My Boss My Musuh

My Boss My Musuh
Marvello Anak Kuat..


__ADS_3

Armand memandangi makhluk mungil yang berada di dalam inkubator. Kulitnya masih kemerahan dan mata sipit yang setia terpejam. Rasa bersalah menggelayuti jiwanya.


'' maafkan Papa.. Seharusnya Kamu masih dalam dekapan hangat perut karena kecemburuan Papa kamu harus terlahir dalam keadaan seperti ini..''


Seumur-umur baru kali ini Dia menangis.


Tepukan pelan mendarat di pundak nya. Armand menoleh ternyata Sang Papa pelakunya.


'' Adzani anakmu dan beri Dia nama..''


Armand mengangguk. Dia masuk keruangan itu dengan pakaian khusus. Mengumandangkan Adzan dan Iqamah dari luar inkubator. Air matanya mengalir deras. Bahkan isakan kecil keluar dari mulutnya.


'' Maafkan Papa.. Sehat-sehat sayang.. Marvello harus bertemu Mama.. Bangunkan Mama dengan tangisanmu. Papa mohon..''


Marvello Setiawan nama Yang Dia sematkan untuk bayinya.


'' Marvello anak kuat.. Papa sayang Kamu..'' Lanjutnya lagi.


Setelah itu Armand menghapus air matanya dan keluar dari ruangan itu.


Amalia memeluk Putra nya. Di balas tak kalah erat oleh Armand. Mencari ketenangan dalam dekapan wanita yang melahirkan nya ini. Amalia mengusap punggung kekar itu berkali-kali.


'' Kedua Mertua mu sudah datang.. Mereka ada di ruang rawat Renita.. temui mereka...''


Armand mengangguk. Dia segera menuju ruang perawatan istrinya untuk menemui Kedua Mertuanya.


'' Assalamu'alaikum..''


'' Walaikum salam...'' Jawab kedua Mertuanya bersamaan.


Armand menyalami kedua Mertuanya bergantian. Tampak Asih begitu sedih melihat keadaan Putri nya.


'' Kenapa Reni sampai seperti ini Ar...'' Tanya Asih dengan terisak.


'' Maaf Bu.. Aku tak bisa menjaga nya.. Dia Pendarahan parah..'' Armand melirik kearah Istrinya yang masih setia memejamkan mata.


Sengaja Armand tidak menceritakan kejadian sebenarnya. Bukan berniat jadi pengecut. Hanya tak ingin memancing keributan di saat seperti ini.


'' Dia juga butuh Donor darah secepatnya..'' Lanjut nya lagi.


'' Ya Allah...'' Asih menutup mulutnya tak percaya.


'' Golongan darah Bapak sama dengan Reni. Biar bapak yang akan mendonor. Bapak akan periksa dulu..''


Armand mengangguk dan mengantar Bapak mertuanya ke ruang periksa.


'' Bagaimana cucu ku..'' Tanya Mahmud


'' Alhamdulillah sehat Pak.. hanya saja harus di rawat intensif karena lahir prematur..''


...----------------...


'' Ini ada apa sih..?? kok pada kumpul gini.. kerja woy.. gosip mulu..'' Reva menyela di antara kerumunan Para Karyawan yang sedang berkumpul di Lobby.


'' Eh.. Va si Reni udah lahiran.. Dia koma di rumah sakit.. butuh donor darah sekarang..'' Kata Amel si Resepsionis.

__ADS_1


'' Loe gak usah ngadi-ngadi orang kemarin jalan sama kita baik-baik aja kok..'' Reva tak percaya begitu saja.


'' Lo gimana sih Va.. Loe kan temen deketnya. Masa gak tau kabar temen sendiri..'' Celetuk yang lainnya.


'' Kalian tau dari kabar ini darimana ?? Ati-ati hoax lhooo..'' Kata Reva masih belum percaya.


'' di grup WA kantor udah rame.. Asisten nya Pak Setiawan yang ngirim semalem.. jam 3 pagi..'' Kata Amel


'' Masa sih.. Gue belum lihat HP dari Kemarin..'' Reva segera mengeluarkan handphone dari dalam tas.


Tak lama kemudian matanya membelalak.


Dia segera menghubungi kedua Cs-nya.


'' Thanks infonya..'' Reva melambai pada kerumunan Karyawan itu dan berlalu menuju lift dengan handphone menempel di telinganya.


