Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan

Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan
Semua Sudah Berakhir


__ADS_3

Persidangan telah usai, dan keputusan hukuman yang diberikan untuk kedua orang itu sudah membuat Reynand puas. Kini semua nya telah selesai. Masalah keluarga nya sudah terselesaikan dengan baik. Semoga ini masalah yang terakhir dalam kehidupan mereka. Pahit dan susah yang telah terlewati benar benar membuat mental mereka semua terpuruk. Kejadian yang benar benar menguras energi, air mata dan juga darah.


Reynand membawa Nara mendekat kearah orang tua nya. Saat ini mereka sudah berada diluar gedung persidangan untuk kembali kerumah masing masing.


"Papa, maafkan Rey yang baru bisa menyelesaikan masalah ini sekarang. Rey sungguh bodoh tidak bisa mengetahui yang sebenarnya terjadi" ungkap Reynand.


Tuan Abas mengangguk dan tersenyum. dibelakang nya mama Reynand yang masih berdiri dengan setia memegang kursi rodanya.


"Semua sudah berlalu, ini adalah kesalahan papa dan kakek. Tapi kalian yang terkena imbasnya. Maafkan papa juga" balas tuan Abas.


"Tidak apa apa, yang terpenting sekarang kita sudah berkumpul kembali" jawab Reynand.


"Kita kembali kerumah kita?" ajak Reynand. Seraya memandang papa dan mama nya bergantian


"Ya, tentu saja. Itu adalah rumah penuh kenangan, papa sudah merindukan rumah itu dan kalian semua" jawab tuan Abas, seraya mengusap lembut tangan istrinya.


Mama Reynand mengangguk dan tersenyum. Dia benar benar bahagia, karena sekarang, apa yang sempat hilang sudah kembali seperti dulu.


"Apa gadis ini adalah calon menantu papa?" tanya tuan Abas yang kini memandang Nara yang sejak tadi ada dibelakang Reynand.


Reynand tersenyum, dia menarik Nara untuk lebih mendekat kearah papanya.


"Ya, dia Nara, yang akan menjadi menantu papa nanti" jawab Reynand.


"Kau pintar memilih" jawab tuan Abas


Reynand langsung tersenyum bangga mendengar itu. Dia menoleh kearah Nara yang nampak membungkukkan sedikit tubuhnya.


"Kalian memang cocok, semoga kamu bisa menerima sikap keras kepala Reynand nak" pinta tuan Abas.


Nara tersenyum dan mengangguk.


"Semoga tuan juga bisa menerima saya dengan baik" jawab Nara pula


"Tentu saja, pilihan Reynand sudah pasti yang terbaik" ucap tuan Abas


"Nara memang terbaik mas. Dia bahkan lebih bisa memahami dan menerima Reynand lebih dari kita" sahut mama Reynand pula


"Tante terlalu memuji" ucap Nara terlihat malu.


Reynand mengusap bahu Nara dengan lembut.


"Kamu memang yang terbaik" ungkap nya.


Nara hanya mendengus senyum dan menggeleng pelan. Semua nya telah menjadi indah sekarang, semua kesakitan dan kepedihan yang pernah mereka rasakan kini sudah berganti dengan cahaya kehidupan yang sebentar lagi akan berubah.


Semoga tidak ada lagi rasa sakit, pedih dan kecewa yang mereka rasakan.


Siang itu, mereka semua akhirnya memilih untuk pulang kerumah utama keluarga Adiputra. Orang tua Reynand pulang lebih dulu bersama Guntur kerumah, sedangkan Reynand harus mengantar Nara kerumah nya. Dan Arya sudah kembali keperusahaan, dia tidak ingin berlama lama disana, karena Zelina tidak ikut ke pengadilan.


Namun saat tiba dipertengahan jalan, ponsel Reynand yang berada diatas dashboard mobilnya berdering dengan nyaring.


Reynand mengernyit saat melihat yang menghubungi nya adalah kantor polisi.

__ADS_1


Ada apa lagi??


