
Dua bulan terakhir Armand semakin sibuk dengan proyek yang dia kerjakan bersama Mita.
Belum lagi tanggung jawabnya pada perusahaan.
Apalagi semenjak resmi menggantikan posisi Papa nya. Armand sering bolak balik keluar kota untuk kunjungan rutin ke anak perusahaan nya.
Bahkan di hari weekend pun Armand masih berkutat dalam pekerjaannya tak jarang pula harus ke kantor.
Tanpa Armand sadari hubungan nya dengan renita semakin renggang saja. Bertatap muka dengan istrinya hanya beberapa jam di rumah. Tak se intens dulu..
Seperti saat ini Renita sudah menyiapkan sarapan untuk suaminya dengan harapan bisa makan bersama. Dia sengaja memasak makanan kesukaan suami nya. Mengingat beberapa hari belakangan ini Armand sering melupakan sarapan nya.
'' mas makan dulu sini udah aku siapin di piring..'' kata renita saat melihat Armand turun dengan setelan kerjanya.
'' aku buru-buru ada pertemuan di luar. sudah di tunggu.. kamu juga kenapa gak bangunin aku.. aku kesiangan..'' Sungut Armand.
Niat hati ingin memperhatikan malah di salah kan.
'' Ya maaf aku lihat kamu kayak capek banget.. gak tega bangunin nya.. semalam juga pulang larut..'' Mengalah adalah pilihan terbaik untuk saat ini.
'' itu kamu makan aja.. aku tak sempat..'' Armand menunjuk piring yang sudah tersedia nasi beserta lauknya. Setelah itu pergi begitu saja tanpa pamit.
' kamu berubah..' Renita menatap nanar punggung suaminya.
Renita berusaha mengerti jika suaminya sedang sibuk-sibuknya.
Renita juga sering mengunjungi suaminya ke kantor, demi menjaga hubungan nya dengan sang suami tak semakin renggang. Tapi sering pula wanita hamil itu menemui kekecewaan. Ada saja halangan bertemu dengan suaminya sendiri. Mulai dari sedang meeting, ada pertemuan di luar, mengunjungi proyek dan berbagai halangan lainnya.
Pernah satu kali renita berhasil bertemu dengan suaminya tapi itu hanya beberapa menit saja. Karena suaminya harus segera menghadiri sebuah acara.
'' ya udah mas.. aku tinggal aja ya.. bekalnya. mas jangan lupa makan..'' Renita masih berusaha perhatian pada sang suami. Di tengah remuk redam hatinya.
'' kamu bawa pulang saja.. nggak akan kemakan juga....'' hanya itu jawaban suaminya.
Renita semakin tak percaya jika itu suaminya. Sebelum nya Armand tak pernah menolak apapun pemberian nya.
'' oh oke..'' Hanya itu jawaban renita. Tanpa banyak kata dia segera pergi membawa serta bekal yang dia bawa.
Tak ada acara kecup-kecup mesra.. atau peluk-peluk manja seperti biasa.
Renita keluar dari ruangan suaminya dengan air mata mengalir deras di pipinya. Tapi dia segera mengusapnya kasar.
__ADS_1
sakit rasanya saat usaha kita tak di hargai.
...----------------...
Renita memilih singgah di taman kota untuk menyegarkan hati dan pikirannya.
Dia melihat seorang anak kecil berlarian bersama ayahnya. Tak jauh dari mereka ada seorang wanita memperingati anaknya hati-hati agar tidak jatuh. Keluarga kecil yang bahagia.
Akankah keluarganya akan seperti itu nanti. mengingat sikap arman saat ini rasanya mustahil.
notifikasi ponselnya berdering membuyarkan lamunan wanita hamil itu. menghela nafas kasar. Lagi-lagi dia mendapat kiriman foto dari nomor tak di kenal belakangan ini.
Foto kedekatan suaminya dengan seorang wanita.. Dan itu Mita. Dalam berbagai pose. Bahkan ada pose yang begitu intim seolah Armand sedang mencium pipi Mita. Entah itu benar atau editan. Dia tak tau..
Dia masih mempercayai suaminya.Tak menghiraukan pesan itu hanya menyimpan foto-foto nya saja. Jika ada kesempatan dia akan menanyakannya pada Armand.
Renita tak ingin terlalu stresss. Dia masih memikirkan anak dalam kandungannya.
'' Kamu kenapa ren..''
Renita menoleh ke asal suara.
'' itu apa..??'' Tanya David melihat pepper bagi di samping renita.
'' oh ini... makanan sisa tadi habis nganterin bekal buat mas Armand..'' Jawab renita gugup.
'' kebetulan aku lapar.. boleh aku makan ? aku lupa bawa uang..'' alasan David.
'' eh gak..ja..jangan..mas.. ini pake uangku ..mas Dav beli aja di restoran itu..'' renita menunjuk sebrang jalan dimana tempat makan berada
'' kayak kucing makan makanan sisa..'' lanjut nya lagi.
'' udah gak usah aku juga lagi kangen masakan kamu..'' David mengambil bekal itu tanpa persetujuan renita dan membukanya.
David memakannya dengan lahap. Dan itu berhasil membuat renita meneteskan air mata.
'' mata mu merah kenapa.. '' tanya David dengan mulut penuh.
'' eh nggak cuma kelilipan mas..'' Renita segera menghapus air mata nya. kembali menampilkan senyum manisnya.
Tak lama terdengar sendawa keras dari David
__ADS_1
'' suami mu lagi diet ? sisanya kok masih banyak banget..''
Renita tertawa mendengar nya.
'' iya..''
Tanpa mereka tahu ada sepasang mata tajam mengawasi interaksi mereka. Dia mengepalkan tangan kuat. Tak lagi mendengarkan seseorang yang tengah mengajaknya bicara.
'' Armand.. kamu dengar gak sih..'' kesal Mita.
'' maaf aku harus pergi..''
Armand meninggalkan tempat itu. Menghiraukan teriakan seseorang yang terus memanggilnya.
'' SIALAN.... !!!! jadi ini kegiatan mu.. Diam-diam bertemu dengan nya di belakang ku.. Aku mati-matian kerja buat kamu.. kamu enak-enak ketawa berdua sama dia..'' Armand memukul keras setir kemudi nya.
...----------------...
Sedang Mita juga kesal setengah mati ditinggal begitu saja oleh Armand.
Dia berusaha keras membuat Armand selalu sibuk. Demi memisahkan dengan istrinya.
Dia juga yang membayar seorang fotografer profesional untuk memotretnya diam-diam. Dan mengirimkan hasilnya ke istri Armand itu. Dengan tujuan membuat istri Armand stress lalu keguguran. Dan saat itu dia akan memanfaatkan kesempatan untuk masuk ke rumah tangga mereka.
Pikiran yang sangat picik.
'' sepertinya aku harus menjalankan rencana kedua..'' Mita mengetuk meja dengan kelima jarinya.
'' karena perasaan ini aku menjadi wanita jahat. Aku tak bisa membendung nya lagi.. aku harus mendapatkan Armand meski dengan cara licik.. aku rela menjadi murahan demi Armand..''
Mita tak menyadari jika perasaan nya bukan lagi cinta tapi sebuah obsesi. Demi kepuasan dirinya.
...----------------...
Bahasanya Belibet gak sih ??
kalo gak paham di pahami aja ya.. hehe..
yuk dukung tinggalkan jejak..
angkat jempol mu bestie...
__ADS_1