
'' Terus pantau mereka.. Jangan sampai lengah sedikitpun..'' Mita berbicara pada orang suruhannya melalui sambungan telepon.
''...........''
'' Terus laporkan semuanya padaku PAHAM!!!''
''........''
'' Oke lanjutkan tugasmu...''
TUT.
Mita mengeraskan rahangnya. Tatapannya begitu mengerikan bagi siapapun yang melihatnya.
'' Kau tunggu tanggal mainnya Armand. Jika Kau tak bisa ku miliki maka, yang lain juga tidak..'' Senyum licik tersungging di bibir merahnya.
'' Mita...'' Linda menghampiri Putri nya.
Mita segera mengubah ekspresi wajahnya. Menampilkan senyum termanis nya seolah tidak terjadi apa-apa.
'' Iya ma...''
'' Ini..'' Linda menyerahkan undangan pada putrinya.
Mita menerima dengan ekspresi datar.
'' Mama cuma memberi tahu saja. Kamu mau menghadiri apa nggak terserah. Kalau mau datang nanti mama temani ''.
'' Aku akan hadir. Akan ku tunjukan pada mereka. Kalau aku baik-baik saja. Bahkan hidupku lebih baik tanpa Laki-laki itu''. Kata Mita dengan tatapan tajamnya.
Linda menghela nafas, '' Bagaimanapun juga Laki-laki itu Ayahmu Mita. Mama nggak mau kamu membenci Ayahmu sendiri..''
'' Terserah Mama mau bilang apa. Yang jelas Aku akan datang.. Sudah Aku mau berangkat ke kantor dulu.. Bye Mam..'' Mita mencium pipi Sang Ibu.
'' Mita..'' Linda menahan lengan Putri nya.
'' Mama mohon jangan menghancurkan rumah tangga orang lagi. Jangan ganggu Armand.. Mama mohon.. Carilah kebahagiaan mu sendiri..'' Kata Linda dengan wajah memelas.
Mita hanya mengangguk tanpa menjawab sepatah katapun.
' Aku tidak janji'.
...----------------...
Di sebuah Rumah Mewah.
__ADS_1
Tampak semua keluarga berkumpul. Mereka sedang mendiskusikan tentang Acara pernikahan Putri bungsu sekaligus cucu kesayangan keluarga itu.
'' Ini Oma bawakan contoh konsep pernikahan mu Win...'' Oma menyerahkan majalah dari WO langganan nya.
Wina membuka dan melihat-lihat barangkali ada yang cocok.
'' Oh iya Win.. Kamu mau Akad langsung resepsi. Apa Resepsinya di pisah waktunya..??'' Tanya Sang Ibu.
'' Langsungan aja lah ma.. Biar sekalian capeknya..''
'' Iya biar cepet buka segel..'' Celetuk Pria yang duduk di seberang nya. Yang tak lain kakaknya.
Wina langsung melempar bantal sofa kearahnya.
'' Nyaut aja kayak colokan listrik..'' Sewot Wina.
'' Andrew diam.. Gak usah ngajak ribut kita lagi diskusi..'' Sang Mama melotot ke arah putranya.
'' Iyaaa.. Selalu Istimewa kalo buat tuan putri satu ini..'' Andrew memutar bola matanya malas.
'' Bilang aja Loe ngiri sama Gue..'' Sarkas Wina.
'' Yee Gue ngiri sama Loe.. Hih Gak level.. Lebih ganteng Gue kemana-mana daripada calon loe itu..''
'' DIAM.. Mama lakban mulut kalian. Kalau ribut terus..''
Andrew dan Wina langsung mengunci mulut mereka rapat-rapat.
Sedang Oma hanya bisa menggelengkan kepala saja. Sudah biasa baginya mendengar keributan kedua cucunya. Hingga pada akhirnya menantunya ini yang akan mendiamkan keduanya. Jika percekcokan tak kunjung usai.
Arwina Winata. Putri bungsu Aryan Winata dan Melissa Idriss. Dia selalu diperlakukan bak tuan Putri jika berada di tengah keluarganya. Dan akan menunjukkan kesederhanaan nya jika berada di luar.