"Siapa?" tanya Nara


"Kantor polisi" jawab Reynand. Dia memelankan laju mobilnya dan mengangkat panggilan itu.


Matanya mengerjap perlahan dengan waut wajah yang tidak terbaca saat mendengar informasi yang baru saja dia terima.


Tidak lama Reynand menerima panggilan, bahkan dia hanya mengucapkan sepatah kata untuk menanggapi informasi yang diberikan oleh pihak kepolisian itu.


"Ada apa Rey?" tanya Nara.


Reynand menoleh kearah Nara sekilas dan kembali fokus pada kemudinya.


"Cleo ditemukan tewas dipinggiran sungai Ciliwung, polisi menduga jika dia bunuh diri" ungkap Reynand.


Deg


Jantung Nara seperti tertikam sesuatu mendengar itu, dia terperangah tidak percaya memandang Reynand.


"Cleo .... tewas?" gumam Nara, bahkan suara nya terasa begitu berat dan dalam.


Reynand menghela nafasnya dengan berat.


"Dia menderita kanker serviks stadium akhir Nara. Seluruh aset dan rumahnya juga sudah disita oleh pihak agensi karena dia melakukan pelanggaran. Dan ibunya juga dipenjara bahkan akan dihukum mati. Jelas saja dia frustasi dan lebih memilih mati. Mungkin itu lebih baik untuk nya" ungkap Reynand. Bahkan tanpa merasa bersalah sedikit pun. Tanpa rasa iba dan sedih. Karena apa yang sudah diperbuat oleh Cleo, sudah cukup fatal. Dan Reynand merasa puas dengan kabar ini. Kedengaran jahat memang, tapi itulah Reynand Adiputra. Dia tidak mempunyai welas kasih untuk seorang penjahat seperti Cleo.


Namun tidak dengan Nara, dia benar benar merasa sedih mendengar kabar ini. Bagaimana pun jahatnya Cleo, tapi gadis itu pernah menjadi sahabatnya, pernah membela nya disaat dia tidak mempunyai siapapun, pernah menjadi salah satu alasan nya tersenyum. Dan Cleo, Cleo jahat karena hasutan dari ibunya. Cleo adalah gadis baik dan polos yang penuh ambisi, dan curahan kesakitan nyonya Guzel lah yang membuatnya menjadi pendendam dan tidak punya hati.


Nara tidak tahan untuk tidak menangis, kenapa seperti ini. Kenapa Cleo tidak memperjuangkan kehidupan nya??? Kenapa dia tidak ingin berubah menjadi lebih baik lebih dulu??? Kenapa dia tidak ingin bertahan???


"Nara... kenapa menangis??" tanya Reynand. Dia mengusap bahu Nara yang nampak bergetar dan sedikit menunduk.


"Aku.... aku tidak tega Rey. Dia pernah menjadi temanku. Dia pernah begitu dekat denganku" ungkap Nara sembari terisak sedih.


Reynand menghela nafasnya sejenak, dan sesekali menoleh pada Nara.


"Nara... ini adalah karma untuk nya. Dia sudah membohongi kita semua dengan penyakitnya. Dia sudah membuang darah mu dengan begitu tega. Dia sudah mendukung ibunya menyekap papa. Nara... dia sudah mendapatkan hukumanya sekarang" kata Reynand lagi. Kenapa Nara begitu baik?? Kenapa dia bisa mempunyai hati selembut itu???


"Tapi tidak seperti ini dia pergi Rey" ucap Nara lagi.


Reynand kembali mengusap bahu Nara


"Ini memang sudah jalan nya. Dan itu pilihan nya" jawab Reynand.


Nara kembali menangis, dia benar benar sedih dengan nasib tragis Cleo. Ini benar benar tidak pernah dia bayangkan.


Ingin menyalahkan siapa, jika semua memang kesalahan Cleo. Padahal dia selalu berharap jika Cleo bisa berubah baik dan mengakui kesalahannya, namun kenyataan nya gadis itu malah memilih untuk mengakhiri hidupnya.


"Rey.." panggil Nara seraya mengahapus air matanya.


