My Boss My Musuh

My Boss My Musuh
Kembali Pulang...


__ADS_3

BOCIL MINGGIR.. 21+ AREA....⚠⚠🚼🚼❌❌


maksa gak TJ Alias Tanggung jawab kalo traveling kemana-mana...


...----------------...


'' Welcome Home....!!!'' Teriak Armand begitu membuka pintu.


PLAKKK..


Renita menepuk keras lengan suaminya.


'' Awwww sshhh.. Kenapa jadi tukang pukul gini sih ?'' Armand mengusap-usap lengannya yang terasa panas.


'' Gak liat anak tidur..'' Renita melotot pada Suaminya. Wanita itu, meninggalkan suaminya begitu saja menuju kamar untuk menidurkan Marvello.


'' Ren , kok di tinggal? Ya maaf terlalu bahagia ini.'' Armand memasang wajah memelas. Lalu, menyusul Istrinya ke kamar mereka.


'' Ren...'' Armand ikut berbaring di samping Istrinya.


'' Hemmm..'' Renita sedang menepuk pelan ****** anaknya karena sempat terusik saat di tidurkan tadi.


'' Pengen kaya dia tadi..'' Armand mendusel-dusel kan wajahnya di punggung istrinya. Tangannya juga tak tinggal diam menjelajah tempat-tempat favorit nya.


'' Tambah hemm aja ini perasaan tapi pas..''


'' Issshhh Tangan tolong di kondisi kan..'' Mulut nyinyir Renita kambuh.


Mencoba menyingkirkan tangan nakal itu, Tapi semakin erat ****** suaminya.


'' Emmmm....'' Renita bergumam pelan.


'' Enak kan ?'' bisik Armand.


Gerakan tangan itu semakin lincah saja.


Armand membalik tubuh Renita. Langsung Mel**** b***r tipis itu. Dia juga mengg*** nya dan otomatis si empu membukanya..


Renita berusaha mengimbangi permainan itu. Dia mencubit keras perut suaminya saat hampir kehabisan nafas.


'' Kebiasaan ! Tadi mukul sekarang nyubit.. Nanti apalagi ??'' Sungut Armand.


Renita masih terengah-engah menghirup dalam-dalam udara sekeliling nya.


'' Bapak mau bunuh saya..??'' Kata Renita.


'' Bapak lagi, aku suamimu bukan atasanmu. Aku gak suka mendengar panggilan itu..'' Ketus Armand.


Telinganya panas, tiap kali mendengar Renita memanggilnya dengan sebutan itu.


'' Makanya bernafas gak usah di tahan kayak gak pernah aja..''


'' Lah emang gak pernah kok.. Situ aja si Tukang Nyos0r..'' Jawab Renita ngegas.


'' Masa ?'' tanya Armand seolah tak percaya.

__ADS_1


'' Lah sama mantan mu sore itu ngapain ? Habis makan pizza. Wajah kalian berdekatan apalagi kalo bukan.....''


Armand menyatukan dua katupan jari-jari nya.


Renita memicing tajam, '' Kok tau sedetail itu ?''


Armand gelagapan di buatnya. Tanpa sengaja dia membongkar rahasia nya sendiri.


'' Ngintilin Aku waktu itu ?''.


Kepalang basah Armand mengangguk saja.


'' Nyebelin banget sih jadi bos ! Tukang kepo..'' Renita memukuli tubuh suaminya berkali-kali.


'' Awww.. awwww.. Ampun ampunn '' Armand tak bisa menghindar lagi karena posisinya berada di pinggir ranjang. Geser sedikit saja sudah jatuh.


'' Pindah yuk, nanti si dia bangun..'' Armand melirik anaknya yang tengah terlelap.


'' Gak ! Aku belum pakai Kontrasepsi. Nanti jadi lagi gimana??''


'' Ren.. '' Armand memelas.


Dia menatap yang tegak di bawah sana.


Kasian juga melihat suaminya seperti itu. Renita terdiam berfikir. Lampu pijar menyala di kepala wanita itu. Renita menuntun suaminya masuk ke kamar mandi.


''Mau ngapain ?'' Tanya Armand.


Tanpa banyak bicara Renita memulai aksinya. Tangannya mera** dan merem** lembut benda yang ada di balik celana.


Renita terus melakukan aksinya.


Armand tidak tahan lagi, tak menunggu lama dia mencapai ******* nya.


'' Nak** ya sekarang..'' bisik Armand.


'' Biarin penting sama suami sendiri..'' Renita menatap suaminya dari cermin.


'' Sekarang giliranku..'' Armand menyeringai.


''Mau apa ??'' Renita segera berbalik dan menahan dada suaminya.


Armand memulai aksinya.


'' Nggak, nggak usah! Aku belum pakai..Emmmmm'' Armand segera membungkam mulut cerewet itu.


Renita melotot saat merasa tangan itu menjalar ke tempat-tempat yang tidak semestinya. Renita memekik dalam c**mannya. Tangannya berpegang erat pada pinggiran wastafel.


Wanita itu pasrah dengan apa yang di lakukan suaminya. Tak dapat di pungkiri dia juga menikmati nya.


Tak berapa lama dia mencapai pelepasannya. Kakinya lemas seperti tak bertulang.


Armand segera menangkup tubuh Istrinya dan menyandarkannya pada d@d@ bidangnya.


'' Impas 'kan ?''

__ADS_1


...----------------...


'' Kamu belajar dari mana tadi..'' Armand sedang memangku putranya di taman samping rumahnya.


'' Tau..'' Renita memalingkan muka karena malu.


Armand tergelak melihatnya, sungguh lucu wanita ini.


'' Tapi aku suka, ketagihan malah.. Nanti malam lagi ya ? gantian yang emmmm...'' Renita segera membungkam mulut lemes itu.


'' Udah ! ada anak kecil. Jangan cemari telinga Vello dengan mulut mesum itu..'' Kata Renita dengan kesal.


Armand melihat anaknya anteng memainkan jari-jari nya.


'' Dia cuek aja tuh.. lihat goyang-goyangin tangannya dari tadi...''


'' Ya tapi kan gak pantes bilang gitu..'' kesal Renita.


Uuuh.. Rasanya kok pengen ngremet orang ini. Nyebelinnya kambuh di saat yang tidak tepat.


Bbbrrrrr....


Bbbbrrrrr...


Marvello bermain dengan air liurnya.


'' Lah, tangan papa basah dong nak.. Suka banget sih mainin itu..'' Kata Armand.


Renita tergelak, ''Terus sayang pinter, buat tangannya papa banjir..''


Renita menghentikan tawanya dan menatap tajam suaminya.


''Kamu kenapa ?'' Armand bingung melihat perubahan raut wajah Istrinya.


'' Awas ya Bapak ngulangin kesalahan waktu itu. Jangan harap bisa ketemu aku dan Vello lagi !" ancam Renita.


'' Iya.. Nggak akan..''


...----------------...


Yang gak suka skip aja gpp. Kalo kurang panas bacanya sambil di atas kompor...


Nyambung gak nyambung sambungin aja...


Mestinya udah up bab baru hari ini tapi part ini gak lulus-lulus gimana dong..


Ngeluh mulu perasaan hehe.. Curcol kan jatohnya..


Oke mohon dukungannya ya gengs..


LIKE, ❀ , COMMENT...


VOTE & HADIAH juga..


Babay...

__ADS_1


__ADS_2