
Monita mematut dirinya di depan cermin. Memperhatikan kembali apa ada yang kurang dengan penampilannya atau tidak. Gaun pengantin dengan bawahan lebar, berekor panjang membalut tubuhnya. Menutupi perut yang sudah terlihat buncit. Karena usia kandungannya sudah memasuki trimester kedua.
''Aduh, anak mommy cantik banget. Yang mau jadi ratu sehari,'' puji Merry saat masuk kekamar ganti putrinya. Bermaksud untuk menjemput karena sebentar lagi acara akan di mulai.
''Aku bahagia, Mom. Aku akan menjadi mantu orang terkaya di kota ini, menjadi istri seorang Armand,'' ucap Monita dengan bangganya.
Tidak tahu saja, jika Armand sudah mempersiapkan kejutan hebat untuknya.
''Ya sudah. Yuk keluar acara akan segera di mulai..'' Merry menggandeng lengan putrinya keluar menuju meja akad. Monita di dudukan tepat di sisi Armand. Kemudian, Merry memasangkan kerudung untuk keduanya.
Senyum selalu terkembang di bibir wanita hamil itu. Tak ada gugup atau apapun yang biasa pengantin rasakan pada umumnya.
Yang ada di pikirannya, dia akan menjadi menantu orang kaya.
Armand jangan ditanya, seperti biasa mukanya mirip triplek berjalan.
''Baiklah, Saudara Armand. Silahkan! jabat tangan Tuan Gerald karena acara akan segera kita mulai..'' Penghulu memberi instruksi.
Armand melakukannya demi totalitas aktingnya. Tapi matanya melirik, memberi isyarat pada seseorang yang sedang bersembunyi di balik sebuah pilar.
Sudah waktunya..
Orang itu mengangguk tanda siap.
'' Saudara Armand setiawan. Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putriku Monita Geraldy binti Geraldy dengan mas kawin dua persen saham perusahaan kota X di bayar tunai..''
Armand berpura-pura menarik nafas. ''Saya...''
''Tunggu!''
Seorang pria bule, tiba-tiba muncul dari pintu masuk di dampingi asisten pribadinya.
Monita membelalakkan matanya. Terkejut melihat kedatangan kekasihnya.
'Kenapa dia bisa disini?" batin Monita dengan gusar.
''Pernikahan ini tidak sah! Wanita ini sedang mengandung anak saya. Ini buktinya,'' tegas Ramon.
Dia sudah berdiri di meja akad menyerahkan bukti tes DNA yang di lakukannya waktu itu. Juga surat pemeriksaan terakhir Monita.
Pengakuan Ramon mengagetkan semua orang yang hadir di sana. Para tamu mulai berbisik-bisik seperti sekumpulan lebah yang berdengung.
Armand tersenyum tipis, melihat wajah pias wanita di sampingnya.
''Apa maksudmu?'' tanya Armand pura-pura terkejut. Dia memainkan perannya dengan baik.
''Anak di dalam kandungannya itu anak saya. Usia kandungan nya sudah memasuki bulan ke lima,'' jawab Ramon.
'' BOHONG! DIA BOHONG AKU TIDAK MENGENAL NYA,'' sergah Monita cepat.
''Oh ya? kau tidak mengenalku, Honey? Bagaimana, jika karirmu ku hancurkan saat ini juga,'' ancam Ramon.
Monita membelalakkan matanya. Dia menggeleng tidak rela, jika ketenarannya harus berakhir begitu saja.
''Apa dia bos di agencymu, Monita?'' tanya Gerald dengan nada dinginnya.
__ADS_1
''JAWAB MONITA!'' Gerald membentak putrinya dihadapan semua orang. Bahkan, suaranya menggema di seluruh ruangan itu.
Monita mengangguk pasrah.
''KETERLALUAN!'' Tangannya sudah melayang ingin menampar putrinya. Tapi, dengan cekatan Merry mencegahnya.
''Dasar rubah betina! Sialan! Kau memfitnah putraku, kau sudah menjebak putraku. DASAR MURAHAN!'' Amalia memaki wanita itu habis-habisan dan langsung menjambak rambutnya.
Amarah yang beberapa hari ditahannya meledak sudah.
''Aawwsshhhh..'' Monita meringis kesakitan karena jambakan itu sangat kuat. Hingga, membuat kepalanya mendongak.
''Sudah, Ma, kita pergi dari sini. Aku sudah muak dengan wanita ini.'' Armand mengajak ibunya beranjak dari sana.
Amalia menghempas kasar kepala wanita. kemudian pergi dengan gaya angkuhnya.
''Dua persen saham, aku batalkan. Karena aku juga batal menikah denganmu. Itu juga bukan anakku..'' Armand menunjuk perut Monita sebelum pergi dari sana.
'' Ar, tolong jangan batalkan pernikahan ini,'' pinta Monita dengan menahan lengan Armand.
''Aku ingin kamu yang jadi ayah dari anakku, bukan dia.'' Monita melirik kekasihnya.
Ramon mengepalkan tangannya kuat. Jika bukan demi anaknya dia sudah melepas wanita itu.
''Aku tidak bisa! Ayah-nya mau bertanggung jawab. Aku juga harus tanggung jawab pada seseorang yang sedang mengandung anakku. Dari benihku bukan benih orang lain.'' Armand melepas paksa tangan wanita itu.
