My Boss My Musuh

My Boss My Musuh
Kepanikan....


__ADS_3

Amalia mondar-mandir tak jelas di rumahnya. Perasaan nya mendadak cemas. Setelah melihat kiriman video yang di kirim suruhan Setiawan. Di tambah tadi Armand pergi dengan kemarahan nya.


Pikirannya saat ini hanya tertuju pada menantunya.


'' pa.. ayo kita ke rumah Armand sekarang.. perasaan mama gak enak..'' Amalia memaksa suaminya.


'' ma ini sudah jam sembilan.. rumah mereka pasti juga udah di tutup..'' Setiawan masih fokus pada acara debat kesayangan nya.


'' ya sudah kalau papa gak mau.. mama kesana sendiri..'' kesal Amalia.


Dia sudah beranjak dan memanggil supirnya.


Setiawan menghela nafas. Harus banyak kesabaran menghadapi istrinya itu.


'' ya sudah papa ikut..'' Setiawan mematikan televisi dan bergegas menyusul istrinya.


Mobil yang di kendarai pasangan paruh baya itu memasuki halaman rumah putranya. Dengan tidak sabar Amalia segera masuk kedalam rumah yang kebetulan tidak di kunci.


Dia harus memastikan jika menantunya baik-baik saja.


'' RENITA.. RENITA..!!?'' suara Amalia menggema di penjuru rumah.


Setiawan hanya menggeleng melihat tingkah istrinya.


'' YA AMPUN RENITA.. KAU KENAPAA.. PA.. PAPA..'' teriakan Amalia membuat Setiawan segera menyusul istrinya.


Dia juga terkejut melihat kondisi menantunya. baju robek di bagian depan. Wajah pucat, penampilannya kacau tengah di papah istrinya.


Dan darah mengalir dari selang kangan nya. bahkan ada juga yang sudah mengering.


'' ayo kita bawa ke rumah sakit..'' Dia pun ikut membantu memapah menantunya.


'' Dimana anak itu..'' geram Setiawan.


Tak lama yang di cari menampakkan batang hidung nya disertai wajah paniknya.


'' mama bawa renita ke mobil langsung ke rumah sakit nanti papa nyusul..'' titah Setiawan dan diangguki istrinya


Armand pun terkejut melihat kedatangan orang tuanya.


PLAKKK..


Setiawan menampar keras pipi putranya.


'' papa tak pernah mengajarimu kasar pada perempuan. Apalagi itu istrimu sendiri juga sedang mengandung anakmu..''


'' maaf pa aku khilaf..'' lirih Armand.

__ADS_1


'' tapi dia juga salah pa.. dia selingkuh dengan mantannya di belakangku...'' Armand membela dirinya.


PLAKKK..PLAKKK...


dua tamparan sekaligus mendarat di pipi nya. Armand sampai memejamkan mata karena pipinya terasa kebas dan panas.


'' jangan pernah menuduh jika tidak ada bukti..'' Setiawan menyerahkan dengan kasar handphone khususnya ke tangan Armand.


Setelah itu dia meninggalkan putranya bergegas menuju rumah sakit.


Karena penasaran Armand mulai membuka dan mengutak-atik isi ponsel itu. Rahangnya mengeras ternyata selama ini dia hanya di manfaatkan. Seketika penyesalan menyusup ke jiwa ya.


Kilas balik semua perlakuannya pada istrinya akhir-akhir ini melintas bagaikan kaset rusak.


Armand meneteskan air mata. Dia sudah menuduh istrinya yang bukan-bukan.


'' maafkan aku renita..''


Dia segera bergegas menyusul renita.


...----------------...


'' ma.. aku gak kuat ma..'' Kata renita dengan lemah.


Sedang Amalia sudah menangis sedari tadi.


'' kamu kuat.. kamu harus kuat demi anak kamu.. mama mohon....'' Amalia semakin erat memeluk menantu nya.


'' iya nya.. sudah hampir sampai..'' Si sopir berusaha tenang dan fokus pada kemudi nya ditengah kepanikan sangat nyonya.


'' maafin aku ma.. sakiiiitt...'' setelah itu kesadaran nya benar-benar hilang.


'' Renita.. Renita.. bangun...'' Amalia menguncang pipi menantunya keras.


