
Nara duduk disamping ranjang dimana Reynand masih terbaring dengan lemah disana. Hari sudah cukup larut, namun sampai saat ini Reynand belum juga sadarkan diri. Sepulang dari rumah tua itu tadi, Nara dan Arya langsung membawa tuan Abas dan Reynand kerumah sakit terdekat. Bukan hanya keadaan tuan Abas yang sudah begitu lemah, melainkan juga Reynand.
Dokter yang mananganinya berkata jika ada pembuluh darah dikepala Reynand yang pecah karena rasa takut dan trauma yang dia alami. Untung saja tidak sampai membeku hingga tidak perlu dilakukan operasi. Hanya saja mereka belum tahu pasti kapan Reynand akan sadar. Rasa sakit karena trauma mendalam yang dialami seseorang tentu tidak bisa dianggap remeh. Ketika mengingat sesuatu yang berkaitan dengan trauma itu saja sudah membuat rasa trauma itu bangkit, apalagi mendatangi tempat dimana trauma itu terjadi. Sudah pasti akibatnya juga sangat buruk. Dan yang terjadi adalah dua, yang pertama jika orang itu sanggup untuk melawan nya, maka lama kelamaan dia akan sembuh dari rasa trauma itu. Namun jika tidak, maka orang itu akan mengalami cidera otak dan pembuluh darah yang pecah dan bisa berakibat fatal menyangkut nyawa nya. Dan Reynand, dia berada di kedua pilihan itu.
Nara meraih tangan Reynand dan menggenggam nya dengan lembut. Lelaki yang sampai saat ini masih menjadi pemilik hatinya.
Nara masih tidak menyangka jika masalah hidup Reynand sepelik ini. Dan bodohnya kenapa Nara tidak pernah mencari tahu tentang orang yang disekap ibu Cleo sejak dulu.
Untung saja tuan Abas masih bisa diselamatkan, meski kini kondisi nya cukup kritis dan dia dalam masa koma. Arya sudah menghubungi Guntur tentang masalah ini. Dan Guntur berkata mereka harus merahasiakan ini dulu sampai kejahatan tuan Agas dan juga ibu Cleo terungkap. Mereka juga masih perlu menunggu tuan Abas sadar, karena dia adalah saksi kunci semua kejahatan yang telah dilakukan oleh orang orang itu.
Tidak tahu apa yang akan dilakukan Reynand ketika dia sudah bisa mengungkapkan semua kasus ini. Mungkin lelaki ini pasti akan membalas dengan sangat kejam pada orang orang itu. Nara tahu siapa Reynand, dia tidak akan memaafkan mereka dengan mudah setelah semua yang terjadi.
Nara langsung merebahkan kepala nya diranjang Reynand, seraya tangan nya yang memeluk lengan Reynand. Hari ini benar benar melelahkan bagi Nara. Bahkan setelah membersihkan diri, tubuhnya terasa sakit semua. Apalagi kaki nya yang lecet terkena sayatan semak dan duri dirumah tua itu tadi.
Namun tiba tiba bibir Nara tersenyum, saat mata nya terpandang cincin yang melingkar dijari manisnya. Cincin bermata berlian yang disematkan Reynand dijari nya siang tadi. Yah, ini adalah pemandangan manis menutup malam untuk membawanya kedalam peraduan yang indah. Meski sejarah cintanya begitu kelam, namun apa mau dikata, jika hati tidak lagi bisa untuk berpaling dan berpindah.
...
Hari sudah mulai pagi, mata Reynand juga sudah terlihat tergerak untuk terbuka. Kesadaran nya sudah kembali pulih, dan dia ternyata bisa kembali membuka mata untuk memandang dunia dan membalas apa yang telah terjadi.
Alis Reynand bertaut, saat dia merasa bukan hanya kepalanya saja yang masih begitu pusing. Melainkan lengan nya yang juga terasa begitu berat. Dan saat dia menoleh kearah samping, Reynand bisa melihat jika Nara masih terlelap dalam tidur nya.
Bibir Reynand langsung tersenyum melihat pemandangan ini. Mau bagaimana pun keadaan Nara. Dia tetap saja cantik dan sangat indah untuk dipandang. Rasa sakit dikepalanya bahkan sudah berkurang hanya dengan melihat wajah Nara.
Reynand sedikit memiringkan tubuhnya, menjulurkan tangan dan mengusap kepala Nara dengan lembut. Hingga membuat Nara mulai terbangun dari tidurnya.
"Rey" panggil Nara begitu lirih. Bahkan suaranya masih begitu serak.
Reynand tersenyum dan mengusap kembali wajah Nara yang sembab dan kusut.
"Kenapa tidur disini?" tanya Reynand.
__ADS_1
Nara langsung mengernyit dan menegakkan tubuhnya seraya meregangkan otot tangan nya yang terasa kebas. Bukan saja tangan nya melainkan pinggang nya yang juga sangat pegal.
"Aku ketiduran" jawab Nara seraya mengusap wajah nya dan membenarkan rambutnya yang berantakan.
"Tidurlah lagi, tapi disofa, atau mau disini" tawar Reynand dengan senyum manis nya. Meski wajahnya masih pucat namun Nara sudah sangat senang Reynand akhirnya sudah sadar. Malam tadi dia benar benar khawatir.
"Jam berapa sekarang" gumam Nara seraya melihat jam didinding, sudah pukul lima pagi.
