My Boss My Musuh

My Boss My Musuh
Menghindari Masalah..


__ADS_3

'' Ren ini Vello udah rewel. Susu di botol juga sudah habis. Mungkin ngantuk, coba kamu susui Dia..'' Amalia mengembalikan cucunya pada ibunya. Setelah sedari tadi di ajak berkeliling menjadi ajang pamer ke teman-teman nya.


Renita menerimanya. Dia segera mencari tempat sepi dan tertutup di temani Armand.


'' Kamu pakai ini ''. Armand melepas jas nya dan memasangkan di pundak Sang Istri. '' Aku gak rela aset berharga ku di lihat orang lain..''


Dia juga menutupi bagian depan tubuh Renita dengan tubuh nya.


'' Bapak mu posesif nya kebangetan ya dek..'' Renita berbicara pada anaknya yang tengah melahap rakus sumber nutrisi nya.


'' Kok jadi pengen..'' Jakunnya terlihat naik turun melihat pemandangan di depannya.


PUKK..


Renita memukul pelan lengan suaminya. ''Kebiasaan..''


'' Habis keliatannya enak banget ''.


'' Udah deh Mas.. Daripada mesum mulu. Mending ambilin aku dessert atau apa gitu. Aku laper dari tadi belum makan..'' Renita mendorong tubuh suaminya menjauh.


'' Mau makan gimana..Orang dari tadi sibuk gosip''. Gerutu Armand tapi tak urung dia melakukan apa yang di minta istrinya.


...----------------...


Armand berada di stand makanan dengan membawa piring di tangannya. Dia mengambil beberapa dessert kesukaan istrinya. Tak lupa minumnya sekalian.


Armand tidak menyadari. Sedari tadi Mita memperhatikan nya dengan seringai licik yang tersungging dari bibirnya.


'' Hai Ar, Kita bertemu lagi..'' Mita mendekati Armand dengan membawa segelas minumannya.


Armand hanya melirik sekilas. Tak ingin beramah-tamah dengan wanita itu.


'' Ar, kamu mau kemana ?'' Mita menahan lengan Armand yang ingin menjauh darinya.

__ADS_1


'' Singkirkan tanganmu ''. Kata Armand dingin.


'' Oke..'' Mita mengangkat tangannya.


'' Upss.. Maaf ''


Saat ingin berlalu, Mita sengaja menumpahkan minumannya di kemeja Armand.


Armand merapatkan bibir demi menekan emosinya.


'' Sini Aku bantu bersihkan Ar...'' Mita meraih tissue untuk mengeringkan kemeja yang basah.


'' Tidak perlu..'' Armand menepis tangan itu dan berlalu begitu saja menuju tempat istrinya.


'' Kenapa baju kamu Mas ?''


'' Ada orang yang gak sengaja numpahin minuman ke bajuku. Udah gak usah peduliin ini. Cepat habiskan. Setelah ini kita pulang'' Kata Armand dengan tangan menyuapi istrinya.


'' Kasian Marvello sudah tidur''. Armand beralasan.


Padahal dia hanya ingin menghindari masalah. Sebelum Renita menyadari keberadaan Mita disini.


Meski merasa aneh. Renita mengiyakan saja. Karena Dia juga tidak sanggup. Jika harus menggendong anaknya terlalu lama.


'' Udah ?'' Tanya Armand.


Renita mengangguk.


Armand mengambil pelan anaknya yang terlelap. Sedang Renita merapikan kembali penampilannya.


'' Vello biar aku yang gendong. Kamu yang bawa tas perlengkapannya. Pamit sama Mama kalau kita pulang duluan''.


'' Iya.. '' Renita Membantu suaminya memasang gendogan. Memposisikan Marvello senyaman mungkin.

__ADS_1


Setelah itu, Renita berlalu mencari keberadaan mertuanya untuk berpamitan.


'' Ma..'' Renita menghampiri mertuanya yang tengah berbincang dengan teman-teman nya.


'' Eh.. Renita. Sini-sini ada apa ?'' Amalia menarik lembut tangan menantunya dan merangkulnya.


'' Ini lho jeng mantu ku Cantik kan...'' Kata Amalia dengan bangga nya memamerkan Renita pada teman-teman nya.


'' Lah ini kan juga teman cucuku''. Oma nya Wina menimpali.


Renita mengangguk sopan dengan menampilkan senyumnya.


'' Eh Iya lhoo cantik banget. Makanya, dipepet mulu sama si Armand jeng..'' Kata teman Amalia yang lain.


'' Haduh sayang kamu udah laku. Kalau belum ku jodohkan sama anak bujang ku..''


'' Ibunya kecil gini.. Anaknya kok bisa gembul begitu..''


'' Itu berarti kapurnya bagus..''


Renita hanya menjadi pendengar coletahan Ibu-ibu itu. Ada yang Dia pahami ada juga yang tidak. Menanggapi dengan senyum dan kesopanan nya.


'' Ma Mas Armand minta pulang duluan. Soalnya Vello tidur. Takut nggak nyaman kalau masih disini..''


'' Oh ya udah.. Diantar pak Joko aja. Tapi nanti suruh kembali lagi kesini ya..''


'' Iya ma..''


Renita menyalami mertuanya dengan ta'zim. Tak lupa pula ber cipika-cipiki.


'' Hati-hati Ren..''


'' Iya ma..''

__ADS_1


__ADS_2