
Acara yang cukup melelahkan bagi sepasang pengantin baru. Akhirnya selesai juga. Bagaimana tidak ? Mereka harus berdiri selama berjam-jam. Menyambut tamu undangan yang memang tidak sedikit.
Bukan hanya kaki yang terasa pegal, tapi mulut juga. Sepanjang acara mereka dituntut untuk tetap tersenyum memperlihatkan giginya. Untungnya waktu itu, Wina memilih konsep Indoor. Coba kalau outdoor sudah kering itu gigi.
'' Aduh Mas kaki aku pegel banget ini..'' Wina duduk sofa kamar hotel yang memang sudah di persiapkan oleh Omanya.
Dia memukul pelan kakinya dengan kepalan kedua tangannya.
'' Baru nikah sekali aja, aku sudah ampun rasanya. Apa kabar Papa yang nikahnya sampek dua kali ? Gak gempor tuh kaki''.
David hanya tersenyum menanggapi nya.
'' Lha kamu maunya nikah berapa kali emang ?'' Tanya David.
'' Apaan sih, sekali aja belum tentu bener. Kok mau ngulang. Emang mas David mau aku poliandri ? ''. Wina mengerucutkan bibirnya.
'' Aku juga nggak mau mengulang masa lalu kelam keluarga ku''. Cicit Wina.
Tatapannya berubah sendu.
'' Kok serius nanggepin nya. Aku cuma bercanda''. David duduk di samping gadis yang sudah menjadi istri nya.
Membawa kedua kaki Wina ke pangkuannya. Dan mulai memijit pelan.
'' Mas gak usah. Mestinya kan aku yang mijitin Mas David''. Wina ingin menurunkan kakinya tapi tangan David langsung menahannya.
'' Aku yang mau. Tapi inget ini gak gratis''
Wina mengerutkan dahinya, '' Peritungan banget ''.
'' Emang Mas minta bayar berapa ?''
'' Bukan dengan uang bayarnya''.
'' Terus barter gitu ? Barter pake apa tapi ya ''. Wina mengetuk-ngetuk jarinya di dagu.
'' Pake keperawan*n ''. Bisik David tepat di depan wajah Wina.
Wina langsung menjauhkan wajahnya. Tak lama kemudian dia melotot karena sudah paham maksud suaminya.
'' MESUMM !!'' Wina memalingkan wajahnya yang terasa panas. Bisa dipastikan wajahnya kini sudah memerah.
David menyentuh wajah Wina dan mengarahkan agar menghadapnya.
'' Aku suka wajah merah ini. Jangan di tunjukkan pada siapapun selain aku, paham sayang..''
Wina menganggukkan kepala nya. Tatapan lembut itu berhasil menghipnotis nya.
__ADS_1
CUP..
Wina melotot di buatnya. Jantungnya bertalu-talu hanya karena sebuah kec**an.
Bib*r seksi milik David masih bertengger pada bib*r nya. Karena tak ada gerakan apapun. Dengan ragu Wina memberanikan diri untuk memulai nya.
Gayung bersambut David membalas nya dengan lembut. Lama kelamaan David semakin menuntut. Tangan pria itu juga tak bisa diam. Menjelajah apapun yang bisa di gapai nya.
Wina memejamkan mata. Saat merasakan sensasi aneh dalam tubuhnya. Entah kenapa Dia menginginkan yang lebih dari ini.
Wina memukul-mukul dada David saat nafasnya tersenggal.
'' Jahat banget sih, gak ngasih kesempatan buat nafas ''. Wina menghirup oksigen dalam-dalam.
David tersenyum menanggapi nya, '' Manis jadi ketagihan ''.
Wina memukul pelan lengan suaminya.
'' Masih siang ini.. Emang gak capek apa ? Kok langsung minta tancap gas''.
'' Memang ada aturannya ? 'begituan' harus malam hari ? Siang hari juga bisa. Nanti jadinya siang pertama''. David menaik turunkan alisnya.
Wina semakin tak mengerti dengan laki-laki yang menjadi suaminya ini. Apakah pernikahan bisa mengubah lelaki pendiam menjadi lelaki mesum ? pikirnya.
'' Mas David salah makan apa gimana sih ?''.
'' Nggak Kenapa ?''
'' Kok jadi mesum begini. Aneh sumpah ''.
'' Nggak ada larangan mesum sama istri sendiri. Yang dilarang itu mesum ke istri orang''. Jawab David.
'' Kenapa merembet ke masalah binor sih ? Udah ah.. aku mau mandi. Lengket semua badan aku ''. Wina menuju ke kamar mandi dengan mengangkat sedikit gaunnya.
'' Ayo mandi bareng. Biasanya susah melepas baju seperti itu''. David mendahului Wina.
Wina memekik saat tangannya tiba-tiba di tarik oleh suaminya. Pintu di tutup kasar. Tak lama setelah itu, terdengar gemericik air disertai suara surga dunia dari dalam.
...----------------...
Wina mengerucutkan bibirnya saat sudah keluar dari kamar mandi. Malam indah yang ada di bayangannya. Ambyar akibat ulah suami sendiri.
Karena sudah terpancing hasrat. David menggarap istrinya di kamar mandi saat itu juga.
'' Ceritanya gak ikhlas nih melayani suami ?'' Tanya David pada perempuan yang ada di gendongan nya.
'' Bukan gak ikhlas ! Bayangan indah malam pertama kayak di novel-novel. Ambyar gara-gara Mas '' Wina memukul punggung suaminya bertubi-tubi untuk melampiaskan kekesalannya.
__ADS_1
'' Bayangan aku tuh di seprei ada bekas darah. Biar gak bohong kalau aku emang masih perawan. Terus setelah 'begituan' ketiduran di pelukan suami sambil di kecup keningnya gitu''. Lanjutnya.
David terkekeh mendengarnya.
'' Di mana pun tempatnya sama saja. Pada akhirnya juga enak kan ?''. David menggoda istrinya.
'' Lagian siapa yang mancing-mancing hayooo.. Gara-gara ci*man tadi aku jadi gak bisa nahan''.
Wina menyembunyikan wajahnya di punggung David. Malu sendiri, saat teringat tindakan berani nya.
'' Aku percaya kalau kamu belum tersentuh sama sekali. Tadi susah banget pas mau nerobos palang''.
David mendudukkan tubuh Wina di ranjang. Dua berjongkok di hadapan sang istri dan menggenggam lembut tangannya.
Dilihat nya wajah itu masih di tekuk dengan bibir manyun lima senti.
'' Jangan marah lagi ya ?'' Bujuk David.
Wina mengangguk saja.
'' Nanti malam aku wujudkan bayangan indahmu. Sekarang tidur, kamu pasti capek kan ?''
Lagi-lagi Wina mengangguk. Wina memposisikan tubuhnya berbaring di atas ranjang. Kemudian disusul oleh David.
David membawa istrinya dalam dekapan nya dan mulai memejamkan mata.
'' Mas ''.
'' hmmmm ''.
'' Nanti sakit nggak ? aku takut ''. Cicitnya.
'' Nggak di jamin enak''. Kata David dengan mata terpejam.
'' Bohong ! ini aja masih ngilu. Nggak kebayang si Reni dulu kayak apa sakitnya. Aku aja yang lembut gini sakit banget kok..''
'' Udah tidur. Kalo nggak aku garap lagi ''.
'' Iya...''
...----------------...
JANGAN LUPA JEJAKNYA
LIKE, ❤ , COMMENT, VOTE..
Sebar bunga atau kasih kasih kopi juga nggak apa-apa biar tambah semangat
__ADS_1
Babay..