
'' SH**ITT'' Armand mengumpat kesal melihat Renita sudah tidak ada di tempat nya.
'' Kemana Dia..?'' Armand segera turun untuk memastikan Istrinya benar-benar pergi atau hanya ke suatu tempat sebentar. Toilet mungkin.
'' Permisi Pak..'' Armand bertanya pada seorang security yang berjaga.
'' Bapak melihat seorang permpuan rambut sebahu, pakai baju biru sedang menggendong bayi.. Tadi berdiri di sana ''. Armand menunjuk tempat Renita berada tadi.
'' Ooo.. Mbak yang bawa bayi sudah masuk ke taxi Mas. Baru beberapa menit yang lalu..''
Armand mengeram kesal.
'' Terimakasih Pak.. Permisi..''
Armand kembali ke mobilnya dan segera menyusul ke tempat Istrinya.
Sesampai nya disana. Kondisi kontrakan Renita sepi. Rumah tertutup rapat Tapi Dia melihat sepasang flat shoes yang di pakai Renita tadi ada di depan rumah.
Itu artinya istrinya berada di dalam.
'' Ren... '' Armand mengetuk kaca pelan. Sesekali mengintip ke dalam tapi tak ada siapa-siapa.
Mungkin Renita berada di kamar nya.
'' Ren buka..'' Armand mengetuk pintu berulang-ulang.
Tetap tak ada jawaban atau respon dari dalam. Tidak mungkin istrinya itu tidur. Waktu masih menunjukkan pukul 9 pagi.
Sebuah ide terlintas di benaknya.
'' Ya sudah aku pulang dulu. Nanti aku kesini lagi. Barang-barangnya Aku taruh depan jangan lupa di ambil''. Armand menyeringai.
Armand kembali ke mobilnya untuk menjauhkan kereta besi itu. Sekira tidak terlihat dari kontrakan Renita.
Setelah mendengar suara mobil Armand menjauh. Renita beranjak sepelan mungkin agar tidak menganggu tidur anaknya.
Bergegas menuju pintu dan membuka nya.
'' BB..BOSSS..'' Renita tidak dapat menutupi keterkejutan nya.
'' Hai Istriku yang licik..'' Armand melambai sepaket dengan senyum menyebalkan nya.
Renita ingin menutup kembali pintunya tapi berhasil ditahan oleh Armand.
'' Ren.. Ren.. Ayo kita bicara dulu. Biarkan Aku masuk. Masalah ini tidak akan selesai jika Kamu terus begini..''
Renita mengalah dan membiarkan Suami nya masuk.
'' Gak usah ganggu.. Dia masih tidur..'' Sewot Renita saat melihat Suaminya ingin menemui Marvello.
Armand menyusul Istrinya duduk di sofa.
'' Aku ingin memperbaiki semuanya..'' Armand membuka suara.
'' Gak ada yang salah. Jadi, gak ada yang perlu di perbaiki ''.
'' Kalau tidak ada kenapa kamu tidak mau Aku ajak pulang Ren..'' Armand benar-benar frustasi menghadapi wanita ini.
Sebulan Dia berusaha membujuk, merayu, bahkan berulang kali meminta maaf. Tapi tetap tak bisa meluluhkan nya.
'' Saya ingin sendiri..'' Jawab Renita dengan wajah datarnya.
'' Ren..''
'' Tolong hargai keinginan saya. Sebagaimana saya menghargai sikap Anda dua bulan terakhir pada Saya BOSS..'' Renita menekan kata terakhirnya.
__ADS_1
'' CUKUP RENITA..'' Bentak Armand. Telinganya panas mendengar panggilan itu.
'' KAU ISTRIKU TAK PANTAS KAU MEMANGGILKU SEPERTI ITU.. KAU BUKAN LAGI BAWAHAN KU..'' Hilang sudah kesabaran nya kali ini.
'' Memang harusnya seperti itu..'' Renita menatap tajam Laki-laki di hadapan nya.
'' Seandainya jika dulu Anda tidak mencegah Saya untuk menggugurkan nya. Mungkin Kita tidak akan terjebak dalam ikatan menyakitkan ini. Anda bisa menjalin hubungan kembali dengan sahabat lama Anda. Dan saya...'' Renita memejamkan mata sejenak untuk mengurai sesak di dadanya.
'' Saya tidak akan di Cap Sekretaris Gatel yang menggoda Bosnya. Saya tidak di pandang jijik seolah saya ini kotoran ''.
Mengingat kembali kembali hinaan yang di sematkan padanya membuat hatinya sakit. Harga dirinya seakan hancur berkeping-keping.
'' Apa Kau menyesal melahirkannya Ren..'' Tanya Armand dengan suara rendah nya.
'' TIDAK.. lebih tepatnya saya MENYESAL MENIKAH DENGAN ANDA..'' Renita menatap tajam laki-laki di hadapan nya dengan mata berkaca-kaca.
Tangan Armand terkepal kuat, Rahangnya mengeras. Meninggalkan tempat itu begitu saja dengan membanting pintu.
Oooeeeekkk.. Oooeeeekkk..
Buru-buru Renita menuju kamar nya. Saat mendengar anaknya menangis. Marvello terbangun karena terkejut mendengar suara keras yang mengusik tidurnya.
'' Ssssttt.. nggak apa-apa sayang. Ada Mama..'' Renita segera memberi ASI pada anaknya agar tenang.
Beruntung Marvello bisa tenang dan terlelap kembali.
'' Dasar Bapak Sinting.. di bilangin anaknya tidur malah banting pintu..'' Dumel Renita kesal.
