapan cermin itu dan menarik sebuah laci dimana disana masih terdapat buku diary usang milik Nara. Bahkan gelang nya juga masih tersimpan rapi disana.


Bibir Reynand tersenyum tipis saat melihat sebuah foto remaja yang sangat cantik. Ya, Nara memang sangat cantik, meski dia sakitpun, dia tetap saja cantik. Dan bodohnya Reynand yang tidak pernah melihat itu.


Reynand baru mengingat tentang buku diary ini, dan semoga saja Nara menuliskan sebuah petunjuk disini. Tapi bukan nya memikirkan masalah nya, namun Reynand malah tertegun membaca setiap tulisan dan tulisan yang ditulis oleh Nara dengan tinta emas nya.


Bahkan tulisan sejak pertama kali mereka bertemu dulunya


Oktober yang indah,


meski hujan selalu berderai, namun disetiap tetes air nya selalu mendatangkan sesuatu yang indah


seperti pelangi yang datang setelah hujan


begitu pula dengan ku


di oktober kali ini, aku bertemu dengan seseorang


seorang yang membuat aku terus mengingat nama dan wajahnya


Kakak tampan itu seperti malaikat untukku


malaikat yang akan aku cari ketika aku merasakan kesendirian nanti


Reynand,


nama itu akan aku cari setelah aku dewasa


tidak akan ada yang lain selain dia


Tunggu aku ya kak,


janjiku adalah sesuatu yang benar,


semoga kamu tidak melupakan aku


Reynand tersenyum tipis dan mengusap lembaran itu dengan penuh perasaan. Hatinya benar benar getir. Sebodoh itu dia yang tidak bisa mengingat wajah Nara dan tidak pernah tahu siapa nama adik kecilnya dulu. Lembar demi lembar Reynand baca dengan perasaan yang semakin tidak menentu. Nara hanya menuliskan kesedihan nya disana, apalagi saat ayah nya meninggal karena kanker ginjal, sama sepertinya. Nara juga menuliskan saat kepergian ibunya yang juga meninggal karena kecelakaan. Tapi diwaktu itu dia juga menuliskan tentang kebahagiaan nya karena telah berhasil bertemu dengan kakak tampan nya.


Dan lembar lembar berikut nya, semua hanya tentang Reynand. Tentang kesedihan nya karena Reynand yang tidak lagi mengingat nya dan telah menjalin kasih dengan sahabat nya sendiri, Cleo.


Namun dilembar itu pula Reynand kembali memfokuskan matanya pada sebuah kalimat


Malam itu aku mendengar semua nya


mendengar tentang rencana busuk Cleo dan ibunya


Kenapa sahabat yang aku percaya bisa mempunyai rencana sekeji itu

__ADS_1


Rencana untuk menghancurkan keluarga Adidaksa


_Vila Revanno


"Vila Revano" gumam Reynand mengernyitkan alis nya, sepertinya dia pernah mendengar nama vila itu. Tapi dimana????


Reynand kembali mencoba mengingat ingat dimana dan siapa yang pernah berkata seperti itu. Dan dia langsung mengangguk pelan. Ya, Nara, Nara memang pernah meminta nya untuk menyelidiki sesuatu disana. Namun dengan bodohnya dia malah mengabaikan perkataan Nara dan menganggap Nara yang ingin memfitnah Cleo.


Tapi, apa hubungan Cleo dengan masalah ini? Apa yang direncanakan mereka dengan keluarga Adidaksa?? Selama ini hubungan nya dengan Cleo tidak pernah bermasalah sedikitpun. Apalagi dengan orang tua mereka, lalu kenapa Nara bisa berkata seperti ini???


Reynand harus mencari tahunya nanti.


Reynand kembali membuka lembar selanjutnya. Dan isinya kembali hanya tentang dia. Tentang cinta terpendam Nara yang selalu dia sembunyikan. Membaca lembar lembar ini membuat hati Reynand semakin tidak menentu. Apalagi disaat dia menikah dengan Nara, semua Nara tulis sebagai bukti bahwa dia dan Reynand memang pernah menjalin ikatan suci itu, meski hanya karena terpaksa.


Nafas Reynand terasa mencekat, dada nya tiba tiba sesak melihat kata kata cinta Nara untuk nya, sedalam inikah dia mencintai Reynand


Lagi lagi dibulan oktober


ada apa dibulan ini???


dibulan ini aku bertemu dengan mu pertama kali


dan dibulan ini juga aku telah terikat dengan mu pula.


Maaf Rey,


maafkan keegoisan cintaku yang telah memaksamu


tapi sungguh, aku melakukan ini hanya karena aku tidak ingin kamu semakin terikat dengan Cleo


Meski darahku habis, meski kamu yang membenciku


aku tidak apa


asalkan kamu tetap baik baik saja


Apakah Nara meminta dia untuk menikahi nya karena untuk menyelamatkan nya dari Cleo??? Tapi apa yang sudah mereka rencanakan sebenar nya. Sungguh, Reynand benar benar merasa penasaran.