"Sudah siang, aku akan membersihkan diri saja. Kamu sudah lama bangun?" tanya Nara seraya memencet tombol pemanggil dokter yang berjaga dua puluh empat jam.
"Baru saja. Bagaimana dengan papa Nara? Sepertinya aku tidur begitu lama?" tanya Reynand.
Nara tersenyum dan menggeleng.
"Tuan Abas sudah ditangani, tapi keadaan nya masih kritis. Dokter belum bisa memastikan kapan dia sadar" jawab Nara.
Reynand menghela nafasnya dengan pelan.
Nara mengusap lengan Reynand dengan lembut.
"Semua pasti baik baik saja. Kamu belum terlambat Rey" ujar Nara.
"Terimakasih Nara, semua karena bantuan mu. Aku tidak tahu bagaimana hidupku jika tidak ada kamu" ucap Reynand seraya menggenggam kembali tangan Nara dengan lembut.
"Semua memang sudah jalan nya. Sekarang kamu harus cepat sembuh. Guntur bilang jika kita harus menyembunyikan keberadaan papa kamu dulu. Dia takut tuan Agas akan mencari nya nanti" ujar Nara.
Reynand langsung mengangguk pelan.
"Aku tahu, papa pasti tahu semua nya. Dan dia adalah saksi kunci dari semua masalah ini. Siang ini juga kita harus kembali Nara. Jangan sampai orang orang tua bangka itu melihat kita ada disini" kata Reynand.
"Tapi bagaimana dengan keadaan kamu. Kamu masih belum begitu pulih Rey" kata Nara masih khawatir dengan keadaan Reynand.
__ADS_1
"Aku sudah baik baik saja. Perusahaan juga tidak bisa kita tinggalkan terlalu lama. Ada banyak hal yang ingin aku kerjakan" jawab Reynand
"Tapi...." perkataan Nara langsung terhenti saat Reynand semakin mengeratkan genggaman tangan nya.
"Aku tidak apa apa Nara. Percayalah. Aku ingin semua masalah ini cepat selesai agar aku bisa melamar mu lagi" ucap Reynand.
Nara langsung memalingkan wajahnya yang merona mendengar itu. Bisa bisa nya Reynand berfikir terlalu jauh disaat masalah sedang rumit seperti ini.
"Kamu terlalu jauh berfikir Rey, masih banyak yang belum terselesaikan" ucap Nara.
Reynand tersenyum dan memandang lekat wajah merona Nara. Sangat indah sekali.
"Kamu semangat ku Nara. Kamu tujuan ku. Dan semua ini tidak akan selesai tanpa kamu" ungkap Reynand.
Nara membalas pandangan mata tajam itu dengan lekat. Hal yang selalu dia dambakan sejak dulu adalah hal yang seperti ini. Reynand memandang nya dengan penuh cinta dan senyuman. Nara tidak pernah menyesali semua yang telah terjadi, karena menurutnya mungkin cinta setelah penyesalan itu akan lebih kuat dari pada cinta yang datang secara tiba tiba. Bukan kah begitu???
"Aku mencintaimu Nara, sangat mencintaimu" ucap Reynand begitu dalam.
Nara tersenyum lembut dan mengangguk
"Aku tahu" jawab Nara.
Namun tiba tiba, lagi dan lagi, seruan Arya membuat mereka tersentak kaget.
"Keterlaluan.... bisa bisa nya bermesraan disini dan mengambil kesempatan dalam kesempitan" ucap Arya yang masuk bersama seorang perawat yang bertugas untuk memeriksa Reynand.
"Apaan sih Yo" gumam Nara yang langsung bergeser menjauh membiarkan perawat itu mendekat dan tersenyum kearah nya dan Reynand. Apa perawat itu sempat melihat tadi??
Sedangkan Reynand memandang Arya dengan kesal. Makhluk berambut panjang ini selalu saja mengganggu moment moment manis yang ingin dia ciptakan. Apa tidak bisa Arya membiarkan Reynand senang sedikit saja. Kenapa sudah seperti hantu gentayangan yang selalu mengganggu kesenangan nya. Menyebalkan memang.
Setelah diperiksa oleh perawat itu, Reynand langsung membersihkan dirinya. Dia juga meminta untuk melepas jarum infus yang menusuk punggung tangan nya. Reynand sudah merasa lebih baik, meski masih lemas dan sakit kepala, namun dia tidak bisa bersantai saja. Ada banyak hal yang harus dia lakukan, terutama untuk melihat perkembangan perusahaan dua hari ini dan juga .... menyelidiki tentang Cleo. Ya, Reynand mulai menyelidiki gadis itu dan meminta bantuan salah satu teman nya. Mereka akan mendapatkan karma nya masing masing.
__ADS_1
Apalagi saat ini Reynand sudah sedikit tenang karena tahu jika bukan ayah nya yang berkhianat, dan saksi kunci segala masalah keluarga nya hanya tinggal menunggu ayahnya sadar. Jadi selama menunggu itu, dia akan menyelidiki tentang Cleo lagi. Gadis licik itu harus mendapatkan balasan yang setimpal, bahkan lebih kejam lagi. Lihat saja nanti. Reynand bukan orang yang punya welas asih, apalagi dia sudah diperlakukan dengan begitu kejam seperti ini. Dia akan membalaskan rasa sakit atas ayahnya, ibunya, adikmya, dan juga Nara nya.....