...----------------...
'' Ya ampun rumit amat masalah loe Ren..'' Wina berkomentar setelah mendengar curahan hati Renita mengenai pertengkarannya dengan Armand.
'' Nggak rumit asal si Reni mau memaafkan Pak Armand dan mau di ajak pulang ke rumahnya..'' Sahut Dania.
Sedang Reva tak terlalu memperhatikan ketiga temannya yang sedang adu argumen.
'' Ogah gue juga mau Dia ngerasain apa yang Gue rasain dua bulan belakangan..''
Renita juga sudah menceritakan semua masalah yang dia pendam selama ini.
'' Ini ceritanya loe mau balas dendam gitu..'' Tanya Wina. '' Loe masih belum bisa maafin si Kompeni ..?''
'' Maafin sih udah.. Tapi nglupain sikap Dia waktu itu susah.. Dan itu alasan Gue menghindari nya..''
Itulah wanita. Mudah memaafkan tapi sulit melupakan. Ketahuilah wanita adalah makhluk paling ribet di muka bumi ini.
Jika berbuat salah sekecil apapun pasti akan di ingat sampai kapanpun. Betul apa betul..
Oke-oke balik ke cerita...
'' Loe sebenarnya udah cinta belum sih sama si Kompeni ?'' Tanya Dania.
Renita terdiam mendengar pertanyaan itu. Dia sendiri juga bingung.
Dania memicing, '' Atau jangan-jangan Loe belum bisa move on dari abang gue..??''
Renita masih bungkam. Dan ke bungkaman wanita itu di artikan ' ya ' oleh sahabat-sahabatnya.
'' Astaga Reni.. Jadi loe gamon.. '' celetuk Reva.
Renita mengernyit, '' Apasih Va gak ngerti gue istilah loe..''
'' Gini nih Emak-emak jadi kuper.. Gagal move on Renita..'' kata Reva.
'' eh gue gak lebay kek loe.. dikit-dikit sosmed dikit-dikit tiktok.. Awas anak gue loe viralin.. kek nikahan gue..''
__ADS_1
Reva nyengir menunjukkan dua jarinya. Piiiisss...
'' Jadi bener loe gak bisa move on Ren..??'' tanya Wina memastikan.
Renita menggeleng, '' Gak tau.. Gue juga bingung ''.
'' Ya ampun Ren umur loe berapa sih gak bisa bedain mana cinta mana nggak..'' Wina tak habis pikir.
'' Gini-gini gue tanya, Loe sama si Kompeni nyaman gak sih...'' tanya Dania.
Renita mengangguk.
'' Kalo sama abang Gue..''
'' Sama..''
'' Loe masih deg-degan gak deket abang gue..''
'' Dikit..''
'' Kalo sama laki Loe..''
'' Iya Apalagi pas Dia pengen itu..'' Renita menyatukan telunjuknya.
'' Ya itunya gak usah dibawa-bawa kali Ren..'' Sewot Wina. '' lagian Lu maruk banget sih jadi cewek.. sini nyaman sana nyaman. Sini deg-degan sana juga.. Labil banget sih Lu..''
'' Ya kan gue jawab jujur..'' Renita mengerucutkan bibirnya.
'' Udah tenang Wina.. Loe diem''. Dania melerai.
'' Satu lagi. Sewaktu masih pacaran sama abang Gue Loe cemburu gak pas Abang Gue deket sama cewek lain...''
'' B aja..''
'' Kalo si Kompeni yang dekat sama cewek lain. Nyi Blorong misal..''
Renita mendengus kesal, '' Kenapa jadi bawa-bawa Dia sih.. Ihhh.. Ilfeel Gue..'' Renita bergidik ngeri teringat saat Monita menempelkan bukit kembarnya di lengan Armand waktu itu.
Dania tersenyum tipis melihat reaksi Renita.
'' Oke jadi kesimpulannya.. Loe itu sama Abang gue cuma nyaman aja.. Sama kayak ke kita-kita gitu.. Loe mau nerima bang David jadi pacar loe karena Dia baik iya kan..?''
Lagi-lagi Renita mengangguk. Memang betul apa yang katakan Dania.
'' Nah itu Dia.. Kalo loe cinta Loe gak butuh alasan buat nerima Dia. Mau Dia baik Dia bejat, Brengsek sekalipun kalo udah cinta pasti bakal loe terima..''
'' Sedangkan sama si Kompeni.. Aslinya Loe udah punya rasa. Cuma gak Loe sadari aja Ren. Gak sadar Loe cemburu. Gak sadar Loe perhatian sama Dia''.
Renita terdiam mendengar nya.
'' Sekarang tanyain ke hati Loe sendiri. Loe siap Gak kehilangan Laki loe.. Maksud Gue Loe siap gak pisah sama do'i..'' Giliran Wina yang menginterogasi.
Secara spontan Renita menggeleng cepat.
'' Fix loe udah ada rasa sama Dia. Pertahankan Ren.. Jangan mau nyerah sama pelakor-pelakor di luar sana.. Kedudukan Istri sah lebih kuat. Gengsi Loe aja kegedean..''
Renita langsung cemberut mendengarnya.
...----------------...
Hai..Hai.. Jangan lupa dukungannya ya..
LIKE, ❤ , COMMENT
VOTE & HADIAH..
__ADS_1
Setiap cerita pasti ada konflik ya gengs.. Tapi tenang gak berat kok konfliknya. Cukup Idup di Dunyat aja yang berat di Dunhal gak usah.. buat happy-happy aja.
Babay..