Di manja bukan berarti membuat Wina menjadi anak yang semaunya sendiri. Kesombongan tak pernah diajarkan keluarga nya.
Keluarga nya selalu menekankan agar selalu menghormati siapapun baik tua maupun muda. Baik Kaya maupun miskin.
Memanja namun tegas. Itulah cara didik yang diterapkan Keluarga Winata pada kedua cucunya.
Hanya segelintir orang yang mengetahui jati diri Wina sesungguhnya. Wina sengaja menyembunyikan identitas nya karena Dia menginginkan seseorang yang tulus mau berteman dengannya. Tanpa memandang kasta, Harta atau apapun itu. Terlebih orang-orang yang hanya ingin memanfaatkan saja.
'' Nikah sama orang biasa buat apa dibuat mewah..'' Aryan bersuara setelah sedari tadi menjadi pendengar saja.
Semua menoleh ke arah laki-laki yang sedang membaca koran itu.
'' Apa maksud Papa..??'' Wina sudah berdiri ingin memprotes Ayahnya.
__ADS_1
'' Wina Duduk..'' Perintah tegas Melissa.
Mau tak mau Wina kembali ke tempat duduknya dengan perasaan kesal.
'' Kalau kamu nggak mau ikut diskusi silahkan keluar. Lagian ini untuk cucu kesayanganku. Pesta ini juga menggunakan uangku bukan uangmu..'' Oma mengeluarkan kata pedasnya.
Aryan menutup kasar korannya.
'' Ibu selalu memanjakan mereka. Bahkan saat Wina memperkenalkan pemuda biasa itu. Ibu iya-iya saja..'' Aryan menatap tajam ibunya.
'' Kenapa dulu Aku memperkenalkan wanita pilihan ku yang dari keluarga biasa. Ibu langsung menolaknya. Ibu gak adil''. Aryan mengungkit kembali peristiwa puluhan tahun silam.
'' Walaupun Ibu menolak. Kamu masih tetap berhubungan kan sama Dia. Bahkan kamu menjadikan nya Istri simpanan sampai punya anak lagi..'' Kata Oma dengan wajah judes nya.
Melissa hanya diam mendengar perdebatan Ibu dan anak itu. Walaupun pada kenyataannya hatinya sudah remuk redam.
'' Gara-gara ancaman Ibu aku menelantarkan Istri dan Anakku itu..'' Geram Aryan.
'' Mereka tidak terlantar. Kamu memberinya aset perusahaan beserta sahamnya kan pada mereka..''
'' DIAMMM...'' Wina menyela perdebatan itu.
'' Oma sebaiknya pernikahan ku ini di adakan biasa-biasa saja. Seperti pernikahan Renita. Lebih baik begitu daripada ada yang GAK IKHLAS..'' Wina melirik tajam Ayahnya.
'' Tapi Win...''
'' Keputusan ku bulat Oma. Oma harus menghargai nya. Biar jati diriku ini hanya teman-teman ku dan mas David saja yang tau..'' Wina langsung pergi meninggalkan tempat menyesakkan itu.
'' Papa keterlaluan selalu anak simpananmu yang dipikirkan. Tak pernah memikirkan anakmu yang lain..'' Andrew beranjak dengan kekecewaan nya.
'' Puas kamu sekarang.. Inikan yang kamu inginkan.. Kehancuran keluargamu sendiri karna keegoisan mu itu.. Meli bawa Ibu ke kamar. Ibu muak berlama-lama dengan anak ini..''
Melissa mengangguk. Pelan-pelan membantu Ibu mertua nya berdiri. Dengan telaten menuntun mertuanya menuju kamar.
...----------------...
Aku selingin kisah Cs-nya Renita juga ya.. Biar gak monoton gitu ceritanya. Semoga gak bosen sama karya aku ini..
Yuk dukung yuk.. Biar performa nya nambah... Aku daftarin kontrak soalnya..
LIKE, ❤ , COMMENT..
VOTE & HADIAH.. seikhlasnya aja..
Babay...
__ADS_1