My Boss My Musuh

My Boss My Musuh
Selalu Seperti Ini...


__ADS_3

'' Kamu ingat kalau hari ini ulang tahun ku". Armand membaca note kecil yang di tulis Renita tadi.


Renita hanya diam. Memilih fokus pada ponselnya. Melirik pun tidak. Masih kesal dengan suaminya.


'' Ren udah dong.. Awet bener marahnya. Biar hubungan kita aja yang awett.. Marahnya jangan..'' Renita merotasi bola matanya.


Sejak kapan Pria kaku ini jadi pintar gombal begini.


'' Kalau aku seperti itu sama laki-laki lain. Apa Kamu akan diam saja..?''


Armand langsung menatap tajam istrinya.


'' Aku akan membunuh laki-laki yang berani menyentuh milikku.''


" Lah itu tau.. Jadi jangan salahkan aku. Kalau aku masih marah sama kamu..'' Renita kembali fokus pada benda pipih di tangan nya.


Armand mengangkat sebelah alisnya, '' Apa hubungannya..??''


''Udah itu semua di makan sampai habis. Kalau nggak.. Nggak ada maaf.. nggak ada Jatah-jatahan selama satu minggu plus tidur di luar selama satu minggu.''


Armand melotot di buatnya. Yang benar saja Dua porsi jumbo Dia habiskan sendiri. Di tambah kue yang Renita buat. Di kira ini perut karet.


'' Kita makan bedua ya.. Aku suapin kayak biasanya..'' Armand menyodorkan satu sendok penuh nasi berserta lauknya.


'' Gak Aku gak laper..'' Renita memalingkan muka.


'' Hemm enak lho Ren masakan kamu. Nikmat seperti biasa. Seperti rasa yang buat..''


'' Udah gak usah mesum mulutnya di depan makanan.. Cepet habisin...''


Sebenarnya Renita juga lapar apalagi sekarang Dia sedang menyusui. Hanya saja kekesalan nya masih mendominasi ketimbang rasa lapar nya.


Demi Jatah malamnya mau tak mau Armand menuruti titah Sang Nyonya. Virus bucin sudah menjangkiti ternyata.


Di iyakan sajalah asal Nyonya seneng.


Armand terus memakan makanan nya. Belum sampai setengah nya saja Perutnya sudah begah.


'' Ren sudah ya.. Aku udah gak kuat.." Kata Armand saat merasa perutnya benar-benar tak muat lagi.


Renita diam tak bergeming.


'' Ren...''


'' Holla Bu Bosss.. Anakmu mencari Induknya". Kedatangan Reva memecah ketegangan diantara pasutri itu. Dengan mendorong stroller yang berisi bayi mbul yang masih asik dengan botol susunya.


'' Reva.. nih kamu bawa.. Bagi-bagi sama divisi Kamu." Armand menyerahkan tempat bekal berisi sisa makanan tadi.


'' wiiih.. Tau aja si Boss kalau kita belum makan Siang..'' Mata Reva berbinar menerima makanan pemberian Armand.


'' Nasib baik tanggal tua. Menghemat pengeluaran ini..'' Reva nyelonong keluar tanpa mengucapkan terimakasih atau apalah itu.


Mendapat sisa makanan. Seperti mendapat Durian runtuh.


'' Kok di kasih ke Reva. Kan Aku suruh habisin tadi..'' Lihatlah mulut Bebek Ibu satu anak ini kumat.

__ADS_1


'' Aku udah bilang udah gak muat perut Aku. Daripada kebuang kan sayang. Lagian masih bagus kok gak aku campur semuanya tadi. Aku cuma ambil sebagian..''


Renita tambah manyun di buatnya.


Kruyuk... Kruyuk....


Alarm perut Renita berbunyi. Tanda minta di isi.


Armand melipat bibirnya rapat-rapat. Menahan tawa. Sungguh lucu wanita ini. Tadi sok jual mahal nggak mau di suapin.


Ternyata oh Ternyata....


Hek..heee..eeeee


Marvello terkikik riang seolah menertawakan orang tuanya.


Lagi-lagi perut Renita berbunyi bahkan lebih keras dari yang sebelumnya. Dan itu berhasil membuat tawa Ayah dan Anak itu pecah.