'' Gengs.. buka.. buka hape kalian ''. Kata Reva begitu sampai di Divisinya.


Wina dan Dania mengerutkan dahinya melihat kedatangan Reva dengan kepanikan nya.


'' loe kenapa..??'' Tanya nya Wina.


'' Renita.. Renita.. cepet buka hape kalian..''


Kerena penasaran keduanya segera mengecek handphone masing-masing.


'' gak.. gak.. mungkin.. ini ada yang gak beres. Kemarin Dia masih sehat-sehat aja kan.. ??'' Tanya Dania.


'' Iya gak ada yang aneh...'' Wina masih terus men scroll handphonenya.


'' kita ke rumah sakit sekarang..'' Seru Wina.


'' Kerjaan gimana..'' tanya Reva.


'' Urusan belakangan.. Kita mau rajin apa gak Pak Danu juga marah-marah..'' Dania ikut menyusul Wina.


'' Eh.. eh.. Tungguin gue..''


...----------------...


Armand tak beranjak sedikitpun di samping Istrinya. Terus menggenggam erat tangan pucat itu. Pandangannya tak sedikitpun berpaling darinya.


'' Ren bangun. Maafin aku.. Aku janji gak akan mengulanginya lagi. Maaf sudah mengabaikan mu akhir-akhir ini..''


'' Pak pendonor untuk Bu Renita sudah ada..'' Devan masuk ke ruang rawat untuk memberi tahu atasannya.


'' Baik akan Ku temui Dia..'' Armand beranjak dari duduknya.


'' Mau apa kau disini..'' Amarah kembali merasuk ke jiwanya saat melihat seseorang yang duduk di kursi depan ruang rawat Istrinya.


Rasa cemburu itu masih ada.


'' Dia yang akan menjadi pendonor nya Pak..'' kata Devan.


'' Apa tidak ada yang lainnya..'' Geram Armand Rahangnya sudah mengeras.

__ADS_1


'' Kita butuh segera Pak.. Karena keadaan Bu Reni semakin melemah. Tadi Pak Mahmud tidak bisa mendonorkan darahnya karena punya riwayat Darah Tinggi. Dan itu sangat berisiko..'' Jelas Devan


Armand memejamkan matanya. Dia mengenyampingkan egonya demi keselamatan istrinya.


'' Baiklah..''


...----------------...


David telah selesai mendonorkan darahnya. Dia keluar dari sebuah ruangan dengan memegang kapas yang menempel di siku depannya.


'' Terimakasih..'' kata Armand dingin. Tak ada senyum atau ramah tamah.


David hanya menanggapi dengan senyum.


'' Aku harap kau tak bertemu lagi dengan Renita ''.


'' Aku tidak bisa janji karena adikku sendiri sahabat Renita''.


'' Ingat kunci utama sebuah hubungan adalah kepercayaan. Renita bukan wanita yang mudah menyerahkan dirinya pada laki-laki. Jadi lupakan cemburu butamu itu. Sebelum menjadi boomerang bagi dirimu sendiri ''.


David menepuk pelan bahu Armand sebelum pergi meninggalkan pria itu.


Armand mematung di tempat.


Hingga kemudian Devan datang dengan membawa kabar penting.


Dia membisikkan sesuatu di telinga Armand.


'' Apa kau yakin ??'' Tanya Armand masih belum percaya.


'' Yakin pak.. ada bukti juga saksi yang menguatkan..''


'' Siapkan semuanya.. Kita langsung menuju kesana..''


'' Baik Pak..''


...----------------...


oke gengs.. jadi ginii.. novel ini kemarin aku daftarin kontrak ke NT. Nungguin konfirmasi nya lamaaaa.. banget kek nungguin Bang Toyib yang gak pulang-pulang.. Eh taunya di tolak gengs.. gegara performa gak memenuhi juga harus revisi dikit sih..


Tega NT sama aku kan... Di PHP iitu sakit.. pake banget..


Jadi aku mohon dengan segenap hati juga jiwa raga ku.. Yuk Dukung novel ini..


Like, ❤, Comment,


Vote & Hadiah seikhlase semampu ne Oke..


gegara galau jadi lebay gini deh perasaan..


makasih udah baca sedikit curcol ku..


insya Allah nanti up lagi..


babay..

__ADS_1


__ADS_2