
''Permisi Sus, Apa benar ada korban kecelakaan yang di bawa kemari ?''
Sesampainya di rumah sakit. Mita segera bertanya pada resepsionis.
''Benar bu, para korban masih ditangani diruangan Instalasi Gawat Darurat.'' jawab resepsionis dengan kesopanan nya.
''Terimakasih Sus.''
Mita segera menuju ruangan yang di beritahukan tadi.
Dia bisa melihat Devan sedang duduk di kursi depan ruangan itu.
''Mau apa kamu disini ?'' sinis Mita.
''Saya sedang menyelidiki orang yang telah menyelamatkan kami.'' jawab Devan tak kalah dingin.
''Sekarang kau bisa pulang. Orang yang kau selidiki itu ibuku. Aku sudah disini." secara tidak langsung Mita membongkar rahasia nya sendiri.
Meski terkejut dengan pernyataan Mita. Devan tetap menunjukkan sikap tenang nya. Muncul sedikit kecurigaan dalam hatinya pada wanita itu.
Keduanya saling bertatapan tajam.
''Keluarga Ibu Linda ?''
''Saya dok. Bagaimana keadaan ibu saya ?'' tanya Mita dengan kecemasan nya.
Dokter itu menghela nafas tampak berat untuk menyampaikan hal ini.
''Kondisi pasien kritis. Luka di kepalanya cukup serius. Hingga membuat nya koma.''
Berita itu bagaikan sambaran petir bagi Mita. Tubuh nya langsung lemas sampai dia harus berpegangan pada dinding didekat nya.
''Tapi masih ada harapan 'kan dok ? Ibu saya bisa sadar 'kan ? Ibu saya masih bisa sembuh 'kan ?'' Mita memberondong dokter dengan berbagai pertanyaan nya.
''Banyak-banyak berdoa. Semoga ada keajaiban untuk pasien. Setelah ini pasien akan di pindah ke ruang ICU. Permisi !'' Dokter itu pun berlalu.
''Nggak mungkin. Mama harus sembuh cuma mama yang aku punya." kata Mita saat melihat brankar Linda dipindah kan ke ruangan yang tidak jauh dari tempat nya.
Devan masih setia berada di sana.
''Mita.."
Karena merasa di panggil, Mita menoleh ke asal suara.
''Ayah...''
Netranya juga melihat oma yang sedang di tuntun Aryan.
'' Oma.'' lirih Mita
Oma tampak memalingkan muka. Enggan melihat cucu yang tak pernah dia anggap ini.
''Sedang apa kamu disini ?'' tanya Aryan.
''Mama kecelakaan.''
''Lebih tepat nya. Nyonya Linda menyelamatkan saya dan tuan Armand dari orang yang sengaja ingin mencelakai kami.'' sahut Devan dengan menatap tajam ke arah Mita.
''Astaga...'' Aryan tak bisa menutupi keterkejutan nya. Begitu juga dengan Oma.
__ADS_1
''Lantas bagaimana keadaannya sekarang?'' tanya Oma.
Meskipun tak pernah menyukai mereka. Oma merasa prihatin mendengarnya.
''Ada di ruang ICU.'' lirih Mita.
Dia menundukkan kepala, matanya berkaca-kaca siap menumpahkan kristal bening di pipinya.
Oma menutup mulutnya tak percaya. itu artinya kondisinya sangat parah. Aryan memejamkan matanya. Dia merasa seperti laki-laki tak berguna yang tidak bisa menjaga orang yang dia cintai.
''Kamu temani Mita. Biar ibu pulang sendiri.'' kata Oma pada putranya.
Mita mendongak mendengar itu.
''Baik bu..''
''Mari saya antar ke mobil, Oma." Devan menawarkan diri.
''Baiklah..'' jawab Oma dengan tersenyum.
...----------------...
''Reni kamu darimana ? Pergi meninggalkan anak begitu saja.''
Kedatangan Armand dan Renita di sambut omelan dari Ibu Ratu.
Renita menepuk jidatnya. Karena kepanikan nya tadi. Dia sampai melupakan sang anak.
''Aduh maaf ma, tadi aku udah panik banget pas dapat kabar dari Mas Armand.'' ucap Renita dengan rasa bersalah nya.