"Maafkan aku Nara.....maaf" gumam Reynand dengan begitu lirih. Sungguh untuk seribu kata maaf yang dia lontarkan juga tidak akan cukup untuk membalas semua kesakitan yang telah dia berikan pada Nara. Dia bersalah dan sangat bersalah. Wajar jika saat ini dia mendapatkan balasan seperti ini. Istri yang begitu mencintainya, malah dia abaikan dan dia sia siakan, lantas apa kata maaf memang pantas dia dapatkan, tidak semudah itu.


Mata Reynand berkaca kaca saat membaca dilembar selanjutnya, lembar yang membuat hatinya teriris dengan begitu pilu. Seperti sayatan tajam yang membuka hatinya, jika selama ini dia memang sudah benar benar kejam dan keji


Tuhan...


apa tidak cukup kesakitan yang aku rasakan selama ini


tidakkah cukup dengan kebencian suami ku yang aku dapatkan setiap hari??


tidak kah cukup dengan darahku yang sudah hampir habis ini??


Apa semua belum cukup mampu untuk menebus keserakahanku???


tapi kenapa Kau malah memberiku kesakitan lagi


Aku takut Tuhan


aku begitu takut...


pada siapa aku mengadu


pada siapa aku berbagi kesakitan ini


tidak ada tempatku berpijak


tidak ada tempatku berpulang


bahkan rumah yang aku tinggali pun seakan tidak ingin aku ada

__ADS_1


Reynand tertunduk dengan air mata yang seketika menetes. Sakit sekali rasanya, bahkan hanya dengan membaca tulisan ini dia bisa merasakan kesakitan yang Nara rasakan. Tapi kenapa hatinya seperti batu, kenapa dia tidak pernah melihat sedikit saja pada Nara.


Nara pasti ketakutan setiap hari, Nara pasti kesakitan setiap waktu, tapi Nara tetap selalu berusaha kuat dan tersenyum pada nya. Tersenyum untuk menutupi luka yang sengaja Reynand buka dengan lebar.


Bahkan ditengah tengah kesakitan nya Reynand masih saja membuat nya semakin terluka. Membantingnya, mencekiknya dan menghajarnya tanpa perasaan hanya karena dia yang merasa cemburu dengan Bimantara bahkan dengan hal hal sepele sekalipun, seolah dia memang sengaja mencari kesalahan Nara


'sakit Rey'


'apa jika aku mati kamu akan senang?'


Setiap raut wajah kesakitan dan ketakutan Nara begitu jelas tergabar diotak nya. perkataan Nara juga kembali terngiang ditelinga Reynand, membuat nya semakin tidak berdaya dan sakit. Bahkan ketika dia berdarah juga Reynand masih sempat menambah kesakitan nya


"Maaf.....maaf" isak Reynand begitu sesak dan dalam. Apa yang harus dia lakukan sekarang, kenapa dia sebodoh ini. Kenapa dia begitu tega????


Nara menghujani nya dengan seribu cinta, tapi dia malah membalas nya dengan sejuta kesakitan. Bahkan dengan tega nya dia berniat menghancurkan semua yang Nara miliki, bukan hanya jiwa dan raga gadis itu. Sungguh, Reynand adalah iblis berbentuk manusia.


Reynand terisak dan mengusap kasar air matanya. Tidak pantas dia menangisi kebodohan nya. Yang perlu dia lakukan adalah mencari Nara, dan menebus semua dosanya.


Reynand kembali melihat lembar terakhir yang ditulis oleh Nara. Semoga ada petunjuk dimana keberadaan gadis itu, karena Nara pasti mengetahui sesuatu tentang masalah yang sedang dia hadapi sekarang.


Namun lagi lagi bukan nya petunjuk yang dia dapatkan, melainkan ungkapan hati Nara yang sungguh menyakitkan dan menghantam jantung Reynand dengan begitu kuat.


Jika mencintaimu semenyakitkan ini, seharusnya sejak awal aku tahu untuk tidak memaksakan takdir


Sakit sekali ketika cintaku kamu balas dengan kebencian yang semakin hari semakin menjadi


Tidak cukupkah cintaku untuk membuka sedikit ruang dihatimu Rey?


Aku takut Rey..


Aku takut menghadapi semua ini


Hanya kamu yang aku punya,


hanya kamu tempatku berpulang


Tapi jika kamu tidak lagi menginginkan ku,


maka kemana lagi aku harus pergi???


Reynand,


Selama ini aku hanya menginginkan sedikit senyum mu


tapi sampai detik ini, hanya dengan senyum pun kamu tidak ingin berbagi


padahal semua sudah aku berikan


bahkan harga yang harus aku bayar ketika menikah denganmu juga begitu besar


darah dan airmata, aku rasa semua sudah terkuras habis


tapi nyatanya, semua memang tidak berarti untukmu


kamu malah semakin ingin menghancurkanku


Rey...


maafkan aku...


aku lelah..


dan aku menyerah


Semoga ketika aku tidak ada, kamu bisa tetap bahagia


bahagia tanpa cintaku yang selalu menghantuimu....

__ADS_1


Reynand jatuh terduduk diatas lantai, dia menangis meraung dengan begitu kuat dan penuh penyesalan. Dia benar benar manusia yang paling kejam dan paling bodoh didunia ini


"Naraaaa..........." teriaknya dengan begitu putus asa


__ADS_2