''Apa maksudmu, Ar?''
''Kau ingat sewaktu kau berusaha menjebakku dengan obat setan itu. Setelah obat itu bereaksi dalam tubuhku kau pergi begitu saja. Hingga akhirnya, aku tidur dengan sekretarisku. Dan sekarang dia sedang mengandung anakku. Paham!'' Tatapan Armand begitu tajam seolah siap menghunus musuhnya.
Semua orang yang hadir menggeleng tak percaya. Sosok Monita, si model terkenal ternyata sepicik itu.
''MONITA, BERHENTILAH JADI MURAHAN! SEKARANG KAU HARUS MENIKAH DENGAN AYAH DARI ANAKMU..'' Gerald menarik paksa tangan putrinya sebelum membuatnya lebih malu lagi.
Sedangkan Armand, sudah tak peduli dengan pernikahan settingan ini. Dia terus melangkah meninggalkan tempat itu.
'' STOPP!''
Teriakan seorang wanita menghentikan langkahnya dan keluarganya.
''AKU MASIH ISTRI SAH RAMON. AKU TIDAK MENGIZINKAN SUAMIKU MENIKAHI MODEL BUSUK SEPERTIMU..'' wanita itu berteriak seperti orang kesetanan.
Bukan hanya Armand dan keluarganya saja yang terkejut. Para tamu undangan dan kedua orang tua Monita juga terkejut dengan kenyataan baru ini.
''Dasar wanita murahan. Untung kau tak jadi menikah dengannya, Ar,'' gerutu Amalia dengan mata masih tertuju pada tontonan di hadapannya.
''Kasihan sekali istrinya sampai di seret begitu. Aduh! Kalau itu aku, sudah ku gampar pake high heels itu pelakor.''
Amanda merasa iba, melihat Istri sah Ramon diseret keluar oleh keamanan.
''Awas papa macem-macem seperti itu, ya..'' Amalia memberi peringatan keras kepada suaminya di sertai tatapan tajamnya.
Tak mempedulikan celotehan ibu dan adiknya, Armand memilih pergi menemui Renita untuk menjelaskan semuanya.
Acara yang seharusnya sakral dan hikmat, menjadi kacau karena terkuaknya skandal si pengantin wanita.
__ADS_1
...----------------...
Di rumah Renita.
Renita sudah mempersiapkan hatinya, berada di depan laptopnya bersama ketiga cs-nya untuk menonton live streaming on sosmed.
Sebenarnya, para sahabatnya sudah melarangnya untuk melihat itu. Tapi, Renita tetap bersikukuh. Dia penasaran kejutan apa yang akan Armand berikan untuk si Nyi Blorong.
Renita menahan nyeri di dada, saat melihat Armand sudah menjabat tangan ayah Monita. Ingin rasanya, dia berlari kesana saat itu juga untuk membatalkan acara itu. Dan berteriak, 'Jangan teruskan pernikahan ini! Karena aku juga sedanh mengandung anakmu.'
Renita cs membelalakkan matanya, saat melihat kedatangan seorang pria bule yang mengaku sebagai ayah bayi yang di kandung Monita. Semua bukti yang dia bawa terekam dengan jelas.
'Mungkinkah ini kejutannya? Kalau iya berarti...., Aku harus menanyakan kepadanya nanti.'
''Njir, berasa ngeliat sinetron di dunia nyata gue,'' seloroh Reva.
''Ini kalau gue unggah di tiktok. Bakalan rame ini,'' lanjutnya lagi.
''Gak usah macem-macem, Va,'' tegur Dania.
''Eh tuh, siapa lagi, tuh? Cewek bule tiba-tiba dateng teriak-teriak kek orang gila,'' tunjuk Wina.
''Astaga! Ternyata Nyai Blorong pelakor, Gengs,'' kata Dania.
''Ini, kalau di buat film judulnya, 'istri sah yang teraniaya','' papar Reva.
Mereka terus saja berkomentar layaknya netijen julid kurang kerjaan.
''Sedang apa kalian?''
Suara bariton itu mengagetkan keempat gadis yang tengah menonton drama real life itu
Buru-buru, Renita menutup laptopnya.
''Gak, kita nonton drakor, ya-ya 'kan, Gengs,'' jawab Renita dengan gugup. Dia mengedipkan matanya untuk meminta persetujuan ketiga temannya.
Ketiganya mengangguk mengiyakan, meski kegugupan juga sangat kentara diantara mereka.
Armand memicing tajam, tak mempercayai begitu saja alasan mereka. Pasalnya, sedikit banyak dia sudah hafal perangai keempat gadis itu. Dia merebut laptop yang ada di tangan sekretarisnya lalu membukanya.
Armand menghela nafa, sepertinya mulai saat ini dia harus memupuk kesabaran nya. Untuk menghadapi Renita cs kedepannya.
''Kalian kurang kerjaan..''
...----------------...
Maafkan aku yang tak bisa bermain konflik ini. semoga gak bosen ya karena alurnya mudah ketebak. Aku hanya menuangkan apa yang ada di otakku ini.
Dukung yuk..
Like,❤ , comment, vote & hadiah
biar tambah lancar halunya..
semoga terhibur.
__ADS_1
Follow akun ku di aplikasi ini juga ya..
babay...