''Untung mama kesini. Pas mama datang Vello mainan tangannya sendirian tidak ada yang jaga. Mana bibi lagi masak. Untung gak di gondol kucing.'' kata Amalia masih dengan kesewotannya.
''Maaf ma..''
Renita pun menceritakan semua tentang kekhawatiran nya sedari pagi hingga insiden yang menimpa Armand.
''Ya ampun !'' teriak Amalia dengan kehebohan nya.
Wanita paruh baya itu menyerahkan cucunya pada Renita. Lalu segera menghampiri sang putra.
''Tapi kamu nggak apa-apa 'kan ?'' Amalia memutar tubuh Armand beberapa kali.
''Mana yang sakit ? Bilang sama mama Ar !'' Amalia masih menunjukkan kekhawatiran nya.
Sedang Armand sudah jengah melihat reaksi ibunya yang selalu over dalam menanggapi sesuatu.
PLAKK.. Pukulan keras mendarat di lengannya yang masih nyeri.
''awss.. shhhh.''
''Kenapa nggak bilang ke papa ? Kalo kamu mengalami insiden ini !'' Amalia melotot pada anaknya.
''Aku udah hubungi papa tadi. Justru anak buah papa yang mengevakuasi aku sama Devan. Mereka juga yang mengurus mobil aku.''
''Keterlaluan si papa. Anak dapat musibah seperti ini nggak bilang ke mama.'' geram Amalia.
''Oh ya, mama ada perlu sama kalian. Mari bicarakan di dalam.'' Amalia teringat akan tujuannya kemari.
Renita dan Armand hanya menuruti titah Ibu Ratu sebelum terkena semburan nya lagi.
__ADS_1
''Ada apa ma?'' tanya Armand saat sudah duduk di sofa.
''Begini..''
drrrtt..drrrtt..
Amalia terpaksa menghentikan ucapannya karena mendengar telfon dari handphone Armand.
''Bagaimana Van ?''
''Yang menyelamatkan kita bernama Nyonya Linda Anita tuan. Kondisinya sekarang koma dalam keadaan kritis.''
'Seperti pernah mendengar nama itu.' batin Armand.
''Dan satu lagi tuan..''
''Apa ?''
''Nyonya Linda adalah ibu dari nona Mita. Saya mencurigai dia sebagai dalang dari penyerangan ini.'' Devan mengutarakan kecurigaan nya.
''Jangan menuduh tanpa bukti. Cari bukti terlebih dulu sebelum menangkap nya.''
''Baik tuan..''
''Orang yang menyelamatkan ku sudah di ketahui.'' kata Armand setelah telepon nya berakhir.
''Siapa mas ?''
''Ibunya Mita.'' jawab Armand.
''Aku harus ke rumah sakit untuk melihat kondisinya.'' lanjutnya lagi.
''Aku ikut..'' sahut Renita cepat.
''Kamu di rumah saja ya.. Nemenin Vello.'' bujuk Armand.
''Kalau aku nggak boleh ikut. Mas dilarang keras keluar dari rumah.'' Renita bersikukuh.
Renita tak akan membiarkan suaminya pergi sendiri. Apalagi disana pasti ada si Hama. Bisa kesenengan dia melihat suaminya datang tanpa ada yang mendampingi.
''Pokok aku ikut titik.'' keputusan Renita tidak dapat di ganggu gugat.
''Tapi Ren, Bagaimana dengan Vello ?''
Bukannya menjawab Renita malah memalingkan muka.
''Sudah kalian pergi saja. Vello biar mama bawa pulang. Nanti kalian jemput dia ke rumah mama. Persediaan ASI nya ada kan, Ren ?'' Amalia memutus perdebatan suami istri itu.
''Ada ma, sebentar aku persiapkan semua keperluan Vello dulu.''Renita menuju ke kamar Vello.
Tak menunggu lama dia sudah kembali dengan membawa tas berisi keperluan anaknya.
Mereka sama-sama keluar rumah dengan tujuan berbeda. Amalia kembali ke kediamannya. Renita dan Armand menuju ke rumah sakit.
...----------------...
Oke gengs jangan lupa kebiasaannya.
Like, ❤, Comment, Vote dan Hadiahnya
__ADS_1
Biar aku tambah semangat. Semoga nggak bosen ya sama cerita aku ini..
Babay