My Boss My Musuh

My Boss My Musuh
Rilis Baru


__ADS_3

Tak spil nih, yang berkenan bisa mampir 🙏


Wanita Penggoda sang CEO


By: Mbak Miss


Andrina Anastasya, gadis berusia dua puluh satu tahun dengan segenap permasalahan peliknya. Demi uang, dia rela mengubah seluruh jati dirinya menjadi wanita penggoda yang di tugaskan seorang wanita kaya untuk menggoda putranya.


Awalnya, Andrina tidak menyangka, bagaimana seorang ibu meminta wanita yang tidak dikenal untuk menggoda putranya sendiri. Akan tetapi, segepok uang yang disuguhkan membuat Andrina menyetujui misi itu tanpa berpikir panjang.


Lantas, apakah Andrina akan melanjutkan misinya setelah mengetahui sebuah kenyataan jika targetnya adalah seorang pria penyuka sesama jenis?


Cuplikan Bab:


''Aku harus bagaimana, Tuhan. Aku sedang butuh uang banyak, kebutuhanku mendesak. Tapi bagaimana caraku mendapatkannya? Tolong beri aku petunjuk," gumamnya dengan frustasi.


Andrina memutuskan berhenti di sebuah taman untuk merenung sendirian, memikirkan berbagai macam masalah dan cara menyelesaikan secepat mungkin. Saat ini pikirannya benar-benar buntu. Dia tidak memegang uang sama sekali, di dalam dompetnya hanya tersisa uang berwarna hijau untuk uang saku adiknya besok.


Dia juga tidak tahu harus meminjam uang kepada siapa karena kebanyakan teman-temannya juga seperti dirinya. Hanya sebagai pegawai biasa yang mempunyai segudang kebutuhan. Untuk kembali meminjam uang kepada rentenir bukanlah solusi yang tepat. Dia tidak ingin hutangnya semakin menumpuk.


''Aku bisa membantumu, Wanita Muda."


Andrina mengalihkan perhatian ketika mendengar suara wanita yang berasal dari arah sampingnya.


''Anda siapa?'' tanya andrina dengan memindai penampilan wanita itu dari atas sampai bawah.


Semua yang dia pakai terlihat elegan dan mewah, sangat menunjukkan jika wanita itu bukanlah dari kalangan rakyat biasa.


''Aku bisa membantumu keluar dari masalahmu ...."


''Aku bersedia memberimu uang yang kau butuhkan, saat ini juga. Dengan syarat kau harus menerima misi dariku," ucap wanita baya itu.

__ADS_1


''Misi apa, Nyonya?"


''Menggoda putraku," jawabnya singkat dengan gaya angkuhnya.


Andrina menganga tak percaya mendengar ucapan yang keluar dari mulut wanita paruh baya itu. Bagaimana mungkin seorang ibu meminta seorang wanita yang tidak dikenal untuk menggoda putranya sendiri.


''Apa Anda serius, Nyonya?'' Dia bertanya untuk memastikan.


''Apa wajahku ini terlihat jika aku sedang bercanda?" Wanita itu balik bertanya.


Andrina terbungkam, sepertinya dia salah bicara.


''Bagaimana? Apa kau bersedia?''


Andrina bimbang antara iya dan tidak. Ingin menolak namun semua masalah kembali berkelebat di dalam ingatannya, sedangkan tawaran wanita itu sangat menggiurkan. Di tambah, Mutia memamerkan segepok uang di hadapannya.


''Baik saya bersedia. Asal nyonya menepati ucapan, Nyonya."


Dia tidak sadar, jika keputusannya akan membawa dirinya terjerumus ke dalam sebuah lubang yang sangat dalam hingga mungkin ia tidak akan pernah bisa keluar dari lubang tersebut.


''Berapa yang kau butuhkan? katakan!''


''Ti-tiga puluh ju-juta," jawabnya gugup.


''Aku akan memberimu secara cuma-cuma. Uang ini akan resmi menjadi milikmu seutuhnya. Anggap saja itu sebagai uang muka. Asal...." Mutia menggantung ucapannya.


''Asal apa, Nyonya?"


''Kau harus menuruti semua perintahku."


Andrina terdiam, memikirkan ulang tawaran itu.

__ADS_1


''Aku tidak memaksamu. Semua keputusan aku serahkan sepenuhnya kepadamu. Tapi satu hal yang harus kamu ingat. Setelah kau menerima misi ini, kau tidak akan pernah bisa mundur. Jika kau menolak, otomatis uang ini juga batal menjadi milikmu." Wanita baya itu kembali berucap ketika melihat keraguan pada gadis itu.


Dia berusaha mempengaruhi pikirannya agar Andrina mau menerima misinya.


''Baik, aku terima," ucapnya mantap.


Tuntutan masalah tidak bisa membuat wanita itu berfikir jernih. Yang ada dalam pikirannya hanya mendapatkan uang banyak segera.


''Bagus, aku suka sikap tegasmu." Wanita baya itu tampak tersenyum puas.


''Ini untukmu. Besok pukul enam pagi temui asisitenku di tempat ini. Dia akan menunjukkan apa saja yang harus kau kerjakan." Mutia menyerahkan amplop tebak yang sedari tadi berada dalam kuasanya.


''Tapi, saya harus bekerja, Nyonya," sela Andrina cepat.


''Dimana kau bekerja?"


''Bank Konvensional yang ada di Pusat Kota" Andrina menyebut tempat kerjanya.


''Freddy, urus semuanya!"


Seolah paham maksud atasannya, pria bernama Freddy itu langsung mengangguk.


"Siap, Nyonya."


Andrina merasa penasaran apa yang akan dilakukan pria itu. Ingin bertanya, namun suara Mutia berhasil meredam niatnya.


''Kau dengar, dia akan mengurus semuanya. Jadi, tidak ada alasan lagi bagimu untuk menolak."


''Baiklah, Nyonya."


Yang punya aplikasi pink alias GN [ G O O D N O V E L ] bisa mampir ya.

__ADS_1


Jangan lupa follow akunku di sana juga komentarnya.


Mamacih 🙏😌🥰


__ADS_2