'' Udah ah Mama nggak mau temenan sama Adek.. Nggak Pro Mama sih..'' Sungut Renita.


'' Mama ngambek dek..'' Armand mengadu pada anaknya.


Marvello dengan antusias menggerakkan tangan dan kakinya. Disertai lengkingan riang Bayi Mbul itu.


Renita meraih Kue yang dia buat tadi dan melahap nya dengan kasar.


...----------------...


'' Awas kepalanya..'' Armand meletakkan tangannya di bawah pintu mobil bagian atas. Agar kepala istrinya tidak terbentur.


Dasar Renita.


'' Romantis salah gak romantis lebih salah lagi..'' Keluh Armand tapi tangannya memasangkan seatbelt pada istrinya.


'' Udah cepet jalan nggak usah ngedumel.. Kasian Vello udah gerah oyeng mulu daritadi..''


Renita melirik anaknya yang hanya memakai kaos dalaman saja. Renita sengaja melepas baju Marvello. Dikarena kan keringat membasahi bajunya. Sedang Dia tidak membawa baju ganti.


Dipikirnya hanya sebentar mengantar bekal saja setelah itu pulang.. Ternyata Armand meminta tinggal sampai Dia pulang Kantor.


'' Iya Nyonya..''


Armand menjalankan mobilnya perlahan.


Saat sampai di depan gerbang Renita meminta suaminya berhenti. Karena ingin menyapa seseorang.


'' Hai Mas Dav...'' Renita membuka kaca mobil nya.


David yang sedang terduduk di atas motornya menoleh, '' Oh Hai Ren.. Eh udah besar aja ini jagoan satu..''


David mencubit pipi pelan bulat Marvello.


'' Hallo Om..'' Renita menirukan suara anak kecil. Tangan mungilnya digerakkan melambai ke arah David.


Marvello tersenyum menampilkan gusinya yang belum di tumbuhi gusi.

__ADS_1


'' Mau jemput Dania ya Mas ??'' Tanya Renita beramah-tamah.


'' Nggak tadi Dia bawa motornya''.


'' Lha trus..??''


'' Seseorang...'' David meraba tengkuknya sendiri.


Renita mengernyit, " Siapa ??''


Sungguh Emak-emak satu ini keponya luar biasahh..


'' Hai Beb...'' Seorang Wanita menghampiri David. Ber cipika-cipiki tanpa mempedulikan Renita yang melongo melihatnya.


'' Wina.. Loe..'' Renita menunjuk David dan Wina bergantian.


'' Kita nggak pacaran Ren.. Cuma temanan tapi menuju ke arah serius gitu..'' Jawab Wina.


'' Kok.. kok.. bisa.. Wahhhh.. Loe Hutang penjelasan ke guee. Pokok...''


EHEMMMM...


Deheman keras Armand menghentikan ucapan Renita.


'' Udah Ren Weekend besok kita kumpul. Gue ceritain semuanya.. Tenang Reva juga belum tau ini kok.. Jadi gak usah ngambek.. Loe ada temennya..''


'' Pulang gihh.. Sebelum Singa loe ngamuk di tempat umum''. Bisik Wina.


Renita melirik Suaminya. Dan benar saja, mukanya sudah keruh sekeruh air comberan yang menghitam.


'' Oke ngumpul di rumah Gue kalian.. Bye..''


Armand kembali menjalankan mobilnya.


'' Enak ya habis reunian sama mantan..'' Sindir Armand.


'' Hemmm Enak ya.. Yang habis main sosor sama MANTAN sahabat..''


Armand langsung bungkam mendengar sindiran balik istrinya.


'' Gak bisa jawab kan.. Enak di bikin cemburu...'' Sewot Renita.


Selalu seperti ini. Jika berbuat salah Renita selalu ada cara untuk membalasnya. pikir Armand frustasi.


...----------------...


Oke hari ini up dua ya..


Yuk gerakkan jempol mu bestie.. Kasih dukungannya biar ini Novel lulus kontrak Oke..


Like, ❤ , Comment..


Vote & Hadiah seikhlasnya..


Babay...

__ADS_1


__ADS_2