Sesampainya dirumah sakit renita segera di bawa ke ruang IGD.


Amalia menunggu harap-harap cemas. Tak enak diam mondar mandir kesana kemari.


Tak lama Setiawan datang bersama asisten nya.


'' pa..'' Amalia menumpahkan tangisnya di bahu sang suami.


'' mama gak mau kehilangan menantu sama cucu mama pa..''


'' udah mama tenang berdo'a , semoga yang terbaik untuk mereka..'' Setiawan berusaha menenangkan isterinya.


'' pa.. ma..hhhh.. gimana istri sama anakku..'' Armand datang nafas tersenggal. Kepanikan sangat jelas di raut wajah nya. Juga bekas tamparan ayahnya sangat kentara di kedua pipinya.

__ADS_1


'' MAU APA KAMU KEMARI.. BELUM PUAS BUAT RENITA SEPERTI ITU...'' Amalia menatap tajam putra nya.


'' JIKA TERJADI APA-APA SAMA MEREKA MAMA NGGAK AKAN PERNAH MAAFIN KAMU..'' nafasnya naik turun karena emosi.


'' sudah ma sudah.. ini rumah sakit mama tenang..'' setiawan mengelus punggung istrinya.


Tak lama seorang dokter wanita keluar.


'' kita harus sgera melakukan operasi.. untuk menyelamat keduanya..''


'' lakukan yang terbaik tolong selamatkan mereka..'' pinta Amalia dengan memohon.


Armand mematung di tempat. Rasa sesal


semakin merasuk ke jiwanya. Anaknya harus di lahirkan di usia tujuh bulan. Dan itu atas ulah nya sendiri.


Dokter itu mengangguk dan mulai mempersiapkan semua keperluannya.


'' insya Allah..kita akan sekuat tenaga melakukan yang terbaik. ibu bapak banyak-banyak berdo'a saja semoga semua berjalan lancar''.


...----------------...


Ketegangan terjadi di antara ketiga orang dewasa yang menunggu di depan ruang operasi. Armand menyandarkan tubuhnya di samping pintu. Sedang orang tuanya duduk di kursi tunggu. Dengan Setiawan yang masih terus menenangkan istrinya.


'' pa kenapa lama sekali pa..'' pertanyaan kesekian kalinya yang keluar dari bibir Amalia. Dia masih terus menangis sedari tadi.


Lampu merah di matikan tanda operasi telah selesai. Tak lama keluar seorang dokter perempuan.


'' alhamdulillah berkat do'a bapak ibu bayinya lahir dengan selamat.. Laki-laki dan sehat.. hanya saja harus di rawat secara intensif dengan pemantauan ketat karena berat badannya masih kurang..''


setiawan dan Amalia menangis haru.. Armand lega mendengar nya.


'' lalu bagaimana istri saya dok..'' Armand tak dapat Menyembunyikan kekhawatiran nya.


Dokter menghela nafas pasrah.


'' kondisi nyonya renita kritis...''


perkataan itu bagaikan petir yang menyambar tubuh Armand.


'' kami juga membutuhkan donor darah B- sesegera mungkin.. karena nyonya renita terlalu kehilangan banyak darah. Dan kebetulan stok darah golongan itu sedang kosong.. kami juga sudah menghubungi PMI. Tapi jika ada pihak keluarga yang mempunyai golongan darah sama.. bisa untuk segera di donorkan..'' Dokter itu menatap satu persatu orang di hadapan nya.


'' Pa darah kita nggak sama pa.. Kita gak mungkin nunggu orang tua renita datang.. kita butuh secepatnya pa.. cepat cari solusi pa...'' Amalia sudah sangat kalut mendengar kondisi menantunya.


Karena memang tadi orang tua sudah di jemput Devan asisten Armand. Dan kini sedang dalam perjalanan.


'' Cepat hubungi kantor.. umumkan pada semua karyawan yang mempunyai golongan darah B- untuk datang ke rumah sakit ini. Bagi siapa yang bersedia mendonorkan darahnya akan ku beri bonus besar..'' Titah Setiawan pada asistennya.

__ADS_1


''Baik pak..'' Asistennya segera pamit untuk menjalankan perintah.


'' aku akan menghubungi teman-teman renita.. ''


__ADS_2