Reynand menoleh kearah Nara sekilas


"Untuk terakhir kalinya, bisakah kita memperlakukan nya dengan layak. Dia sudah tidak mempunyai siapapun lagi didunia ini. Aku ingin dia mendapatkan tempat terkahir yang layak untuk dia tempati. Setidak nya balasan karena dia sudah pernah membuat kita bahagia, meski sesaat" pinta Nara.

__ADS_1


Reynand terdiam sejenak, dan setelah itu dia langsung mengangguk pelan dan tersenyum tipis. Tidak bisa untuk menolak apapun permintaan Nara. Anggap saja dia menghargai jasad gadis itu, yang memang pernah menghiburnya disaat dia kehilangan kakek nya dulu. Meski itu hanyalah kepalsuan.


....


Dan hari itu juga, setelah dari rumah sakit dan mengurus segala hal untuk proses pemakaman jenazah Cleo, kini mereka semua sudah berada disebuah pemakaman umum.


Hari sudah senja, dan lagi lagi gerimis datang disenja itu.


Gerimis yang seolah mengiringi kepergian Cleo ke peristirahatan terakhirnya.


Air mata Nara sesekali menetes saat melihat tubuh Cleo yang sudah tertimbun dalam tanah. Dia masih tidak menyangka jika Cleo akan pergi dengan cara seperti ini.


Diakhir hidupnya, dia malah mengalami hal yang begitu menyedihkan. Sebuah karma yang harus dia terima karena semua perlakuan nya dulu.


Harus kah Nara merasa bersalah karena tidak ada disaat saat terpuruk Cleo???


Atau haruskah dia merasa senang karena akhirnya Cleo merasakan apa yang sudah dirasakan nya dulu???


Mungkin jika Nara tidak kuat iman dulu, nasibnya pasti sudah seperti Cleo sekarang. Mati dalam kesendirian dan tanpa orang tahu. Menyedihkan sekali.


Nara menabur bunga diatas tanah basah itu dengan sendu, bersama Zelina yang juga ikut menaburkan bunga diatas pusara Cleo.


Reynand hanya berdiri dengan pandangan datarnya. Tangan nya memegang sebuah payung hitam untuk memayungi Nara. Begitu pula dengan Arya yang berada disisi Zelina. Kedua lelaki itu sama sekali tidak menaruh iba. Apalagi Reynand, meskipun dia yang sudah membuat mental Cleo semakin hancur, namun sama sekali tidak ada yang dia sesali. Ini adalah keinginan nya. Membuat Cleo terpuruk dan lebih memilih untuk mati.


Kejam bukan???


Itulah Reynand, yang bisa berubah menjadi iblis jika sudah merasa dihina dan diusik. Perlakuan Cleo dan ibunya, sudah tidak bisa dimaafkan lagi.


Masa hidup Cleo didunia sudah habis. Hukuman nya didunia juga sudah dia dapatkan. Dan sekarang tinggal masa nya untuk mempertanggung jawabkan semua nya dihadapan Tuhan.


"Kita pulang" ajak Reynand.


Nara mengusap wajahnya dan mengangguk pelan.


Dia memandang pusara Cleo dengan sendu.


Selamat tinggal Cleo,


Semoga kamu tenang disana...


...


Sementara didalam penjara...


Nyonya Guzel berteriak histeris dan mengamuk seperti orang gila saat mendengar kabar jika Cleo tewas bunuh diri. Dia benar benar tidak bisa terima ini semua. Kehidupan nya sudah hancur, dan sekarang dia malah mendapatkan kabar yang begitu mengerihkan seperti ini.


Tidak, dia tidak terima!


Kenapa semua nya menjadi seperti ini???


Kenapa dunia begitu kejam pada mereka???


"Tidak!!! Cleo ku... putri ku... dia tidak mati ... dia tidak mati!!!!!!!!" teriak nyonya Guzel begitu menggema. Hingga tidak lama kemudian terdengar tangis dan tawa nya yang memilukan.

__ADS_1


__ADS_2